NovelToon NovelToon
Korban Dua Cinta

Korban Dua Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Teen / Cintapertama
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bp. Juenk

Alya yang baru tamat SMA harus menerima takdir perjodohan kakak kandungnya yang mengakibatkan Alya harus mengubur mimpi dan menerima perlakuan kasar dari Suaminya sendiri yang merupakan Pacar kakak kandungnya.
Namun takdir membawa Alya bertemu dengan Trainer Aerobik yang memiliki kepedulian melebihi kakak kandungnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bp. Juenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa Tertinggal

Aroma nasi hangat dan tumis ayam kecap menguar dari arah dapur saat Alya melangkah menuruni anak tangga marmer satu per satu.

Ia telah mengganti handuknya dengan gaun rumah berpotongan longgar berwarna abu-abu muda dengan lengan panjang yang menutupi kulitnya rapat-rapat.

Langkah kakinya masih terasa sedikit kaku, menyisakan denyut konstan di bagian bawah tubuhnya akibat pergulatan fajar yang tidak terduga tadi.

Di area meja makan panjang, Aminah sedang menata mangkuk sayur, sementara Wati sibuk mengelap permukaan marmer meja. Begitu mendengar langkah kaki mendekat, kedua wanita paruh baya itu serentak menoleh.

Wati langsung menghentikan gerakannya, matanya menatap lekat-lekat ke arah wajah Alya. Sebagai sesama perempuan yang malam sebelumnya mendengar gejolak sunyi dari lantai atas, ia bisa menangkap sesuatu yang berbeda.

Tidak ada bengkak memar di pipi Alya hari ini, tidak ada sudut bibir yang berdarah baru, namun gurat kelelahan yang teramat sangat tercetak jelas di bawah kelopak mata bulat gadis itu.

Aminah melangkah mendekat dengan wajah yang dipenuhi kecemasan yang mendalam.

Ia menarik kursi kayu untuk Alya, lalu berbisik dengan suara yang sangat lirih, "Mbak Alya... Mbak tidak apa-apa? Pagi-pagi sekali tadi Aminah mendengar suara Mbak menjerit... Bapak... apakah Bapak berbuat kasar lagi?"

Alya duduk perlahan, mengembuskan napas panjang melalui hidungnya.

Ia menatap Aminah dan Wati yang kini berdiri mengelilinginya dengan pandangan protektif.

Alya menggeleng pelan, seulas senyuman tipis yang sarat akan kedewasaan getir terukir di bibirnya.

"Aku tidak apa-apa, Bu Aminah. Fisikku aman. Tidak ada memar atau luka seperti waktu itu. Hanya... Mas Reza memang sulit diprediksi."

Aminah menarik napas lega, namun tangannya tetap bergerak mengusap bahu Alya dengan sayang.

"Syukurlah kalau tidak ada luka, Mbak. Aminah sempat takut sekali tadi subuh. Mari, Mbak, sarapan dulu. Mbak harus jaga stamina, sore nanti kan harus ke tempat aerobik lagi."

"Iya, Bu. Terima kasih," jawab Alya.

Saat ia menyendok nasi ke piringnya, pikiran Alya melayang kembali pada sensasi ganda yang ia rasakan semalam hingga subuh tadi.

Tubuhnya telah mengenal dua sisi dari seorang Reza: kelembutan yang menghanyutkan di tengah kegelapan, dan kekasaran yang egois di bawah sinar fajar.

Namun, ketimbang tenggelam dalam ratapan, otak taktis Alya yang baru saja mencicipi dunia perkuliahan justru mencerna hal ini sebagai data.

Reza mulai goyah oleh kebutuhannya sendiri, dan itu adalah celah terbesar yang bisa ia manfaatkan untuk mengalihkan perhatian pria itu dari jadwal kuliah malamnya.

Sementara itu, di pusat distrik bisnis kota, suasana di dalam ruang kerja CEO Ardiansyah Contractor terasa begitu intens.

Reza duduk di kursi kulit kebesarannya di balik meja jati besar. Di hadapannya, beberapa berkas laporan keuangan kuartal kedua dari tim audit eksternal terbuka lebar.

Namun, untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun karirnya yang disiplin, mata Reza tidak mampu fokus pada barisan angka-angka bernilai miliaran tersebut.

Ia menyandarkan punggungnya, melempar pulpen mahalnya ke atas meja dengan helaan napas pendek yang memburu.

Pikirannya sepenuhnya tertinggal di atas ranjang king-size Blok C-12. Setiap kali ia memejamkan mata, memori sarafnya langsung memutar ulang sentuhan kulit pualam Alya yang halus, kehangatan tubuh mungil istrinya yang pasrah di bawah kuasanya, dan lenguhan lirih yang keluar dari bibir gadis itu di tengah malam.

Sensasi jepitan intens yang ia rasakan dari raga ranum Alya saat mengalami tiga kali klimaks berturut-turut ternyata meninggalkan candu biologis yang jauh lebih kuat dari yang ia duga.

Reza menelan ludah yang terasa hangat. Selama ini ia mengira hasratnya hanya terkunci pada Gita, wanita glamor yang ambisius.

Namun, pergulatan intim dengan Alya semalam—dan hantaman kasarnya tadi pagi—membuktikan bahwa tubuhnya mulai mengenali dan menginginkan raga istri mudanya secara primitif.

Ada rasa bersalah yang samar karena telah menikmati tubuh adik dari wanita yang ia cintai, namun arogansi laki-lakinya justru merasa puas karena Alya tidak lagi melakukan perlawanan fisik yang berarti.

Zzztttt.

Ponsel di atas mejanya bergetar, menampilkan sebuah pesan masuk dari sebuah nomor internasional.

Gita: Pesawatku landing sore ini jam empat di Bandara Internasional. Kamu jemput aku ya, Rez? Kita makan malam di tempat biasa. Aku kangen.

Reza menatap layar itu, seulas senyuman otomatis muncul di wajah tampannya. Gita pulang. Sang ratu ambisius yang memegang kunci hatinya selama dua tahun terakhir telah kembali dari Singapura.

Gejolak rasa bersalah yang sempat merayap di dadanya karena Alya seketika tersapu oleh rasa antusias untuk kembali menyambut Gita.

Reza segera membalas: Tentu, Git. Aku akan mengosongkan jadwalku sore ini dan menjemputmu tepat waktu.

Pukul empat sore lewat sepuluh menit, suasana di sanggar aerobik Sangkar Hati mulai dipenuhi oleh dentum musik pemanasan.

Alya melangkah masuk melewati pintu kaca, kembali mengenakan kaos olahraga seragam kuning terang dan jaket biru tua yang tidak dikancing penuh. Langkahnya terlihat jauh lebih stabil dan percaya diri hari ini.

Begitu ia mendekati meja depan untuk melakukan absensi, kartu anggota berwarna merah mudanya digesekkan ke mesin pemindai oleh petugas administrasi. Bip.

Di saat yang bersamaan, di dalam mobil mewahnya yang sedang melaju membelah kemacetan menuju bandara, ponsel di dasbor milik Reza bergetar kuat, memunculkan notifikasi integrasi sistem dari Adrian, pemilik sanggar.

Reza melirik layar gawai tersebut. Sebuah cuplikan video langsung (live feed) dari kamera pengawas sanggar muncul di layar, memperlihatkan sosok Alya yang baru saja tiba, membawa botol minumnya, dan berjalan menyapa beberapa ibu-ibu komplek di dekat dispenser.

Melihat kaos kuning terang istrinya terekam jelas di dalam sanggar pada jam yang tepat, Reza mengembuskan napas lega yang teramat dalam.

Kewaspadaannya runtuh total. Di dalam benaknya, Alya benar-benar telah menjadi tawanan yang patuh—seorang istri kecil yang menghabiskan energinya di tempat olahraga khusus wanita seperti yang ia perintahkan, sementara ia bebas pergi menjemput Gita sore ini tanpa perlu khawatir rahasia mereka bocor ke dunia luar.

Reza mengunci ponselnya, meningkatkan kecepatan mobilnya menuju bandara dengan senyuman puas seorang dalang yang merasa seluruh bidak caturnya bergerak sesuai rencana.

Ia tidak akan pernah tahu, bahwa tepat

setelah ia mematikan layar ponselnya, Alya yang berada di dalam sanggar mendongak. Mata bulat gadis delapan belas tahun itu menatap lurus ke arah salah satu lensa kamera pengawas di sudut langit-langit ruko dengan kilatan tatapan yang sedingin es.

Umpan kuning terangnya telah ditelan bulat-bulat oleh Reza. Dan malam ini, di balik rimbunnya pohon kenanga, gerbang pelariannya menuju kelas kuliah malam akan kembali terbuka tanpa ada satu pasang mata pun yang menyadarinya. Permainan topeng ini berjalan sempurna.

1
falea sezi
cerai alya😒 ngapain sakit sendiri
La Rue
Alya mesti waspada dengan Diana ni, bahaya sepertinya.
falea sezi
kpn cerai
falea sezi
cpet buat cerai thor najis amat ampe Gita berbagi batangan reza😒
falea sezi
alya goblok🤣mending cerai sekarang lah bloon amat lu di jadiin serep cerai pergi jauh bego
Nihayatuz Zain
🦾
La Rue
ehm mencari celah dari Reza malah ketemu Diana. Tapi ini asumsiku saja, semoga saja tidak seperti apa yang terganbar diotakku 🤔🤭
uhen (hiatus): mampir kk hehe ke chat story aku 😭
total 1 replies
Halwah 4g
wahhhhh...🤣🤣🤣 kecolongan q
Bp. Juenk: selamat menikmati kk
total 1 replies
M. T🌻
keren banget thor.
jangan lupa mampir yaa🤭
Bp. Juenk: siap. terimakasih
total 1 replies
Key Kastara
😍🔥✨
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!