Tidak pernah terbayang sebelumnya. Lelaki yang dulu sangat mencintainya kini berubah drastis setelah pernikahan terjadi.
Pernikahan yang seharusnya penuh kebahagiaan justru berbanding terbalik dari angannya selama ini.
Tidak tau mengapa suaminya tiba-tiba bersikap dingin terhadapnya. Bahkan di malam pertama mereka suaminya meninggalkannya begitu saja.
Suamiku Membenciku....
Follow Akun Ig saya: lisa_gultom
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elizabetgultom191100, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemarahan Arian
Author POV
Di Jakarta
Selama dua minggu ini Ina maupun Pak Wang begitu gelisah. Bagaimana tidak, Nona muda mereka menghilang dari rumah sejak dua minggu lalu dan tidak ada kabar sama sekali.
"Aduh, Non Shara ada dimana. Gimana nanti kalau Tuan Arian pulang." Cemas Ina.
Dan benar saja siang itu terdengar suara klakson mobil Arian di halaman rumah.
"Matilah aku." rutuk Ina.
Sedangkan Arian turun dari mobilnya dan langsung memasuki rumah kemudian masuk ke kamar tamu yang ada di lantai bawah.
Keesokan harinya Ina menyiapkan sarapan pagi untuk Arian. Dia sudah mempersiapkan mentalnya jika Arian mengetahui yang sebenarnya.
Ina mendengar suara mesin mobil Tuannya dari halaman rumah. Keningnya berkerut dalam, "Apa Tuan Arian tau kalau Non Shara pergi?"
"Baguslah kalau begitu, mungkin Non Shara sedang pulang ke rumah Tuan Besar."
Beberapa saat kemudian ketika Ina ingin membereskan makanan yang tidak tersentuh itu, dia dikejutkan akan kedatangan Arian.
"Ina." Panggil Arian.
"Iya Tuan?"
"Dimana istriku?" Tanya Arian dan benar-benar membuat Ina menjadi kebingungan.
"Tuan Arian tidak tau Non Shara berada? Berarti..."
"Ina?" Lamunan Ina buyar akan panggilan Arian.
"Anu Tuan, Non...Non Shara tidak... anu.." Ina menjadi gugup.
"Anu apa Ina, bicara yang jelas." Sentak Arian yang terlihat penasaran.
"Maaf Tuan, Non Shara sudah dua minggu tidak ada di rumah." Jawab Ina cepat.
"Apa?!!" Bentak Arian.
"Apa maksudmu Ina?!"
"Maaf Tuan, dua minggu yang lalu saya tidak melihat Non Shara di rumah ini lagi Tuan." Jelas Ina yang sudah gemetaran. Dia begitu ketakutan, apalagi wajah Arian tiba-tiba menggelap.
"Bukankah aku menyuruhmu menjaganya agar tidak keluar rumah?"
"Maafkan saya Tuan. Saya juga tidak tau kapan Non Shara pergi. Ketika saya pagi-pagi berniat membangunkan Non Shara, tapi saya tidak menemukan Non Shara di kamarnya, Tuan." Jelas Ina dengan tangannya yang sudah keringat dingin.
Mendengar itu Arian meraup wajahnya kasar. Rahang pria itu mengeras seraya dengan giginya yang bergemeletuk. Manik elangnya dipenuhi kilatan amarah yang siap meledak dalam sekali pantikan api.
Arian menggebrak meja makan membuat Ina yang masih berada di sana berjingkrak kaget. Dengan langkah cepat, Arian naik ke lantai atas. Membuka pintu ruang kerjanya dengan kasar seolah ingin merobohkan bangunan itu.
Arian membuka komputernya, memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di setiap sudut rumah ini.
Tanpa seorang pun menyadari, ternyata Arian memasang CCTV di setiap sudut rumah ini.
Arian membuka rekaman CCTV dua minggu yang lalu seperti laporan dari Ina.
Dan betapa terkejutnya Arian melihat video rekaman itu. Dimana Shara, sang istri tercinta berjalan mengendap-endap dengan sebuah tas kecil di tangannya.
Sial! Shara melarikan diri darinya.
Amarahnya semakin memuncak melihat itu semua. Seolah ingin meluapkan emosinya semua barang-barang yang ada di atas meja kerjanya menjadi sasaran kemurkaannya.
Bahkan komputer yang menayangkan video pelarian istrinya, sudah hancur terbentur tembok ruangan itu.
"Shara dimana kamu. Berani sekali kamu lari dariku." Teriak Arian dengan amarahnya.
Arian sudah seperti orang tidak waras pagi itu. Pakaian kerjanya yang sudah rapi, kini sudah kusut tidak karuan akibat kemurkaannya.
Sesaat kemudian Arian terkekeh, "Shara Shara, kamu pikir dengan melarikan diri kamu bisa lepas dariku? Mimpi kamu Shara. Kemanapun kamu bersembunyi, bahkan di lubang semut pun aku pasti menemukanmu."
TBC ☘️☘️☘️
kan govlok,,baru lihat foto aja langsung percaya tanpa tahu kebenaran nya,,seharusny kau selidiki dulu kebenaran foto itu,,asli atau editan,,kapan perlu kau panggil too ahli telematika untuk melihat asli ato palsu,, cape' deh,,olang kaya tapi GOBLOK🙉🙊🙈