NovelToon NovelToon
Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Anak Genius
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Azmira, gadis kecil berusia sepuluh tahun, tumbuh dalam keterbatasan bersama ibunya.
Meski hidup serba kekurangan, Mira tidak pernah mau dikasihani. Ia memilih bekerja demi membantu ibunya, selalu ceria, dan berusaha menjadi anak yang kuat.
Namun, Mira tidak pernah tahu bahwa sejak kelahirannya, ada seseorang yang menganggap kehadirannya sebagai sebuah kesalahan.
Siapa yang tidak menginginkan Mira? Dan mengapa?

Nantikan kelanjutannya hanya di Manga Toon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Shasa masih menggenggam lengan Azmira sebelum perempuan itu sempat melangkah lebih dekat.

"Bentar dulu, Mira. Aku ada lagi baju yang bagus buat kamu."

Azmira menoleh ke arah sahabatnya dengan wajah bingung. "Memangnya yang tadi kurang bagus?"

"Bagus, tapi yang ini lebih bagus."

Shasa langsung menarik Azmira kembali ke dalam toko. Azmira sempat melirik ke arah ibunya. Rina masih berdiri di tempat yang sama, tetapi wajah perempuan itu terlihat berbeda. Terlalu tegang untuk sekadar bertemu seseorang.

"Ibu kenapa?" gumam Azmira dalam hati.

Namun karena Shasa terus menarik tangannya, ia akhirnya mengikuti. Sementara itu, Dika masih berdiri di hadapan Rina.

Tatapannya tertuju pada pintu toko yang baru saja dilewati Azmira dan Dua puluh lima tahun. Angka itu terus berputar memenuhi kepalanya.

"Anak kita perempuan?"

"Dia anakku, dan memang dia perempuan, dan karena itu kamu tidak mau menginginkannya. "

Dika terdiam lidahnya terasa keluh, entah kenapa ada rasa sesak yang tak bisa ia jelaskan begitu saja.

"Kamu terlalu buruk menilai seseorang, aku bukan tidak menginginkan tapi ...."

"Tapi apa? Karena anak Miranda kamu mengorbankan anak sahmu, ingat Dika anakku tidak butuh ayah payah sepertimu, lihat saja tanpa sepeser harta sarimu, aku yang kau sebut wanita lemah ini bisa menjadikannya seorang dokter bedah di salah satu rumah sakit swasta si kota ini," cetus Rina dengan nada rendah tapi menyakitkan.

Dika menatap wajah Rina dengan penuh amarah, perlahan tangannya mengepal dengan kuat.

"Rina..."

Perempuan itu menatapnya. "Jangan menggunakan amarahmu, hanya untuk memanggil nama perempuan tidak berdaya ini, aku masih di sini digadapanmu, Tuan Mahardika," sahut Rina dengan senyum tipisnya.

"Siapa namanya?"

Rina terdiam sementara Dika menunggu. Namun beberapa detik kemudian, Rina justru menggeleng.

"Itu bukan urusanmu."

Raut wajah Dika berubah semakin memerah, bahkan otot-otot di lehernya terlihat jelas.

"Aku hanya bertanya."

"Dan aku tidak berkewajiban menjawab."

Rina kemudian berbalik arah, ia melangkah masuk ke dalam mall tersebut. Sementara Dika hendak mengejar, tetapi langkahnya berhenti ketika sebuah ingatan lama tiba-tiba muncul begitu jelas.

Dua puluh lima tahun lalu. Rina berdiri di hadapannya dengan perut yang sudah sangat besar. Wajahnya penuh air mata ketika mengatakan bahwa usia kandungannya sudah memasuki tujuh bulan.

Saat itu Dika tidak peduli. Ia lebih memilih percaya kepada Miranda. Lebih memilih rumah yang telah dibangunnya bersama perempuan itu. Dan lebih memilih menganggap bayi yang dikandung Rina sebagai sesuatu yang tidak seharusnya hadir dalam hidupnya.

Dika mengusap wajah. "Jangan-jangan..."

Ia segera menepis pikirannya sendiri.

"Tidak mungkin."

Dika mencoba meyakinkan dirinya. Ada begitu banyak perempuan berusia dua puluh lima tahun di kota ini. Dan Azmira hanyalah seorang dokter yang kebetulan ditemuinya beberapa hari lalu. Tidak lebih. Namun semakin ia mencoba mengabaikannya, semakin wajah perempuan itu muncul dalam pikirannya.

Cara Azmira menatapnya. Suaranya. Bahkan ketika dokter muda itu mengatakan usianya dua puluh lima tahun. Dika sempat menganggapnya hanya sebuah kebetulan.

Sekarang angka itu terasa berbeda. Dika kembali menoleh ke arah toko pakaian. Di balik kaca, ia bisa melihat Azmira sedang berbicara dengan temannya. Perempuan muda itu tertawa kecil. Tidak ada yang tampak berbeda dari dirinya. Namun justru itu yang membuat dada Dika terasa semakin sesak.

Selama ini perempuan itu tumbuh tanpa dirinya. Dika menggeleng pelan.

"Ini tidak masuk akal."

Ia segera mengambil ponselnya.

"Asisten."

Suara dari seberang langsung menjawab. "Ya, Pak?"

"Besok kirimkan data dokter yang menangani pemeriksaan saya kemarin."

Asistennya sedikit bingung. "Dokter Azmira, Pak?"

Dika terdiam. "Iya."

"Baik, Pak."

Telepon berakhir. Dika memasukkan ponselnya ke saku. Untuk pertama kalinya, ia ingin mengetahui sesuatu yang selama bertahun-tahun tidak pernah ingin diketahuinya.

Bukan karena rasa rindu. Melainkan karena ada sesuatu yang mengusik harga dirinya. Ia ingin memastikan bahwa semua yang baru saja dipikirkannya hanyalah kebetulan.

☘️☘️☘️☘️☘️

Di dalam toko, Azmira akhirnya mendapatkan pakaian yang dimaksud Shasa.

"Yang ini memang bagus," ujarnya sambil memperhatikan pakaian di tangannya.

"Tuh, kan?"Shasa tersenyum puas.

Azmira kemudian kembali menoleh ke arah luar. "Ibu di mana?"

"Tadi masih di luar."

Azmira berjalan menuju pintu. Namun langkahnya terhenti. Rina sudah tidak ada di tempat semula.

"Ibu?"

Shasa ikut melihat keluar. "Mungkin menunggu di dekat kasir?"

Azmira menggeleng. "Tadi Ibu bilang cuma sebentar."

Ia segera mengambil ponselnya. Tidak lama kemudian panggilan tersambung.

"Bu, Ibu di mana?"

Suara Rina terdengar pelan. Ibu di parkiran."

"Kenapa pergi duluan?"

"Ibu sedikit pusing."

Azmira langsung cemas. "Pusing?"

"Iya, tapi tidak apa-apa."

Azmira menatap Shasa. "Aku menyusul, ya."

"Jangan. Kamu lanjut saja sama Shasa. Ibu tunggu di mobil."

"Tapi—"

"Sudah. Ibu baik-baik saja."

Telepon berakhir. Azmira masih menatap layar ponselnya dengan wajah khawatir.

Shasa menepuk bahunya. "Sudah, Mira. Kalau Ibu bilang baik-baik saja, mungkin memang cuma capek."

Azmira mengangguk pelan. "Iya."

Namun entah mengapa, perasaannya tidak benar-benar tenang. Ia tidak tahu bahwa beberapa menit sebelumnya, ibunya baru saja berhadapan dengan lelaki yang selama dua puluh lima tahun tidak pernah disebut dalam kehidupannya.

Dan lebih dari itu... Rina baru saja berusaha keras menyembunyikan sebuah rahasia yang perlahan mulai menemukan jalannya sendiri.

Di dalam mobil, Rina duduk seorang diri. Tangannya masih menggenggam ponsel. Wajahnya terlihat pucat. Pertemuan tadi seharusnya tidak terjadi.

Ia sudah menjalani hidupnya selama dua puluh lima tahun tanpa Dika. Ia tidak pernah mencarinya. Tidak pernah meminta apa pun darinya. Rina memejamkan mata.

"Tolong, jangan sampai dia tahu..."

Air mata menggenang di sudut matanya.

Bukan karena Rina takut Dika akan mengambil Azmira darinya.

Tidak. Anaknya sudah dewasa. Sudah memiliki kehidupannya sendiri. Yang Rina takutkan adalah satu hal. Jika Dika mengetahui siapa Azmira sebenarnya, lelaki itu mungkin akan kembali masuk ke kehidupan putrinya.

Padahal selama ini Rina sengaja membiarkan Dika menjadi bagian dari masa lalu. Ia tidak ingin Azmira mengenal ayah yang dulu memilih meninggalkannya bahkan sebelum ia lahir.

Bersambung

1
Ghiffari Zaka
trs gmn ya ya ttg seorang ayah yg menyia2 kan ank nya???. apa nnt karma nya ada?? terutama untuk istrinya yg bs di blng pelakor ya...,duh semoga author menyegerakan....
jangan panjang2 thur takut pada bosan nnt trs pada kabu🤭🤭🤭🙏🙏🙏🙏
Tengku Nafisa
sangat bagus ceritanya
Tengku Nafisa
ubtuk dika tak perlu cari tau tentang anak yg pernah tak kau inginkan. untuk apa. untuk sebuah sebutan seorang ayah. Ih.. nyadar Dika. betapa tidak malunya dirimu. kau yg tak menginginkan kehadirannya kau pula yg mau cari tau. Dasar ayah durjana.
Nar Sih
serapat apa pun kmu simpan suatu saat pasti putri mu tau siapa ayah nya bu rina ,daan biar kan sja semua terbongkar mira sdh besar pssti ngerti
Tengku Nafisa
aaaa kenapa gak di teruskan. penasaran nih.
Heni Fitoria
semoga saja anak gundik yg km besarkan itu bukan anakmu, hukum karma untukmu dika
Nar Sih
kak ayuuu boleh satu bab. lgi ngk,penasarannn🙏🥰
Nar Sih
dan...ank yg kmu tinggal kan dan tdk kmu akui sdh berjuang keras bersama ibu nya tanpa mu ayah durjana🤣🤣
Nar Sih
jdi gk sbr nunggu karma ayah yg ngk mengangap putri nya
Ghiffari Zaka
di tunggu up nya ya Thor....AQ ud mulai agak gmn dech Thor,karena mulai sedikit jenuh thur...tp AQ ttp usahakan tunggu author up...mungkin karena kurang greget di kehidupan Dika yg enak2 trs seolah Rina dan Mira tu GK ada maknanya...semudah itu,EK dech Thor AQ tunggu jangan lama2 ya Thor....🙏🙏🙏🙏/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
AQ no komen dech di bab ini Thor...lanjut aja dech...cmn mau nunggu gmn si Dika tu menderita aja/Frown//Frown/
Ghiffari Zaka
Thor maaf Thor...sebenarnya AQ gondok bngt loh Thor...kok kehidupan si Dika itu bs baik2 aja sih?? knp bd gt padahal dia ud menyakiti dan menyia2kan istri dan ank nya.....kok gak adil gt loh Thor....sangking gedek nya AQ SMP pingin nangis guling2 ini loh thor😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
perasaan seorang ibu itu amat kuat,iya gak n bakal ada hal yg terjadi PD ank nya,tp mereka hrs ttp berjalan di balik masa lalu yg menyakitkan,kalaupun Mira tau Dika BPK nya dan bahkan se x pun dia pemilik perusahaan semoga Mira bs berpikir bahwa itu gak bs dengan mudah menghapus luka dia dan ibunya selama 25 tahun ini,jangan mau dekat dengan BPK mu yg jahat ya Mira????😡😡😡
Ghiffari Zaka
dan jangan LP Thor...karma on berlaku,AQ gak ikhlas loh Thor mereka bahagia sementara ank dan istrinya menderita begitu,di tambah lagi mereka membahagiakan penghianat dan pelakor loh....😡😡😡
Ghiffari Zaka
heeeem....aroma2 Cinto ini🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
heeeemmmm...jodoh otw ni ceritanya,semoga dia pria baik ya Mira,yg bs terima km apa adanya,ud gak usah cari BPK mu yg gak berguna itu,dia itu laki2 yg jahat dan gak berbelas kasih,km bs kok HDP cmn dngn ibumu,buktinya ud 25 THN bs kan???/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
semoga laki2 itu baik dan bs membuat Mira bahagia nnt nya
Ghiffari Zaka
Alhamdulillah...akhirnya cita2 mu terkabul Mira,AQ ikut bahagia...SMP mewek ni AQ nya😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
selamat MLM jg Thor...sukaaa bngt,cuman campur gemezzz gt Thor......semoga sukses dengan karya2 mu thor/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
ih dasar bapak GK waras,tega dia perjuangkan selingkuhannya dr pada istri sah dan parahnya lagi tega bngt dia sm ank kandungnya sendiri,CPT Thor
..kasih karma itu dengan segera....AQ gak akan puas lok blm lihat dia nyungsep Thor...apa lagi istri yg pernah jadi pelapor itu😡😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!