NovelToon NovelToon
Dimanjakan Oleh Cintanya

Dimanjakan Oleh Cintanya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintapertama
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Siapa?!" Sebuah suara berat, serak, dan penuh ancaman terdengar di kegelapan.

​Rayyan langsung mencengkeram pergelangan tangan Aira. Napas pria itu memburu, aroma maskulin yang bercampur dengan hawa panas menguar dari tubuhnya. Obat bius di dalam tubuh Rayyan bergolak hebat saat merasakan kulit halus seorang wanita menyentuhnya.

​"S-sakit... panas..." Aira tidak menjawab pertanyaan Rayyan. Gadis itu justru meracau, air matanya menetes karena rasa tidak nyaman yang asing di sekujur tubuhnya. Sentuhan tangan Rayyan yang dingin di pergelangan tangannya justru terasa seperti penawar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehangatan di istana rahasia

​Tepat pukul enam sore, suasana di Menara Wijaya mulai berangsur-angsur sepi. Sebagian besar karyawan telah meninggalkan gedung, menyisakan keheningan di koridor-koridor lantai atas. Asisten Haris mengetuk pintu ruang kerja Rayyan dengan pelan, memberikan isyarat bahwa jalur menuju basement privat sudah sepenuhnya steril dan aman dari jangkauan kamera pengawas maupun pasang mata karyawan yang penasaran.

​Rayyan bangkit dari kursinya, lalu membantu Aira berdiri dari sofa dengan sangat hati-hati. Tangan besarnya merapikan kembali kemeja oversized milik istrinya, memastikan tidak ada lipatan pakaian yang janggal yang bisa memancing perhatian orang jika mereka berpapasan dengan petugas keamanan malam.

​"Mobilnya sudah siap di bawah. Anak buahku yang paling tepercaya akan mengantarmu langsung lewat lift khusus," ucap Rayyan, suaranya terdengar berat namun penuh dengan kelembutan yang menenangkan. "Aku masih harus menyelesaikan satu dokumen kontrak lagi di sini, setelah itu aku akan langsung menyusulmu pulang ke penthouse."

​Aira tersenyum kecil sambil mengangguk patuh. Tangannya yang mungil masih setia mengusap perut buncitnya yang tadi sempat memberikan kejutan manis berupa tendangan pertama. "Iya, Rayyan. Jangan pulang terlalu larut, ya. Dedek bayi dan aku akan menunggumu untuk makan malam bersama."

​Kata-kata sederhana dari Aira seketika mengalirkan kehangatan yang luar biasa di dada sang CEO. Rayyan menunduk dan mengecup kening Aira cukup lama, seolah menyalurkan seluruh rasa protektif dan cintanya ke dalam kecupan itu.

​Aira kemudian melangkah keluar dari ruangan melalui pintu belakang yang terhubung langsung dengan lift privat bersistem biometrik. Di dalam lift, dua orang pengawal bertubuh kekar dengan setelan jas hitam langsung membungkuk hormat dengan sangat takzim kepada Aira.

​"Selamat sore, Nyonya Besar," sapa mereka dengan suara rendah yang penuh rasa hormat.

​Mendengar panggilan itu, Aira sempat tersenyum canggung. Di lantai bawah, dia hanyalah seorang anak magang biasa yang bahkan harus menerima cibiran dari Sandra. Namun begitu memasuki area privat ini, dia adalah sosok yang paling dihormati dan dijaga ketat atas perintah langsung dari penguasa tertinggi Wijaya Group.

​Lift bergerak turun dengan cepat tanpa suara menuju lantai basement paling dasar yang tidak bisa diakses oleh karyawan biasa. Begitu pintu lift terbuka, sebuah mobil sedan mewah dengan kaca film yang sangat gelap sudah terparkir tepat di depan pintu lift dengan mesin yang sudah menyala hangat. Pengawal dengan sigap membukakan pintu belakang, memastikan Aira masuk dengan nyaman dan aman tanpa terburu-buru.

​Saat mobil mulai melaju keluar dari gerbang rahasia Menara Wijaya membelah jalanan kota yang mulai padat, Aira menyandarkan kepalanya di kursi kulit yang empuk. Dia menatap ke arah luar jendela, mengusap perut kehamilannya dengan perasaan lega yang membuncah.

​Aira tahu, di luar sana Sandra mungkin sedang menyusun rencana busuk untuk menghancurkannya. Namun, duduk di dalam mobil yang dijaga ketat ini dan mengetahui bahwa ada seorang Rayyan Wijaya yang selalu berdiri sebagai perisai utamanya, Aira tidak lagi merasa takut. Badai apa pun yang akan datang di hari esok, dia tahu dia tidak akan pernah lagi menghadapi kegelapan itu sendirian.

​Mobil sedan mewah yang membawa Aira akhirnya berbelok memasuki area basement privat apartemen penthouse. Kedua pengawal dengan sigap membukakan pintu dan mengawal Aira hingga masuk ke dalam lift privat yang langsung bergerak naik menuju lantai teratas.

​Begitu pintu lift terbuka, kehangatan pendingin ruangan yang disetel khusus untuk ibu hamil langsung menyambut Aira. Suasana tenang dan aroma terapi lavender yang menenangkan seketika mengikis seluruh rasa lelah setelah seharian penuh menghadapi drama di kantor.

​"Selamat malam, Nyonya Besar," sapa seorang pelayan senior bernama Bi Sumi yang sudah menunggu di dekat pintu. Wanita paruh baya itu adalah salah satu orang kepercayaan Rayyan yang bertugas mengurus seluruh kebutuhan Aira. "Bagaimana kandungan Nyonya hari ini? Capek sekali ya, Nyonya?"

​Aira tersenyum manis seraya menggeleng pelan. "Malam, Bi. Sedikit lelah saja, tapi dedek bayinya pintar kok hari ini."

​"Syukurlah kalau begitu, Nyonya. Den Rayyan sudah berpesan sejak sore tadi agar saya langsung menyiapkan air hangat untuk Nyonya mandi, dan sup iga herbalnya juga sudah matang di dapur," ucap Bi Sumi dengan penuh perhatian.

​Aira mengangguk berterima kasih. Dia melangkah menuju kamar utama mereka yang luas. Setelah meletakkan tas kerjanya, Aira melepaskan kemeja oversized pastelnya dan menggantinya dengan daster hamil berbahan sutra yang sangat lembut dan longgar. Tanpa balutan baju kantor, perut buncit empat bulannya kini terlihat jelas.

​Aira berjalan perlahan menuju balkon kamar yang dibatasi dinding kaca besar, menampilkan pemandangan gemerlap lampu kota Jakarta di bawah sana. Dia duduk di sofa santai sambil menyandarkan tubuhnya, mengusap perutnya yang mendadak kembali memberikan kedutan-kedutan kecil—seolah sang calon bayi ikut merasa senang karena sudah sampai di rumah yang aman.

​"Kita sudah di rumah, Sayang," bisik Aira lembut pada perutnya. "Sebentar lagi Papa pulang. Kita tunggu Papa sama-sama, ya."

​Di dalam keheningan malam di penthouse mewah itu, Aira merasakan kedamaian yang belum pernah dia rasakan seumur hidupnya. Di tempat inilah dia tidak perlu bersembunyi di balik baju longgar atau menahan diri saat dihina. Di sini, dia adalah ratu di istana yang dibangun oleh Rayyan khusus untuk melindunginya dari kejamnya dunia luar.

1
Adinda
panggil itu ayang beb, honey, atau mas begitu Aira
Brenda
akhirnya 😄
Ryuu
cepet updateeee
Ryuu
👍
beybi T.Halim
aira payah.,🙈seharusnya dia faham apa yg terbaik untuk dirinya,yg punya suami penguasa bisnis, kesel lah akhirnya babynya jadi korban
Ryuu
Huhhh kerenn bgt
Ryuu
Baguss nggk ngebosenin sejauh ini
Ryuu
Keren bgt thor ceritanyaa
beybi T.Halim
🤭🤭hedeh..berbunga2 kertas tuu...dah bilang cinta aja susah bener lahh😁
beybi T.Halim
masa panggil nama?.,panggil mas kek apa daddy. kan romantis..sekalian jagiya lah🤭
beybi T.Halim
asek...ketahuan deh..lagi baby boom
beybi T.Halim
ada adegan pingsan gak yaa.,br ketahuan aira hamil,kok aku nunggu2 pov kepajikan seorang rayyan wijaya😁
beybi T.Halim
yaa semoga gak ada drama ulat2 lah br terkendali semua keromatisan sang penguasa🤭
beybi T.Halim
kesini dl...suka deh cerita romantis spek2 daddy 🤭😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!