NovelToon NovelToon
Sistem Sang Pencipta: Setelah Regresi

Sistem Sang Pencipta: Setelah Regresi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Fantasi
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nur_Afif

#KARYA ORIGINAL!!!!
Update tiap hari

Dalam pertarungan melawan salah satu beast terkuat, Mo Yuan terbunuh akibat serangan bunuh diri beast itu. Padahal, dia baru saja mengetahui dalang dari insiden terbunuhnya istrinya, namun belum sempat balas dendam. Saat kondisi kritis, gelang peninggalan orang tuanya bersinar dan membangkitkan sebuah sistem!

Untuk menyelamatkan tuan barunya, sistem memutar kembali waktu ke masa saat Mo Yuan baru saja keluar dari panti asuhan diumur 15 tahun.

Karena telah diberikan kesempatan kedua, Mo Yuan bertekad untuk bertambah dan membalas orang yang menjadi dalang pembunuh istrinya. Untuk itu, ia mengumpulkan orang-orang berbakat dan membentuk organisasi rahasia miliknya. Ia berkembang diam-diam sebelum akhirnya menggemparkan dunia.

Dengan informasi dari masa depan dan juga bantuan dari sistem, Mo Yuan berkembang dalam kecepatan luar biasa!

Penasaran dengan kelanjutan, silangkan baca sendiri!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur_Afif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 – Pelatihan

"Coba tarik Veyra dari Core menuju ke lenganmu," Mo Yuan memberikan instruksi. "Lakukan seperti sedang menarik benang tipis. Dengan lembut agar tidak putus."

"Menarik benang!" pikir Mo Ye. Ia melakukan sesuai instruksi, Veyra perlahan di tarik namun sangat lambat. "Ini lebih sulit dari yang aku duga!"

Di sisi lain, Mo Yuan menatap muridnya dengan senyum tipis dan bangga, "Dia berhasil merasakan Veyra kurang dari 2 jam, dan sekarang bahkan berhasil sedikit mengendalikannya. Dia memang sangat berbakat! Yah walau tidak sebaik aku si..."

2 jam kemudian.

"Egh!..." Mo Ye meringis kesulitan. Setelah 2 jam berlalu, akhirnya ia berhasil menarik benang Veyra sampai ujung tangan.

"Akhirnya!...." teriak Mo Ye dengan semangat.

Buk!...

Ia menjatuhkan tubuhnya ke lantai, tubuhnya lemas tidak berdaya, energinya terkuras habis. Keringat mengguyur sekujur badanya, seperti habis mandi.

"Kerja bagus..." puji Mo Yuan. "Kau sangat berbakat, hanya dalam 4 jam sudah bisa merasakan Veyra dan bahkan mengendalikannya. Orang biasa memerlukan berhari-hari, bahkan berbulan-bulan untuk mendapatkan hasil ini."

Mo Ye terkejut, "Huh?!... Sudah 4 jam?!... Pantas saja aku sangat lelah!... Hah... Hah..."

"Sudah cukup untuk pembelajaran kali ini," ucap Mo Yuan.

"Huh! Sudah selesai? Terus apa gunanya aku mengambil senjata?"

Bahu Mo Yuan terangkat, "Yo ndak tau, aku gak pernah nyuruh ngambil senjata!"

"...."

Mo Ye hanya bisa diam, tidak bisa membantahnya.

"Setelah istirahat, kau bisa bersih-bersih dan pulang. Ini sudah cukup malam," perintah Mo Yuan.

"Baik!" Mo Ye kemudian bangun, matanya langsung tertuju pada gelang hitam yang ada di lengan dan kaki masternya. "Master, kalau boleh tahu, gelang apa itu?"

"Hm...?" Mo Yuan menoleh, "Oh... Gelang ini! Ini gelang latihanku. Ingin melihatnya?"

Mo Ye mengangguk, "Boleh."

Mo Yuan melepas gelang dari lengan kanannya, kemudian menyerahkannya pada muridnya. "Nih... Hati-hati, jangan sampai jatuh!"

"Bai–....?" Mo Ye terkejut. Karena tidak menyangka akan seberat itu, tangannya tidak siap dan hampir menjatuhkannya. "Beratnya!"

"Haha..." Mo Yuan tertawa kecil. "Itu hanya 10 kg saja."

"!!!" Mo Ye semakin terkejut. "Jika satu seberat 10 kg, dan anda mengenakan 4 sekaligus! Jadi anda membawa beban 40 kg selama ini!"

"Kira-kira segitu... Bajuku ini seberat 20 kg..." ucap Mo Yuan dengan santai, seakan itu hal sepele. "Hanya segini yang aku mampu saat ini, tidak banyak..."

"Tidak banyak anda bilang?!... Hahaha..." Mo Ye tertawa walau agak terluka menelan fakta bahwa dia masih sangatlah lemah saat ini.

"Sudahlah... Cepat bersih-bersih dan pulanglah. Adikmu pasti sudah menunggumu..."

Mo Ye bangkit, "Baik!" ia langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri sekaligus berganti pakaian. Setelahnya, ia kembali kepada masternya untuk berpamitan.

"Kalau begitu, saya pamit dulu master!..." ucap Mo Ye sebelum hendak pergi, namun dihentikan.

"Tunggu sebentar," ucap Mo Yuan. Ia kemudian menyerahkan sejumlah uang kepada muridnya, "Terima ini. Aku tahu kau sedang kesusahan, aku tidak ingin muridku hidup sengsara!"

Mo Ye menyodorkan kembali ke arah masternya, "Saya tidak bi–"

Sebelum sempat selesai berbicara, Mo Yuan memotongnya. "Sudahlah! Aku tidak suka murid yang membantah!"

"...." Mo Ye terdiam sejenak. "Terima kasih master!"

"Sudah, pergilah," usir Mo Yuan.

Mo Ye membungkuk sebelum pergi meninggalkan masternya.

...***...

2 minggu kemudian.

Clak!... Clak!...

Suara benturan kayu terdengar dari sebuah ruangan latihan. Semakin lama, suaranya semakin keras dan intensif.

"Shadow Slip!"

Mo Ye berteleportasi tepat ke depan Mo Yuan melalui bayangan. Belati kayu di tangannya sudah siap untuk menyerang. Dengan gerakan kecil dan cepat, ia menyerang ke titik vital masternya.

Clak!...

"Masih terlalu lambat!" ucap Mo Yuan. "Lebih cepat lagi!"

Tiba-tiba, Mo Ye menghilang dari hadapan Mo Yuan. Itu adalah skill ke tiga ability-nya, sebuah skill yang memungkinkan penggunanya untuk menyatu dengan bayangan dan menghilangkan keberadaannya. Skill ini sangat bagus untuk serangan diam-diam yang mematikan.

Mo Yuan menoleh ke kanan dan kiri, mencari keberadaan muridnya. Memanfaatkan kebingungan masternya, Mo Ye menyerang dari belakang.

Mo Yuan langsung menyadarinya, ia tersenyum tipis sebelum menangkis serangan. "Sudah bagus, tapi masih belum cukup untuk mengalahkanku!"

"Biar kuperlihatkan bagaimana melakukannya!" Mo Yuan menghilang dalam sekejap mata.

"Apa!.." Mo Ye terkejut. Ia mencoba mencari keberadaan masternya.

Tiba-tiba, sebuah cakar yang terbuat dari bayangan menyerang dari titik buta. Ini mengejutkannya hingga tidak sempat menghindar, hanya bisa menangkisnya. Dengan belati di kedua tangannya, ia membuat perlindungan dengan menyilangkan kedua belati.

"Egh!.." ia menahan sekuat tenaga.

Belum selesai, Mo Yuan tiba-tiba muncul di sisi lain dengan tangan yang sudah bersiap menyerang. Tangannya mengayun cepat, selayaknya pistol.

Mo Ye menggunakan salah satu tangannya untuk manahan tinjuan masternya walau belum sepenuhnya menahan serangan dari cakar bayangan. Tapi, mau tidak mau harus ia lakukan untuk dapat bertahan.

Clak!

"Egh!..."

Mo Yuan mengambil belati muridnya, kemudian menggunakan skill Shadow Slip untuk berteleportasi ke bagian belakang. Ia menyodorkan belati kearah leher Mo Ye.

"Skakmat!..." ucap Mo Yuan dengan senyum tipis.

"Eh..." Mo Ye nampak kecewa.

"Cukup untuk hari ini," ucap Mo Yuan. "Hanya dalam 2 minggu, sudah cukup lancar menggunakan skill. Perkembanganmu sangat cepat!"

"Saya masih di bawah anda master," kata Mo Ye.

Mo Yuan terkekeh, "Jangan membandingkannya denganku. Aku ini agak spesial, jadi jangan terlalu kecewa. Perkembanganmu ini termasuk luar biasa!"

Mo Ye mengangguk, "Terima kasih atas pujiannya, master!"

"Ngomong-ngomong, kapan upacara kebangkitan ability di sekolahmu?" tanya Mo Yuan tiba-tiba.

"???" Mo Ye penasaran. "Masih 2 bulan lagi, master! Memang kenapa?"

"Tidak apa-apa, akan kuberi tahu nanti."

"Baik!"

"Ah... Aku hampir melupakannya," kata Mo Yuan. "Besok dan beberapa hari kedepan, berlatihlah sendiri di sini. Aku akan melakukan perjalan jauh..."

"Anda mau pergi kemana?" tanya Mo Ye penasaran.

"Menemui calon adik seperguruanmu!" kata Mo Yuan penuh percaya diri.

"!!!" Mo Ye semakin penasaran. "Siapa dia? Laki-laki atau perempuan?"

Mo Yuan menyeringai, "Itu rahasia. Lihat saja sendiri nanti saat bertemu dengannya."

Mo Ye hanya mengangguk, raut mukanya menunjukkan kekecewaan walau tidak seberapa. Mo Yuan menepuk pundaknya sambil berkata, "Bakatnya tidak jauh darimu dan dia lebih tua, jadi berlatih lebih keras lah!"

Mendengar itu, bara persaingan di dalam hati Mo Ye terbakar hebat. "Baik master! Saya akan berlatih keras agar tidak kalah dengan adik seperguruanku!"

"Aku menantikannya!" ucap Mo Yuan sambil menepuk-nepuk pundak muridnya itu, walau sedikit kesusahan.

Setelah latihan keras hampir satu bulan, tinggi badan Mo Yuan bertambah 5 cm. Yang tinggi awalnya 155 cm, kini mencapai 160 cm. Tapi itu masih jauh untuk mendekati tinggi muridnya yang sekitar 170 cm.

"Baiklah, ayo kita pulang. Sekarang sudah cukup larut."

"Baik!"

1
Orimura Ichika
lanjut👍
Orimura Ichika
update 👍😄
Orimura Ichika
update sampai selesai kalau bisa banyakin ya Thor
Nur_Afif
Mantap pokoknya!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!