NovelToon NovelToon
Tumbal Pengantin

Tumbal Pengantin

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Misteri
Popularitas:66.7k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Aldo pulang merantau dari kota karena mendengar kabar bahwa sebentar lagi Airin akan segera menikah, Kakak kesayangannya itu akan menikah sehingga dia harus segera pulang.

tanpa dia tahu bahwa sesuatu telah terjadi dan Aldo sama sekali tidak mendengar kabar tentang hal itu, bahkan hal yang begitu buruk akan segera menghampiri dia karena kedatangan dia ke desa ini hanya akan mengungkap apa yang telah terjadi kepada Airin yang telah lama menghilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. Melihat juga

Fitra menarik nafas panjang dan merebahkan diri di atas kasur karena hari ini dia sudah pulang ke rumah walau sampai larut malam juga, tidak dia dengar omongan Pak bujang yang terus merepet karena pria itu pun sangat marah bila Fitra terus bersikap seperti itu dan tidak mengerti pekerjaan sebagai seorang laki-laki.

Sudah umur tiga puluh tahun namun sikap dia tetap saja seperti itu dan tidak ada perubahan, kemarin sempat menjadi kecemasan tersendiri untuk pak bujang ketika Fitra memutuskan untuk menikah bersama dengan Airin, tapi gadis itu yang tetap kekeh mengatakan bahwa dia tidak masalah walau Fitra tidak bekerja karena Airin juga sudah memiliki pekerjaan sendiri.

"Hahahaha ternyata dia memang secinta itu dengan diriku." Fitra tertawa bila mengingat bagaimana tabiat Airin selama ini.

"Ais sialan, andai saja itu tidak terjadi maka saat ini dia masih ada di sini dan bisa memenuhi apa saja yang aku mau." Fitra kesal sendiri di dalam kamar.

Sebab selama ini Airin memang tidak pernah menolak permintaan dari Fitra untuk melakukan apa saja, mulai dari uang dan juga tubuh semua sudah diberikan terhadap pria ini sehingga terkadang Airin memang terlihat seperti gadis bodoh yang tidak laku oleh pria mana saja, padahal bisa dibilang banyak pria yang mengincar gadis itu juga.

Namun bila cinta sudah melekat di dalam hati maka itu semua tidak berarti lagi, Airin memang begitu mencintai sehingga dia tetap tidak masalah walau Fitra adalah seorang mokondo yang begitu mengerikan sekali, sudahlah tidak pernah bekerja tapi banyak kemauan dan dia terus menghisap barang haram itu yang membutuhkan banyak uang.

"Abang nggak usah kerja nggak apa-apa kok biar aku saja yang kerja." ucapan Airin masih terbayang di dalam telinga Fitra.

"Ya udah aku minta uang dong sekarang sama kamu." Fitra memeluk erat tubuh sang kekasih.

"Kan baru tadi malam kamu memakai barang itu masa sudah mau makai lagi." Airin menoleh kepada Fitra.

Tapi karena melihat wajah sang kekasih sudah berubah masa maka Airin tidak memiliki pilihan lain dan hanya mengambil uang dari dalam dompet, Fitra tersenyum bahagia karena dia tidak perlu bekerja dan bila ingin memakai hanya tinggal mengemis uang saja kepada sang kekasih nya itu.

Namun sekarang itu semua hanya tinggal kenangan karena Airin telah menghilang dari pandangan mata Fitra, bahkan saat ini Aldo saja merasa curiga bahwa Fitra terlibat dalam skandal hilang nya Airin dari desa ini, jadi jelas semua semakin rumit dan pria ini membutuhkan banyak alasan untuk menyelamatkan hidup dia sekarang.

Sreeeeek.

"Siapa di sana?!" Fitra kaget karena dia sedang terbayang sang kekasih namun mendadak ada suara aneh dari luar kamar.

Sreeeek, Sreeeeek.

"Siapa yang menyapu di malam hari seperti ini sih?" Fitra segera bangun walau tubuh dia mendadak saja merinding tidak karuan.

Sreeeek, Sreeeek.

"Kurang kerjaan sekali malam malam begini menyapu halaman." Fitra segera membuka jendela.

Sebab pemuda ini mengira bahwa yang sedang menyapu halaman itu adalah Bu indah, padahal saat ini Bu indah sedang tertidur lelap bersama dengan Pak bujang di kamar depan sehingga dia tidak mungkin menyapu halaman juga di malam hari seperti ini, sebab menurut para warga desa itu adalah pamali yang begitu besar.

"Bu ngapain menyapu malam hari seperti ini?!" Fitra berteriak keras karena dia memang melihat wanita bergaun putih sedang menyapu.

"Ais pura-pura tidak dengar pula dia ya." Fitra yang kesal langsung meloncat lewat jendela karena ingin menghalangi Ibu indah yang terus menyapu di bawah pohon kelengkeng.

Bahkan tanpa pikir panjang dia langsung menarik pundak wanita itu untuk menghentikan, namun seketika tubuh Fitra membeku karena dia tidak menyangka orang yang sedang menyapu halaman itu adalah wanita berwajah hancur berantakan, meski dia juga dalam pengaruh barang haram namun tetap saja rasa takut itu timbul di dalam hati dia.

"S..siapa kau?!" Fitra gugup bukan main dan rasanya ingin dia berlari masuk ke dalam rumah kembali.

"Huhuhuuu ini sangat sakit." wanita berwajah hancur mendadak saja menangis pilu.

"Jangan ganggu aku!" Fitra mundur ketakutan.

Braaaaak.

"Aaaagkkkk!" Fitra menjerit keras karena tubuh dia terdorong ke belakang dan menghantam akar pohon kelengkeng itu.

"Sakit, ini sakit sekali rasa nya." wanita berwajah hancur terbang melayang tepat di atas tubuh Fitra.

"Jangan ganggu aku, siapapun dirimu tolong jangan ganggu aku seperti ini." Fitra memohon dengan mata melotot karena sangat takut.

"Hiks, hiks kau sungguh kejam dan tidak punya rasa iba." wanita ini mendadak saja menangis pilu.

"FITRA!"

Sebuah suara menggema menegur pria ini yang sedang ketakutan sehingga Fitra langsung menoleh dan dia menyadari bahwa itu adalah suara Pak bujang, Pak bujang keluar karena tadi dia mendengar suara ribut sehingga langsung mendatangi sebelah rumah dan melihat sendiri bahwa sang anak sedang terbaring dengan posisi seperti orang ketakutan.

"Kau kenapa?" Pak bujang bertanya kembali untuk memastikan.

Fitra kebingungan ingin menjawab apa dan dia segera menoleh lagi untuk memastikan apakah wanita tadi memang masih ada, dan ternyata memang sudah hilang karena yang ada hanya sapu di dekat kaki Fitra itu sendiri, mana mungkin Pak bujang akan percaya dengan ucapan dia.

"Jangan membuat keributan yang bisa membuat para warga di sini semakin membenci dirimu." Pak bujang memberi peringatan tegas.

"Sialan." Fitra mengumpat di dalam hati.

"Kau makan saja terus barang haram itu agar pikiran kau semakin rusak!" sengit Pak bujang sambil berjalan pergi meninggalkan sang anak.

Buuukk.

Fitra meninju tanah yang ada di sebelah dia untuk melampiaskan rasa kesal yang timbul di dalam hati ini, sedikit saja dia tidak merasa bersalah dan malah beranggapan bahwa Pak bujang tidak pernah bisa memahami dirinya selama ini, merasa dia selalu terkucilkan dari saudara yang lain sehingga membuat Fitra semakin tenggelam untuk menghisap barang haram itu.

"Ya aku memang anak yang tidak berguna, urus saja Ican itu sampai dia menjadi pria berguna!" geram Fitra sendirian.

"Tidak ada orang tua adil di dunia ini karena mereka akan selalu membandingkan anak yang satu dengan yang lain!" kesal Fitra sambil bangkit berdiri.

Padahal Ican memang pemuda yang baik karena dia tidak pernah banyak tingkah dan hanya fokus untuk bekerja saja mencari uang, meski mereka adalah saudara kandung namun tetap saja terlihat begitu jelas perbedaan di antara mereka berdua sehingga terkadang membuat Bu indah dan Pak bujang merasa kalau Fitra ini memang terlalu jauh dari agama.

Selamat siang besti, jangan lupa like dan komentar kalian semua ya.

1
Nurr Tika
kau tunggu gilaranmu mil
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Aditya hp/ bunda Lia
biarin ajah Ga si Jamil mah bentar dia juga bakalan mati sama Airin
ρυтяσ kang'typo✨
takut kan Yoga😏😏mana teman'y sudah metong 1
ρυтяσ kang'typo✨
mereka kan ka" beradik g ada yang waras Nit, kalo beneran lagi waras mah emang tenang🤣🤣🤣
ρυтяσ kang'typo✨
👍👍👍👍cakeeeep... terus teror mereka 1/1 Airin
Ela Jutek
gak caya kau Mil, paling ntar kau target selanjutnya
Ayuk Witanto
apa kau masih mau bungkam yoga...liatlah temanmu sudah mati
Ayuk Witanto
karna Judit sudah ketemu malaikat maut
Raffaza Direzky87
makhlum kakak nya ratu ular, adiknya aja kadang² juga gila apalagi kakaknya 😁
Eli Rahma
ngomong Ga..sebelum didatangi Airin lg
Nuralipah Alipah
sore mak, udah yoga cepet ngomong dari pada keburu dibunuh airin
Eli Rahma
Rani nya lg mode bijak Nit..😆
Nurr Tika
yoga mending km ngomong ke aldo
Nurr Tika
iya bner ran awasi trs airin tkutnya membunuh orang yg ga bersalah
Nurr Tika
jangan sampe meninggal rin biar merasakan pa yang kmu rasakan
Nurr Tika
💪 ya do semoga tulangnya ketemu semua
Nurr Tika
lanjut
Laila Amalia
lanjut Thor..
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
nah iya si Fitra kan lagi ngerasain di bunuh perlahan2 sama Airin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!