Nara adalah seorang gadis yang memiliki kekurangan yang terletak pada wajahnya ia setiap hari dibully oleh teman sekelasnya sampai ketika ia menyelamatkan seorang pria mulai sejak itu kehidupannya berubah kedatangan pria itu membuat hidupnya menjadi lebih baik. pria itu selalu melindunginya dan membantunya ketika ia menghadapi masalah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31
"enggak kok"ucap Nara.
"ternyata aku udah ngeremehin kamu"ucap Keandra.
"kan udah aku bilang jangan pernah ngeremehin aku"ucap Nara.
setelah mereka selesai makan, Nara mengambil tasnya dan mengeluarkan dompetnya. lalu ia berkata kepada Keandra.
"ini uangnya buat bayar bakso"ucap Nara.
"nggak usah kali ini biar aku yang traktir"ucap Keandra.
"nggak usah Kita patungan aja bayarnya"ucap Nara.
"kalau kamu yang bayar makanan ini mau ditaruh di mana muka aku sebagai laki-laki, masak cewek bayar makanannya sendiri nanti ada-ada orang lain bilang kalau aku itu cowok mokondo lagi. pokoknya hari ini aku yang traktir "ucap Keandra.
"tapi"ucap Nara.
"udah pokoknya nggak ada tapi-tapi"ucap Keandra.
lalu Keandra langsung pergi ke penjual bakso lalu ia mengambil dompet yang ada di kantong celananya.
"jadi berapa pak total semuanya"tanya Keandra.
"totalnya rp75.000 nak"ucap penjual bakso.
lalu ia mengambil uang dari dompetnya dan membayarnya.
"ini ya pak uangnya"ucap Keandra.
"ini kembalian nya nak"ucap penjual bakso.
"nggak usah pak ambil aja kembaliannya, itung-itung buat sedekah"ucap Keandra.
"makasih ya nak, semoga rezeki kamu makin lancar"Ucap penjual bakso.
"amin"ucap Keandra.
"ini nak tiga porsi bakso, pesanannya tadi"ucap penjual bakso.
"kalau gitu sekali lagi makasih ya pak"ucap Keandra.
"iya nak"ucap penjual bakso.
lalu Kiandra pun berjalan ke arah Nara, dan berkata.
"ayo kita pulang udah malam, nanti orang tua kamu khawatir lagi"ucap Keandra.
"hmmm"ucap Nara sambil menggangguk.
lalu Keandra naik ke motor, karena Keandra merasa hawa nya begitu sangat dingin. ia melihat ke arah Nara, terlihat jelas bahwa baju yang dikenakan Nara terbuat dari bahan yang agak tipis.karna itu Keandra langsung melepas jaket nya dan memberikan nya kepada Nara. Nara yang bingung kenapa Keandra melepaskan jaketnya pun langsung bertanya.
"kenapa kamu lepas jaket kamu"tanya Nara.
"emangnya kamu nggak ngerasa ya hawanya dingin"jawab Keandra.
"terus kenapa"ucap Nara.
"kamu malam gini keluar pakai baju yang tipis nanti kalau masuk angin gimana, makanya itu aku kasih jaket aku ke kamu"ucap Keandra.
"tapi sebenarnya nggak usah aku kuat kok"ucap Nara.
"kalau aku udah suruh kamu pakai ya berarti pakai aja nggak usah pakai ngbantah"ucap Keandra.
"iya iya aku pakai"ucap Nara.
selalu mereka berdua pun naik ke motor dan melanjutkan perjalanan. sesampainya Kiandra di depan rumah Nara, Kiandra langsung memberikan bakso yang tadi sudah ia beli kepada Nara.
"ini baksonya"ucap Keandra.
"ini juga jaket nya, makasih ya udah nganterin aku pulang maaf kalau aku ngerepotin kamu"ucap Nara.
"iya sama-sama, kalau gitu aku langsung pulang"ucap Keandra.
"iya, hati-hati"ucap Nara.
"hmmm"ucap Keandra.
lalu Keandra pun pergi meninggalkan Nara. setelah Keandra pergi Nara pun langsung masuk ke rumah sesampai nya ia di rumah ibu dan ayahnya pun langsung menatapnya dengan tatapan tajam. Nara langsung berkata dalam hatinya.
"pasti papa sama Mama mau marahin aku karena pulang malam, habislah aku"batin nya dalam hati.
karena melihat tatapan ibunya Nara langsung buru-buru menjelaskannya kepada ayah dan ibunya.
"mah ,pah aku mohon jangan salahin keandra.tadi aku laper jadi singgah dulu buat makan bakso makanya itu aku pulang nya agak malem "ucap Nara gugup.
lalu ayah dan ibunya pun tertawa. karena melihat putrinya yang begitu sangat gugup.
"hahahhahaha"ucap ibu dan ayahnya.
"lah kok kalian malah ketawa sih"ucap Nara bingung.
"ehem kayaknya ada yang habis dianterin sama pacarnya nih"ucap ayahnya.
"Lihat deh Pah anak kita padahal kita belum tanya dia udah buru-buru jelasin"ucap ibunya.
"ih kalian apaan sih, aku sama dia itu cuman temenan nggak lebih"ucap Nara.