Hati Lilian hancur seketika setelah sang suami, "Alen" kembali dari dinas di luar kota membawa seorang perempuan hamil bersama nya.
"Siapa wanita itu mas? Kenapa kau membawanya pulang ke rumah kita?"
Tiga tahun pernikahan Lilian tidak memiliki anak, karena itu ia memiliki untuk mengabdi sebagai menantu, ipar serta istri yang baik di keluarga "Bayron" ia tidak pernah membocorkan tentang siapa dirinya dan siapa keluarganya, sehingga mereka semua menganggap Lilian sebagai yatim piatu yang tunduk dan patuh.
"Dia istri asisten ku, sesuatu terjadi di luar kota, asisten ku meninggal karena menyelamatkan ku dan sekarang istrinya hanya punya aku dan keluarga ini untuk melanjutkan hidup, atas wasiat asisiteku dia meminta ku untuk menjaga anak dan istrinya,"
Dilanda keputusan suami yang begitu menyakitkan, akan kah Lilian tetap bertahan? Apalagi setelah kedatangan wanita itu, Alen selalu mengabaikan nya.
Penasaran? Ayo baca kisah mereka di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
"Keluarga ini, benar-benar punya banyak rahasia, jadi selama ini Lilian hanya dapat uang buat rumah tangga dan makan saja? Semua uang mas Alen dia berikan kepada ibunya?" Batin Tasya, seketika ia gentar mendengar fakta tersebut, bahkan teh yang ada di dalam nampan yang dia pegang saat ini berguncang akibat getaran tubuh yang menyalur ke tangan nya.
Namun ia tetap berusaha untuk berdiri tegap dan kemudian melanjutkan langkahnya menuju Alen.
"Mas Alen, diminum dulu teh nya," ucap Tasya yang kemudian meletakkan teh tersebut di meja yang ada di hadapan Alen.
Suasana kini terasa sangat canggung, Raya masih diam, dan tidak menyangka kalau selama ini ibunya punya banyak uang di simpan sendirian tanpa memberi sedikitpun kepadanya.
Namun di saat bersamaan, Bu Sinta juga datang ke ruang tengah karena sudah tidak bisa bersembunyi lagi.
"Kebetulan ibu di sini, tolong jelaskan kepadaku dan Raya, kemana semua uang yang selama ini aku kirim untuk mu dan Raya?" tanya Alen sambil menatap sang ibu dengan kening yang mengerut.
"Iya ibu! Jika kakak tidak mengatakan nya hari ini, aku tidak akan tau, jadi kemana uang nya? Jelaskan padaku!" ucap Raya sambil menatap kesal ibunya.
"Gawat, aku harus bilang apa sekarang, semua uangnya sudah habis terpakai," batin Bu Sinta.
Ada sebuah rahasia di balik bu Sinta yang selama ini sudah bertahun-tahun menjanda, entah habis kemana semua uang yang dikirim Alen padanya, itu masih jadi rahasia dan misteri yang belum bisa author ungkap kan untuk saat ini.
"Jawab Bu," ucap Alen kembali menuntut.
"Uang nya, uang itu sudah habis, ibu sebelumnya pernah punya hutang pada seseorang dan ibu mencicil nya dari uang yang Alen kirim kan kepada ibu," ucap Bu Sinta yang kini bicara dengan mimik wajah menyedihkan.
"Hutang? Hutang apa Bu? Kenapa aku tidak tau?" tanya Raya sedikit kaget.
"Ya, kenapa tiba-tiba ada hutang? Selama ini ibu tidak pernah mengeluhkan nya," ungkap Alen yang tak kalah terkejutnya.
"Hikss, hikss ... "Bu Sinta mulai menangis.
"Bu? Kenapa ibu malah menangis?" Tanya Raya lagi.
"Hutang itu adalah hutang almarhum ayah mu, dia meningal sebelum melunasi hutang nya, jadi ibu terpaksa merahasiakan ini dari kalian berdua agar kalian tidak khawatir dan marah pada almarhum ayah kalian yang suka berjudi, ibu menanggung semua ini sendirian dan tidak mau kalian terlibat," ucap Bu Sinta sambil menyeka air matanya.
Alen dan Raya seketika terdiam mendengar ucapan ibunya, selama ini mereka sama sekali tidak pernah mendengar kalau almarhum ayah mereka suka berjudi dan punya utang yang banyak.
"Bu, kapan ayah berjudi?" tanya Alen.
"Iya, bukan kah selama ini selalu bekerja di lokasi kontruksi?" ucap Raya tak percaya.
"Kalian tau apa? Ibu kan sudah bilang semua itu ibu rahasia kan karena tidak mau kalian membenci ayah kalian," ucap Sinta yang kini sedikit meninggikan nada suara nya.
"Maaf kalau aku ikut campur, tapi sebaiknya masalah ini di lepaskan saja, toh Bu Sinta juga sudah menjelaskan apa alasannya pada kalian, jangan memarahinya lagi," ucap Tasya yang saat ini berdiri di samping Bu Sinta sambil memegang dan mengelus lengan orang tua itu.
"Kak Tasya, kau terlalu baik, aku masih kesal, kak tolong berikan aku sedikit saja uang aku ingin menenangkan pikiran," ucap Raya sambil mengeluarkan ponselnya dan menadahkan barkot di hadapan Alen.
Alen yang sudah pusing segera mengambil ponselnya dan melakukan transfer ke ponsel Raya dalam beberapa jumlah uang.
Setelah menerima uang tersebut Raya pun mengambil tas nya dan kemudian berlalu pergi meninggalkan rumah tersebut.
"Mas Alen, jangan marah lagi," ucap Tasya.
"Aku tidak marah, Bu aku minta maaf, lupakan saja masalah ini, aku istirahat dulu," ucap Alen yang kemudian berdiri dari duduknya dan meninggalkan ibu nya.
"Bu Sinta, kau baik-baik saja kan? Sebaiknya aku antar ke kamar untuk istirahat ya," ucap Tasya lagi.
"Tasya kau memang sangat berbeda dari Lilian, kau sangat perhatian dan peduli, jika tadi kau tidak angkat bicara mungkin suasana nya akan semakin kacau," ucap Bu Sinta merasa tenang karena Tasya kali ini menyelamatkan nya.
"Sudah, jangan terlalu di pikirkan," ucap Tasya sambil tersenyum tipis.
Mereka berdua pun akhirnya memilih untuk kembali ke kamar masing-masing.
"Aku ingin menikah dengan mas Alen dan menjadi nyonya di keluarga ini, tentu saja aku harus mengambil hati ibunya terlebih dahulu, setelah aku jadi nyonya nanti, aku akan menyingkirkan dua benalu nya mas Alen, Bu Sinta dan adiknya, Raya dari rumah ini," batin Tasya.
Sementara itu di kamar Alen.
"Sudah beberapa hari Lilian pergi, tapi dia sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda untuk kembali, dimana dia sebenarnya, kenapa dadaku sakit saat mengingat Lilian, aku merasa sangat merindukan nya, dimana foto-foto pernikahan kami dia sembunyikan?" batin Alen, yang saat ini hari demi hari semakin merindukan Lilian.
Tapi bodoh nya dia masih berfikir kalau suatu hari Lilian akan kembali dia juga masih berfikir kalau Lilian saat ini hanya pergi karena ngambek akibat Tasya yang ada di rumah mereka.
"Apa aku harus menelepon nya? Tapi bagaimana kalau dia besar kepala?" ucap Alen yang masih saja mementingkan ego nya sendiri.
untuk saat ini Ia mengurungkan niatnya untuk menghubungi Lilian, tapi dia sama sekali tidak tau kalau saat ini dan seterusnya ia tidak akan pernah bisa menghubungi Lilian lagi, dalam kata lain, Alen masih belum tau sampai saat ini kalau nomernya sudah di blokir oleh Lilian dan mereka sudah berpisah. Bukan lagi pasangan suami istri seperti sebelumnya.
****
dan paling mengejutkan adalah kekasih mak nya yang menghamili maya allaaahh Mak heheh dunia Alen jungkir balik nanti nya
bikin kwatir orang yang menyanyinya tapi
jiwa nya memang sudah seperti itu bukan jahat atau menjadi wanita ga benar cuma
orang nya kepingin tau saja gitu kadang
mengabaikan nasehat ,,
punya nama. jadi bagus ,,,ehhh malah berhianat sekarang belum tau siapa Lilian
enakan,,,coba loe kelurahan anaknya abis lah nasib loe,,,,