Sejak kecil, Kiara hidup sebagai anak yang dibenci dan disiksa oleh keluarga yang membesarkannya. Ia tak pernah tahu bahwa semua penderitaan itu berawal dari sebuah pembunuhan yang terjadi dua puluh lima tahun lalu.
Demi merebut harta dan kekuasaan, pamannya membunuh ayah kandung Kiara, mengurung ibu kandungnya selama puluhan tahun, lalu membesarkannya dengan identitas palsu.
Saat kebenaran mulai terungkap, Kiara harus merebut kembali haknya dan membalas semua dosa yang telah merenggut keluarganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pineapple banana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Di villa Kiara sedang menemani ibu nya di dalam kamar yg sudah menjadi kamar rawat pribadi , Kiara menatap ibu nya yg sedang tertidur. Mungkin tidur dengan nyaman atau tidur dalam kegelisahan.
Sesekali Kiara menyeka air mata nya karena melihat ibu nya dengan tubuh yang penuh luka dan trauma.
Kiara berharap ibu nya akan sembuh dan dapat mengenali diri nya , karena Kiara susah sangat merindukan pelukan kasih sayang seorang ibu yg selama ini tak pernah ia dapat dari Risma , karena Kiara tau nya Risma adalah ibu kandung nya.
Bersyukur Tuhan memberi Linda umur yg panjang agar ia bisa melihat anak kandung nya , memeluk tubuh anak nya seperti dulu saat Kiara bayi.
Kiara yg masih di sana , melihat sang dokter sedang mengecek kondisi ibu nya. Ia lalu mendekati dokter itu dan memanggil nya.
"dokter Rizwan..." panggil Kiara.
Rizwan menoleh ke arah Kiara , "iya Kiara ada apa." ucap dokter itu.
"apa ada kemungkinan mama saya sembuh dok." tanya Kiara.
"untuk sembuh dalam luka luar itu pasti Kiara , tapi untuk luka batin dan trauma mungkin sulit untuk sembuh. Tapi kamu jangan khawatir, saya akan menyembuhkan ibu mu seperti dulu." jawab dokter.
"saya percayakan semua pada dokter , saya ingin mama kembali sembuh." ucap Kiara sambil menoleh ke arah mama nya. Dokter hanya menjawab dengan anggukan kepala nya.
Di luar Bara sedang duduk memikirkan Kiara , dia ingin membahas nya dengan papa Seno namun waktu nya yg belum tepat jadi Bara menunda untuk membahas Kiara yg akan Bara lamar dan nikahkan.
Saat Bara sedang duduk dia dikagetkan oleh Ucup dan Andre.
"hei.." panggil Andre sambil menepuk bahu nya , yg membuat Bara tersentak.
"apa sih kalian bikin kaget aja ." kesal Bara.
"habis nya lu melamun aja ." ucap Ucup.
"oh iya bagaimana perkembangan rencana kalian untuk mengeluarkan Aryo." tanya Bara.
"itu yg akan kam bahas nanti , tapi kita harus berkumpul dulu di ruang tengah dan elu Bara ajak Kiara karena gue butuh dia." jawab Andre.
"kenapa harus Kiara , kalo dia kenapa-kenapa gimana.'' ucap nya .
"tenang aja lu nanti tau rencana kita kaya apa ,ayok Kita ke ruang tengah papa lu udah menunggu kita di sana." ujar Ucup.
"awas ya kalo sampe Kiara kenapa-kenapa, kalian yg gue bikin perkedel" ancam Bara tak main-main.
"iya iya Bara udah Ayuk.." Ucup karena ia di ancam oleh Bara sedangkan Andre ia tak menggubris ancaman Bara.
Sesampai nya mereka di ruang tengah bersama dengan Kiara yg mereka jemput di kamar rawat mama nya, mereka lalu duduk saling berhadapan di sana juga ada om Seno, Vera , Tante Yuni dan Bu Amira.
"jadi apa yg akan kalian rencana kan." tanya om Seno.
"rencana kamu saat ini bagaimana cara nya agar masuk ke dalam sana tanpa ketahuan oleh para penjaga Anton." jawab Andre.
"dengan cara.." tanya Vera.
"kita akan menggunakan Kiara agar kami bisa masuk tanpa mereka ketahui." jawab Ucup.
"apa gak membahayakan untuk Kiara jika dia pulang ke sana." sahut Bu Amira.
"nenek jangan khawatir, ini demi keadilan papa nya." ucap Kiara menenangkan nenek nya.
"betul itu Bu Amira tapi sebelum Kiara pulang ke rumah Anton. kita harus memegangi Kiara dengan ilmu bela diri , kebetulan Andre adalah pelatih karate dan ia akan melatih Kiara juga Vera." jelas Ucup.
"gue juga.." Vera menunjukkan jari nya ke diri nya sendiri.
"ia Vera lu harus bisa menjaga diri lu sendiri, karena jika mereka datang saat lu ada di kantor ada entah dimana pun itu , lu bisa menjaga diri lu agar anak buah Anton tak bisa membawa lu ke hadapan bos nya." kata Ucup yg lalu di jawan dengan anggukan kepala oleh om Seno.
"om setuju.. Jadi kapan kalian melatih Kiara dan Vera." tanya om Seno.
"rencana nya mulai besok mereka berdua akan kami latih mereka." jawab Andre.
"dan satu lagi yg mau gue tambahin." sahut Bara.
"apa itu bar." tanya Ucup.
"gue akan ajarin Kiara tentang bisnis dan Kiara harus mulai mengambil alih perusahaan itu memakai tangan nya sendiri, tapi Kiara tenang aja aku akan bantu kamu dari jauh." jawab Bara sambil menatap ke arah Kiara.
"aku setuju mas, aku sudah dengan keluarga itu." sahut Kiara.
"baiklah mulai besok kita akan berlatih." ujar Andre.
.
.
.
Keesokan hari nya Vera dan Kiara sudah berada di halaman depan vila , di sana sudah ada ucup dan Andre .
Vera dan Kiara lalu di perintahkan untuk melemaskan otot-otot yg tegang sebelum memulai latihan, setelah pemanasan mereka lalu berlatih di mulai gaya kuda-kuda, karena untuk memulai latihan karate sebagai pemula, Vera dan Kiara haru fokus pada penguasaan kuda-kuda (dachi), pukulan (tsuki), dan tendangan (geri) dasar. Lalu mulailah dengan pemanasan yang baik, latihan keseimbangan tubuh.
kuda-kuda adalah fondasi dari semua gerakan karate. Kuda-kuda yang kuat akan menjaga keseimbangan tubuh saat menyerang atau bertahan.
Kiara dan vera lalu di latih dengan Zenkutsu Dachi (Kuda-kuda depan): Kaki depan ditekuk dan kaki belakang lurus. Berat badan 60% berada di kaki depan. Lalu Shiko Dachi (Kuda-kuda kuda-kuda): Kaki dibuka lebar, lutut ditekuk ke arah luar, dan tubuh tegak. Mirip seperti posisi orang yang sedang menunggang kuda.
lalu latihan mereka berganti dengan pukulan(Tsuki) adalah dasar karate biasanya ditujukan ke arah ulu hati atau dada.lalu di tambah dengan Gyaku Zuki: Pukulan tangan berlawanan dengan kaki depan. Misalnya, jika kaki kanan di depan, tangan kiri yang memukul. Lalu Andre menambahkan dengan gerakan Choku Zuki: Pukulan lurus ke depan dengan tangan sejajar dada, sementara tangan lainnya ditarik ke pinggang.
Andre juga menambah gerakan lain seperti tangkisan uke dan tendangan Geri.
hari telah berlalu menjadi siang , latihan mereka lalu berhenti dan istirahat.
"besok kita latihan lagi , sampai kalian bisa menguasai ilmu karate walaupun tidak sepenuhnya kalian mendalami ilmu itu." ucap Andre.
"oke.." ujar Vera dan Kiara serempak , lalu mereka bubar dan masuk ke dalam vila.
Kiara dan Vera menaiki anak tangga menuju ke kamar masing-masing.
saat Kiara masuk dia kaget dengan Bara yg sudah ada di kamar nya.
"kenapa di sini." tanya Kiara.
"gpp kan kalo aku di kamar mu." jawab Bara.
Kiara hanya tersenyum lalu mengangguk.
"eh tapi aku mau mandi mas, mending kamu keluar dulu." usir Kiara.
"gak mau, aku mau nya di sini. Kamar mu wangi soal nya." ujar Bara.
"tapi.."
"udah mandi aja , pakai baju di dalam kamar mandi." dengan terpaksa Kiara menurut dengan apa yg Bara bilang , ia lalu mengambil 1 setel baju dan dalaman nya setelah itu Kiara gegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tak lama kemudian Kiara telah selesai mandi , wangi sabun yg ada di tubuh nya membuat Bara menoleh ke arah Kiara yg baru keluar dari kamar mandi dan sedang duduk di dekat meja rias.
Bara mendekati Kiara lalu tanpa izin mencium pipi Kiara.
"wangi banget pacar aku ini." bisik Bara sambil merangkul pundak Kiara.
Kiara hanya bisa geleng-geleng kepala karena kelakuan Bara, ia juga tersenyum kikuk hingga pipi nya memerah.
"mas Bara udah dulu , aku mau sisiran sebentar."
"gak mau , mau nya kaya gini aja."
"please.." mohon Kiara lalu Bara pun mengalah dan menjauh dari Kiara.
Kiara lalu melanjutkan aktivitas menyisir rambut setelah itu ia memakai bedak di wajah nya dan mempoles bibir nya dengan lipstik setelah selesai ia mendekati Bara lalu membahas bisnis yg akan di ajarkan kepada nya.
Bara lalu memulai mengajari Kiara bisnis , di mulai dari Pertemuan bisnis dengan klien bertujuan untuk membangun kepercayaan dan kesepakatan. Kiara juga harus tampil profesional, datang lebih awal, dan mendengarkan kebutuhan klien sebelum menawarkan solusi. dan juga harus mempersiapkan diri dengan matang agar membuat klien merasa dihargai dan proyek tersebut berjalan dengan lancar.
Bara juga menjelaskan pada Kiara jika sebelum ada pertemuan/persiapan pada klien Kiara harus Pelajari latar belakang perusahaan klien dan tujuan mereka. lalu Bawa dokumen, contoh produk, atau alat presentasi yang lengkap dan tentukan lokasi yang tenang dan nyaman untuk berdiskusi.
Saat Pertemuan (Pelaksanaan) datanglah 10-15 menit lebih awal dari klien. Kenakan pakaian yang sesuai dengan budaya perusahaan klien, Biarkan klien berbicara lebih dulu tentang masalah mereka. Lau menjelaskan bagaimana produk atau jasa ya akan membantu bisnis klien.
Setelah Pertemuan dengan klien Kiara harus mengirim kan email berisi rangkuman hasil rapat dan langkah selanjutnya. Lalu Kerjakan tugas atau penawaran yang dijanjikan tepat waktu.
Panjang lebar Bara menjelaskan tentang bisnis pertemuan pada klien sampai jam menunjukkan pukul 1 siang.
"gak kerasa udah jam 1." gumam Bara.
"iya ya mas , aku kira tadi masih jam 11." ucap nya.
posisi mereka ada di lantai kedua nya saling bertatapan , entah bisikan apa yg membuat saling berdekatan. Mereka berdua tersenyum hingga bibir kedua nya saling menyentuh hingga mereka melakukan ciuman di siang hari yg panas.
Lama kedua nya berciuman hingga Bara mengangkat Kiara untuk duduk di atas nya.
Kiara tersentak kaget saat Bara mengangkat diri nya dan menaruh tubuh nya di atas Bara, lalu kedua nya lanjut berciuman kembali hingga Bara gak sengaja menyentuh benda sesuatu yg tidak boleh di sentuh.
"mas cukup..." Kiara menghentikan aktivitas Bara yg hampir saja kebablasan.
"maaf Kiara , aku.. Aku khilaf." Bara menundukkan kepalanya ia merasa bersalah karena sudah menyentuh barang Kiara.
Kiara yg melihat Bara yg merasa bersalah itu lalu ia menarik tubuh Bara dan memeluk nya.
"aku udah maafin kamu mas , aku tau kamu gak tahan tapi kalo bisa kita menikah dulu." ujar nya.
"kamu nikah sama aku." tanya bara menatap Kiara dari bawah. Karena posisi Kiara ada di atas pangkuan Bara.
Kiara menganggukkan kepala nya , "iya aku mau kok.." ia lalu mendekati telinga bara dan berbisik , " aku mau nikah sama cowok ganteng." lalu ia menarik diri dan menatap Bara.
Bara tersenyum lalu memeluk.kiara kembali , " aku berjanji setelah masalah ini selesai aku akan nikahi kamu." kata nya dengan serius , Kiara juga membalas pelukan Bara sampai kedua nya berpindah ke atas ranjang.
Di atas ranjang kedua nya justru melanjutkan ciuman itu hingga mereka memutuskan untuk tidur , Kiara yg membelakangi Bara sedangkan Bara memeluk Kiara dari belakang.
Kedua nya tidur dengan tenang, dan mereka berharap semua masalah itu cepat selesai agar Kiara dan Bara segera menikah tanpa menunggu lama.
Bersambung