Mulai dari pertemuan yg tak disengaja,hingga kebetulan dan kebetulan lagi..
Anrez Alexyandra sosok pria yg nyaris sempurna namun terkesan dengan sikap dinginnya,dijodohkan kedua orang tua dengan gadis sekaligus murid disekolahnya Amara Liana Shyre.
Ya si gadis kebetulan itu!...
Gimana kelanjutannya?..Apakah Anrez guru tampan nan jutek itu akan menerima perjodohan nya dengan Amara,dan apakah Amara akan terus acuh tentang cinta? Penasaran....Yuk langsung simak ceritanya !!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon N.Nurpadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26
"Akan bagaimana nanti jika hubunganku dan pak Anrez tidak ada rasa cinta?."Tanyanya frustasi.
Gelisah dan gelisah yang Amara rasakan,sanggupkah dia melewati ini semua?
Ia ingin menangis,namun entah kenapa air matanya enggan keluar.
"pak Anrez gini gak sih?."Tanyanya dalam hati.
"Mungkin ini jalan takdirku,toh aku juga sudah menyetujuinya."Gumamnya pasrah.
Dilihat jam sudah menunjukan pukul 08:00 malam..
"Kok waktu juga terasa begitu cepat ya?."Pikir Amara.
Cklek..
"Amara ayo kita makan malam nak!."Ajak bu Intan masuk kamar Amara.
"Iya mah.."
"Kenapa lesu begitu?"Tanya bu Intan pada putrinya.
"Tidak mah Amara hanya lelah."Jawabnya bohong.
"Jangan khawatir,mamah tau betul apa yang kamu pikirkan.."Lanjut bu Intan tersenyum mengusap kepala Amara.
Setelah bu Intan menghibur akhirnya Amara bisa tersenyum.
Keduanya turun untuk makan malam..
"Ayo Amara duduk,sekarang malam ini makan malam terakhir papa sebagai lelaki yang membimbingmu."
"Jangan bilang begitu pah.."Timpal Amara sedikit kesal.
"Haha,maafin papa sayang."Ujar tuan Shyre tertawa.
"Jangan mengudutkan Amara mas!"Ucap bu Intan.
"Kapan aku bisa menjahili putri semata wayangku lagi mah? kini dia sudah dewasa tanggung jawabku berpindah pada Anrez besok,tapi jika terjadi sesuatu bilanglah,ingat! papa selalu terdepan untuk kebahagiaanmu Amara."
"Makasih papa.."Sungkan Amara terharu dan menghambur memeluk papanya.
Mereka makan malam dengan sangat harmonis.
Seusai makan,karna malam sudah larut akhirnya mereka langsung istirahat di kamar masing-masing.
08:15 dini hari...
Pak penghulu sudah datang,Amara juga sedang didandani tukang rias ternama.
Astrid tentu saja datang.
"Mar ya ampun kamu cantik banget dan sebentar lagi jadi seorang istri lagi.." Astrid terharu.
Amara tersenyum dengan ucapan Astrid.
"Kapan dimulai ijab qabulnya tante?."Tanya Astrid.
"Nanti jam 09:00."Jawab bu Intan
"Strid deg degan banget aku..."Ucap Amara meraih tangan Astrid.
"Nggak papa,kamu pasti bisa kok,nih tangan kok bisa dingin banget ya?."Timpal Astrid menyemangati sahabatnya,ia juga memaklumi tangan Amara biasanya jika Amara gugup pasti selalu begitu.
Bu Intan melihat keduanya hanya tersenyum tenang.
Sangat sempurnalah penampilan Amara kini setelah dirias,wajah naturalnya juga bikin klepek-klepek apalagi sekarang..
"Kamu sangat cantik sayang."Puji bu Intan.
"Iya Mar.."Timpal Astrid.
"Nah sekarang kamu tinggal tunggu Anrez datang,mamah keluar dulu."
Amara mengangguk.
"Udah Mar jangan gugup begitu.."
"Deg-degannya malah makin kenceng Strid.."Ucap Amara yang berusaha tenang.
Mendengar itu Astrid ingin tertawa namun ia tahan.
***
Rumah Anrez..
Yang dirasakan Amara sama halnya dengan Anrez,malahan Anrez lebih gugup.
Ia sudah siap,ketampanannya semakin terpancar.
"Ingat jangan tergesa lakukan dengan baik,papa dan mamah percaya padamu.."
"Akan ku usahakan pa.."
"Baiklah kita berangkat sekarang!."
Mereka berangkat,dan ternyata orang tua Amara sudah menyambut.
Bu Intan bergegas ke kamar Amara untuk menjemputnya.
Semua orang yang ada di situ terpukau dengan kecantikan yang dimiliki putri dari tuan Shyre ini,termasuk Anrez.
Amara digandeng oleh ibunya dan Astrid turun dari tangga.
Sangat serasi sekali Anrez memakai jas hitam dibaluti kemeja putih di dalam,menambah ketampanan dan kesempurnaan yang ia miliki.
Serta Amara dibaluti gaun putih yang mewah dan molek,sangat cantik di tubuhnya.Gaun itu terbuka di bagian belakang sehingga tampaklah punggung atasnya yang putih dan mulus.
Mereka berdua dibawa menuju tempat yang sudah disediakan untuk melakukan izab qabul.
Keduanya duduk,persyaratan nikah semuanya sudah lengkap dari mempelai,wali,mahar dan saksi sudah kumpul siap.
"Baiklah kita mulai..."Ucap penghulu.
Penghulu menuntun tuan Shyre untuk mengikuti perkataannya,setelai hapal akhirnya izab qabul dimulai.
"Bismillahirrahmanirrahim...Kita mulai!"
Penghulu memberi arahan,hingga pada waktunya Anrez memulai bicara untuk mengesahkan.
"Saya terima nikah dan kawinnya Adinda Amara Liana Shyre dengan mas kawin emas 300 gr serta alat solat dibayar tunai !."
Dengan satu tarikan nafas Anrez berhasil mengucapkannya dengan lantang.
"Bagaimana para saksi,sah?."
"SAH!!!."Sawab semuanya yang ada di situ.
Kini sekarang mereka sah di mata agama dan negara.
Anrez mencium kening Amara,begitu pun Amara mencium punggung tangan Anrez.
Semua yang ada di situ memberi selamat.
Amara dan Anrez berhambur ke pengakuan orang tua masing-masing.
"Nak jadilah istri yang baik,patuhlah pada dia jangan sekali-kali kamu khianati,kami sudah melepaskanmu padanya jaga keluargamu hingga akhir nanti.."Ucap tuan Shyre memeluk putrinya,tangisan tak bisa dibendung lagi.
"Dan untuk kamu mantuku,lindungilah dia sayangilah dia sebagiamana kami melakukannya,beri saran dan arahan jika dia melakukan kesalahan,jangan sekali-kali menyiksanya jika sudah tak peduli pulangkanlah dia kepada kami dengan utuh.."Ucap tuan Shyre pada Anrez sambil merangkulnya.
Semua orang yang ada di situ ikut terharu..
Mereka menuju pelaminan indah nan cantik yang sudah tersedia di sana,untuk mengabadikan moment penting ini.
LIKE COMENT DAN VOTENYA JUGA AUTHOR TUNGGU !!
SEE YOU NEXT EPISODE..👋👋😘😚💕💕