Season 1 dan Season 2 sudah TAMAT
*****
Melanie atau yang biasa di panggil Lani anak dari pasangan Cindy dan Adrian (Novel Mencari Gadisku) sudah mulai memasuki dunia Kuliah bersama sahabat nya Bunga disana dia bertemu dan bertengkar dengan mantan senior bernama Gilang.
Lama kelamaan hubungan itu mulai berubah dari benci jadi cinta dan mereka pun jadian. Sampai pada hari itu mamanya merencanakan perjodohan untuknya. Pucuk dicinta ulam pun tiba keluarga Lani dan Gilang berteman dan saling menjodohkan anak mereka.
Beberapa tahun kemudian mereka menikah, kemudian setelah menanti lama Lani pun hamil. Ujian pun kembali datang menghampiri rumah tangganya, seorang wanita yang ternyata cinta pertama Gilang tiba-tiba muncul...
Setelah sebelumnya banyak kejadian yang mereka alami, Lani masih sanggup menghalau. Tapi kali ini... ditambah dirinya yang ternyata... harus mengikhlaskan suaminya...
******
Nah lohh gimana tuh jadi nya..?
Seperti apa kelanjutan nya, baca terus ya. Jangan lupa like, komen, share, dan yang penting Vote ya 🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Murniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dilema
Beberapa hari kemudian,,,,
hari Sabtu
"Lani sayang hari ini kamu kosongin waktu ya,,?" mama sudah masuk ke kamar pagi-pagi.
"iya mah iya,, aku hari ini free ko. kenapa sih,,?"
"nanti malam mama sama papa mau ajak kamu kesuatu tempat.!"
"anjayyyy,,, apa lagi ini..!" batin Lani
"kemana mah,,?"
"mama juga gak tau he-he-he,,! karena papa yang lebih paham.!"
"ya udah lah,, jam berapa mah..?"
"jam 7 kita berangkat, nanti mama siapkan gaun untuk mu.!"
"oke mah,,!" segala gaun juga mama yang nyiapin, ini pasti sesuatu yang penting.
*****
Di istana Gilang
Sejak pulang kerja di hari Jumat Gilang selalu mendapatkan telepon dari mami nya lagi yang mengingat kan dia untuk tidak lupa hari Sabtu besok malam.
Tapi kali ini Gilang strees sendiri karena ternyata dia tidak berhasil mengajak Lani untuk ikut kerumah orang tua nya.
Semalam
Ditelepon
"ehm Lani, aku mau minta tolong nih..!" (Gilang)
"apaan,,?" (Lani)
"aku mau ajak kamu nemenin aku kerumah mami ku, mau ya,,?" (Gilang)
"gak ah,, mau ngapain ngajak aku. ajak Bunga aja, kamu kan pacar Bunga sekarang,,!" (tolak Lani)
"gak mau,, Bunga cuma pacar bohongan,,!" (Gilang)
"mending lah,, nah kalau aku apa.. bukan siapa-siapa,,!" (Lani)
"ayolah sekali aja.!" (rayu Gilang)
"gak mau dan gak bisa, soalnya hari Sabtu aku sudah ada janji dengan mama sama papa, mau pergi.!" (Lani)
"kamu bohong ya,,!" (Gilang)
"yeeee,,, gak percaya ya udah. pokoknya aku gak bisa.!" (Lani)
"ya udah deh, bye!" (Gilang)
Telepon terputus
Sabtu pagi ini Gilang pusing "ya udahlah, gue datang aja tanpa bawa siapa-siapa,, paling juga kenalan ngobrol bentar,,, awas aja kalau mami sampai mengarah perjodohan.!" gumam Gilang
Sambil meniup kopi nya dia menatap Hp nya galau, "masa sih gue bawa Bunga,,?" pikir Gilang
Gilang menelepon Aldi,,, tersambung lama tak ada jawaban "ni orang pasti masih tidur deh, dasar jomblo,,! eh gue kan juga jomblo ya,,!" gumam Gilang
Dia mencoba sekali lahi, masih belum ada jawaban.
Diulangi lagi panggilan nya dan akhirnya diangkat juga.
Dengan suara berat khas orang bangun tidur "ya halooo,,,apaaan,,, ganggu aja Lo,,,!" Aldi dengan mata tertutup
"wooiii bangun,,, kerja,,!!"
"cepet bilang apaan,, gue ngantuk nih.!"
"broo Lani gak bisa gue ajak ke rumah mami, gimana dong.?!" jawab Gilang
"ya elah gue kirain apaan,, Lo ajak Bunga aja deh. dia kan yang mau jadi pacar pura-pura Lo, sekalian aja dia akting pura-pura depan mami Lo,!" balas Aldi
Gilang diam berfikir "masa sih gue bawa Bunga, iya kalau mami mikir gue pacaran sama Bunga beneran gimana,,?" batin Gilang
"wooooiiiiii,,, gue udah melek nih awas aja kalau sampai gantian Lo yang tidur,,!" ancam Aldi
"tidur apaan,, gue lagi ngopi tau.. tapi gue ragu deh ngajak Bunga.!"
"udah ah,, gak penting deh,, gue mau mandi nih. mau kencan,,,!" balas Aldi
"apaaan Lo kencan,, ama siapa,?"
"dih,, udah ah,, gak usah kepo Lo.!" Aldi memutuskan sambungan telepon
"wah,, sialan banget si Aldi, gue yang melepon eh dia yang mutusin sambungan nya.!" gumam Gilang
Gilang masih dengan kegalauan hatinya di tangannya Hp dengan layar nomor kontak Bunga siap di dial.
"apa perlu ya basa basi aja gitu,,?"
"tapi kalau dia setuju, dan kesenengan tambah repot,,!"
"udah lah, gue datang sendiri aja, penasaran juga sih kaya apaan cewek yang mami pilih.!"
"semoga seperti Lani,!"
Gilang bangun dan pergi keluar mencari sarapan disekitar area perumahan nya.
******
"Bu,, ayooo dong nanti keburu siang..!" teriak Bunga
"iya,, yuk!" ibu nya keluar dari kamar tak lama kemudian
Mereka keluar dan masuk kedalam mobil menuju suatu tempat.
Setelah dua jam perjalanan mereka sampai di sebuah bangunan bertuliskan Rumah Sakit Jiwa.
"kita sudah sampai yuk turun, ibu mau kenalin kamu sama seseorang disini.!" ajak ibu
Bunga mengikuti ibunya turun masuk kedalam "permisi mba apa ibu Tuti ada,,?"
"ada Bu, ibu siapa ya,,?"
"saya Susan, saya ingin bertemu beliau.!"
"baik mari saya antar..!"
Mereka berjalan masuk kedalam ruang kerja Bu Tuti, kepala rumah sakit ini. Setelah mengetuk pintu sebentar dan pintu terbuka.
'maaf Bu ada tamu,,?"
"pagi Bu Tuti,, apa kabar..?"
"baiklah kamu boleh kembali bekerja,, mari ibu silahkan masuk.!" ajak Bu Tuti
Masuk kedalam
"maaf saya agak lupa ini, siapa ya..?"
"saya Susan Bu, dan ini anak saya Bunga, sebenarnya bukan anak kandung saya, Bunga ini anak dari pasien yang meninggal bernama Stella, ibu ingat,?"
"Oalah,,, ibu Susan, apa kabar Bu..iya ingat,, ya ampun jadi ini bayi Almarhum ibu Stella, cantik ya..!"
"saya sengaja mengajak Bunga kesini, karena sudah waktunya dia juga harus tau yang sebenarnya. saya ingin mengajak nya ke makam Stella Bu, saya mohon ijin.!"
"iya iya,, silahkan. makam nya baru saja kemarin sudah dibersihkan..!"
"baik, kalau begitu kami mau langsung ke makam Bu,.!"
"iya sebentar saya panggil staf saya, karena pintu belakang selalu dikunci bu, sebenarnya bisa lewat jalan kampung tapi agak memutar dari depan.!"
"ooh gitu, baik saya tunggu..!"
Bu Tuti menelepon staf nya untuk mengantarkan ke makam. Tak lama kemudian staf masuk.
"silahkan Bu Susan, maaf saya gak bisa ikut ya. masih banyak kerjaan."
"iya Bu gak pa pa,, terimakasih..!"
Mereka keluar berjalan ke halaman belakang, dan sampai di pintu yang terkunci, setelah pintu terbuka mereka keluar dan pintu kembali di kunci. Mereka masih harus berjalan sebentar melalui gang kecil yang berbatasan langsung dengan tembok warga.
"silahkan Bu, ini makam nya, apa ibu masih ingat letak nya..?"
"kaya nya sih masih mas,, mas nya tunggu sebentar ya.!"
"baik Bu,,!"
Susan dan Bunga berjalan diantara makam banyak orang, sambil Susan mengingat mana makam Stella untung nya biaya yang Susan keluarkan setiap bulan nya untuk makam Stella agar mudah dicari dijalankan dengan baik oleh pihak rumah sakit. jadi dia mudah menemukan nya.
"Bunga ini makam mama kamu,, sini deket ibu,?"
Bunga berjongkok disamping ibu nya, menatap diam makam didepan nya dibatu nisan bertuliskan Stella tanggal lahir dan tanggal wafat.
"ayo kita doakan mama kamu..!" ajak ibu
Bunga mengangkat kedua tangannya berdoa, tak terasa bulir bening keluar dari kedua mata nya dan mengalir turun ke pipi nya.
"*mama, kenapa mama harus pergi mah,, kenapa mama harus pergi dengan cara seperti itu mah.. Bunga gak ingin membenci mama,"
"seandainya mama masih hidup apakah mama juga mencintai Bunga, seperti ibu*.?"
"Bunga akan menengok ayah,mah,,,! sejahat apapun perbuatan yang pernah kalian lakukan, Bunga sudah maafkan nya. semoga mama tenang ya disana,,!" batin Bunga
"tapi Bunga gak yakin mah, akan bisa menerima ayah, dan maafkan Bunga mah, tidak bisa menjadi anak yang mama harapkan,,!"
"Bunga sayang sama ibu mah, sayang sekali. Bunga gak mau jadi seperti mama.!"
Bunga menangis tersedu-sedu tanpa suara, Susan merangkul nya, menenangkan nya. Setelah tenang "sudah yuk,, kita pergi dari sini. mama masih mau ajak kamu nengok ayah mu.!"
Bunga mengangguk sedih.
Bersambung,,,,
Apakah Bunga akan bisa memaafkan ayah nya,,,,??
Kapan ya Handoko akan bebas,,,???
******
lanjut terus ya baca nya..
jangan lupa like komen dan vote nya 🤗
Judulnya: NERAKA DALAM,RUMAH TANGGAKU
boleh kasih kritik dan saran
agar aku bisa kaya AUTHOR yang lain.
makasih 😘
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa