NovelToon NovelToon
SISTEM PIJATAN PENAKLUK RATU IBLIS

SISTEM PIJATAN PENAKLUK RATU IBLIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Penyelamat / Romansa Fantasi
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Setelah dipecat secara tidak hormat dari istana akibat fitnah keji, Arya harus menghadapi kenyataan pahit sebagai tukang pijit yang kehilangan mata pencaharian utamanya. Namun, nasibnya berputar drastis saat ia tak sengaja menemukan seorang wanita dengan luka parah di tengah hutan gelap yang ternyata adalah Vanya, sang Ratu Iblis paling ditakuti. Sentuhan pijatan pertamanya pada tubuh wanita itu bukan hanya menahan pendarahan, melainkan memicu aktifnya Sistem Pijatan Penakluk Ratu Iblis yang mengubah hubungan mereka dari mangsa dan predator menjadi ikatan absurd penuh intrik di tengah kejaran pasukan kerajaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Sinar matahari pagi mulai menyingsing perlahan di ufuk timur, memancarkan cahaya keemasan di atas permukaan air laut yang tenang.

Kapal penyelundup kayu tua itu perlahan-lahan merapat ke dermaga pelabuhan kota pulau seberang.

Arya membuka matanya lebar-lebar setelah tidur pulas di dalam kabin sepanjang sisa malam tadi.

Ia bangkit berdiri sambil meregangkan kedua tangannya yang terasa agak kaku.

Vanya yang duduk di sudut ruangan tampak sudah terjaga lebih dulu dengan tatapan lurus ke depan.

"Kita sudah sampai di dermaga pulau tujuan," kata Vanya dingin memecah kesunyian kabin.

Arya mengangguk pelan lalu membereskan tas usang miliknya yang berisi botol minyak pijit herbal.

"Baguslah, kalau lebih lama lagi di kapal ini, punggungku bisa benar-benar encok," keluh Arya.

Mereka berdua berjalan keluar dari kabin menuju geladak kapal yang mulai ramai oleh aktivitas awak kapal.

Kapten kapal berbekas luka itu menyambut kedatangan mereka dengan senyuman canggung penuh rasa lega.

"Selamat pagi, Tuan dan Nona, kita sudah tiba dengan selamat di pelabuhan kota seberang," sapa kapten ramah.

"Terima kasih atas tumpangannya, Kapten, semoga kapten tidak kapok bawa penumpang buronan," balas Arya bercanda.

Kapten tertawa kecil mendengar ucapan santai dari pemuda yang telah menyelamatkan kapalnya dari badai semalam.

"Silakan turun lewat tangga dermaga sebelah sana, semoga perjalanan kalian lancar," ucap sang kapten.

Arya dan Vanya berjalan menuruni titian papan kayu menuju daratan pelabuhan yang padat aktivitas.

Suasana di pelabuhan kota baru itu tampak sangat sibuk dengan para pedagang asing hilir mudik membawa barang.

"Kota ini terlihat jauh lebih ramai dan bebas dibanding ibu kota kerajaan kita sebelumnya," amati Arya.

Vanya menarik napas panjang, menikmati udara daratan baru yang terasa berbeda di paru-parunya.

"Tapi keramaian seperti ini justru membuat kita harus lebih berhati-hati dalam menjaga penyamaran," ingatkan Vanya.

"Tenang saja, selama aku pakai skill anti-deteksi sistem, auramu bakal aman dari pelacakan," jamin Arya percaya diri.

Mereka berjalan meninggalkan area dermaga utama menuju jalanan kota besar yang tertata rapi.

Gedung-gedung tinggi berarsitektur asing berdiri megah di sepanjang jalan raya yang bersih dari sampah.

"Kita butuh tempat tinggal sementara dan uang saku untuk bertahan hidup beberapa hari ke depan," kata Arya serius.

Vanya melirik sekilas ke arah Arya dengan kening berkerut halus penuh rasa penasaran.

"Lalu apa rencana bodohmu selanjutnya untuk mencari uang di kota asing ini?" tanya Vanya menyelidik.

"Tentu saja membuka lapak jasa pijit keliling seperti biasa, cara paling ampuh buat cari koin," jawab Arya enteng.

Vanya memutar bola matanya malas mendengar jawaban klise yang selalu diandalkan oleh sang tukang pijit.

"Memangnya ada orang kaya di kota ini yang mau disentuhi oleh tukang pijit jalanan sepertimu?" cibir Vanya.

"Makanya kita cari lokasi strategis di dekat alun-alun kota atau pusat perbelanjaan," balas Arya optimis.

Mereka terus melangkah menyusuri trotoar jalan raya hingga tiba di sebuah taman kota yang asri dan teduh.

Banyak warga kota tampak duduk bersantai di bangku taman menikmati udara pagi yang sejuk.

Arya melihat sekeliling lalu memutuskan untuk berhenti di bawah pohon rindang dekat air mancur.

"Nah, sepertinya tempat ini cukup bagus buat mangkal sementara waktu," ujar Arya meletakkan tasnya.

Vanya memilih berdiri bersandar di batang pohon besar dengan tangan melipat di dada.

"Aku tidak mau ikut duduk di rumput kotor itu, selesaikan saja urusanmu dengan cepat," kata Vanya ketus.

"Iya ratu yang mulia, silakan jadi pengawas keamanan dadakan saja di situ," ledek Arya tersenyum lebar.

Tidak lama kemudian, seorang pria paruh baya berbadan gemuk berjalan mendekati bangku taman sambil memegang pundaknya.

Pria itu tampak meringis kesakitan sambil mengeluh pelan karena salah urat di bagian leher belakang.

[Peringatan Sistem: Deteksi target potensial membutuhkan layanan pijat relaksasi tingkat lanjut.]

[Peluang transaksi berhasil: 90 persen.]

Suara dengungan khas sistem itu berputar kencang di dalam kepala Arya tanpa aba-aba.

Arya langsung memasang senyum ramah terbaiknya lalu menyapa pria gemuk tersebut.

"Selamat pagi, Tuan, sepertinya leher Anda sedang mengalami ketegangan otot yang cukup parah ya," sapa Arya sopan.

Pria gemuk itu berhenti melangkah, lalu menatap Arya dengan sebelah alis terangkat tinggi.

"Kamu tahu dari mana leherku sakit, anak muda? Rasanya kaku sekali sejak bangun tidur tadi pagi," keluh pria itu.

"Dari cara jalan dan posisi kepala Anda yang miring sebelah, saya adalah tukang pijit profesional," promosi Arya percaya diri.

Vanya yang berdiri di bawah pohon menghela napas panjang melihat tingkah percaya diri Arya.

"Manusia itu benar-benar punya bakat alami sebagai penipu jalanan," batin Vanya mencibir pelan.

Pria gemuk itu menimbang-nimbang sejenak tawaran Arya karena rasa sakit di lehernya sudah tidak tertahankan.

"Baiklah, berapa tarif untuk sekali pijit leher?" tanya pria itu langsung pada intinya.

"Cukup lima keping perak saja, dijamin langsung sembuh total tanpa obat kimia," tawar Arya cepat.

"Baik, kalau sampai tidak sembuh, kamu tidak akan kuberi satu keping pun!" ancam pria gemuk itu setuju.

Arya segera mengeluarkan botol minyak herbal kecil dari dalam tas usang miliknya.

Ia meneteskan sedikit minyak ke telapak tangannya lalu menggosoknya hingga terasa hangat.

"Tahan sebentar ya, Tuan, ini bakal sedikit ngilu di awal pijatan," peringat Arya ramah.

Arya mulai menekan titik akupuntur saraf leher belakang pria gemuk tersebut dengan presisi tinggi.

Krek...

Bunyi sendi bergeser pelan terdengar nyaring di udara taman yang tenang. "Argh... aduh sakit! Tapi... eh?!" rintih pria itu terkejut setengah mati.

Arya melanjutkan pijatannya dengan gerakan lembut merelaksasi otot-otot yang tegang.

Setelah tiga menit berlalu, Arya menyuruh pria itu untuk menggerakkan lehernya perlahan.

"Nah, coba putar kepala Anda sekarang, Tuan," suruh Arya tersenyum ramah.

Pria gemuk itu menggerakkan lehernya ke kanan dan ke kiri dengan ragu-ragu.

"Luar biasa! Kaku di leherku langsung hilang seketika tanpa bekas!" seru pria itu takjub bukan main.

Ia langsung merogoh kantong bajunya lalu mengeluarkan beberapa keping perak menyerahkannya pada Arya.

"Nih, ambil bayarannya, kamu benar-benar tukang pijit hebat anak muda!" puji pria itu senang.

"Terima kasih banyak, Tuan, silakan datang lagi kalau pegal-pegal," balas Arya menerima kepingan uang.

Pria gemuk itu pergi dengan perasaan puas, meninggalkan Arya yang tersenyum lebar memandangi uangnya.

Vanya berjalan mendekati Arya dengan ekspresi wajah yang tampak sedikit kagum namun ditutup-tutupi.

"Tidak kusangka trik pijitmu itu selalu berhasil memperdaya orang-orang kaya baru," puji Vanya dingin.

"Bukan memperdaya, tapi memberikan kepuasan jasa profesional," koreksi Arya bangga.

[Peringatan Sistem: Misi harian mencari uang berhasil diselesaikan dengan sempurna.]

[Mendapatkan bonus poin kedekatan: +10 poin sistem total menjadi 175 poin.]

Suara dengungan sistem itu berputar singkat di kepala Arya memberikan notifikasi tambahan yang menyenangkan.

"Nah, modal kita sudah cukup buat sewa kamar penginapan bersih di kota ini," kata Arya bersemangat.

Vanya mengangguk pelan, menyetujui langkah awal penyamaran mereka di pulau seberang.

"Kalau begitu, cepat cari tempat tinggal yang layak sebelum sore tiba, Arya," suruh Vanya.

Mereka berdua melangkah meninggalkan taman kota, siap merajut babak baru kehidupan pelarian mereka bersama.

1
gofur
mantap kaka karya kamu🥰
Anton barly
💟💟💟💟
Shinta geol
🥰🥰🥰🥰🥰
nurul khusna
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘
Antoni gergio
💞💓💗💖💝
samuel df
😍🤩🤩🤩🤩
Jangkar pion
iblis yg cantik😘
yudi permana
🌟🌟🌟🌟🌟🌟
nabila
🤩🌹😘😍🥰
putri andini
😍🥰
asyifa fauziah
🌹😘🥰😘
setiawan
pijatan yang mematikan sang ratu
yani
keren kaka semangat berkarya🥰
sasa
💞💕💞💞💞💞💞
fitri
🥰😘🥰😘🥰🤩🤩
pricilia
🌹🌹🌹🌹🌹
Angel
🌟🥳🤠
clara
hebatkaka
Yono Haryono
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!