NovelToon NovelToon
My Favorite Customer

My Favorite Customer

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:775
Nilai: 5
Nama Author: Rygobii_15

Gimana rasanya suka sama customer sendiri?
Kalau customer-nya jomblo, oke lah... masih bisa dideketin pelan-pelan.

Lah, aku?

Aku ajah kerja di toko bunga.

Yang artinya, sebagian besar customer-ku datang buat beli bunga untuk pacarnya, calon istrinya, atau bahkan istrinya beneran.

Sial banget nggak sih?

Gini nih kalau kelamaan jomblo. Sekalinya suka sama cowok, malah suka sama cowok yang kemungkinan besar udah ada yang punya.

Huhuhu.

Tapi tenang, aku tahu diri kok.

Aku cuma mengaguminya dari jauh.

Lagian, mana mungkin ada kisah cinta antara karyawan toko bunga biasa sepertiku dengan customer yang cuma datang sesekali?

...kan?

Atau jangan-jangan, semesta memang sedang menyiapkan sesuatu yang nggak pernah aku duga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rygobii_15, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

partner baru

Pagi itu Wulan bangun dengan kondisi masih setengah sadar.

Matanya masih berat, tapi tangannya sudah otomatis meraih ponsel.

Notif.

Dari Kak Sarah.

...Kak sarah 🤑🤑...

Wulan, besok kamu bisa datang lebih pagi?

Ada sesuatu yang mau Kakak bicarakan.

Wulan langsung duduk.

"…Hah?"

Jarinya berhenti di udara.

"ada apa yah"

...Kak sarah🤑🤑...

^^^Otw melunjur ketkp^^^

Setelah mengirim pesan itu, Wulan diam sebentar.

Perasaan aneh muncul lagi.

Bukan takut.

Lebih ke… feeling

hari ini bakal beda

"wi, gue ada feeling gaenak deh," kata Wulan saat bersama Siwi di jalan.

"feeling apa? Mau dapat bonus lagi?"balas siwi

" itu mah feeling yang gua mau, kali Ini tuh yang kayak apa yah gatau deh apa eh apa jangan-jangan gue mau dipecat wi"

" gausah berfikiran buruk deh "

Sesampainya di Ibusya flowers Studio, suasana masih seperti biasa.

Wangi bunga.

Rak-rak tertata rapi.

Dan Kak Sarah sudah ada di ruangannya.

Tapi hari ini…

ada satu map hitam di atas meja depan.

Wulan melirik.

"apaan tuh?"Belum sempat dia mikir jauh—

"wulan, sini dulu" panggil Kak Sarah, Wulan masuk ke ruang kerja.

Langkahnya agak pelan, beda dari biasanya yang santai "ada apa nich, Kak?"

Sarah tersenyum tipis.

" ada hal yang mau Kakak omongin."

"anjirlah momen  of trut "

Belum sempat Wulan duduk…

TING.

Pintu toko berbunyi, Wulan refleks menoleh, Dan dia langsung diam sepersekian detik.

“…lah?”

Saka.

"anjirlah ngapa tuh orang ada disini dah " batin Wulan cengo.

Masuk dengan tenang seperti biasa,

Bawa map juga di tangannya.

Matanya sempat menyapu ruangan, lalu berhenti.

Di Wulan.

Wulan langsung kaget dalam hati.

" alah-alah liatin gue dong gue tau kok bang pasti lo terpesona kecantikan gue kann"

Kak Sarah berdiri "pas banget"

Ia menatap keduanya bergantian, " kenalin"

" ini saka".

Lalu menatap Wulan.

" dan ini wulan"

Wulan langsung kaku.

"sallam kenal " ucapnya cepat.

Tapi pikirannya sudah ribut sendiri.

Oke ini bukan halusinasi.

Ini orang nyata dan ada di depan aku lagi.

Saka sedikit mengangguk.

"salam kenal" Nada suaranya tetap tenang seperti biasa.

Kak Sarah membuka map di meja." mulai hari ini, Ibusya Flowers Studio akan kerja sama dengan klien tetap untuk event floral arrangement."

Wulan masih diam,

Tapi matanya mulai melirik Saka lagi.

Sarah melanjutkan."dan Saka di sini akan jadi partner dari pihak klien."

Wulan terdiam sepersekian detik.

" izinn jadi maksudnya aku juga ikut di proyek ini" tanyanya pelan, memastikan.

Sarah mengangguk." yap".

Wulan langsung menunjuk dirinya sendiri."aaku"

Wulan langsung bengong.

Tapi dalam hati sudah meledak.

SERIOUSLY?!

ini babang tamfan yang kemarin-kemarin itu?!

Sekarang kerja sama sama gue?!

saka masih tenang.

Tapi kali ini… matanya sempat sedikit lebih lama di Wulan,

Seolah dia juga sadar hal yang sama.

Wulan menelan ludah." jadi aku bakal handle proyek ini?"

Sarah mengangguk "beberapa bagian, iya."

Wulan pelan-pelan melihat Saka lagi, Saka tetap calm.

Tapi situasinya jelas beda sekarang.

Ini bukan lagi “kebetulan ketemu”.

Ini kerja bareng.

Dan di kepala Wulan cuma satu hal

Dan di kepala Wulan cuma satu hal.

Ya ampun..

Kok malah dipertemukan terus?

Jangan sampai gue salting tiap hari.

Ingat, Wulan... Dia itu kemungkinan besar udah punya pasangan.

Saka membuka mapnya sedikit.

"Senang bekerja sama."

Wulan langsung refleks." yaa. sa-sama "

Lalu langsung menutup mulutnya sendiri.Omg Wulan fokus!!!

Sarah tersenyum kecil melihat keduanya.

"mulai minggu ini kalian akan sering ketemu."

Wulan langsung kaku di tempat.

tapi tidak dengan dalam dirinya yang berceloteh ini itu apa lagi mender tuturan sarah

Wulan langsung membeku.

Sering ketemu?

Ya ampun...

Gimana gue mau biasa aja?

Mana gue masih ngira dia udah punya pasangan.

Pokoknya kerja.

Jangan sampai salah sikap.

Sementara Saka hanya mengangguk pelan.

Tenang.

Setelah Saka pergi, Sarah mengantar sampai ke depan toko.

Begitu pintu tertutup kembali, suasana toko kembali seperti biasa—tenang, wangi bunga, dan suara kecil dari aktivitas pagi.

Tapi Wulan… jelas tidak tenang.

Dia masih berdiri di dekat meja depan, menatap ke arah pintu yang baru saja ditutup.

"kakk" wulan langsung menghampiri Sarah dengan langkah cepat, hampir seperti menahan diri tapi gagal.

Tangannya refleks menggandeng tangan Sarah, setengah manja."Kak..."

"Hmm?"

"Serius nih... aku kerja bareng customer yang kemarin?"

"Iya."

Wulan menutup wajahnya dengan kedua

 tangannya. "Aku baru aja mau move on...."

Sarah mengernyit. "Move on dari siapa?"

"Ya customer ganteng itu...."

Sarah menahan senyum, lalu menarik tangannya dari genggaman Wulan dengan lembut.

" mau tau kerja dulu tapi "

Wulan langsung cemberut kecil.

"Ishh… padahal aku kepoo."

Tapi detik berikutnya, ekspresinya berubah lagi jadi senyum tipis yang susah disembunyikan. " Eh... tapi semoga aku nggak salting terus deh."

Sarah hanya menggeleng kecil sambil berjalan ke dalam area kerjanya "lanjut beberes yaa cantik bentar lagi open an loh eh itu ada bunga yang baru dateng juga belum dirapikan rapihin ya cantikk"

"Siap, Kakak cantikku"

Wulan langsung bergerak mengikuti instruksi, kembali ke mode kerja meskipun pikirannya masih di tempat lain.

Di area depan toko, Wulan mulai merapikan bunga di etalase kaca.

Tangannya bekerja cepat—menata, menyusun, dan memastikan semua terlihat rapi dan cantik.

Wulan mulai merapikan bunga satu per satu.

"Kerja, Wulan..."

"Kerja."

"Dia sekarang partner kerja."

"Udah."

"Jangan salting lagi."

Hening beberapa detik.

"Tapi emang ganteng banget sih...."

Ia langsung menepuk jidatnya sendiri."Astaga."

Tangannya kembali menyusun bunga.

"Pertama customer..."

"Terus ketemu pas healing..."

"Sekarang kerja bareng."

Ia mengembuskan napas pelan."Semoga aja aku bisa profesional Dan... semoga dia bahagia sama ceweknya."

Kalimat itu membuat Wulan ikut terdiam.

"Nah gitu dong wulan Jangan halu."

Sambil tetap kerja, Wulan tiba-tiba teringat sesuatu."Oh iya! hampir aja lupa"

Tangannya cepat merogoh saku apron dan mengambil ponsel." harus kabarin Siwi sih."

Layar chat langsung dibuka.

...Sawi busyuk...

^^^Wi!!!^^^

^^^Gue mau kerja bareng customer ganteng yang kemarin 😭^^^

^^^Tapi...^^^

^^^Kayaknya dia udah punya cewek.^^^

^^^Tolong doain gue tetap profesional.^^^

terkirim, ceklis satu ya kalo disaat jam kerja sawi sama sekali ga buka hp Wulan menyimpan ponselnya lagi, lalu lanjut bekerja.

Tapi kali ini sambil bersenandung kecil tidak jelas, sesekali melirik ke arah pintu seolah masih nggak percaya dengan kejadian tadi. "Ternyata firasatku meleset. Kirain mau dipecat ehh malah disuruh kerja bareng customer ganteng."

Ia tersenyum kecil. " Gapapa deh, yang penting kerja Nggak usah kebawa perasaan."

Sarah dari dalam ruangan hanya melirik sekilas ke arah Wulan.

Lalu menghela napas pelan." nih bocah ya"

Tapi dia senyum kecil,"parah sih tu anak"

Sarah keluar dari ruangannya sambil membawa map hitam di tangannya."wulan."

"Hmm?"Wulan menoleh sambil tetap merapikan bunga.

Sarah berdiri di dekat meja

depan, santai tapi jelas ada hal penting."Besok kalian mulai meeting konsep ya."

Tangan Wulan langsung berhenti.

"…Besok?"

Sarah mengangguk."jam sembilan. Jangan telat."

Wulan langsung menegakkan badan." Berarti besok aku ketemu dia lagi?"

Sarah melirik sekilas, ekspresinya santai tapi nyentil." emang kamu kira kerja sama itu cuma sekali ketemu terus selesai?"

Wulan langsung cemberut kecil.

"Iya sih"

Tapi matanya sudah mulai kosong mikir sendiri.

Besok ketemu lagi…

Berarti ini beneran mulai ya…

Sarah melipat mapnya pelan Sebelum masuk ke ruangannya, dia berhenti sebentar "lan."

"Hmm?"

Sarah menoleh sedikit."besok pakai otak, jangan perasaan."

Wulan langsung kaget.

"ya iya lah kak, tapi dikit gapapa lah"

Sarah cuma senyum kecil, santai.

"kerja dulu"

"Ingat..."

"Di sini kamu profesional."

Wulan mengangguk cepat. "Siap, Kak. aku juga tahu batas kok."

Wulan berdiri di tempat." astaga Kak Sarah ini bukan bos, ini mah notifikasi hidup."

wulan lanjut merapikan bunga lagi, tapi kali ini lebih pelan.

Dan entah kenapa…

setiap bunga yang dia pegang, rasanya kayak ikut tahu sesuatu yang bakal berubah besok.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!