NovelToon NovelToon
Aku Hidup Kembali

Aku Hidup Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Karin mengira semuanya telah berakhir saat tubuhnya terjatuh ke dasar jurang. Namun ketika membuka mata, ia justru kembali menjadi gadis berusia dua puluh tahun dan mendapati kedua orang tuanya masih hidup.
Kesempatan kedua itu membuatnya bersumpah mengubah takdir. Ia harus menyelamatkan keluarganya dan menghindari pernikahan dengan Giorgino, pria yang kelak menghancurkan hidupnya.
Demi menggagalkan rencana perjodohan, Karin nekat mengaku telah memiliki kekasih. Masalahnya, pria itu tidak pernah ada.
Dalam kepanikannya, hanya satu nama yang terlintas di benaknya—Kai, mahasiswa berandal yang dingin, cuek, dan terkenal sebagai badboy kampus.
Namun semakin dekat dengannya, Karin menyadari bahwa kehidupan keduanya ternyata menyimpan rahasia yang jauh lebih besar daripada sekadar kesempatan hidup kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jarak Yang Semakin Dekat

Bab 20

Hari Senin kembali membawa kesibukan ke seluruh area kampus.

Mahasiswa berlalu-lalang dengan membawa buku dan laptop. Sebagian bergegas menuju kelas, sebagian lagi masih mengobrol di kantin sebelum bel pertama berbunyi.

Karin baru saja memasuki gerbang ketika ponselnya bergetar.

Aku di depan gedung fakultas.

Tanpa sadar, sudut bibir Karin terangkat.

Begitu tiba di depan gedung, Kai sudah menunggunya sambil memegang dua gelas kopi hangat.

"Pagi."

"Pagi."

Kai menyerahkan salah satunya.

"Masih belum sempat sarapan?"

Karin tersenyum malu.

"Kok kamu tahu?"

"Kamu gampang ditebak."

Karin menerima gelas itu.

"Kalau begini terus, nanti aku jadi bergantung sama kamu."

Kai tertawa kecil.

"Itu kan nanti."

Jawaban spontan itu membuat keduanya sama-sama terdiam beberapa detik.

Mereka saling berpandangan sebelum akhirnya tertawa kecil karena merasa canggung.

-

-

-

Dari kejauhan, seseorang memperhatikan mereka.

Maureen.

Mahasiswi yang beberapa hari lalu hanya memperhatikan Karin dari koridor kini berdiri bersama beberapa temannya.

"Itu Kai?"

"Iya."

Temannya mengangguk.

"Katanya dekat sama Karin."

Maureen tidak langsung menjawab.

Matanya memperhatikan bagaimana Kai secara alami mengambil buku yang hampir terjatuh dari tangan Karin.

Gerakan kecil itu sederhana.

Namun cukup menunjukkan bahwa hubungan mereka mulai berubah.

"Menarik..." gumam Maureen pelan.

-

-

-

Perkuliahan hari itu berjalan cukup santai.

Seusai kelas terakhir, dosen memberikan tugas presentasi yang harus dikerjakan berpasangan.

"Silakan pilih pasangan sendiri."

Ruangan langsung ramai.

Nia menoleh ke arah Karin.

"Kita seperti biasa?"

Belum sempat Karin menjawab, dosen kembali berbicara.

"Yang minggu lalu sudah satu kelompok, kali ini berganti. Supaya semua bisa saling bekerja sama."

Nia langsung menghela napas.

"Yah..."

Beberapa mahasiswa mulai berpindah tempat.

Tanpa diduga, Kai berjalan mendekati meja Karin.

"Kalau kamu belum punya pasangan...kita satu kelompok?"

Karin sedikit terkejut.

"Boleh."

Nia langsung tersenyum jahil.

"Nah, cocok."

Karin hanya bisa memutar bola mata sambil menahan malu.

Siang harinya...

Mereka memutuskan mengerjakan pembagian tugas di taman kampus.

"Kamu bagian teori?" Kai bertanya.

"Iya."

"Kalau aku cari referensinya."

"Oke."

Mereka bekerja cukup serius. Sesekali berdiskusi. Sesekali saling bercanda. Tanpa sadar waktu berlalu hampir dua jam.

"Kamu capek?"

Kai menggeleng.

"Belum."

"Tapi nanti kerja."

"Masih sempat."

Karin memperhatikan wajah Kai.

"Aku kadang heran."

"Hm?"

"Kamu hampir nggak pernah mengeluh."

Kai tersenyum tipis.

"Kalau pun mengeluh...pekerjaannya tetap harus diselesaikan."

Jawaban itu membuat Karin kembali kagum.

-

-

-

Sore harinya...

Pak Wirawan sedang menikmati teh bersama Hesti, bel rumah berbunyi.

"Ting tong..."

Hesti membuka pintu.

"Oh, Gio."

"Selamat sore, Tante."

Gio datang tanpa membawa hadiah seperti biasanya.

Kali ini ia hanya membawa sebuah map.

"Om ada?"

"Ada."

Pak Wirawan keluar dari ruang kerja.

"Gio."

"Om."

"Saya kebetulan ingin meminta pendapat."

"Mengenai apa?"

"Saya sedang mencoba mengembangkan usaha peninggalan Ayah."

Pak Wirawan mengangguk.

"Itu bagus."

"Tapi saya masih banyak belajar."

Percakapan mereka berlangsung cukup lama.

Pak Wirawan memberi beberapa saran mengenai dunia usaha.

Gio mendengarkan dengan sopan. Semuanya tampak wajar. Namun di balik sikap hormatnya, Gio sedang membangun satu hal yang ia butuhkan.

Kepercayaan.

Ia ingin Pak Wirawan tetap melihatnya sebagai anak sahabat lama yang baik. Karena selama kepercayaan itu masih ada, ia masih memiliki kesempatan.

Menjelang magrib, Gio akhirnya pamit karena merasa Karin tidak ada di rumah.

Sebelum masuk ke mobil, Pak Wirawan sempat berkata,

"Gio."

"Iya, Om?"

"Kalau memang ada urusan bisnis, Om senang membantu. Tapi kalau cuma ingin sering datang ke rumah, jangan sungkan bilang terus terang."

Gio tersenyum tipis.

"Baik, Om."

Namun setelah mobil melaju meninggalkan rumah Wirawan, senyum itu perlahan memudar.

Ia sadar. Sikap Pak Wirawan masih ramah. Tetapi tidak lagi sehangat beberapa minggu lalu.

Dan penyebab perubahan itu tidak lain adalah Karin.

Sementara di dalam rumah...

Pak Wirawan menatap ke arah mobil yang semakin menjauh.

"Lain kali, Papa rasa tidak perlu terlalu sering menerima kunjungan Gio."

Hesti mengangguk pelan.

"Mama juga merasa begitu. Dia anak baik. Tapi entah kenapa, Mama merasa Karin lebih nyaman saat bersama Kai."

Pak Wirawan tersenyum kecil.

"Papa memang pernah bersahabat dengan ayahnya Gio. Tapi yang akan menjalani hidup nanti adalah Karin. Jadi biarlah dia memilih sendiri."

Tanpa mereka sadari, percakapan malam itu menjadi langkah kecil yang perlahan mengubah masa depan.

Di kehidupan sebelumnya...

Pak Wirawan tidak pernah benar-benar mengetahui sifat asli Gio.

Namun kali ini, takdir mulai bergerak ke arah yang berbeda.

-

-

-

Selepas kepulangan Gio, Karin datang. Ia pulang di antar oleh Kai.

"Mau mampir?"

Kai menggeleng pelan.

"Lain kali saja, kalau di undang makan lagi."

Karin terkekeh.

"Kenapa?"

"Karena itu wajib datang. Kalau sekarang, nggak."

"Kalau begitu, nanti aku minta Mama Papa buat undang kamu lagi."

Kali ini Kai yang terkekeh.

"Apa ini bentuk pemaksaan?"

Karin tersenyum.

Lalu mereka sama-sama diam sesaat.

"Aku pulang ya."

"Iya, hati-hati. Dan makasih sudah nganterin."

Kai tersenyum, dan Karin sama-sama tersenyum.

Setelah Kai menghilang di jauhan, baru lah Karin masuk ke dalam rumah.

"Baru pulang?"

Sambut Hesti ketika Karin masuk ke dalam rumah.

"Iya, Ma?"

"Tadi Gio datang."

"Lagi?"

"Ada urusan dengan Papa mu. Tapi sepertinya juga kepengen ketemu sama kamu."

"Aku tahu."

"Mama cuma mau bilang. Kamu nggak perlu maksain diri kalau nggak mau bertemu."

Ucapan itu membuat Karin sedikit terkejut.

"Kenapa, Ma?"

Hesti tersenyum.

"Mama tahu kamu kurang nyaman. Kamu sudah besar. Mama sama Papa nggak akan memaksa kamu dekat dengan siapa pun."

Mata Karin membesar. Ucapan sederhana itu membuat dadanya terasa hangat.

Sedikit demi sedikit, orang tuanya mulai memahami perasaannya.

Ia memeluk ibunya.

"Makasih, Ma."

Hesti mengusap kepala putrinya.

"Asal kamu bahagia. Itu sudah cukup buat Mama."

-

-

-

Bersambung...

1
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
kali ini jalanmu tak kan mulus gi
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
mungkin jalanmu akan berubah mulai sekarang gi..
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
weehh gercep juga si gio ya, udah sampai ke bengkel
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
kita liat
Author.N.
Untunglah ada saksi
Author.N.
pasti ini orang suruhan Gio
Author.N.
Dasar licik Gio 😏
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
semoga bisa merubah semua yg lalu
Author.N.
alhamdulillahnya tuh ayah ibunya menyambut baik
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
mau apa? bikin gentar kai?
Author.N.
lahhh dianya beneran 😅
Author.N.
pikirkan cara lagi buat menghancurkan Gio, Rin. Cari tau kehidupan dia
Author.N.
huwaaa misteri lagi. Gio dari awal licik sih ya,
Author.N.
cieee belum2 udah perhatian nih 😍
Author.N.
hati2 abang Kai ada yg lagi mengawasimu
Author.N.
Kasian 🤣
Author.N.
thoorr kasih visualnya cepetaaann 😍
Author.N.
mau es teh jumbo yang 4rebuan apa 5rebuan nih bang
Author.N.
ganteng tapi nyakitin 😌😌
Author.N.
eh mendadak ada teka teki
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!