NovelToon NovelToon
BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA

BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

Seorang siswa culun yang hidupnya selalu di warnai luka dan derita, ternyata memiliki garis keturunan dewa kultivator. Ia belum menyadarinya hingga suatu hari, ia nyaris tewas karena di keroyok oleh siswa lainnya yang tak suka kepadanya.

Di saat ia sekarat, seorang gadis cantik membawanya masuk ke dalam sebuah dimensi yang jauh dari peradaban manusia.

Namun, tentu saja hal itu membuatnya menjadi bingung saat tersadar, ia menganggap dirinya sudah mati, lalu bagaimana cara ia memulai kembali kehidupannya di dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 Pertarungan

“Toras! Sebaiknya kau menyerah!” ucap seseorang dari balik kegelapan hutan.

Ethan, dan yang lainnya berdiri di samping Nova, mereka menatap sosok Toras, pria dengan banyak tatto simbol kuno di wajahnya.

Melihat gerombolan itu ia hanya tertawa dan mengejek para pemuda di hadapannya.

“Menyerah? Apa aku tidak salah mendengarnya? Sebaiknya kalian yang menyerah, mungkin sedikit esensi darah kalian akan sangat berguna untukku,” ucapnya di iringi tawa yang terdengar mengerikan.

Sementara itu Nova hanya diam dan menganalisa setiap kemungkinan yang terjadi, tanpa disadarinya batu yang ada di kalung pemberian Nona Zoya berdenyut samar seirama dengan energi dari red stone yang ada di dalam dantian Nova.

“Kau sudah membuat Nona Zoya menderita! Kau harus menerima hukumannya!” Ucap Darius dengan satu hentakan kaki ia melesat ke arahnya.

wuuuusss...

Namun, Toras hanya berdiri dengan tenang sambil mengulurkan tangannya dan seketika itu juga, tubuh Darius terpental ke samping seperti menabrak sesuatu yang tak kasat mata.

“Darius!” Calista dan Eveline langsung menghampiri Darius yang terbaring di atas tanah dan memuntahkan seteguk darah.

Ethan geram melihat itu, namun saat ia akan melangkah. Nova sudah menghilang dari sisinya.

Baaamm...

Tinju Nova nyaris menyentuh wajahnya, saking cepatnya nyaris tak ada yang menyadarinya bahkan Toras sendiri terkejut, tangannya bergetar hebat saat menahan tinju yang begitu kuat dari Nova.

“Lumayan,” ucapnya sambil mengayunkan kakinya ke arah pinggang Nova.

Dengan cepat, Nova melompat lalu memutar tubuhnya dan langsung menghantamkan tumit kakinya.

Baaamm...

Tangan ia menyilang, untuk menghalangi kaki Nova. Wajahnya terlihat pucat, membuat Toras terus bertanya, siapa sebenarnya pemuda yang ada di hadapannya itu.

Sementara itu, Ethan dan yang lainnya, mencoba menghadapi praktisi jiwa lainnya, anak buah dari Toras, dan Darius berada cukup jauh dari lokasi kejadian, karena kondisi tubuhnya nyaris saja rusak saat terkena serangan dari Toras.

“Ternyata anak itu, tidak bisa di remehkan,” gumam Darius.

Nova dan Toras masih mencoba mencari celah untuk saling menjatuhkan. Nova terlihat sudah mulai kelelahan, begitupun dengan lawannya.

Namun, di tengah kondisi sulit itu, Nova jadi teringat pil pemulih energi, dan diam-diam ia mengeluarkannya dari ruang penyimpanan.

“Hanya itu saja kemampuanmu anak muda?” ucap Toras dengan nada yang mengejek.

Nova mengangkat tangannya dan memasukkan pil pemulih energi, kedua sudut bibirnya terangkat lalu ia menyeringai begitu efek dari pil itu mulai menyebar ke seluruh tubuhnya. Seketika itu juga, Nova merasakan energi di dalam ruang dantiannya penuh kembali dalam waktu yang singkat.

“Ayo mulai pak tua...” ejek Nova.

Toras langsung meradang dan mengeluarkan sebuah suntikan yang berisi cairan merah bening dan hendak menyuntikan itu ke tangannya. Namun, Eveline yang melihat itu segera bertindak dan membuat Toras langsung mematung beberapa detik akibat efek ilusi dari kemampuan Eveline.

“Sekarang! Nova!”

Nova yang mengerti langsung menghentakkan kakinya dan meraih suntikan itu, tepat satu detik saat Toras mulai bergerak dan sadar.

“Bocah sialan!”

Nova menyimpan suntikan itu ke dalam ruang penyimpanannya dengan cepat, dan memutar tubuhnya dengan cepat sambil mengayunkan kakinya ke arah Toras dan.

Bugh...

Wussss...

Tubuh Toras meluncur deras hingga terhenti saat menabrak pohon.

“Hoeeegh!” ia mengeluarkan seteguk darah segar, lalu memperhatikan sekitarnya anak buahnya sudah tumbang dan tak bernyawa.

Ia mengepalkan tangannya, sambil menatap ke arah Nova yang berjalan mendekat ke arahnya.

“Brengsek! Akan ku balas kau!” umpat Toras langsung mengeluarkan sebuah bola hitam dan membantingnya ke atas tanah.

Buummm...

Asap putih membumbung tinggi dan memenuhi area itu, Nova dan yang lainnya langsung bergerak cepat. Tapi... mereka semua terlambat.

“Dia sudah pergi, aku tidak dapat merasakan auranya,” ujar Nova sambil menatap suntikan yang berisi cairan merah bening, mirip sebuah serum.

Calista dan Eveline mendekat, di susul oleh Ethan yang membawa Darius yang masih dalam keadaan sudah sedikit membaik.

“Kau memang hebat, bocah,” ucap Darius sambil setengah tertawa.

Nova yang mendegar dirinya di panggil bocah langsung mengkerutkan kening.

“Hei, kau juga bocah, bukan aku saja,” sergahnya dengan eskpresi polos yang langsung membuat Darius dan yang lainnya tertawa.

Calista menepuk pundak Nova sambil berkata.

“Usia kami sudah dua puluh lima tahun, dan wajah kami akan tetap seperti bocah 18 tahun hingga kami mencapai tingkat selanjutnya kami akan sedikit menua sesuai usia kami,” jelasnya.

Mendengar itu Nova jadi terkejut, ia menatap teman-temannya dengan bingung.

“Sudahlah, ayo kita beri tahu kepolisian tentang mayat yang ada disana,” timpal Ethan.

Singkat waktu, Ethan sudah menelpon pihak kepolisian tentang mayat perempuan dengan kasus yang sama seperti malam sebelumnya. Mayat itu tak memiliki setetes pun darah di tubuhnya sehingga menjadi pemberitaan nasional, dan membuat publik heboh.

Setelah semuanya selesai, Nova dan empat anak didik Nona Zoya berpamitan di tengah jalan. Nova kembali menuju rumahnya, ia melihat jam di tangannya sudah menunjukan pukul sebelas malam lebih dan tentu saja ibunya pasti sudah tertidur.

***

Di ruang dimensi, Nova menceritakan semuanya kepada Zira dan menunjukan serum yang ia dapat dari Toras. Zira memperhatikan serum itu, ia terkejut saat di dalam cairan itu terdapat sel darah yang dapat memutasi genetik secara cepat.

“Ini sangat berbahaya, jika di biarkan mereka akan memakan banyak korban,” ucap Zira sambil meneteskan sampel cairan itu ke dalam sebuah botol giok, untuk ia teliti. “Bawa ini dan berikan kepada temanmu yang bernama Zoya itu, mungkin mereka lebih tahu siapa pelakunya dan apa tujuan mereka sebenarnya.”

Nova mengangguk, kemudian setelah itu Nova menyimpannya kembali ke dalam ruang penyimpanan.

“Ohh, iyaa aku punya pertanyaan untukmu,” ucap Nova.

Zira menoleh perlahan.

“Apa itu?” tanyanya.

Nova mengeluarkan satu pil pemulih energi tingkat rendah dan pil pemulih jiwa tingkat rendah.

“Apakah ini bisa di gunakan seorang praktisi jiwa?” tanyanya.

Zira menoleh pelan.

“Praktisi jiwa? Tentu saja bisa, tapi mereka hanya bisa menggunakan pil tinggal rendah sampai tingkat tinggi, tidak untuk tingkat surgawi karena energi yang terkandung di dalam pil tingkat surgawi akan menghancurkan tubuh mereka saat menelan pil itu. Dantian mereka kecil, tidak seperti seorang kultivator yang memiliki dantian yang akan meluas setiap ia naik tingkat,” jelas Zira.

Nova mengangguk paham, lalu tersenyum.

“Baiklah, terimakasih penjelasannya.”

Zira tahu maksud Nova bertanya seperti itu, karena ia tahu sifat Nova selalu ingin membantu temannya saat dalam kesulitan. Dan tentu saja Nova tidak tahu, bahwa pil itu adalah barang mewah dan langka di kalangan praktisi jiwa.

Nova akan menjadi kaya raya jika ia berniat menjualnya, namun Zira tahu bahwa sifat anak itu sangat berbeda.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!