Dihina, dipandang rendah, dan hidup tanpa harapan di dalam Keluarga Zhang, Zhang Tian tumbuh sebagai pemuda lemah yang bahkan tidak mampu membangkitkan energi spiritual.
Di mata semua orang, hidupnya tidak lebih dari beban dan aib keluarga.
Namun semuanya berubah karena Sambaran petir yang membuat hidupnya hampir di ambang kematian.
Ini membuat Zhang Tian memperoleh warisan legendaris yang telah hilang selama ribuan tahun. Itu adalah warisan Kaisar Naga Petir, penguasa petir kuno yang pernah mengguncang dunia kultivasi di era kuno.
Sejak hari itu, takdirnya berubah.
Dia bangkit menjadi tak terkalahkan setelah di kenal sebagai sampah di seluruh kota.
Lalu bagaimana kisah selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niana Eve., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia Ayah
Zhang Tian dan gadis bertopeng perak menatap ke arah langit dengan wajah serius.
Di belakang Tetua Bayangan Hitam, mata hitam raksasa perlahan terbuka di langit.
Bersamaan dengan mata itu terbuka, aura kematian menyelimuti reruntuhan, tanah membusuk, pohon-pohon hangus berubah menjadi debu hitam.
Gadis bertopeng perak berubah pucat. "Dia benar-benar gila, dia ingin merubah semuanya menjadi abu…"
"Teknik apa itu?" tanya Zhang Tian dengan wajah serius.
"Ini adalah Teknik Mata Pemakan Jiwa. Teknik terlarang tertinggi Organisasi Bayangan Hitam." Tatapannya serius. "Teknik itu menggunakan jiwa kultivator yang dibunuh sebagai bahan bakar. Semakin banyak korbannya, semakin kuat kekuatannya."
Tetua Bayangan Hitam tertawa pelan di udara. "Sudah lama aku tidak menggunakan teknik ini. Namun demi tubuh naga petirmu… semua ini terasa layak."
Whoosh!
Puluhan rantai hitam keluar dari mata raksasa di langit, melesat cepat menuju Zhang Tian.
Crack!!!
Langkah Kilat Petir di kerahkan. Tubuhnya menghilang. Tapi rantai-rantai itu seperti memiliki kesadaran sendiri, terus mengejar di belakangnya.
Slash!
Salah satu rantai menggores bahu Zhang Tian. Seketika rasa dingin menusuk jiwa langsung menyebar ke seluruh tubuhnya.
Ini bukan dingin biasa, ini dingin yang menyakitkan karena energi spiritualnya langsung kacau hanya dari satu goresan.
"Jangan biarkan rantai itu menangkapmu!" teriak gadis bertopeng perak. "Kalau jiwamu terikat, jiwamu akan diserap hidup-hidup!"
Zhang Tian tidak berani ceroboh, dia menghantamkan tinju petir ke arah rantai.
Clang!
Rantai itu hanya bergetar sedikit.
"Hahaha! Rantai itu ditempa dari ribuan jiwa, tidak mungkin dihancurkan dengan kekuatanmu sekarang!"
Petir ungu mengelilingi seluruh tubuh Zhang Tian. Sisik naga di lengannya bersinar terang.
Bayangan naga petir muncul di belakangnya, gelombang petir langsung menyapu area.
Beberapa rantai langsung terpental, namun jumlahnya terlalu banyak. Satu rantai akhirnya melilit kakinya, lalu satu lagi melilit tangannya.
Energi dingin menusuk kesadarannya. Pandangan Zhang Tian mulai kabur.
Dalam sekejap, kesadarannya terseret ke ruang hitam penuh kabut. Sunyi. Gelap. Hanya suara jeritan samar dari jauh.
Sosok Tetua Bayangan Hitam perlahan muncul. Senyumnya menyeramkan. "Tubuhmu akan menjadi milikku."
Namun tepat saat energi hitam menyebar..
Crack!!!
Petir besar membelah ruang hitam tersebut. Kabut gelap hancur sebagian. Tetua Bayangan Hitam berubah ekspresi.
"Siapa?!"
Rooooar!!!
Naga petir kuno muncul di belakang Zhang Tian, tubuhnya memenuhi langit kesadaran.
Tetua Bayangan Hitam mundur tanpa sadar.
Namun bukan itu yang membuat jantung Zhang Tian berdegup keras.
Karena di samping naga petir, muncul sosok pria berjubah putih. Tubuhnya samar seperti bayangan jiwa. Wajahnya tampan dan tenang, petir ungu bergerak di sekitar tubuhnya.
Wajah itu… sangat mirip dengannya.
"Ayahnya."
Sosok pria berjubah putih perlahan menoleh. Tatapannya lembut namun ada rasa bangga yang mendalam di matanya.
Tetua Bayangan Hitam langsung pucat. "Zhang Tianfeng… kau belum mati?!"
Mendengar nama itu, Mata Zhang Tian bergetar, tubuhnya kehilangan jiwa. Zhang Tinfeng.
Itu adalah nama ayahnya.
Sosok pemuda itu hanya tersenyum tipis ke arah Zhang Tian lalu berkata. "Yang ada di sini hanya sisa jiwaku. Kelak kita pasti akan bertemu."
Lalu tatapannya jatuh pada Tetua Bayangan Hitam. Dan detik itu, aura mengerikan memenuhi seluruh ruang kesadaran. Bahkan naga petir di belakangnya ikut meraung pelan.
Tetua Bayangan Hitam tertawa keras, mencoba menyerang. "Kalau hanya sisa jiwa, aku tidak perlu takut!"
Zhang Tinfeng perlahan mengangkat satu jari kedepan.
Crack!!! Boom!!!
Tubuh Tetua Bayangan Hitam terpental, jeritannya menggema seperti babi.
Hanya satu gerakan sederhana namun kekuatannya jauh melampaui seluruh kekuatan yang pernah Zhang Tian lihat seumur hidupnya.
Tetua Bayangan Hitam bangkit dengan wajah pucat dan tatapan penuh ketakutan. Kali ini dia tidak bergerak menyerang lagi.
Zhang Tianfeng perlahan menatap Zhang Tian. Tatapannya penuh kebanggaan.
"Kau sudah tumbuh jauh lebih baik dari perkiraan ayah."
Dan plot twistnya:
Game Changer: Zhang Tian dihadapi suara kuno yang menyambarnya dengan petir (Di sini kondisi Zhang Tian gaakan sama lagi, set-up yang harus dibayar di konflik ke depannya).
Rating 8/10 dari segi aspek storytelling.
Rating 7/10 dari segi narasi.
Rating 9 dari segi tone.
Rating 8, pacing aman walau agak terasa cepat, dan bagus karena ini bisa dibilang chapter prolog (pembukaan), dan langsung menanamkan benih konflik.
saranku, bisa dipadatkan jadi lebih simple langsung dekat kepala tokoh utama, agar lebih hidup tokohnya.
Zhang Tian meremas tangannya hingga jari-jari tangan memutih, ia bisa menerima segala hinaan yang tertuju padanya, tapi tidak demikian jika ayahnya diperlakukan sama seperti dirinya.
Mendengar ayahnya direndahkan, mata Zhang Tian menatap dingin.
Itu apa naga petir ungu masuk ke raganya Zhang ?