Hidup memang sulit tapi aku tak pernah membayangkan hidupku hancur di tangan duda tak berhati
aku telah kehilangan kebahagiaanku setelah terjerumus ke dalam neraka milik duda beranak dua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andee Rosalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KITER-KITER
Rumah yang dihadiahkan dimas untuk pernikahan kami kini semakin berisik setiap harinya, jika dulu di apartemen dimas hanya akan ada suara caci makiku untuk dimas, tapi di rumah ini dipenuhi dengan suara tangisan twins, suara tawa dan ocehan - ocehan twins dan saat ini ditambah dengan teriakan dimas yang tidak berhenti sedari tadi meneriakkan namaku
“Caca dasiku”
“Caca bedebah itu membawa kaos kakiku”
“Caca mereka menghancurkan dokumenku” itu hari lainnya tapi hari ini Dimas malah berteriak
“Caca buka pintunya”
“Caca aku akan menghancurkan pintu ini jika kau tidak membukanya sekarang”
“Caca mereka merusak make upmu” adunya padaku.
“Caca”
“ Bla bla dan bla ” uarnya berteriak tapi tidak terdengar dengan jelas.
Caca, caca caca dan masih banyak lagi teriakan-teriakan dimas yang lainnya, aku baru saja menguncikan mereka bertiga di kamar kami, aku yakin twins bergerak dan menghancurkan kamar tapi teriakan dimas seolah dirinya telah disodomi oleh om - om cabul secara bergiliran tanpa ampun.
aku sengaja melakukannya untuk melihat respon apa yang akan dilakukan dimas pada twins, Aku berharap setelah hal ini mereka akan akrab dan saling menyayangi tapi sejam telah berlalu tak terdengar suara teriakan dimas, aku juga tidak mendengar tawa ataupun jeritan dari twins rasa khawatir tiba - tiba melandaku.
aku takut jika dimas melakukan ucapannya untuk melenyapkan twins dari muka bumi ini, jika memang itu terjadi aku takkan pernah memaafkan diriku sendiri karena sudah dengan bodohnya menyerahkan hidup twins kepada dimas.
merasa penasaran apa yang mereka lakukan dengan hati – hati, segala mantra dan doa telah kulapalkan untuk twins.
Jika ada yang mengatakan jatuh cinta itu membuat seseorang seakan mendengar debaran jantungnya maka aku juga menggalaminya tapi bukan jatuh cinta tapi ini detik-detik penentuan antara perang ataukah tidak.
Tidak ingin perasaan khawtir dan penasaran menyiksaku, kubuka pintu kamar dan mendapati kamar tidurku tidak ada bedanya dengan ruangan yang terkena gempa besar.
semuanya benda bertebaran di mana - mana sedangkan dimas sedang duduk tenang dengan wajah suntuk namun saat matanya bertemu mataku aura menyeramkan tergambar jelas disana membuatku mundur beberapa langkah saking merasa terintimidasi dengan tatapan dimas saat ini.
untuk mengalihkan ketakutanku aku melihat twins masih berada dikamar ini dalam keadaan bernyawa, kuhembuskan nafasku dengan kuat, bersyukur dimas masih memiliki otak yang normal hingga tidak membunuh twinsku.
Kulihat daniel sedang duduk didekat rak buku milik dimas bersama boneka beruang kesayanganku namun yang membuatku heran, mengapa daniel tidak mengenakan pakaiannya
sedangkan danisa anak itu masih berpakaian lengkap dan tersenyum ketika melihatku entah apa yang terjadi selama aku meninggalkan mereka bertiga, rasa syukur, bahagia menjadi satu hingga membuatku tak bisa berkata apa pun lagi.
aku bersyukur walaupun dimas belum mau mengakui daniel dan danisa sebagai anaknya namun seiring waktu berlalu dan jika aku menggulang hal ini beberapa kali lagi aku yakin dengan lambat laun dimas akan menyayanggi twins seperti aku menyayanggi mereka.
di bab bab tertentu ak sampe nangis baca nya ini ak bingung ak yg menjiwai buku ya atau terlalu drama wkww
pokok nya karya ini punya keunikan tersendiri semangat Thor:)
eh pas aku buka novelnya ... ternyata judul setiap bab nya bikin ngakak.
padahal belum baca, bisa aja Akak authornya