Satu tahun lalu, Michael—sang pewaris SM Corporation—diselamatkan oleh wanita bertopeng misterius berjuluk "Si Perempuan Gila". Terpaku pada mata indahnya, Michael berjanji akan memberikan apa pun sebagai balasan hutang nyawa.
Kini, Michael dipaksa menikahi Shaneen, putri konglomerat manja yang ia anggap membosankan dan lemah. Michael tidak tahu bahwa di balik sikap manja dan keluhan konyol istrinya, Shaneen adalah sang legenda bertopeng yang selama ini ia cari.
Permainan kucing dan tikus dimulai. Di siang hari ia menjadi istri yang merepotkan, namun di malam hari, ia adalah ratu kegelapan yang memegang nyawa suaminya sendiri. Akankah Michael menyadari bahwa wanita yang ia tidak sukai adalah wanita yang paling ia gilai?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gurita Hitam dan Sabar Si Perempuan Gila
Dunia hanya mengenal Don sebagai pengusaha ekspor-impor yang dermawan, namun di balik itu, dia adalah pimpinan dari sindikat "The Black Octo".
Don memegang tiga pilar utama yang membuatnya hampir tak tersentuh:
Logistik Gelap (Vena Kota): Don menguasai 70% jalur logistik bawah tanah. Senjata, data ilegal, hingga obat-obatan terlarang masuk melalui pelabuhan-pelabuhan kecil miliknya. Inilah kenapa dia mati-matian menghalangi proyek pesisir Shaneen; jika Shaneen membangun di sana, "vena" bisnisnya akan terputus.
Koneksi "Domino": Don memiliki daftar dosa para pejabat tinggi. Dia tidak hanya menyuap, tapi juga memeras. Jika Don jatuh, dia akan menarik separuh dari jajaran elit birokrasi bersamanya.
Pasukan Bayaran "The Reapers": Dia memiliki pasukan elit yang dilatih secara militer. Inilah yang membuat Michael Miguel pun harus berhati-hati jika ingin menyerang secara frontal.
***
Di dalam apartemennya, Shaneen duduk di meja kerjanya yang canggih sementara Michael sudah berangkat ke kantor. Ia menatap layar monitor yang menampilkan data keuangan Don yang sangat rumit.
Mungkin Michael bertanya-tanya, dengan kemampuan Shaneen, kenapa dia tidak langsung menghabisi Don saat malam pertunangan?
Shaneen punya tiga alasan strategis:
Efek Vakum Kekuasaan: Jika Don mati sekarang, sindikat Black Octo akan pecah menjadi faksi-faksi kecil yang lebih liar dan tak terkendali di kota. Shaneen ingin menghancurkan infrastrukturnya dulu, baru kepalanya.
Misi Pembersihan Nama Ayahnya: Shaneen tahu Don memegang dokumen palsu yang pernah digunakan untuk menjatuhkan kredibilitas Orlando Tizon. Dia butuh Don hidup-hidup sampai dokumen asli ditemukan, agar nama ayahnya bersih secara total di mata sejarah.
Don Adalah Umpan: Shaneen curiga ada "orang yang lebih besar" di belakang Don. Dia menggunakan Don sebagai umpan untuk memancing siapa pengkhianat sebenarnya di dalam lingkaran pertemanan ayahnya dulu.
Pagi itu, di kantor SM Corporation, Michael menatap peta pesisir yang sedang bermasalah. Rans berdiri di sampingnya.
"Tuan, Ayah Clara sudah memblokir izin Amdal untuk Tizon Tech. Proyek resort dan pusat riset Nyonya Shaneen terancam mangkrak," lapor Rans.
Michael menyeringai dingin. "Begitu ya? Mereka pikir mereka bisa main-main dengan birokrasi?"
"Apa perintah Anda, Tuan? Menghubungi Gubernur?"
"Tidak perlu," Michael menyesap kopinya. "Beli semua lahan kosong di sebelah kiri dan kanan proyek Shaneen. Atas nama SM Corporation. Katakan kita akan membangun 'Pusat Keamanan Logistik Internasional' di sana. Jika mereka berani menahan izin Shaneen, berarti mereka juga menahan proyek strategis SM Corporation. Mari kita lihat apakah Ayah Clara berani berhadapan langsung denganku."
Rans mengangguk kagum. "Langkah cerdas, Tuan. Dengan begitu, proyek Nyonya akan terlindungi oleh payung hukum SM Corporation secara otomatis."
Beberapa saat kemudian, ponsel Shaneen bergetar. Sebuah pesan dari Michael masuk "Lahan di sebelah proyekmu sudah menjadi milikku. Jangan khawatir soal perizinan itu. Kerjakan bagianmu di balik layar, biar suamimu ini yang menjadi temboknya di depan publik. Jangan telat makan siang, Sayang."
Shaneen tersenyum tipis di depan ponselnya lalu menatap monitornya kembali. Ia baru menyadari, berkolaborasi dengan Michael ternyata jauh lebih efisien daripada bergerak sendiri sebagai lone wolf.
"Don..." Gumam Shaneen sambil menatap foto Don di layar. "Kau pikir kau sedang berhadapan dengan gadis kecil yang berduka? Kau sedang berhadapan dengan sepasang predator yang kini saling berbagi mangsa."