NovelToon NovelToon
Kaisar Kematian Mo Xie

Kaisar Kematian Mo Xie

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Ini adalah cerita tentang seorang Putra Suci dari aliran lurus yang dikhianati gurunya sendiri. Tubuhnya dihancurkan dan tulangnya dicabut satu per satu sebelum ia dibuang hidup-hidup ke dasar Kegelapan.

Namun, ia tidak memilih mati.

Dengan sisa kekuatan yang dimilikinya, ia mencabut tulang fananya yang rapuh dan menggantinya dengan tulang para musuh yang telah ia bunuh.

Setiap tulang menjadi sumber kekuatan baru. Setiap rasa sakit membawanya selangkah lebih dekat pada jalan kultivasi yang menentang kehendak langit.

Di sisinya berdiri seorang iblis wanita yang menguasai Seni Darah. Dengan sihir terlarang itu, ia menyatukan kembali tubuh sang Putra Suci yang telah hancur dari dalam.

Bersama, mereka menapaki jalan berdarah menuju Surga Sembilan Lapis.

Ia tidak kembali untuk menuntut keadilan.

Ia kembali untuk mencabut tulang punggung para dewa dan menjadikannya singgasana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Hancurnya Cermin Sembilan Lapis

Suhu di dalam Kawah Es Abadi terus merosot.

Badai salju yang turun dari langit telah berubah menjadi ribuan bilah kristal es. Bilah-bilah itu berputar di udara seperti pusaran pedang yang siap merenggut nyawa siapa pun yang berada di dalamnya.

Mo Xie berdiri di tengah badai tersebut.

Embun beku perlahan merambat dari telapak kaki Jenderal Iblisnya menuju dada. Lengan Harimau Kegelapan di sebelah kiri pun mulai diselimuti lapisan es, sementara aliran darah iblisnya semakin melambat.

Di dalam dadanya, Tulang Yang Murni berdenyut kuat. Qi panas mengalir ke seluruh tubuhnya untuk menahan hawa beku yang terus meresap. Namun kekuatan tiga puluh enam Pilar Giok Bintang terlalu besar.

“Kau masih berani mengandalkan tubuh iblismu?”

Suara Xuan Ji menggema dari tepi kawah.

“Di bawah Formasi Pembeku Jiwa ini, tulangmu akan menjadi rapuh seperti ranting kering!”

Ia menggenggam erat token giok yang mengendalikan formasi.

“Aku akan membekukanmu menjadi patung es, lalu menghancurkanmu bersama para Tetua yang telah kau bunuh!”

Begitu suaranya jatuh, ribuan bilah es turun bersamaan.

Trang... Trang...Trang...

Bilah-bilah tersebut menghantam tubuh Mo Xie dari segala arah.

Kulitnya robek dan darah hitam mengalir keluar. Namun sebelum sempat menyentuh tanah, darah itu telah membeku.

Meski begitu, Kerangka Besi Hitam Kegelapan yang tersembunyi di balik dagingnya tetap utuh. Bilah-bilah es tidak mampu menembus tulang iblisnya.

Masalah sebenarnya bukanlah serangan dari luar.

Hawa dingin mulai meresap hingga ke dalam sumsum.

Di sisi lain, Xue Ling'er melindungi tubuhnya dengan jubah darah sambil memperhatikan keadaan Mo Xie.

“Mo Xie!” teriaknya. “Jangan biarkan sumsummu membeku! Cermin itu ada di bawah kakimu. Hancurkan sekarang!”

Mo Xie menunduk.

Sepuluh meter di bawah lapisan es, ia dapat merasakan keberadaan sebuah benda yang terus memancarkan Qi Es.

Cermin Es Sembilan Lapis.

Itulah jangkar utama formasi.

Selama cermin itu tetap utuh, seluruh kekuatan Kawah Es Abadi akan terus mengalir tanpa henti.

Mo Xie menarik napas dalam.

“Serangga tua itu mengira es bisa menahan gunung.”

Tatapannya berubah dingin.

Ia mulai mengalirkan seluruh Qi Yang dari tubuhnya menuju lengan kanan.

Lengan Kera Iblis Berwajah Hantu bergetar hebat.

Selama ini Mo Xie sengaja menahan kekuatan lengan tersebut agar jahitan darah Ling'er di lehernya tidak robek. Namun dalam keadaan seperti ini, ia tidak lagi punya pilihan.

Jika ingin menghancurkan Cermin Es Sembilan Lapis, ia harus mengerahkan seluruh kekuatan lengan iblisnya.

Urat-urat hitam di lengannya menonjol.

Qi Yin pekat meledak dari sela-sela tulang, memaksa badai salju di sekelilingnya terbelah oleh tekanan yang semakin berat.

Mo Xie kemudian memadatkan Domain Penghancur Gunung ke dalam kepalan kanannya.

Qi berat berkumpul.

Kepalan itu perlahan terasa seperti membawa kekuatan sebuah gunung.

“Runtuh.”

Mo Xie mengangkat tinjunya.

“Seni Iblis Kuno—Hantaman Pemecah Langit!”

Boom!

Tinju kanannya menghantam permukaan es.

Ledakan dahsyat mengguncang seluruh kawah.

Retakan langsung menjalar ke segala arah. Lapisan es yang telah bertahan selama ribuan tahun pecah seperti kaca, sementara bongkahan es sebesar rumah terlempar ke udara sebelum hancur menjadi serpihan.

Namun kekuatan pukulan itu belum berhenti. Gelombang penghancur terus menembus lapisan es.

Sepuluh meter.

Dua puluh meter.

Hingga akhirnya menghantam benda yang menjadi sasaran Mo Xie.

Cermin Es Sembilan Lapis.

Kraak!

Cahaya biru menyilaukan keluar dari permukaan cermin. Relik kuno itu berusaha menahan pukulan yang menghantamnya dari atas.

Namun kekuatan Hantaman Pemecah Langit terlalu dahsyat.

Cermin itu pecah.

Pada saat yang sama, seluruh Kawah Es Abadi bergetar hebat.

Jangkar formasi telah hancur.

Aliran Qi Es yang selama ini mengalir menuju Mo Xie tiba-tiba berbalik arah. Tiga puluh enam Pilar Giok Bintang mulai retak satu demi satu.

Krak... Krak...

Cahaya biru pada setiap pilar berkedip liar.

“Tidak!” Wajah Xuan Ji berubah pucat. “Formasinya berbalik!”

Ia segera mencoba melepaskan token pengendali dari hubungan dengan formasi.

Namun semuanya sudah terlambat. Token giok di tangannya meledak.

Boom!

Qi Es yang jauh lebih ganas menyembur balik melalui hubungan antara token dan formasi.

Lengan kanan Xuan Ji langsung membeku.

Es merambat dari telapak tangan menuju bahu, lalu terus menjalar ke dada.

“Aargh!”

Xuan Ji jatuh berlutut.

Separuh tubuhnya membeku oleh kekuatan formasinya sendiri. Ia menggertakkan gigi dan membakar esensi Jiwa Baru Lahir untuk menahan hawa dingin yang terus merayap menuju jantung.

Namun dua Tetua Inti Emas Puncak yang tersisa tidak memiliki kekuatan untuk bertahan.

Mereka terjebak di antara ledakan tiga puluh enam pilar. Pecahan giok dan badai es menghantam tubuh mereka dari segala arah.

Dalam sekejap, keduanya berubah menjadi patung es.

Boom!

Gelombang kehancuran berikutnya menghantam mereka.

Kedua patung es itu langsung pecah menjadi serpihan.

Kawah Es Abadi akhirnya runtuh.

Badai salju lenyap.

Yang tersisa hanyalah reruntuhan, serpihan es, dan asap tipis yang perlahan naik dari tanah.

Namun di tengah kehancuran itu, sebuah kolam perak masih tetap utuh.

Pusaran Qi Yin dan Yang yang mengelilinginya melindungi bunga yang tumbuh di tengah kolam dari kehancuran.

Teratai Darah Yang Ekstrem.

Mo Xie berdiri tidak jauh dari sana. Asap panas mengepul dari tubuhnya.

Ia berhasil.

Satu pukulan telah menghancurkan seluruh formasi.

Namun kemenangan itu ternyata memiliki harga. Suara robekan terdengar dari leher kanannya.

Tubuh Mo Xie langsung menegang.

Jahitan darah Ling'er yang selama ini menahan Lengan Kera Iblis mulai putus satu demi satu.

Benang darah merah gelap terlepas.

Kulit dan daging di lehernya terbuka lebar. Darah hitam kemerahan menyembur keluar, sementara Qi Yin dari Lengan Kera Iblis dan Qi Yang dari tulang emas saling bertabrakan di dalam tubuhnya.

Leher Mo Xie bergetar.

Darah mengalir deras seperti air bendungan.

Untuk pertama kalinya sejak keluar dari Jurang Sembilan Kegelapan, kekuatan di kedua lututnya lenyap.

Mo Xie jatuh berlutut.

Cakar Harimau Kegelapan segera mencengkeram tanah untuk menahan tubuhnya agar tidak roboh sepenuhnya.

“Ling'er...” Suaranya terdengar serak.

Xue Ling'er langsung berlari menghampirinya.

“Mo Xie!”

Ia berlutut di sampingnya dan menekan kedua tangannya pada luka yang menganga.

Namun begitu Qi-nya menyentuh luka tersebut, wajah Ling'er langsung berubah.

Qi Yin dan Yang di dalam tubuh Mo Xie terlalu ganas.

Benang darah biasa tidak akan mampu menyatukannya.

“Jangan bergerak!” Ling'er menggertakkan gigi. “Tulang kera sialan ini sedang memberontak lagi!”

Mo Xie mengangkat wajahnya. Napasnya berat dan tubuhnya semakin lemah.

“Daging fana... tidak mampu menahannya.”

Ling'er terdiam.

Ia tahu Mo Xie benar.

Selama Qi Yin dari Lengan Kera Iblis dan Qi Yang dari tulang emas terus bertarung, dagingnya akan semakin hancur.

Jahitan biasa tidak akan cukup.

Ia harus menyatukan kedua kekuatan itu langsung dari dalam sumsum Mo Xie.

Namun untuk melakukannya, ia membutuhkan Qi Yin dan Yang dalam jumlah besar.

Dan di seluruh kawah yang telah hancur ini, hanya ada satu benda yang mampu memberikannya.

Tatapan Ling'er perlahan beralih ke kolam perak.

Teratai Darah Yang Ekstrem.

Bunga itu masih mekar di tengah kehancuran. Qi Yang murni berputar di sekelilingnya seperti nyala api, tidak terpengaruh sedikit pun oleh runtuhnya Kawah Es Abadi.

Di kejauhan, Xuan Ji masih berlutut. Separuh tubuhnya membeku, tetapi matanya tetap menatap mereka dengan kebencian.

Tatapan Ling'er menjadi dingin.

Sebuah keputusan perlahan terbentuk di dalam hatinya.

Ia tidak akan membiarkan Mo Xie mati.

Jika daging fana menjadi penghalang, maka penghalang itu harus dihancurkan.

Ling'er melepaskan tangannya dari leher Mo Xie lalu berdiri.

Darah Mo Xie yang membasahi lengannya perlahan meresap ke dalam tubuhnya. Fisik Yin Bawaan mulai bereaksi, membuat rambut hitamnya perlahan berubah menjadi merah pekat.

“Mo Xie.” Suaranya kembali tenang. “Jangan mati.”

Ling'er menatap Xuan Ji. “Aku akan mengambil jantung guruku.”

Kemudian tatapannya beralih kepada Teratai Darah Yang Ekstrem.

“Setelah itu, kita akan menelan teratai itu bersama-sama.”

Benang darah mulai berputar di sekeliling tubuhnya.

Tatapan Ling'er dipenuhi niat membunuh.

“Malam ini...” Suaranya terdengar dingin di tengah reruntuhan kawah. “...aku akan menghancurkan kelemahan kita.”

1
Adi Rbg
bagus alur ceritanya tidak berbelit-belit!
Celestial Quill: Jangan lupa baca PERJALANAN DEWA ALKEMIS DI ALAM PRIMORDIAL juga ya, cerita ini ada hubungan dengan mo Xie yang sudah masuk ke alam primordial. 👍
total 2 replies
Ihwan12
Bagus
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: mampir KA
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!