NovelToon NovelToon
Pendekar Dewa Siluman

Pendekar Dewa Siluman

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / Epik Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:5.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: kemal costa

Jaka Sakti, seorang anak yang terlahir dari desa kecil, namun ia dilahirkan dengan takdir yang kuat.

Ia dipilih oleh Dewa Suci untuk meneruskan warisannya. Jaka berkelana ke seluruh dunia untuk menemukan 10 Siluman Dewa Suci yang akan menjadi gurunya dan memberikannya kekuatan yang tiada tara.

Aku, Jaka Sakti, Seseorang yang akan berada di puncak, bukan hanya tanah kelahiranku, melainkan mendominasi seluruh dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kemal costa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 26 - Berburu Siluman II.

Jaka berjalan menelusuri area hutan, ia menyisiri satu bagian hutan ke bagian lainnya. Ia memetakan setiap daerah yang ia lewati agar mengetahui tata letak hutan tersebut.

Jaka sudah berlari selama satu jam, namun ia masih belum menemukan satu ekor siluman pun, akhirnya, ia memutuskan untuk beristirahat sejenak sebelum kembali melanjutkan pencarian.

Jaka duduk di bawah salah satu pohon, lalu memakan bekalnya yang tinggal sedikit, hanya tersisa beberapa potong roti dan buah-buahan. Ia menyantap beberapa potong roti dengan lahapnya.

Setelah selesai sarapan, Jaka mengeluarkan crystal siluman lima ratus tahun dari gelang galaksinya dan berniat menyerap energi crystal tersebut.

Jaka menggunakan cara menyerap energi crystal siluman dari buku yang ia baca. Jaka cukup terkejut setelah ia merasakan sendiri khasiat dari crystal siluman lima ratus tahun tersebut.

"Tenaga dalamku bertambah tiga puluh lapis lagi berkat khasiat dari crystal siluman ini, sungguh hadiah yang berharga bagiku.

Jaka kemudian mengeluarkan ratusan crystal siluman lagi. Ia menyerap satu per satu energi dari crystal siluman itu, ia berhasil mendapatkan lima puluh lapis tenaga dalam tambahan setelah menyerap semua energi crystal siluman srigala yang berjumlah ratusan tersebut.

Jaka terlihat gembira dan tertawa kecil. "Delapan puluh tenaga dalam kudapatkan dalam waktu sebentar, sekarang hanya tinggal mengumpulkan dua ratus dua puluh tenaga dalam lagi."

Jaka kemudian melanjutkan perjalanannya ke bagian hutan yang lebih dalam lagi. Tak berapa lama setelah ia memasuki hutan jauh lebih dalam, ia mulai merasakan adanya hawa jahat di sekitar situ. Jaka kemudian memutuskan untuk mendatangi hawa jahat tersebut.

"Akhirnya, aku menemukan salah satu dari mereka."

Jaka berpapasan dengan seekor Siluman Babi Hutan Tanduk. Siluman itu tampak memiliki dua buah tanduk atau gading yang berada di tiap sisi moncongnya. Siluman itu juga memiliki bulu lebat berwarna coklat, tinggi satu meter serta siluman itu adalah siluman dua ratus tahun.

Siluman itu dan juga Jaka saling berpandangan, namun siluman tersebut belum melakukan pergerakan bahkan ketika Jaka berjalan mendekatinya.

Saat Jaka hendak mengeluarkan pedang dari sarungnya, siluman itu dengan reflek berlari dan menyerang Jaka terlebih dahulu.

Siluman tersebut berlari ke arah Jaka dengan kecepatan tinggi, kemudian menyeruduk Jaka. Jaka tampak kurang siap saat Siluman itu menyerang, namun ia tetap berhasil menangkis tanduk dari siluman itu menggunakan telapak tangannya, tetapi tidak dengan persiapan kuda-kuda yang baik.

Telapak tangan Jaka dan tanduk siluman itu bertemu, membuat Jaka termundur sejauh tiga langkah, lalu merasakan nyeri dan kebas pada telapak tangannya.

Jaka kemudian mundur untuk mengambil jarak aman, agar ia dapat mengeluarkan pedangnya.

"Apa-apaan kecepatan larinya itu! Aku bahkan belum menghunus pedangku dan tenaganya juga besar," ucap Jaka lalu mengeluarkan pedang dari sarungnya.

Siluman Babi Hutan Tanduk dua ratus tahun memiliki kecepatan lari yang berada di atas rata-rata siluman dua ratus tahun lainnya dan juga tenaga yang cukup besar.

Jaka menatap siluman itu dengan tajam, lalu menghunuskan pedangnya. Siluman itu menggesekkan salah satu kakinya ke tanah, lalu menggeram, tanda bersiap untuk menyerang.

Jaka kemudian memakai teknik bertahan andalannya dan mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya.

"Teknik Pedang Bumi! Teknik Banteng Besi! "

Jaka memperkuat kuda-kudanya lalu mengangkat pedangnya dengan posisi pedang menyamping dan sejajar dada.

Siluman tersebut kembali menyerang dengan kecepatan tinggi, bergerak menyeruduk Jaka. Tanduk siluman tersebut berbenturan dengan pedang Jaka, menghasilkan suara benturan yang cukup keras.

Jaka tidak bergeming sedikit pun saat ia menerima serangan dari siluman itu, lain halnya dengan siluman tersebut, ia terpental ke belakang setelah berbenturan dengan Jaka.Siluman itu lalu berdiri dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Lihat! Kau sendiri yang menyerangku tapi malah kau yang pusing." Jaka tertawa melihat Siluman itu menunduk dan menggeleng-gelengkan kepalanya sebab merasa pusing setelah benturan.

Jaka kemudian tak menyia-nyiakan kesempatan yang datang, ia mengambil langkah ke arah samping kanan dari siluman itu sambil mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya, kemudian menebas perut siluman lalu berputar untuk menyeimbangkan badannya, sebab tenaga yang ia keluarkan cukup besar.

Serangan Jaka membuat luka sayatan yang panjang pada perut bagian samping siluman itu. Belum sempat siluman tersebut menoleh, Jaka sudah kembali menyerang dengan menusuk perut siluman itu.

Siluman tersebut lalu ambruk dan tewas seketika. Setelah memastikan bahwa siluman tersebut benar-benar sudah tewas, Jaka kemudian mengeluarkan crystal siluman berwarna kuning tua dengan ukuran kepalan tangan orang dewasa dari bangkai siluman itu.

Jaka lalu menyimpan crystal itu ke dalam gelang galaksinya dan pergi mencari kayu bakar untuk membuat api unggun. Jaka menumpuk kayu bakar di dekat bangkai siluman itu dan mulai menyalakan api unggun.

Setelah itu, Jaka menguliti bangkai siluman itu dan menyimpan kulit siluman tersebut ke dalam gelangnya dan mulai membakar daging dari siluman babi tersebut.

Sembari menunggu daging yang ia bakar matang, Jaka menyerap energi crystal siluman yang baru saja ia dapat. Jaka berhasil mengumpulkan dua belas energi dalam tambahan dari crystal siluman itu.

Daging yang ia bakar kini telah matang, ia kemudian memotong daging itu menjadi potongan yang lebih kecil menggunakan pedangnya dan berniat menyantapnya.

Saat potongan daging itu akan masuk ke dalam mulutnya, Jaka merasakan panas yang membakar pada dadanya dan seketika nafasnya menjadi sesak. Jaka kemudian menjatuhkan potongan daging itu sambil memegang dadanya.

"Apa ... Apa yang terjadi? Mengapa dadaku panas sekali!" ucap Jaka sambil mengatur nafasnya.

Tak lama kemudian rasa terbakar pada dadanya menghilang begitu saja. Jaka tampak heran dan merasa kondisi tubuhnya memang benar-benar aneh, banyak hal yang terjadi pada tubuhnya yang selalu membuat ia heran.

Setelah nafas Jaka sudah mulai teratur, ia kembali mengambil potongan daging itu, dan hendak memakannya, lalu rasa terbakar pada dadanya kembali menyerangnya saat hendak memakan potongan daging itu.

"Sial! Apa yang terjadi pada tubuhku?! Apa aku tidak boleh memakan daging siluman?!" ucap Jaka lalu membuang potongan daging itu.

Sesuai dengan dugaan Jaka sesaat setelah ia membuang potongan daging itu, rasa terbakar pada dadanya kini mulai menghilang dan ia dapat bernafas kembali seperti biasanya.

Jaka yang kesal dengan kondisi tubuhnya, kemudian mengambil potongan roti yang tersisa sedikit dari gelangnya, lalu memakannya untuk mengganjal perut.

Jaka pun menghentikan perburuannya untuk hari ini, kemudian melangkah kembali menuju goa tempat Zhurong berada, untuk menanyakan masalah tubuhnya pada Zhurong.

Hanya butuh waktu beberapa menit untuk Jaka sampai di bibir goa, kemudian masuk untuk menemui Zhurong.

"Hebat sekali kau pulang tanpa membawa luka pada badanmu," ucap Zhurong yang melihat Jaka kembali tanpa luka sedikit pun.

"Apa kau mengharapkanku kembali dengan sekarat?" tanya Jaka kesal.

Zhurong tertawa kecil. "Aku hanya bercanda, mengapa kau kembali begitu cepat?"

"Aku kembali karena ada yang ingin kutanyakan padamu."

.

"Huh? Mengenai apa?"

"Saat aku hendak memakan daging siluman yang ku bunuh, dadaku terasa terbakar dan aku sangat kesulitan bernafas, apa aku tidak boleh memakan daging siluman?"

"Memangnya kau memakan daging siluman apa?" tanya Zhurong.

"Siluman Babi Hutan Tanduk," jawab Jaka.

Setelah mendengar jawaban dari Jaka, Zhurong tertawa dengan lantang. "Kakek tua itu berulah lagi," ucap Zhurong dengan tak hentinya tertawa.

"Kakek itu?" gumam Jaka merasa heran dengan perkataan Zhurong.

1
merah putih
menurut riwayat zuhrong, mestinya dia tidak ada rasa takut menghadapi apapun. tp knp masih takut kpd siluman yg lbh kuat.
Sang M
Host sampah payah. criita sampah.
Sang M
mmemalukan dancok Host cecurut sampah kok banyak omong. langsung bantaii. haddeh payaj Thor imi
Sang M
skip lewat
Sang M
skip
Sang M
haddeh bosan proses host u/ raih puncakvterlalu lama dan momen gak penting ditampilkan
Raimon
Judul bab ...Keajaiban dari langit....keajaiban apaan....Begoo....kalau kekuatannya bertambah 50 lingkaran itu baru namanya keajaiban....Kalau sadar dari pingsan setelah 3 hari irumah biasa....disebelah ada yang 3 bulan pingsan baru sadar....
Raimon
Judul bab ...Keajaiban dari langit....keajaiban apaan....Begoo....kalau kekuatannya bertambah 50 lingkaran itu baru namanya keajaiban....Kalau sadar dari pingsan setelah 3 hari irumah biasa....disebelah ada yang 3 bulan pingsan baru sadar....
Jak 09
Luar biasa
Andi Lala
kerennn,,
Pedang neraka
Zhilong ??? ANAK NAGA dari Qing Ruo ? 🤔🤔
Pedang neraka
Pastinya kota BUKIT TINGGI dan restoran Padang :: SALERO BASAMO 🤣🤣
nina hariah
cerita nya bagus dan menarik
Tauhid
tinggal ikuti alur aja
Hadian Purnama
Kecewa
~•Insan Biasa•~
Satria jingga perkasa atau logo 99🤭😂
dewa_curhat
ok
dewa_curhat
sue, sambil beriklan hahahaha
dewa_curhat
zhia apa zahra.
zhia kan umi kepala suku bintang
Djohan Andrea
nama nya dulu gunung kembar....identik dg masyarakat nya yg cewek semua .....Lanjutkan....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!