NovelToon NovelToon
Mantan Tuan Muda

Mantan Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:338
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

Ini bukan sekadar cerita tentang cinta beda kasta. Ini adalah perjalanan tentang sebuah nama besar...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

teguran

Jam istirahat makan siang baru saja usai ketika rutinitas kerja kembali berjalan di lantai tiga. Rico baru saja hendak duduk kembali di kursi kubikelnya saat sebuah bayangan menghentikan gerakannya.

"Nih, Co," kata Intan yang menyodorkan satu map berkas tebal ke hadapan Rico.

"Bawa ke ruangan idolamu sana."

Rico langsung semangat bukan main setelah mendengar ucapan Intan. Kesempatan yang dinanti-nantikannya akhirnya datang juga. Berkas laporan bulanan itu harus diserahkan langsung ke lantai teratas, dan hal ini dapat membuat Rico masuk ke ruangan Ibu Mita secara legal tanpa perlu mencari-cari alasan.

Dengan mata berbinar dan penuh semangat yang membubuh di dalam dada, Rico menerima map tersebut. Dia merapikan kerah kemejanya di cermin kecil sudut kubikel, lalu melangkah cepat menuju lift VIP untuk naik ke lantai tertinggi gedung PT Golden.

Sesampainya di depan pintu kayu ek besar yang kokoh, Rico menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan debaran jantungnya. Di depan pintu mewah itu, Rico pun mengetuk pintu dengan perlahan namun terdengar tegas.

"Masuk..." kata wanita itu dari dalam, suara merdunya terdengar samar menembus pintu.

Rico pun masuk dan menutup pintu di belakangnya dengan sangat hati-hati. Keheningan ruangan ber-AC yang dingin langsung menyambutnya. Dia berjalan tegap mendekati meja kerja marmer yang besar, lalu dia pun langsung menyodorkan dokumen itu pada atasannya dengan kedua tangan.

"Ini bu berkas laporan dari divisi kami," ucap Rico sesopan mungkin.

Mita mendongak sekilas, menerima map tersebut lalu menunjuk kursi kosong di hadapannya.

"Duduk saja dulu," kata Mita formal.

"Baik, Bu. Terima kasih," jawab Rico seraya mendudukkan diri dengan posisi tegap.

Mita langsung membuka map tersebut dan memeriksa semua dokumen angka di dalamnya dengan saksama. Jemarinya yang lentik membolak-balik kertas putih dengan presisi khas seorang direktur utama.

Tentu saja, selama proses pemeriksaan itu berlangsung, setiap gerak-gerik Mita tak luput dari pandangan Rico yang duduk tepat di depannya. Rico memanfaatkan momen ini untuk menatap wajah cantik sang bos besar dari jarak dekat.

Di pandangan Rico, kecantikan wanita berusia tiga puluh tahun ini benar-benar sangat menggoda. Struktur wajahnya yang tegas namun anggun, serta pembawaannya yang berkelas membuat pesona wanitanya terpancar sempurna.

Rico membayangkan bagaimana lekuk tubuh Mita di balik setelan kerja formalnya yang ketat itu.

'Apalagi saat dia berjalan...

Eugh... sudah pasti... enak,' kata Rico dalam hati dengan pikiran yang mulai melantur liar ke mana-mana, mengagumi keindahan tubuh bos besarnya sendiri.

Namun... karena terlalu asyik tenggelam dalam lamunan liarnya, Rico sama sekali tak sadar bahwa Ibu Mita sejak tadi sudah selesai memeriksa berkas dan memanggil namanya beberapa kali.

"Karyawan baru...Hei..."

Di panggilan terakhirnya yang tidak kunjung mendapat respons, Ibu Mita sengaja meninggikan suaranya, memukul pelan permukaan meja marmer dengan pulpen mahalnya hingga menimbulkan suara ketukan yang cukup keras.

Rico seketika tersentak kaget, kesadarannya ditarik paksa kembali ke realita. Wajahnya memucat saat mendapati sepasang mata tajam Mita sedang menatapnya dengan pandangan dingin dan menusuk.

"Kamu harus fokus kalau sedang berhadapan dengan atasan!" tegur Mita dengan nada suara yang tegas dan berwibawa, sama sekali tidak menyukai ketidaksiapan stafnya.

"Ingat, kamu masih baru di sini. Jangan bawa kebiasaan melamun ke dalam lingkungan kerja PT Golden."

Jantung Rico berdegup kencang karena ketakutan. "Ah... iya, Bu. Maaf... maaf sekali, Bu," kata Rico gelagapan sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam, merasa sangat bodoh karena tertangkap basah.

"Aku... aku tadi sedikit kepikiran urusan yang lain terkait data laporan."

Mita mengembuskan napas perlahan, menutup map berkas yang sudah dia tanda tangani dengan sentakan pendek.

"Sudah, bawa sana kembali ke divisimu," kata Mita dingin, menyodorkan kembali map tersebut tanpa ingin memperpanjang masalah.

"Baik, Bu. Permisi," ucap Rico dengan suara bergetar. Dia segera mengambil map itu, berdiri dengan terburu-buru, dan melangkah keluar dari ruangan mewah tersebut dengan punggung yang basah oleh keringat dingin. Angan-angannya untuk mendekati sang direktur utama seketika runtuh oleh kenyataan bahwa wanita itu adalah atasan yang sangat tegas dan tidak bisa diajak main-main, tanpa tahu bahwa ketegasan Mita di kantor siang ini akan berubah menjadi kelembutan yang manja saat dia pulang ke rumah dan bertemu dengan suaminya, Bayu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!