NovelToon NovelToon
Kirei

Kirei

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Transmigrasi / Balas dendam pengganti
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Salma.Z

Enam bulan setelah Kirei Zhaklyn—perempuan tangguh di balik kesuksesan industri teknologi—tewas tragis dalam kecelakaan akibat sabotase keji, hidup Vaxerion Mahendra ikut hancur. Konglomerat otomotif itu memilih mundur dari dunia bisnis, hidup seperti cangkang kosong yang didera kedukaan mendalam.
Namun, di sebuah malam gala internasional, pintu aula terbuka. Di sana muncul sepasang manusia: Andi Clark, miliarder pemegang kendali perbankan global asal Swiss, menggandeng seorang wanita yang memiliki wajah, sorot mata, dan senyuman yang seratus persen persis dengan almarhumah Kirei.
Dia adalah Kirei Alexandra. Datang dari Eropa dengan pembawaan ketus, jutek, dan dingin, dia langsung menepis kasar pelukan Vaxerion: "Jaga jarak Anda, Tuan Mahendra. Saya bukan barang peninggalan masa lalu Anda."
Apakah wanita jutek ini adalah Kirei yang bangkit dari kubur untuk membalas dendam, atau ada rahasia adopsi yang sengaja dikubur sejak bayi? Di tengah adu kekayaan tingkat tinggi dan gesekan harga diri melawan Andi Clark, takdir baru yang jauh lebih berbahaya siap menggoncang Jakarta!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salma.Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: Tamu di Teras Depan dan Sisa Lumpur yang Menyengat

Desis halus pendingin udara dari kabin mobil SUV listrik Vaxerion baru saja mati ketika ponsel di genggaman Kirei bergetar pendek. Sebuah pesan dari Rian masuk dengan tiga tanda seru, seolah ketukan panik adiknya itu bisa menembus layar: "Kak, Nyonya Mirna ada di teras rumah Oma. Dia bawa map tebal dan nggak mau pergi sebelum ketemu Lu."

Aroma gurih mentega dari daging sapi hangat yang baru saja melunakkan lambung Kirei seketika terasa hambar, digantikan oleh entakan ketegangan yang membuat rahang cantiknya kembali terkatup rapat. Dalam satu detik, wajah Kirei berubah mengeras sedingin es. Semua sisa kehangatan kencan privat mereka di bawah pohon beringin tadi menguap begitu saja.

"Mirna ada di rumah Oma," kata Kirei, suaranya mendadak berubah menjadi sangat datar. Matanya yang jernih menatap lurus ke arah kemacetan jalanan Jakarta di depan mereka.

Vaxerion tidak melontarkan pertanyaan konyol yang membuang waktu. Sisi dewasanya langsung menangkap situasi. Tanpa bersuara, pria dua puluh tujuh tahun itu memindahkan tuas transmisi, memutar kemudi mobil dengan gerakan sigap, membelah jalur pintas menuju kawasan kediaman Oma di pinggiran Jakarta Selatan. Aura protektif dari tubuh tegap sang raja otomotif seketika memadat, mengisi seluruh kabin yang kedap suara. Pria itu tidak berkata apa-apa, namun cengkeraman tangannya pada setir memperlihatkan bahwa dia tidak akan membiarkan siapa pun mengusik ketenangan Kirei lagi.

Dua puluh menit kemudian, mobil hitam matte itu berhenti tepat di depan pagar rumah Oma yang asri. Dari balik kaca depan, Kirei bisa melihat pemandangan yang langsung memicu amarah di dadanya.

Mirna Elviana berdiri di teras rumah. Wanita tua itu mengenakan gaun sutra berwarna marun pekat—gaun lama yang dia paksakan pakai demi menutupi fakta bahwa seluruh rekening banknya baru saja dibekukan kejaksaan. Di tangannya, Mirna mendekap sebuah map kulit cokelat, menatap halaman rumah Oma dengan pandangan meremehkan yang persis sama seperti lima tahun lalu di atas tanah becek stasiun Jakarta Timur. Rian berdiri di ambang pintu, menghalangi jalur masuk dengan wajah tegang dan kepalan tangan yang bersiap melindungi Oma di dalam dapur. Oma sendiri mengintip dari balik tirai jendela dengan tatapan cemas yang membuat hati Kirei teriris.

Kirei membuka pintu mobil bahkan sebelum Vaxerion sempat mematikan mesin seutuhnya. Langkah kakinya yang mengenakan bot kulit mengetuk lantai semen halaman dengan irama yang tajam, cepat, dan menuntut.

"Nggak punya tata krama ya, datang ke rumah orang tua tanpa diundang, Nyonya Mirna?" suara Kirei mengalun lambat, sangat merdu, namun dinginnya sanggup menghentikan embus angin sore di halaman itu.

Mirna berbalik cepat, senyuman sinis yang penuh rasa iri langsung terukir di wajah tuanya yang berkerut begitu melihat Kirei berjalan mendekat. "Oh, akhirnya sang Ratu Es pulang juga. Baguslah. Aku nggak perlu berlama-lama mencium bau masakan kampung dari dapur nenekmu yang miskin ini."

Kirei berdiri tegap di undakan teras, memanfaatkan tinggi badannya yang proporsional untuk menatap Mirna langsung dari atas ke bawah dengan pandangan mata yang sedingin kristal. "Simpan omong kosongmu, Mirna. Apa yang kamu bawa di dalam map itu?"

Mirna mengangkat map kulit cokelat itu, menepuk-nepuk permukaannya dengan keangkuhan karena dia baru saja mendapatkan suntikkan dana segar dari Paris. "Ini adalah tiket kepulanganmu ke lumpur pinggiran rel, Kirei. Bianca sudah mengatur semuanya. Di dalam sini ada berkas rekam medis asli dari rumah sakit jiwa tempat ibumu dirawat dalam kondisi depresi akut sebelum dia hilang. Kalau kamu tidak mencabut seluruh gugatan audit kejaksaan terhadap suamiku sebelum jam malam ini, Bianca akan memastikan seluruh konglomerat Jakarta membaca dokumen ini di layar utama Gala Dinner bulan depan. Kita lihat, apa Vaxerion masih mau melirik anak dari seorang wanita gila!"

Mendengar nama almarhum ibunya dihina dan dijajakan sebagai alat pemerasan, dada Kirei berdenyut ngilu dengan rasa sakit yang teramat sangat sakit. Bayangan ibunya yang menangis di sudut gubuk tua kembali menghantam benaknya. Namun, Kirei Zhaklyn tidak akan pernah memberikan setetes pun air matanya di depan wanita yang telah menginjak harga dirinya. Dia melangkah maju satu langkah besar, mengikis jarak hingga aroma parfum mahal Mirna yang menyengat tidak lagi mampu mengintimidasi fokusnya.

"Nyonya Mirna," desis Kirei, suaranya sangat rendah namun menusuk telinga. "Kamu pikir suntikan dana beberapa juta Euro dari bank sentral Paris semalam bisa membuat suamimu lolos dari jeruji besi? Jaringan sistem Zhaklyn Mobile baru saja mendeteksi aliran dana ilegal itu masuk ke firma hukum pengacaramu satu jam lalu. Tim legal saya sudah mendaftarkan berkas tambahan atas pasal tindak pidana pencucian uang dan spionase industri ke kejaksaan. Suamimu tidak akan bebas bersyarat minggu depan. Dia akan membusuk di dalam sel selama dua puluh tahun. Silakan bawa kertas usang itu ke Bianca, karena kertas itu tidak akan bisa membeli kebebasan suamimu."

Wajah angkuh Mirna langsung membeku kaku, pucat pasi mendengar perkataan yang dilontarkan Kirei dengan begitu teliti dan tanpa celah negosiasi. Tubuh wanita tua itu gemetar. "Kamu... kamu bohong! Bianca bilang kekuasaan Eropa-nya tidak tertandingi—"

"Bianca tidak tahu apa-apa tentang hukum di kota ini karena dia terlalu sibuk mengemis dana darurat di Eropa," sebuah suara bariton yang berat, dalam, dan dipenuhi wibawa memotong kalimat Mirna dari arah belakang.

Vaxerion Mahendra sudah berdiri tegap di sebelah Kirei. Setelan jas hitam formalnya membalut sempurna tubuh tegapnya yang atletis, memancarkan aura dominasi mencekik seluruh sisa keberanian Mirna dalam sekejap mata. Tatapan matanya yang jernih namun sedingin malam kutub langsung mengunci mati manik mata wanita tua itu.

"Dan untuk dokumen medis di tanganmu, Nona Elviana," kata Vaxerion, suaranya datar namun penuh penekanan yang menekan dada. Pria matang itu mengulurkan tangan kanannya, mencengkeram ujung map kulit cokelat di dekapan Mirna, lalu menariknya lepas dengan satu sentakan kuat tanpa memedulikan pekikan kaget dari Mirna. "Sore ini juga, seluruh sisa aset properti dan saham distribusi luar negeri milik konsorsium keluarga Bianca di Paris resmi dibekukan oleh jaringan investasi global milik keluarga Mahendra. Dia tidak punya uang lagi untuk membiayai pengacaramu. Dia sudah hancur di negaranya sendiri."

Vaxerion membuang map cokelat itu ke atas lantai teras dengan pandangan meremehkan yang sangat telak, seolah benda itu cuma seonggok sampah yang mengotori rumah Oma Kirei. Dia memutar tubuh tegapnya sepenuhnya menghadap Kirei. Dalam sekejap mata, rahang tegasnya yang kokoh melunakkan garisnya, dan tatapan matanya berubah menjadi begitu teduh, dalam, dan dipenuhi binar perhatian romantis yang menenangkan.

Tuan Mahendra mengulurkan tangan kanannya yang besar dan hangat ke depan, menyelusupkan jemari kokohnya di antara jemari Kirei yang menegang menahan amarah, menggenggam erat telapak tangan Kirei di depan Mirna yang sekarang sedang gemetaran menahan malu luar biasa karena seluruh siasat busuknya hancur berantakan dalam hitungan menit.

"Ayo masuk ke dalam, Kirei," bisik Vaxerion lembut, suaranya begitu romantis dan penuh perlindungan seutuhnya. "Oma sudah menyiapkan teh hangat di dapur. Jangan biarkan kotoran dari luar merusak ketenangan keluargamu. Biar aku yang memastikan wanita ini diseret keluar dari gerbang halamanmu sekarang juga oleh sekuriti."

Kirei menatap Vaxerion, lalu beralih menatap genggaman tangan mereka. Di teras rumah masa kecilnya ini, di depan rongsokan masa lalu yang mencoba mengejarnya, dia tahu dia tidak lagi sendirian. Pertahanan es di hatinya melunak, digantikan rasa hangat yang luar biasa aman.

1
Wawan
Salam kenal Kirey 💪✍️
T28J
keren kakak👍
Salma.Z: Terima kasih
total 1 replies
Tisa
Penulis menulis dengan sangat keren, alur ceritanya menarik. Tetap semangat!!!
Ika Yani
lanjut kak
Naura
Saya sebagai pembaca terlalu terbawa suasana Kirei dan Vaxerion.
udin sini
Lanjut kaka
Reni
Sangat bagus dan keren
Nayla
Cemburu itu mengerikan..😃 Lanjut thor
Rara Lani
Menarik!!
Tisa
Next! Semangat!! sukses ya!
Iki Riat
Pria yang sedang jatuh cinta pada satu wanita.
Ika Yani
Menarik
udin sini
Keren. Di tunggu kelanjutannya...
Cantika
😍 lanjut thor.. Semangat
Salma.Z: Iya. Terimakasih👍
total 1 replies
Cantika
Ayo UP segera
Sari
Nunggu bab 3 🤭
Salma.Z: di tunggu besok kak
total 1 replies
Hana Unil
next
Andy Rajasa
Bagus..lanjutkan!
Salma.Z: Ya.. siap
total 1 replies
Siti
Lanjut..
Salma.Z: Siap...
total 1 replies
Siti
Keren, ceritanya menarik. Semoga karyanya di baca semua orang..semangat!!!
Salma.Z: Aamiin. Terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!