NovelToon NovelToon
SKETSA PUTIH BIRU

SKETSA PUTIH BIRU

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah
Popularitas:270
Nilai: 5
Nama Author: Aurentina Bulolo

Bagi Auren, kain biru tua yang kaku itu bukan sekadar seragam baru, melainkan awal dari cerita abadi yang akan ia lewati bersama Evan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurentina Bulolo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Percikan Cemburu Di Bangku Sebelah

Setelah jam istirahat selesai, seluruh murid kelas 7-B kembali ke ruangan untuk melanjutkan pelajaran Matematika. Anaya, yang sudah termakan hasutan manis dari Balisya, langsung melancarkan strateginya. Begitu guru mulai menuliskan rumus di papan tulis, Anaya segera memajukan kursi duduknya mendekati Evan.

"Evan, maaf banget... aku benar-benar tidak paham rumitnya rumus yang ini. Boleh tolong jelaskan sedikit tidak?" tanya Anaya dengan nada suara yang sengaja dibuat agak manja, persis seperti yang disarankan oleh Balisya.

Evan yang sedang fokus mencatat hanya menoleh sekilas. Wajahnya datar tanpa ekspresi. "Lihat saja langkah-langkah di halaman empat puluh dua. Di situ sudah ada contohnya," jawab Evan pendek dan sangat biasa saja. Suaranya terdengar dingin, sama sekali tidak ada nada ramah atau ketertarikan.

Namun, Anaya tidak menyerah begitu saja. "Tapi aku masih bingung bagian pembagiannya, Evan. Tolonglah, kan kamu ketua kelas," rajuk Anaya lagi sambil menggeser buku tulisnya hingga menyentuh siku seragam Evan.

Melihat Anaya yang terus menempel pada Evan, Balisya yang duduk di barisan seberang tersenyum puas dari kejauhan. Rencana barunya perlahan mulai terlihat menunjukkan hasil.

Di sisi lain ruangan, Auren yang duduk bersama Fathur sedari tadi sama sekali tidak bisa fokus pada penjelasan guru. Matanya diam-diam terus melirik ke arah bangku Evan yang berada di sebelahnya. Meski ia bisa mendengar kalau suara Evan terdengar ketus dan biasa saja, melihat Anaya yang terus-menerus mendekatkan tubuhnya dan mengajak Evan berbicara membuat dada Auren mendadak terasa sangat sesak.

Ada rasa tidak nyaman yang asing yang mulai menjalar di hati Auren. Rasa cemburu yang selama ini tidak pernah ia rasakan, kini perlahan-lahan membakar perasaannya. Auren menggigit bibir bawahnya, meremas pulpen di tangannya dengan kuat. Biasanya, posisi sedekat itu dengan Evan adalah miliknya. Biasanya, Evan hanya akan tersenyum manis dan memberikan perhatian penuh padanya.

Karena Anaya terus-menerus merengek tidak paham, Evan akhirnya mengalah demi formalitas tugasnya sebagai ketua kelas 7-B. "Bagian ini dikali dulu, baru dibagi," ucap Evan datar sambil coret-coret di buku Anaya dengan pulpennya. Meskipun reaksinya biasa saja, kedekatan fisik mereka yang terpaksa itu terlihat jelas dari bangku lain.

Auren yang duduk agak jauh terus melihat ke arah mereka dengan dada yang semakin sesak. Rasa cemburu membuat matanya tidak bisa beralih dari punggung Evan.

Namun, di tengah-tengah menjelaskan, perasaan Evan mendadak tidak tenang. Ia tiba-tiba melirik ke arah bangku Auren dan terkejut saat menyadari bahwa sejak tadi gadisnya sedang meliriknya dengan tatapan sendu.

Deg.

Auren yang tertangkap basah langsung panik. Dengan cepat ia memalingkan wajahnya ke depan dan berpura-pura mulai fokus belajar, menatap papan tulis dengan jantung yang berdebar kencang karena malu dan cemburu.

Melihat reaksi Auren yang salah tingkah, Evan sebenarnya ingin menyudahi penjelasannya kepada Anaya saat itu juga. Namun, situasi di bangku Auren mendadak berubah. Fathur, teman sebangku barunya, tiba-tiba menoleh dan memecah keheningan di antara mereka.

"Auren, kamu bisa gak menyelesaikan soal yang nomor tiga ini?" tanya Fathur ramah sambil menunjuk buku paket mereka.

Auren menghela napas pelan, mencoba mengalihkan pikirannya yang kacau dari Evan. "Hmm... aku kurang jago kalau matematika," jawab Auren jujur dengan suara agak pelan.

Mendengar hal itu, mata Fathur langsung berbinar. "Oh, kalau bagian ini biar aku bantu. Sini, caranya itu rumusnya harus dibalik dulu..." Tanpa ragu, Fathur tiba-tiba memajukan tubuhnya dan mulai mengajarkan Auren dengan sangat telaten, bahkan jarak duduk mereka menjadi sangat dekat.

Di seberang ruangan, mata Evan langsung menyipit tajam. Menyaksikan Fathur yang kini gantian mengajarkan Auren dengan jarak yang begitu dekat membuat darah Evan mendidih seketika. Rasa cemburu dan kesal yang luar biasa hebat langsung menguasai akal sehat sang ketua kelas. Ia tidak tahan melihat tangan Fathur yang sesekali menunjuk buku Auren.

TAK! TAK!

Saking kesalnya, Evan mengetuk permukaan meja kayunya sebanyak dua kali dengan sangat keras hingga menimbulkan suara dentuman yang menggema di seluruh penjuru kelas 7-B.

Suasana kelas yang tadinya tenang seketika senyap. Semua orang menghentikan aktivitas mereka dan menoleh ke arah meja Evan dengan wajah kebingungan. Mereka sama sekali tidak mengerti apa maksud dari ketukan dua kali yang sangat keras itu.

Namun, tidak dengan Auren. Begitu mendengar suara itu, Auren langsung menoleh dan menatap Evan. Jantungnya berdesir hebat. Auren tahu betul arti kode itu—itu adalah sinyal tanda bahaya dan rasa frustrasi dari Evan yang ditujukan khusus untuknya.

Bu Linda yang sedang menulis di papan tulis langsung berbalik dengan dahi mengkerut. "Evan? Ada apa? Kenapa mengetuk meja keras-keras?" tanya Bu Linda heran.

Sebelum menjawab pertanyaan gurunya, Evan tidak langsung bersuara. Ia justru melemparkan pandangan lurus yang dipenuhi rasa cemburu dan amarah yang kentara tepat ke arah manik mata Auren, seolah mengunci tatapan gadis itu agar tahu betapa ia sedang terbakar api cemburu saat ini.

Setelah beberapa detik menatap Auren, Evan mengalihkan pandangannya kembali ke depan dengan napas yang agak memburu. "Maaf, Bu. Saya izin ke toilet," ujar Evan dengan suara berat yang dingin, lalu langsung berdiri tanpa menunggu jawaban Bu Linda, melangkah keluar kelas dengan aura yang sangat mencekam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!