NovelToon NovelToon
KONTRAK GELAP SANG PROFESOR

KONTRAK GELAP SANG PROFESOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Dosen / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: gendiz

"sebuah kontrak yang menyelamatkan namun siksaan dari profesor untuk mahasiswinya..."

Akankah yang awalnya siksaan itu menjadi sebuah kenikmatan atau kebahagiaan, bisa jadi penyesalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gendiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: Bimbingan Terlarang di Atas Meja

BAB 27: Bimbingan Terlarang di Atas Meja

​Aroma kayu jati dan pendingin ruangan yang menusuk langsung menyambut Kiara begitu ia melangkah masuk ke dalam ruang kuliah utama semester empat siang itu. Riuh rendah suara mahasiswa yang mengobrol seketika meredup berganti senyap yang mencekam saat langkah kaki tegap seorang pria bergaung tegas dari arah pintu masuk.

​Profesor Adrian Alkatiri masuk dengan wibawa mutlaknya. Hari ini, sang profesor mengenakan kemeja biru navy yang disetrika rapi dengan kancing teratas yang tertutup sempurna, menutupi tubuh atletisnya yang semalam mencengkeram Kiara dalam kehangatan birahi. Kacamata berbingkai perak bertengger di hidung mancungnya, memberikan kesan intelektual, dingin, dan tak tersentuh.

​Sama sekali tidak terlihat seperti pria yang subuh tadi membisikkan kalimat-kalimat mesum di telinga Kiara.

​Kiara memilih duduk di barisan tengah, agak menyudut. Tubuhnya hari ini terasa sangat aneh. Sejak bangun tidur tadi, kepalanya terasa pening berputar, dan ada rasa mual yang aneh yang terus bergejolak di hulu hatinya. Lebih dari tiga kali ia harus menelan ludah paksa untuk menahan desakan mual yang ingin keluar. Kulitnya juga terasa lebih sensitif dari biasanya.

​‘Mungkin aku hanya kelelahan karena ulah Adrian semalam,’ batin Kiara mencoba menenangkan dirinya sendiri. Tangan mungilnya bergerak merapikan syal rajut tebal berwarna krem yang melilit erat lehernya, memastikan jejak keunguan dari sang profesor tidak mengundang gunjing satu kampus.

​Sepanjang dua jam perkuliahan ekonomi internasional, Adrian mengajar dengan ketegasan yang biasa. Namun, Kiara bisa merasakan sepasang mata elang di balik lensa kacamata itu sesekali melirik ke arahnya. Setiap kali mata mereka beradu, Adrian sengaja menatapnya dengan tatapan lapar yang tersembunyi—sebuah tatapan privat yang hanya dimengerti oleh mereka berdua, membuat bulu kuduk Kiara meremang di tengah ruang kelas yang ramai.

​"Baik, kelas siang ini saya akhiri. Dan untuk Saudari Kiara, tolong tetap di tempat. Ada revisi draf data riset yang harus Anda rapikan di meja saya sekarang," ucap Adrian dingin dengan nada dosen killer-nya yang mutlak saat jam kuliah usai.

​Beberapa mahasiswa sempat menatap Kiara dengan pandangan kasihan, mengira Kiara akan habis diamuk oleh sang profesor karena urusan riset. Begitu mahasiswa terakhir keluar dari ruangan dan pintu kayu besar itu tertutup rapat, Adrian langsung melangkah cepat.

​Klik. Klik.

​Suara kunci pintu diputar dua kali bergaung nyaring di dalam ruang kelas yang mendadak sunyi.

​Kiara yang masih membereskan buku-bukunya di meja barisan tengah mendadak membeku saat mencium aroma mint yang maskulin sudah mengungkung tubuhnya. Adrian sudah berdiri di hadapannya, menanggalkan kacamata bacanya lalu melemparnya sembarangan ke atas meja, menyisakan tatapan elang yang dipenuhi binar kepemilikan yang teramat pekat.

​Tanpa sepatah kata pun, Adrian menyambar pinggang ramping Kiara, mengangkat tubuh mungil itu dengan mudah dan mendudukkannya di atas meja dosen yang tinggi besar di bagian depan kelas.

​"Adrian! Apa yang kamu lakukan? Bagaimana kalau ada staf yang mengetuk pintu?" pekik Kiara panik, mencoba mendorong dada bidang Adrian, namun rasa pening di kepalanya mendadak kembali menyerang, membuat pegangannya pada bahu Adrian justru mengerat demi mencari tumpuan.

​Adrian tidak memedulikan protes itu. Kedua lengan kokohnya mengunci sisi kanan dan kiri paha Kiara, merapatkan tubuh tegapnya hingga tidak ada jarak di antara mereka. Jari-jari panjang Adrian bergerak ke leher Kiara, dengan tidak sabaran membuka lilitan syal tebal yang menutupi kulit putih mulus istrinya.

​Begitu kain syal itu terlepas, Adrian menatap lekat-lekat tanda merah keunguan yang ia buat semalam, lalu beralih menatap wajah Kiara yang tampak sedikit pucat dengan napas yang agak memburu.

​"Syal ini sangat tidak cocok dengan cuaca siang ini, Mahasiswaku," bisik Adrian seksi, suara baritonnya yang berat merayap naik menelusuri pendengaran Kiara. "Tapi harus kuakui, ini sangat pas untuk menyembunyikan keliaran kita semalam di atas kasur."

​"Kamu... kamu sengaja menahanku hanya untuk mengatakan hal mesum ini?" lirih Kiara, matanya sayu menahan rasa mual yang tiba-tiba kembali menghentak perutnya.

​Adrian menyadari ada yang berbeda dari respons Kiara. Seringai tengilnya perlahan memudar, berganti dengan guratan khawatir yang teramat dalam. Ia menangkup wajah Kiara dengan tangan besarnya yang hangat, merasakan suhu tubuh Kiara yang sedikit menghangat.

​"Kamu kenapa, Kiara? Wajahmu pucat sekali," tanya Adrian lembut, suaranya berubah menjadi parau penuh proteksi.

​"Aku tidak apa-apa, hanya sedikit mual dan pusing karena kurang tidur," bohong Kiara, mencoba tersenyum di depan suaminya.

​Adrian mengembuskan napas pendek, mengira itu benar-benar efek dari tuntutan birahinya semalam. Pria itu memajukan wajahnya, langsung meraup bibir ranum Kiara dalam sebuah ciuman yang mendalam, intens, dan penuh kelembutan di atas meja dosen itu. Lidahnya menyusup masuk, melumat bibir Kiara dengan ritme yang memabukkan, menyalurkan rasa posesif yang tak terbendung di lingkungan kampus mereka. Kiara melenguh pasrah, tangannya meremas rambut hitam tebal Adrian, menyerahkan seluruh sisa kekuatannya pada dominasi sang profesor yang teramat ia cintai.

​Tanpa mereka berdua ketahui, rasa mual dan pusing yang Kiara rasakan bukanlah karena kelelahan biasa, melainkan pertanda awal dari detak jantung kecil yang mulai tumbuh di dalam rahim Kiara—sebuah rahasia janin yang kelak akan menjadi awal dari pengorbanan terbesar sang wanita tangguh.

1
Blu Lovfres
duhh mengantung lgi😁
gendiz: biar tambah penasaran 🤭
total 1 replies
Blu Lovfres
nahh kan para Para lampir rempong, kena batunya, blum lagi kalian berhadapan dgn singa kecil😁🤣😁🤣
Blu Lovfres
waduh tamgung banget thor, terpotong bikin penasaran dee, cepet updated thor😁💪💪💪
gendiz: siiiiapppp 💪
total 1 replies
Blu Lovfres
andrian hero yg sesungguhnya, bukan hero abal" 🤣🤣🤣
Rea
kamu sendiri yg menyetujui ikatan kontrak dan tahu konsekuensi nya, kenapa drama?
Blu Lovfres
tetap semangat thor💪💪💪
Blu Lovfres
baca novel ini,selalu semangat karna ada singa kecil,😁🤣
Blu Lovfres
ohh love you arka singa kecil, OMG munculnya singa kecil bikin semangat untuk menunggu, 💪😘🤣
Blu Lovfres
mba kunti nya di mana tu, biarkan mba kunti menggoda andrian,biar kiara sadar dari gengsi dn egonya😁🤣😁🤣
Blu Lovfres
gagal lagi ,rencana lampir dn nini pelet😁🤣
Blu Lovfres
dasar lampir sama nini pelet🤣🤣
Blu Lovfres
kiara masih bersikap sok jual mahal, gengsinya, akut banget 😁🤣 untung ada mba kunti, untuk menyadarkan kiara dgn cintanya 😁🤣
Blu Lovfres
tambah suru dee, good job thor 👍💪💪
gendiz: terimakasih, boleh di share dan rekomendasikan cerita ini agar semakin banyak yang baca 😊
total 1 replies
Blu Lovfres
wahh tambah seru ,ada konflik persaingan, 💪💪💪💪
adiran kiara jangan takut ada hero singa kecil,😁🤣 setiap arka bercloteh bikin ngakak 🤣🤣🤣
Blu Lovfres
good novel
Blu Lovfres
saya,lebih mengandalkan singa kecil, 😁😁 profesor tampa bantuan singa kecil, pasti ada kebingungan 😁🤣
Blu Lovfres
ku jadi bucin ni sama arka😘😁🤣
next thor 👍💪
Blu Lovfres
🤣🤣🤣🤣ku yg baca aja sampai keselek🤣😁🤣
Blu Lovfres
cepet gema lonceng kehadiran adiknya arka😘😘😘😘😁😁
Blu Lovfres
buat kiara andrian sudah kasih vote ,tetap semangat profesor somplak😘😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!