Pada malam hari Aletta tengah berjalan santai menikmati udara malam yang begitu dingin sambil mau makan buah jeruk. Ya Aletta sangat menyukai jeruk mereka seperti sahabat sejati sebab jika Aletta kemana-mana dirinya selalu membawa jeruk. "Tinggal 5 butir dan bijinya ada 7 makan aja deh semuanya." Ucapnya semangat. Aletta langsung memasukkan 5 butir jeruk ke dalam mulutnya saat sedang asyik maunya tiba-tiba Aletta mengalami sesak nafas dan langsung terjatuh.
Uhukkkk....uhukkkk.
"Sesak banget dada gue."
"Sialan ya kali gue metong karena keselek 7 biji jeruk yang bener saja lelucon macam ini." Ucapnya kesal.
Kesadaran Aletta mulai menghilang dan Aletta berdoa kepada Tuhan untuk meminta kehidupan yang kedua.
"Tuhan jika akhir hidupku aku minta ke pada mu kehidupan untuk kedua kalinya aku ingin memperbaiki semuanya dan aku ingin minta maaf sama Mommy, Daddy dan para Abang lucknut." Ucapnya lirih tersenyum lebar di akhir kesadarannya dan sisa hembusan nafas terakhirnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Putri Arabella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Yang Galau Tapi Asik
"Woy ketos di sini siapa woy?" Tanya Aretta pada mereka semua.
"Gue." Ucap orang itu mengangkat tangannya.
"Sape Namo lo btw?" Tanya Aretta dengan nada songongnya.
Vira yang melihat gaya Aretta memicingkan matanya lalu menggeplak punggung Aretta.
Plak
"Gaya bener lo ngomong begitu songong anjir lo sama ketos kita." Ucap Vira menatap ketos itu tersenyum malu-malu.
Aretta mendengus kesal ck kenapa dirinya punya sahabat yang enteng tangan sekali suka geplak-geplak pikir Aretta.
"Gue nanya anjir emang salah?" Sewot Aretta, drama sekali sahabatnya ini.
"Nama gue Rion gue ketua osis dan wakil gue Riyan dia sepupu gue." Rion memperkenalkan kepada Aretta dirinya yang sebagai ketua osis dan sepupu Riyan sebagai wakil ketua osis. Yah walaupun bagi Aretta itu tidak penting sih tapi yaudah lah ya hargain aja wkwkwk.
Aretta mengangguk-anggukkan kepalanya tiba-tiba ke dua mata Aretta melotot sempurna menampilkan wajah yang berbinar cerah.
Aretta bergegas menghampiri Rion yang jaraknya memang sedikit agak jauh dari tempat dirinya sendiri. Hal itu mengundang tanda tanya besar di kepala Rion dan mereka semua pasalnya Aretta menatap Rion dengan senyum penuh arti.
"Osis punya sound gak sama mick?" Tanya Aretta.
Rion mengangguk cepat tapi tidak yakin. "Ada sih, emang buat apa?" Tanya Rion memicingkan matanya menaruh kecurigaan besar pada Aretta.
Plak
"Gak usah liatin gue kek gitu mata lo jelek" Tanpa aba-aba Aretta menggeplak punggung Rion menatap Rion horor karena sudah berani-beraninya menaruh kecurigaan besar pada dirinya.
"Gue tau isi otak lo jadi berhenti berfikir yang enggak-enggak." Ucap Aretta lagi yang memang tai isi pikiran Rion.
"Ya ya ya baiklah. Sekarang gue tanya lo buat apa lo nanyain sound sama mick?" Tanya Rion. Ko tiba-tiba perasaannya jadi gak enak ya pasti Aretta mau buat ulah lagi pikir Rion.
"Udah lo bawa aja sound sama mick nya ke sini nanti lo juga tau dan gue jamin lo semua bakalan happy dah." Ucap Aretta meyakinkan mereka semua dengan tersenyum cerah.
Rion yang penasaran apa yang ingin Aretta lakukan langsung mengambil ponselnya menghubungi anggota osis yang ada di ruang osis untuk membawa sound dan mick ke lapangan.
"Hallo tolong 3 orang ke lapangan ya bawa sound sama mick juga gue tunggu."
Tut
Rion langsung mematikan panggilannya secara sepihak tanpa menunggu jawaban dari orang yang di sebrang sana. Mereka yang melihat sikap Rion tercengang sedangkan Rion hanya cengengesan tak jelas.
Aretta geleng-geleng kepala sambil berdecak pinggang. "Wah parah ini osis gak beres ini namanya." Julid Aretta.
"Udah turunin aja langsung dari jabatannya." Timpal Rosa yang ikut julid.
"Punya jabatan enak ya bisa nyuruh-nyuruh." Timpal Ghista yang menyindir Rion.
Sedangkan Rion menggaruk-garuk kepala belakangnya yang tak gatal ia meringis mendapatkan tatapan dari mereka semua. "Ya gue emang gini gak munafik gue mah kalo mau berteman sama gue oke aja engga yaudah sono gue juga bukan tipe orang yang gila jabatan apalagi gila hormat asal kalian tau itu." Jelas Rion secara gamblang.
Prok
Prok
Prok
"Gue demen nih yang begini jangan jadi orang munafik lo di depan kita-kita berwibawa sedangkan di belakang kita berwibowo aslinya munafik." Seru Audrey bertepuk tangan heboh.
Aretta, Audrey, Sherina dan Ghista memang tipe orang yang tidak suka dengan orang munafik seperti pick me atau playing victim, mereka lebih suka orang yang apa adanya dan tidak menutupi sifat aslinya. Karena menurut mereka jika orang yang menutupi sifat aslinya itu pertemanan yang penuh kebohongan alias toxic.
"Bang nih taro di mana?" Teriak salah satu anggota osis yang di tugaskan Rion untuk membawa sound dan mick.
Aretta langsung menghampiri mereka. "Taro di situ aja." Tunjuknya ke arah bawah pohon lalu mereka langsung menuruti apa yang di ucapkan Aretta.
Sherina, Audrey dan Vira menghampiri Aretta mereka di buat bingung apa yang akan di lakukan Aretta. "Ta ini sound sama mick buat apaan sih?" Tanya Audrey yang jiwa keponya meronta-ronta.
"Nanti lo juga tau." Jawab Aretta acuh.
Aretta masih fokus dengan kerjaanya yaitu menyambungkan colokan sound dan mick, ia cukup terkejut karena mick yang di bawa anggota osis itu ada banyak ya kurang lebih ada 10 mick benar-benar sangat pengertian pikir Aretta.
Beberapa menit kemudian Aretta telah selesai dari kerjaan diadakannya, lalu iya mengetes-ngetes mick satu persatu.
"Tes tes 1 8 5 tes." Ucap Aretta. "Nah cocok dah, nih lo pegang mick ini." Aretta menyerahkan mick yang pertama ke pada Vira, Vira langsung mengambil mick itu tanpa banyak tanya.
"Tes 4 8 1." Aretta menyerahkan mick ke dua pada Audrey, tentu saja diterima dengan senang hati oleh Audrey.
"Tes tes 2 5 10." Aretta menyerahkan mick ke tiga pada Sherina dengan senang hati Sherina mengambilnya.
"Tes tes laper banget woyyyy." Ucao Aretta lalu menyerahkan mick ke empat pada Alex sambil terkekeh kecil. Alex hanya pasrah dan langsung menerimanya, Hem sepertinya ia tau apa yang akan di lakukan sama sang adik.
Begitupun dengan mick yang lain Aretta membagikannya kepada Ghista, Rosa, Kaivan, Navarez dan yang lainnya.
(Di sini Kaivan udah mulai sekolah ya walaupun Aretta sudah melarangnya tapi Kaivan tetap mau sekolah, begitupun dengan Sean udah mulai masuk sekolah.)
"Tes tes tes 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10." Aretta mengetes mick miliknya sambil tersenyum cerah.
"Mick ini untuk apa?" Tanyanya Navarez yang memang dirinya tuh bingung dengan apa yang Aretta lakukan.
"Ya untuk konser dadakan lah apa lagi coba." Jawab Aretta santai.
Tentu saja mereka terkejut mendengar jawaban Aretta, seketika mata mereka semua berbinar cerah. Ah akhirnya mereka tau untuk apa Aretta minta sound sama mick pada osis ternyata untuk konser dadakan dan ini pasti akan seru banget pikir mereka semua.
"Ngomong dong bangsul." Ucap Audrey kesel.
"Itu gue udah ngomong." Jawab Aretta acuh.
Audrey mendengus kesal. "Dari tadi gue nanya gak di jawab-jawab anjir." Ucapnya mendelik kesal sedangkan Aretta hanya mengangkat bahunya acuh bertanda ia tidak peduli.
"Mau lagu apa kawan-kawan semuanya." Ucap Aretta berjalan ke tengah-tengah lapangan.
"Yang galau-galau Ret tapi asik gitu loh." Teriak salah satu siswa yang ada di lapangan.
"Oke-oke gue tau lagunya kalian boleh ikutan nyanyi ya." Seru Aretta.
Audrey, Sherina, Vira, Ghista dan lainnya yang pegang mick menghampiri Aretta yang sudah berdiri di tengah-tengah lapangan yang siap untuk nyanyi.