NovelToon NovelToon
ASI Untuk CEO

ASI Untuk CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Nikahmuda / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Menjadi pengasuh CEO yang berpura pura menjadi anak berumur 7 tahun?
CEO bernama Halton Felix berumur 25 tahun, tubuh tinggi kekar dan juga berisi.

Menceritakan kehidupan yang sungguh pahit yang di jalani seorang perempuan polos yang bernama Qiandra Januar Putri. Dia berstatus pelajar kelas 2 di sekolah SMA Negeri yang ada di kota nya.
Dia seorang gadis yang cantik, baik dan juga ramah. Dia adalah anak yatim piatu, yang di tinggal orang tua nya sejak dia duduk di bangku kelas 6 SD.
Setiap hari dia berjualan donat di sekolah untuk menghidupi kehidupan dirinya dan juga adik kandungnya.
Di sekolah Qiandra adalah korban perundungan. Karena semua orang membenci dirinya akibat kemiskinan yang dia jalani.
Qiandra juga disukai Rio Dewandaru tuan muda yang terkenal akan kekayaan dan juga ketampanannya di sekolah.
Alih alih melindungi orang yang dia cintai, tuan muda yang terkenal akan kecerdasannya malah menjadi orang pertama yang ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19.

Tingkah laku yang Felix yang lakukan, sungguh sangat membuat Qiandra curiga bahkan ber tanya tanya. Apa kah orang yang mengalami kerusakan pada otak nya. Bisa merespon seperti apa yang Felix laku kan.

"Bukan kah, semua pergerakan dalam tubuh kita itu, ber pusat pada otak nya. Kenapa Felix suami ku, bisa dengan lancar menyusu pada puting ku, bahkan aku juga tidak perlu susah susah untuk memiring kan tubuh nya, karena saat puting yang ada di dada ku, aku keluar kan dan aku dekat kan pada nya. Felix sudah memiring kan tubuh nya sendiri. langsung menyedot ASI yang ada di dada ku, dengan sangat kuat." Qiandra bergumam  sembari mematung, dengan pikiran pikiran sendiri.

Dia memang lola, tapi dia sadar jika dia memang tidak di beri kan oleh Tuhan sebuah otak yang encer. Maka nya dia berusaha keras untuk belajar, dan membaca pengetahuan yang ingin dia ketahui di sela sela kesibukan nya untuk mencari uang.

Dan kebetulan hal yang di alami oleh suami nya, Qiandra pernah membaca di perpustakaan yang ada di sekolah nya.

Uhhuk

Uhhuk

Kini Felix terbatuk batuk, seperti orang tersedak. Membuat lamunan Qiandra pun akhir nya buyar.

"Astaga, kamu tersedak," Ucap Qiandra dengan nada yang terdengar panik, dia yang ingin bangun, lalu berdiri malah meringis. Kala dia lupa bahwa puting nya kini masih berada di dalam mulut suami nya, bahkan suami nya itu terlihat enggan untuk melepas kan puting milik nya dari dalam mulut nya.

"Awwwh ." Qiandra meringis, tapi Qiandra merasa tadi suami nya itu, tadi seperti tersenyum ke arah nya. Saat dia sedang meringis kala puting nya tergigit oleh gigi suami nya.

Qiandra yang tadi ingin bangun, kini mengurung kan keinginan nya. Dia kembali rebahan, untuk menyusui suami nya itu kembali. Karena merasa puting yang sedari tadi di sedot oleh suami nya itu kosong, akhir nya Qiandra mengganti ke puting yang satu nya, karena dia merasa dress yang dia kenakan basah. Akibat Asi yang ada di puting yang lain itu, terus merembes keluar.

"Ini ganti puting yang satu nya lagi ya kak, karena puting yang ini sudah habis air asi nya," Ucap Qiandra dengan suara yang terdengar begitu halus dan juga lembut. Karena sedari tadi dia mencoba menarik, suami nya itu memberi kan sebuah gerakan, tapi seperti suami nya itu enggan untuk melepas kan puting yang ada di dalam mulut nya.

Terlihat suami nya itu, seperti patuh. lalu melepas kan puting milik Qiandra dari dalam mulut nya.

Berkali kali, Qiandra hanya bisa mengedip kan mata nya, sembari terus melihat ke arah wajah suami nya. ' Apakah aku harus memberitahu kan semua ini pada nyonya Julia. ' Batin Qiandra dari dalam hati nya.

Kini Felix tampak menurut, untuk mengeluarkan puting milik Qiandra yang tadi dia sedot, dan mengganti puting itu dengan puting yang satu nya.

10 menit pun ber lalu, Qiandra yang merasa bosan dan juga kelelahan. Tanpa sadar dia pun memejam kan mata nya.

Tidur sebentar untuk menghilang kan kelelahan yang kini menghampiri otak dan juga hati nya, kadang Qiandra ingin menyerah dengan kehidupan yang selama ini dia jalani. Di sekolah bahkan tidak ada satu pun orang yang mau untuk ber teman dengan nya. Setiap hari hanya sebuah cibiran dan hinaan dari orang orang yang dekat dengan diri nya. Bahkan adik kandung, yang harus nya menemani nya dan menjadi pelipur lara, di saat dia merasa ter sakiti. Tapi adik nya itu malah membuat beban yang ada di pundak nya terasa semakin berat.

Bukan menjadi pelipur lara untuk kakak nya yang sudah capek mencari nafkah, untuk diri nya. Diandra adik dari Qiandra hanya bisa menyusahkan nya saja.

"Bangun lah, sekarang sudah saat nya untuk kamu untuk makan. Karena dari siang, aku melihat mu belum makan!" Ucap Julia sembari menepuk nepuk pipi menantu nya itu, dengan gerakan yang terlihat begitu pelan. Bahkan terlihat penuh kelembutan ke pada menantu nya itu.

Qiandra pun terlihat meregang kan tubuh nya, karena dia merasa tubuh nya begitu capek dan sakit semua, harus nya tubuh nya itu terasa enteng karena tidur siang. Tapi ini Qiandra malah merasa sebalik nya.

"Ini makanan nya aku taruh di atas meja yang ada di sofa, jangan lupa nanti kamu harus memandi kan dan membersih kan tubuh suami mu itu." Ucap Julia ke pada Qiandra.

"Iya mommy mertua, terima kasih banyak. Karena sudah begitu baik dengan Qiandra." Qiandra ber bicara dengan mata yang terlihat ber kaca kaca, sembari memasang wajah haru saat memandang ke arah ibu mertua nya itu.

Julia hanya menanggapi ucapan menantu nya yang bagi nya lebay itu, dengan senyuman tipis, saat memandang ke arah menantu nya itu.

Julia akui, watak asli dia begitu cuek, dan kalau berbicara suka ketus. Demi kualitas yang baik untuk ASI yang di minum oleh anak nya, Julia rela mengubah kepribadian nya menjadi lembut. agar tidak menyakiti hati menantu yang kini menjadi ibu susu anak nya.

Kini Julia beralih ke menatap ke arah pembantu nya yang ber diri tak jauh dari pintu kamar Qiandra dan juga Felix.

"Kau boleh keluar dari sini sekarang, nanti aku akan memanggil mu, saat menantu ku sudah selesai makan!" Ucap Julia ke arah pelayan paruh baya yang sedari tadi terus melihat ke arah menantu nya itu, tanpa ber kedip. Seperti orang yang telah mengenal Qiandra.

Kini Julia memilih untuk mengawasi pelayan yang tadi memandang menantu nya tanpa ber kedip. Dia tentu saja tidak ingin gegabah dalam mengambil sebuah keputusan, takut nya nanti malah akan merugi kan diri nya.

"Baik nyonya, saya akan segera keluar dari sini!" Pamit pembantu itu, lalu berbalik arah. Untuk membuka pintu dan keluar dari kamar Qiandra.

Tiba tiba Qiandra menoleh ke arah pelayan yang tadi mengantar kan makanan untuk diri nya, dia merasa tidak asing dengan suara pelayan paruh baya itu. Saat dia menatap ke arah pelayan itu, tapi sayang pelayan itu, terlihat sudah benar benar menghilang dari balik pintu. Qiandra malah merasa pusing, saat kapasitas otak nya yang tidak memadai untuk berfikir. Akhir nya Qiandra pun memilih abai, karena semakin dia berfikir, dia malah semakin pusing sendiri.

"Kalau begitu, Mommy keluar dulu ya. Ada beberapa urusan yang harus Mommy selesai kan." Julia pamit ke arah menantu nya, terlihat Julia sedang asyik ber tukar telepon dengan seseorang.

Bahkan sebelum keluar dari dalam kamar anak dan menantu nya, Julia berbicara dengan nada yang terdengar begitu pelan, seperti sedang membicara kan sesuatu hal yang bersifat rahasia.

Qiandra pun lalu bangkit dari tempat tidur nya, lalu turun dari ranjang menuju ke arah sofa yang ada di kamar nya. Qiandra pun duduk di sofa, dengan mata yang belum sepenuh nya terbuka, sembari sesekali menguap. Dia memulai memakan makanan yang memang tersedia di depan mata nya.

Baru sesuap makanan yang masuk ke dalam mulut nya, mata Qiandra tiba tiba membulat sempurna. "enak sekali, rasa makanan makanan ini." Ucap yang Qiandra dengan wajah yang ber binar.

Lalu Qiandra memandang ke arah makanan makanan yang ada di depan nya, "Bahkan di sepanjang kehidupan ku, aku belum pernah merasa kan makanan se lezat ini, dan juga secantik ini. kok aku malah merasa sayang ya, kalau makanan makanan ini masuk ke dalam mulut ku." Qiandra terlihat berbicara sendiri, dengan perut keroncongan dan terus berbunyi. Dia memilih untuk memfoto makanan makanan yang ada di depan nya.

"Aduh! Foto nya bagus bagus sekali, kalau begini kan aku punya kenangan. Kalau aku pernah memakan makanan yang enak, Karena otak ku yang pas pasan ini. Terasa sulit untuk mengingat sebuah gambar atau pun untuk mengingat sebuah kenangan." Lagi Dan lagi Qiandra berbicara sendiri m

Semua makanan yang ada di depan mata nya pun sudah habis dia makan, bahkan makanan makanan itu ter lihat tidak bersisa sedikit pun. Walau pun hanya sebulir nasi.

Selama menyusui Qiandra merasa begitu lapar.

Setelah kenyang, Qiandra memilih mandi terlebih dahulu. Sebelum diri nya membersih kan tubuh suami nya, Qiandra ingin selalu steril, saat merawat suami nya itu. Karena dia sadar. Dia hanya orang yang di bayar untuk menjadi ibu susu untuk suami nya.

Setelah selesai dengan semua tugas tugas nya hari ini. Qiandra memilih untuk langsung rebahan di atas kasur, sebenar nya Qiandra ingin keluar untuk melihat bintang dari atas balkon kamar suami nya.

Tapi rasa kantuk dan juga lelah benar benar menghampiri diri nya. Bahkan buku buku milik Qiandra kini masih terlihat berserakan di atas meja sofa yang ada.

****

Pukul tiga pagi, Qiandra sudah bangun dari tidur nya. Karena dia sudah terbiasa bangun pukul 3 pagi. Untuk sekedar bersih bersih rumah dan membuat donat donat untuk dia bawa dan di jual ke sekolah.

"Seperti nya semalam, aku tidak memati kan lampu deh, dan mengganti lampu nya menjadi lampu tidur. Ini kenapa saat aku bangun! Akh sudah lah, mungkin aku aku memang lupa, atau juga nyonya Julia masuk ke dalam kamar ku, dan mengganti lampu kamar menjadi lampu tidur." Gumam Qiandra, dia yang tidak ingin membuang buang waktu, karena nanti dia harus berangkat ke sekolah.

Apa lagi ada beberapa tugas rumah yang harus di kumpul kan ke sekolah hari ini, dan diri nya belum mengerjakan.

Qiandra pun buru buru menghidup kan lampu kamar, lalu dia ber jalan ke arah meja sofa. Dimana semalam, dia meletak kan buku buku sekolah nya secara tidak rapi. Di atas meja sofa yang memang tersedia di dalam kamar nya.

Setelah lampu kamar nya hidup, alangkah terkejut nya Qiandra. Saat dia melihat ke arah meja sofa, buku buku nya kini terlihat tertata rapi.

"Siapa yang mengerjakan tugas tugas rumah ini? Bahkan tulisan nya terlihat begitu rapi." Qiandra kaget sembari melihat ke arah buku buku tugasnya.

Qiandra mengecek ulang tulisan yang ada di buku tugas nya. Tulisan itu terlihat begitu mirip dengan tulisan tangan nya.

"Apa aku semalam mengerjakan nya dengan menutup ke dua mata ku."

Qiandra terlihat membaca ulang jawaban yang ada di buku buku tugas nya. Sebuah jawaban untuk soal soal yang memang tidak pernah dia ketahui, bahkan Qiandra belum sempat membaca tentang dasar dasar psikologi yang penjelasan nya hanya tersedia di buku paket. Yang sekarang ini menjadi pembahasan dalam tugas tugas sekolah nya.

Akhirnya Qiandra teringat. Padahal buku paket itu baru dia pinjam kemarin, saat adiknya kecelakaan. Dan sampai sekarang dia memang belum ada waktu untuk membaca nya.

1
Nurul Mentari
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!