Zhu Xuan: Santai, acuh tak acuh terhadap konflik dunia (kecuali jika mengganggu keluarganya), dan sangat memanjakan anaknya (daughter-slave).
Zhu Xuan mendapatkan reward berupa Cincin Jiwa (Soul Rings) berusia jutaan tahun, Tulang Jiwa (Soul Bones) tingkat dewa, dan ramuan langka setiap kali ia menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan kesejahteraan putrinya.
Tidak seperti novel aslinya yang penuh ketegangan, novel ini lebih condong ke arah slice-of-life dengan bumbu aksi. Fokusnya adalah bagaimana Zhu Xuan membangun "Dinasti" atau wilayah kekuasaan yang aman dan mewah demi masa depan anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ule Lau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pelayaran di Atas Batas Dunia dan Pesta Kebun di Atas Awan
Kereta Kencana Bintang Kosmik terus melaju dengan keanggunan yang tak tertandingi di sepanjang garis perbatasan lapisan langit ketujuh. Di bawah kendali penuh Dugu Bo, dua naga kehidupan perak di depan kereta mengepakkan sayap cahaya mereka dengan ritme yang sangat teratur. Jejak-jejak partikel perak dan emas bertaburan di belakang roda kereta, menciptakan jembatan cahaya abadi di angkasa yang memisahkan dunia fana di bawah dan Ranah Ilahi di atas.
Di dalam kabin mewah, Zhu Ling'er sedang memegang batu giok putih kecil pemberian ayahnya dengan kedua tangan mungilnya. Wajah gembilnya tampak sangat serius, matanya yang bulat besar sesekali berkedip fokus menatap hamparan Awan Kristal Kelinci Bintang di luar jendela kristal safir.
DING————
Sebuah kilatan cahaya lembut terpancar dari batu giok tersebut saat Ling'er menekan permukaan halusnya, mengunci pemandangan siluet awan pelangi yang menakjubkan ke dalam ruang memori spiritual batu tersebut.
"Horeee! Ayah, lihat! Ling'er sudah berhasil mengambil gambar kelinci awan dengan sangat pas! Lihat, telinga kelincinya kelihatan sangat jelas di sini!" Ling'er melompat gembira di atas karpet busa sutra, lalu berlari kecil memamerkan hasil jepretannya kepada Zhu Xuan.
Zhu Xuan yang sedang bersandar santai di sofa sutra menerima batu giok tersebut. Sepasang matanya yang sedalam samudra kosmos melunak sempurna, memancarkan kehangatan seorang ayah yang tak terbatas. Ia menatap gambar spiritual hasil karya putrinya, lalu mengusap puncak kepala Ling'er dengan penuh kasih sayang.
"Putri Ayah benar-benar memiliki bakat seorang seniman luar biasa. Komposisi cahayanya sangat seimbang, bahkan naga kehidupan di depan pun ikut tersenyum di sudut gambar ini," ucap Zhu Xuan lembut, memuji dengan nada yang dipenuhi kebanggaan sejati.
"Hehe, itu karena jepitan rambut melati es pemberian Kakak Cantik ini membuat mata Ling'er terasa sangat segar, jadi Ling'er bisa melihat garis awannya dengan jelas, Ayah!" Ling'er menyentuh jepitan rambut es di kepala kuncir kudanya yang bergoyang lincah, memancarkan kepolosan anak-anak yang murni.
Zhu Xuan tersenyum manis. "Kalau begitu, karena Ling'er sudah bekerja keras mengambil gambar yang indah, bagaimana kalau kita mengadakan pesta kebun kecil di atas awan sebelum kita kembali ke pondok lembah?"
"Pesta kebun di atas awan?! Apakah kita bisa berjalan di atas awan pelangi itu, Ayah? Apakah kaki Ling'er tidak akan merosot jatuh ke bawah?" tanya Ling'er dengan mata bulatnya yang melebar sempurna, memiringkan kepala kecilnya dengan ekspresi rasa ingin tahu yang sangat menggemaskan.
Zhu Xuan terkekeh pelan, sebuah suara yang terdengar begitu merdu hingga mampu menstabilkan seluruh turbulensi spasial luar dalam sekejap. "Di hadapan Ayah, tidak ada hal yang mustahil, Sayang. Jangankan berjalan di atas awan, bahkan jika Ling'er ingin memetik bintang di langit tertinggi pun, Ayah akan membuatkan tangganya untukmu."
Zhu Xuan berdiri tegak, jubah putih polosnya yang bersih tanpa noda melambai anggun tanpa kerutan sedikit pun. Ia melambaikan tangan kanannya secara horizontal ke arah pintu keluar kereta kencana.
"Dugu Bo, hentikan kereta di atas hamparan awan kristal di depan. Kita akan beristirahat sejenak," perintah Zhu Xuan santai melalui transmisi pikiran.
"Baik, Yang Mulia Tuan Agung!" Dugu Bo yang berada di kursi kusir depan segera menarik kendali energi naga perak, membuat kereta kencana bintang itu melambat dengan kelembutan mutlak dan mendarat dengan stabil tepat di atas hamparan awan kristal pelangi yang padat.
KLIK.
Pintu kristal safir kereta terbuka secara otomatis. Zhu Xuan melangkah keluar terlebih dahulu, lalu berbalik merentangkan kedua tangannya untuk menggendong Ling'er turun. Begitu kaki mungil Ling'er yang mengenakan sepatu kain pelangi menyentuh permukaan awan, sebuah keajaiban transendental langsung terjadi.
WUSH————!
Melalui kehendak mutlak dari hukum kausalitas yang dipegang oleh Zhu Xuan, area awan kristal seluas lima ratus meter persegi di sekeliling mereka seketika memadat, mengeras menjadi permukaan lantai kristal pelangi yang sangat kokoh namun terasa selembut karpet busa saat diinjak.
Tidak hanya itu, sebuah meja taman bundar yang terbuat dari kayu cendana putih bersama tiga kursi santai muncul secara mandiri dari dalam lipatan dimensi sistem Toko Daddy Kosmik. Di atas meja tersebut, puluhan piring perak yang berisi berbagai macam camilan mewah mulai dari pai buah persik hangat, puding susu kosmik berwujud bintang, hingga segelas besar jus jeruk roh segar telah tersaji dengan kesempurnaan mutlak.
"Wah!!! Ini benar-benar lantai awan! Kakek Dugu, ayo turun! Di sini sangat menyenangkan, rasanya seperti sedang melompat di atas kasur raksasa!" Ling'er bersorak riang, mencoba melompat-lompat kecil di atas permukaan awan yang memadat tersebut dengan tawa renyah yang memecah keheningan batas langit.
Dugu Bo turun dari kursi kusir dengan langkah kaki yang gemetar halus. Meskipun ia tahu bahwa Tuan Agungnya adalah perwujudan dari kekuatan tertinggi yang tak terhingga, melihat sebidang awan stratosfer diubah menjadi ruang pesta taman yang mewah dalam hitungan satu detik tetap saja membuat batas pemahaman jiwanya sebagai master jiwa fana serasa diguncang hebat.
"Terima kasih atas kemurahan hati Yang Mulia Tuan Agung dan Tuan Kecil. Orang tua ini benar-benar merasa seperti sedang berada di dalam mimpi kedewaan yang paling tinggi," ucap Dugu Bo dengan posisi membungkuk hormat sembilan puluh derajat sebelum akhirnya duduk dengan sopan di salah satu kursi kayu cendana.
Zhu Xuan mendudukkan Ling'er di atas pangkuannya yang nyaman, lalu mengambil sebuah puding susu berbentuk bintang menggunakan sendok perak kecil. "Ayo, Sayang, buka mulutmu sedikit. Ini adalah Puding Bintang Kosmik yang paling lembut. Ayah khusus memesannya dari sistem untuk merayakan keberhasilan fotografimu hari ini."
"AAAMMMM... Nyam! Manis sekali, Ayah! Rasanya seperti ada gelembung-gelembung susu yang menari-nari di dalam mulut Ling'er!" Ling'er mengunyah pudingnya dengan ekspresi wajah yang sangat puas, kedua pipi gembilnya bergerak-gerak menggemaskan hingga membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa gemas.
Sementara pesta kebun di atas awan itu dipenuhi oleh kehangatan keluarga dan atmosfer kedamaian yang murni, situasi di Ranah Ilahi yang berada tepat di atas koordinat mereka justru semakin menegangkan.
Melalui cermin proyeksi raksasa di Istana Komite Ranah Ilahi, Dewa Laut Tang San bersama Dewa Asura dan para dewa agung lainnya menyaksikan seluruh proses penciptaan ruang pesta di atas awan tersebut dengan mata yang hampir keluar dari rongganya.
"Dia... dia memanipulasi hukum materi dasar dimensi luar hanya untuk membuat tempat makan camilan bagi putrinya?!" Tang San menggertakkan giginya begitu keras hingga mengeluarkan suara decitan. Selaku penguasa tertinggi Ranah Ilahi saat ini, ia harus melalui ribuan ujian maut dan mengumpulkan keyakinan dari jutaan manusia fana hanya untuk bisa menggerakkan sebagian kecil hukum alam semesta. Namun, pria berjubah putih di bawah sana... mengabaikan seluruh aturan sakral penciptaan dimensi hanya demi memanjakan seorang anak kecil berkuncir kuda.
"Tang San, kendalikan emosimu!" Dewa Asura memperingatkan dengan suara tertahan, wajahnya yang dipenuhi aura pembunuhan kini tampak pucat pasi. "Apakah kau tidak melihat? Struktur energi yang membentuk meja dan makanan itu... tidak berasal dari Daratan Douluo ataupun Ranah Ilahi kita. Itu adalah materi tingkat tinggi dari dimensi absolut. Jika kau berani memancarkan sebutir saja niat tidak puas, gelombang kesadaran spiritual pria itu akan langsung mengunci seluruh garis keturunan jiwamu dan menghapus eksistensimu dari sejarah!"
Mendengar peringatan keras dari Dewa Asura, Tang San menarik napas dalam-dalam, memaksa sirkulasi energi kedewaan di dalam tubuhnya untuk kembali tenang. Ia menurunkan pandangannya, menatap cangkir teh di tangannya yang bergetar halus. "Aku tahu... aku hanya merasa... keberadaan tempat seperti Lembah Mirakel dan penguasanya itu... benar-benar membuat seluruh tatanan yang kita bangun selama jutaan tahun ini menjadi tidak ada artinya sama sekali."
"Di hadapan keabadian sejati, tatanan kita memang hanyalah debu fana, Tang San. Bersyukurlah karena dia hanya ingin menjadi seorang ayah yang baik, bukan seorang penghancur dunia," bisik Dewi Kehidupan dengan nada suara yang dipenuhi rasa syukur yang mendalam, menatap proyeksi senyuman riang Zhu Ling'er di atas lantai awan pelangi dengan pandangan yang melembut.
[Ding! Deteksi Status Emosional Ling'er: Tingkat Kebahagiaan Maksimal 100% Sempurna!]
[Notifikasi Sistem: Deteksi Kepasrahan Mutlak dari Komite Penguasa Ranah Ilahi (Tang San dan Asura telah menurunkan seluruh pertahanan ego mereka).]
[Hadiah Utama Dikirimkan: Poin Daddy +16.000 (Status: Tak Terbatas/Infinity).]
[Pembukaan Fitur Baru: 'Taman Bermain Fantasi Kosmik' kini telah siap diintegrasikan ke dalam wilayah Lembah Mirakel seutuhnya!]
Zhu Xuan melirik panel sistemnya yang menyala biru transparan di sudut pandangannya dengan kilatan mata yang penuh ketenangan mutlak. Ia menyuapkan potongan terakhir pai persik ke dalam mulut putrinya, lalu menyeka sisa selai di pipi gembil Ling'er dengan kelembutan seorang ayah super yang tiada banding.
"Ling'er, apakah kau sudah kenyang?" tanya Zhu Xuan lembut, memeluk tubuh mungil putrinya dengan kehangatan yang tak terbatas.
"Sudah kenyang sekali, Ayah! Perut Ling'er sekarang sudah bulat seperti buah persik Kakek Dugu!" Ling'er menepuk-nepuk perut kecilnya dengan tangan mungilnya, memicu tawa renyah dari Zhu Xuan dan Dugu Bo secara bersamaan.
"Kalau begitu, ayo kita kembali ke pondok lembah kita. Matahari sudah mulai turun, dan kelinci gendutmu pasti sudah merindukan kedatangan tuan kecilnya," ucap Zhu Xuan sembari berdiri, menggendong Ling'er dengan tangan kirinya yang kokoh.
"Ayo, Ayah! Ling'er juga mau menunjukkan foto kelinci awan ini pada kelinci gendut di rumah!" Ling'er melambaikan tangan kecilnya ke arah hamparan awan kristal pelangi seolah-olah sedang mengucapkan selamat tinggal pada langit tertinggi.
Dengan satu lambaian tangan kanan Zhu Xuan, seluruh meja taman dan sisa peralatan pesta kebun seketika lenyap kembali ke dalam inventaris sistem tanpa meninggalkan sisa kotoran sebutir pun di angkasa. Kereta Kencana Bintang Kosmik kembali bergerak, berbalik arah dengan keanggunan yang megah, lalu meluncur turun menembus lapisan awan menuju pelukan hangat Lembah Mirakel yang abadi.
Di bawah perlindungan mutlak dari sang Super Daddy, hari ini Daratan Douluo tetap berjalan dalam kedamaian, Ranah Ilahi belajar tentang arti kerendahan hati yang sesungguhnya, dan bagi seorang anak perempuan bernama Zhu Ling'er, langit tertinggi sekalipun hanyalah sebuah halaman bermain kecil yang siap menyambut tawa cerianya kapan saja ia inginkan di bawah kolong semesta raya yang abadi.
bukan nya udh di lv 95 segel pedang nya knpa ditambah mlah stuck di 95 ???