NovelToon NovelToon
REUNI

REUNI

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:474.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ade Irvianti

Jangan lupa like dan vote ya, meskipun sudah end.

Sepasang manusia yang tak kunjung menikah diusianya yang sudah matang. Reuni menjadi awal mula kisah cinta mereka yang lika-liku. Kisah asmara yang dibumbui dengan konflik batin.

Bagaimana kisah cinta mereka? Ayo baca dan nikmati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ade Irvianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ICU

Semuanya berjalan seperti biasanya. Eric yang kembali antar jemput Lolita dan hubungan mereka semakin erat saja setiap harinya.

Nenek Eric sudah keluar dari rumah sakit, keadaannya sudah membaik. Kedua orangtua Eric juga sudah kembali ke Jakarta.

Minggu ini, Eric dan Lolita pergi ke alamat yang sudah diberi oleh tante Lolita. Alamat rumahnya masih ada di sekitar Jakarta. Namun, kalau dijangkau lumayan jauh.

Lolita duduk di samping Eric yang tengah menyetir. Perempuan itu sedang memainkan ponselnya dan senyum-senyum sendiri dengan ponsel miliknya. Eric yang melihatnya terasa aneh.

"Kamu, kenapa?" tanyanya yang masih menyetir.

"enggak apa-apa. Cuma lagi chatting sama Dea."

Lolita menjawab apa adanya. Dia memang sedang membalas pesan dari Dea yang curhat, kalau dia terpaksa membawa sepupunya ke kondangan Chandra malam ini.

Dea tidak punya pilihan lain selain itu, dia tidak mau berdiri sendirian saat dipesta pernikahan Chandra. Kebetulan, sepupunya libur kerja, jadi bisa diajak ke pesta.

Mobil mereka berhenti tepat di depan rumah yang cat berwarna putih. Mereka turun dan berjalan menuju pintu rumah tersebut. Lolita berharap kalau ini adalah alamat terakhir yang mereka kunjungi.

Eric mengetuk pintu rumah tersebut. Tidak lama kemudian, pintu itu terbuka. Seorang wanita muncul diikuti seorang anak perempuan kecil di belakangnya.

"Ada apa?"

"Maaf Bu, ini benar alamat rumah pak Pandu?" tanya Lolita yang masih berdiri di depan pintu.

"Oh pak Pandu," ujarnya setelah mengingat jelas nama Pandu. "sebelum rumah ini dijual, ini memang rumah beliau." Perkataan wanita itu dipotong oleh Lolita.

"Dijual?"

"Iya, pak Pandu jual rumah ini, satu tahun lalu." Jawaban dari orang tersebut membuat Lolita sedikit frustasi. Pasalnya dia sudah berharap kalau alamat tersebut adalah alamat terakhir dalam pencariannya.

Eric menenangkan Lolita dengan menggenggam tangannya dan mengelusnya pelan.

"Apa Ibu tahu, alamat rumah pak Pandu sekarang?"

"Tahu."

Mendengar jawaban tersebut, Eric sedikit lega. Air muka mereka berubah tenang karena jawaban tersebut. Ibu menyebutkan alamatnya dan Lolita mencatatnya dicatatan ponselnya.

"Sekitar tiga puluh menit dari sini," terang ibi tersebut.

"terima kasih banyak, Bu." Lolita dengan wajah terharu.

"Kami pamit dulu."

Mereka pamit pergi dan melanjutkan perjalanan mereka ke alamat yang mereka dapat. Lolita kali ini harap-harap cemas, dia takut kalau akan mengulang kejadian seperti tadi terulang.

Tepat tiga puluh menit kemudian, mereka tiba di rumah yang mereka cari. Halaman rumahnya lumayan luas yang dipenuhi rerumputan hijau dan beberapa pot tanaman.

Di halaman rumah tersebut ada pohon kamboja putih yang sudah tinggi. Lolita ingat, kalau bunga tersebut adalah bunga kesukaan ayahnya dulu. Di rumahnya dulu juga ada pohon tersebut, tetapi sekarang sudah mati karena tidak ada yang menyirami pohon tersebut.

Lolita mengingat kembali bau bunga tersebut. Ayahnya sering sekali memetiknya, lalu menaruhnya di mangkuk yang terbuat dari tanah liat. Seluruh meja yang ada di ruangan rumahnya pasti ada bunga tersebut sebagai pengharum alami.

Pintu rumah tersebut tertutup, seperti tidak ada aktivitas di dalamnya. Lolita menghela napas panjang dan mengetuk pintunya ragu. Kemudian, dia mengetuk kembali pintu tersebut.

"Coba sekali lagi," ujar Eric.

Lolita mencoba sekali lagi mengetuk pintu tersebut lumayan keras. Tidak lama, terdengar derap langkah dari dalam rumah tersebut. Lolita tersenyum melihat ke arah wajah Eric.

Pintu itu terbuka. Seorang anak laki-laki kisaran berusia 14 tahun berdiri membukakan pintu. Anak remaja tersebut terlihat bingung dengan kedatangan mereka yang tiba-tiba.

"Siapa?" tanya anak itu ragu.

"Ah. Saya Eric." Eric menjulurkan tangannya ke anak tersebut.

Anak lelaki itu mengangkat satu alisnya, bingung. Dia juga tidak menyambut uluran tangan Eric. Mungkin, dia takut dengan orang asing, apalagi ekspresi wajah Eric datar banget saat memperkenalkan dirinya.

"Saya Lolita," ujar Lolita tersenyum ke arah anak tersebut. "kamu siapa?" Lolita berusaha ramah kepadanya.

"Saya Bagas, Kak." Ternyata anak remaja itu bernama Bagas.

"Orangtua, Kamu ada?" belum sempat Bagas menjawab. Ada seorang ibu-ibu paruh baya datang bersama anak kecil di sampingnya.

"Ini siapa Bagas?" tanya ibu tersebut.

"Bagas juga enggak tahu, Tante."

"Suruh mereka masuk dong. Masa ada tamu, cuma berdiri di depan pintu." Ibu tersebut mempersilahkan masuk ke dalam rumah tersebut.

Eric dan Lolita sudah duduk di kursi ruang tamu tersebut. Sedangkan, anak perempuan itu sedang bergelayutan di tangan ibu tersebut dengan tangan kirinya mendekap boneka beruang berwarna putih. Ibu tersebut duduk di depan mereka.

"Kalian siapa?" tanya ibu tersebut.

"Saya Lolita, dan ini Eric." Lolita memperkenal dirinya dan Eric yang ada di sampingnya.

"Saya Irma, Kakak ipar Pandu," ujarnya. "Apa tujuannya datang ke sini?"

"Sebelum maaf, apa ini rumah pak Laksmana Pandu?" tanya Lolita ragu.

"Benar." Ibu itu mengangguk.

Lolita dan Eric sangat lega mendengar jawaban tersebut. Rasanya air mata Lolita ingin menetes begitu saja, tapi dia tahan. Bagas muncul dari dalam rumahnya, dia membawa air putih dingin dan menyuguhkan cemilan ringan yang sedari tadi di meja.

"Saya ingin bertemu pak Pandu, Ayah kandung Saya sendiri." Mata Bagas terbelalak mendengar pernyataan dari perempuan yang dia kenal beberapa menit lalu.

"Ma...ma...maksud Kakak apa?" Bagas terbata-bata.

"Bagas, Kita adalah saudara satu ayah." Lolita menghampiri Bagas yang terduduk lemas di samping tantenya.

"Aku tahu ini berat untuk Kita. Namun, kenyataannya memang begini." Lolita berusaha menenangkan Bagas yang terlihat syok.

Pandangan Lolita teralihkan keanak kecil yang memegang boneka beruang. Lolita teringat dengan sesuatu, dia diam mencoba mengingat apa yang ada di otaknya.

"Aku tidak percaya!" Bagas mencoba pergi dari tempat duduknya. Namun, langsung dicegah oleh tangan Lolita.

"Jangan membenci kenyataan. kita adalah korban yang hanya perlu memaafkan pelakunya."

Tidak ada yang menginginkan keadaan seperti mereka. Lolita juga sudah berusaha keras untuk memaafkan kenyataan, sampai dia menerima semuanya. Selama ini, Bagas tidak tahu kalau dulu, ibunya adalah wanita simpanan ayah Lolita. Tidak ada yang perlu dibenci dalam diri Bagas, karena dia adalah korban.

Bagas menghempaskan tangan Lolita. Perempuan itu paham, kalau dia juga tidak bisa langsung menerima kenyataan itu. Bagas masuk ke dalam kamarnya dan membuka selembar foto yang dia sisipkan dibuku hariannya.

Dia akhirnya tahu, siapa anak perempuan kecil di dalam foto bersama ayahnya tersebut. Diam-diam, Bagas sudah mengambil foto tersebut setahun yang lalu saat mereka pindah rumah. Namun, dia tidak berani bertanya perihal foto tersebut ke ayahnya.

Lolita kembali ke kursinya semula. Dia masih menatap lekat anak kecil tersebut. Bukankan, wajah mereka terlihat sedikit mirip kalau dilihat lebih detail. Lolita ingat, kalau anak kecil tersebut adalah anak yang dia lihat dari jauh saat membeli cincin tunangannya.

"Siapa nama Kamu, sayang?" tanya Lolita ke anak kecil tersebut dengan senyum.

"Loli," jawabnya malu-malu.

Lolita tersenyum getir mendengar nama tersebut. Dia tahu, kalau ayahnya masih sangat peduli dengan keluarganya dulu, sampai-sampai anak perempuannya diberi nama yang sama dengan adik tirinya. Loli dan Lolita, nama yang hampir sama.

Perempuan yang sedang dipeluk anak kecil itu masih tercengang dengan suasana tersebut. Dia bahkan tidak akan menyangka, jika anak Pandu akan sejauh itu mencari keberadaannya, setelah hampir lima belas tahun lamanya.

"Dimana Ayah sekarang?" tanya Lolita.

"Dia ada di rumah sakit." Perempuan itu menjawab tanpa ragu.

"Pandu sudah koma selama tiga hari. Sampai sekarang dia masih di ICU dan belum sadar."

"Maksudnya?" Mata Lolita sekarang terssa berair.

"Dia sakit jantung baru terdeteksi satu tahun lalu, makanya dia pindah ke sini karena Loli butuh pendamping untuk sekolah." Air mata ibu tersebut mulai jatuh.

"Loli dititipkan ke saya, jika Ibunya mengantar Ayahnya berobat. Anak-anaknya tidak bisa ikut karena harus sekolah."

Tubuh Lolita sekarang sudah berada didekapan Eric. Matanya sudah beberapa kali menjatuhkan air mata. Dia tidak menyangka kalau orangtuanya selama ini sakit parah.

"Saya meminta maaf, kalau Adik saya sudah merebut kebahagiaan keluarga Kamu." Perempuan itu masih meneteskan air matanya.

Lolita masih tenggelam di tubuh Eric. Air matanya masih terjatuh, dia menyesal karena tidak tahu-menahu tentang kondisi ayahnya. Eric masih memeluknya dan menenangkan Lolita dengan tepukan-tepukan kecil di punggungnya.

Bersambung.....

Terima kasih semuanya❤

Jangan lupa like dan vote.

Just info, Author belum bisa kasih visual karena beberapa alasan.

1
Iges Satria
Eric sengaja ini, biasanya dia yg dicuekin skrg balas lolita...biar tau perasaan lolita sebenarnya gimana
Iges Satria
gercep ya ric, langsung lamar
Iges Satria
modus mah si Eric
Iges Satria
keren nih ceritanya /Good/ eric : aku sebenarnya menunggu kamu lolita /Heart/
iYind Dewi
sa ae erik becandanya
iem
.
Amsya
sedih banget mana cinta pertama lahi
Amsya
iya itulah orang yg ga tau malu sdh ditolong mlah ngejebak
iem
.
Widya Aza
sebenarnya aq bingung...klo liat d cover nya ko episode nya g muncul di NT & MT 🤔🤔🤔🤔 apa cm aq yg merasa gini ya ..
novita setya
aaciieee cieee yg udah dpt lampu ijo segede bagong
novita setya
laaaah..
Huda
tau banget perasaan bagas 😥
Ulfa Riady
ahir ceritanya ternyata sangat menyakitkan buat Eric....diliuar prediksi readers semuanya....😭😭😭😭...makasih sudah memberikan karyamu untuk para readers disini...sukses selalu buat author nya💪💪🤗😍❤
Ulfa Riady
duuuh jangan salah Loli...orang diem itu beuuuuh romantis banget aslinya...baik banyak ngalah juga( kayak suami aku hehehe)✌✌✌✌
Ulfa Riady
langsung favorite aja deh...😍😍😍
Jasmine Dwielfiza
😓😓😓😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Astina Syafitri
d.3.3 .3 dd 4 x .d 3 .3 . .4 .3d .d.4 .4.3 sd.4 d.3 .4 d.3 .. .4.4 4xdd.3 3 d 3 4. d.3 .3 .3 .4 .3 ...3 d.3..3 d.33
Yusnidar Ritonga Yusnidaridar
hadir
GelsanuSahra: Nongkrong yuk di Pergi Dan Cinta
total 1 replies
Amirah iz
thor kok lolita di isdetin sih nyeneng nyeengin kita kek ya alloh kasian amat erik br nikah dah jd duren😥😥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!