Hidup dalam kemiskinan memang membuat kita sering kali terjebak dan tak bisa berkutik. setiap kali ingin bangkit, ada saja badai yang menghalangi.
ini adalah seorang anak yang berjuang membantu perekonomian keluarga nya menjadi lebih baik. tak henti henti nya Ali bangkit dari badai yang menerpa nya.
bagaimana kisah nya, apakah Ali akan berhasil membawa keluarga nya terbebas dari kemiskinan tersebut..... ikuti kisah Ali disini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.27
setelah waktu nya habis, Ali langsung mengumpulkan kertas nya kepada para pengawas. Dia langsung berjalan keluar dan mencari rombongan kepala sekolah nya.
"Nak, apakah soal nya sulit?" tanya kepala sekolah yang langsung mencecarnya.
"Tidak pak, aku bisa mengerjakan nya." ucap Ali dengan santai,tanpa ada keraguan sedikit pun.
"Bagus,semoga kau menjadi juara dan bisa mengharumkan nama baik sekolah kita!"
"Amin." gumam Ali dengan tersenyum tipis. banyak orang yang berharap kemenangan nya. Ali begitu senang melihat ketulusan di wajah orang orang yang perduli dengan nya.
karena pengumuman nya besok, jadinya Ali kembali bersama dengan rombongan kepala sekolah. Besok kepala sekolah yang akan melihat hasil nya sendiri.
Keesokan harinya....
"Ali!" pekik denis yang melihat keberadaan teman nya yang hampir telat itu.
"Huft....untung saja tidak telat." gumam nya yang berlari larian, agar tidak terlambat datang ke sekolah. Dia hampir kesiangan sebab semalam banyak pelanggan warung kopi sehingga Ali harus pulang telat. Untung saja, pemilik warung selalu mengantarkan Ali pulang ke rumah.
"Bagaimana lomba olimpiade nya li, apakah kau bisa menjawab nya?" tanya Denis yang begitu penasaran dengan hasil nya.
"Alhamdulillah sudah den, tapi aku belum tau pengumuman hasil nya."
"Aku yakin, sahabat ku pasti akan menjadi juara nya!"
"Amin, semoga saja. Makasih doa nya denis."
"Sama sama, kita kan sahabat. Apapun yang kau lakukan, selama itu baik, aku akan selalu mendukung mu"!
Kedua nya tertawa bersama, dan melontarkan candaan sebelum masuk ke kelas.
Tak lama kemudian, suara mic dari speaker sekolah menggema di lingkungan.
"Diharapkan kepada seluruh siswa, untuk berbaris di lapangan segera!
"Wow, seperti nya ini pengumuman kemenangan mu li." pekik denis yang begitu antusias.
Ali tak terlalu menanggapi ucapan Denis, dia mengira pasti akan ada ujian dadakan yang akan di selenggarakan.
Setelah seluruh siswa kelas 6 dan 5 berkumpul, kepala sekolah langsung menyampaikan sesuatu kepada para siswa nya.
"Juara 1 lomba olimpiade matematika antar kecamatan sudah resmi di umum kan. Bapak begitu bangga saat melihat dan mendengar hasil yang sudah di tetapkan oleh para panitia tadi. beri tepuk tangan kepada ananda Ali Mahendra!" ucap pak Imran yang langsung mengucapkan terima kasih kepada Ali, karena telah membawa harum nama baik sekolah ini.
"Prok....prok...prok.... Gema tepuk tangan dari para siswa langsung membuat Ali tersentak kaget. Dia sama sekali tak menyangka akan memenangkan lomba ini. Tatapan nya berkaca-kaca saat pak Imran, menyuruh nya maju untuk mengambil piagam penghargaan, beserta hadiah yang di peroleh.
Juara satu lomba olimpiade matematika berisi 5 juta rupiah, juara dua, 3 juta. dan juara tiga 1 juta lima ratus ribu rupiah.
Piagam itu diberikan oleh Ali secara langsung oleh pak Imran, selalu kepala sekolah di SD sukamaju.
"Bapak begitu bangga, dan begitu kagum dengan Ali. Anak ini, memiliki kecerdasan yang luar biasa. Bapak harap, anak anak semua nya bisa mengikuti jejak ali, dan bisa mengharumkan nama baik sekolah kita. untuk ananda Ali, terima kasih atas perjuangan mu. Ini bukan lah akhir, tapi ini awalan yang baik untuk mu. setelah ini, lomba olimpiade tingkat daerah akan diselenggarakan beberapa bulan lagi. Jadi, jangan patah semangat bagi anak anak yang tidak lolos, bapak tetap bangga kepada kalian semua nya."
"Selamat ali, kamu memang layak mendapatkan nya!'
"Terima kasih banyak pak, tanpa bapak dan Bu Lusi, Ali tak akan bisa menjadi seorang juara." ucap nya dengan tersenyum tipis menatap ke arah semua orang yang hadir.
"Lanjutkan mimpi mu, dan tetap semangat."
"Nanti ikut bapak ke ruangan bapak ya." ucap pak Imran yang akan memberikan hak Ali.
"Baik pak."
Setelah menyimpan piagam dan piala nya, Ali langsung menghampiri ruangan kepala sekolah."
"Ayo masuk Ali."
"Nah, ini hadiah pemenang yang mendapatkan uang sebesar 5 juta rupiah. Disimpan dengan baik, jangan sampai ilang."
"Pak, terima kasih banyak." ucap nya dengan penuh rasa syukur. dan mata nya langsung berkaca-kaca menerima uang tersebut.
"Sama sama, dimanfaatkan dengan baik ya. semoga pas SMP nanti, kamu tetap lanjut mengikuti olimpiade tingkat daerah."
"Siap pak, saya akan menyimpan nya dengan baik, dan saya akan mengikuti lomba ini, dengan giat."
"Bagus, bapak suka dengan semangat mu."