Kepergiannya 5 tahun lalu membuat kehidupan Deevana hancur berantakan, ia yang terbiasa hidup bebas dan lekat dengan dunia malam di manfaatkan oleh Ayah dan Kakak laki-lakinya. Deeva di paksa menemani para pria hidung belang setiap malam demi menghidupi keluarganya yang jatuh miskin lalu memiliki banyak hutang.
Di tengah rasa lelah dan putus asa ,nyatanya Deeva di jual kepada seorang pengusaha kaya raya.
Dan, betapa terkejutnya gadis malang itu saat tahu jika pria yang membelinya ternyata berondong kecilnya di masa lalu.
Apakah, cinta lama akan bersemi kembali setelah kontrak pernikahan di antara mereka telah ditanda tangani?
Sekuel dari nupel SAGARA ya, belum mampir silahkan baca lapak Ibun dan PanDa dulu, keh 😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 27
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Seperti yang di inginkan oleh Aga, kini ia sudah mengantar Deeva ke rumah utama. kedatangannya sungguh di sambut baik oleh keluarga Rahadian semua, sampai wanita itu kadang malu sendiri karna di peluk hangat tanpa perbedaan, padahal mereka tahu seperti apa Deeva di masa lalu.
"Kamu disini dulu ya, aku mau ke ruang kerja Phiu dulu," ujar Aga yang di iyakan oleh Deeva.
Ia di tinggal bersama Embun dan Mhiu Biru di ruang tengah, sepertinya mereka sudah tahu kenapa pasangan suami istri itu sampai mengungsi ke rumah utama.
"Ibun mu sudah pulang, Dee?" tanya Mhiu.
"Belum, katanya kalau gak besok ya lusa," jawab Deeva yang tahu itu langsung dari sang ibu mertua yang begitu rajin meneleponnya.
"Nanti pulang baee ade buat Aga kayanya," timpal Embun sambil tertawa.
"Ta Buy!"
"Beneran, Mhiu, orang SyahRaa aja udah ngomel sama ancem PanDanya terus," adunya lagi masih sambil tertawa karna menjadi tempat curhat sepupunya yaitu kembaran Aga.
Deeva yang mendengar itu hanya bisa senyum senyum, ia malah ikut membayangkan jika benar Ibun hamil lagi dan ia pastinya akan punya adik juga. Akan seramai apa nanti kediaman Pradipta jika ada bayi?
"Kenapa gak Deeva aja yang hamil, iya kan, Dee?" tanya Mhiu yang membuyarkan lamunan sang keponakan.
"Hah, hamil? aku?" tanya nya kaget sambil menunjuk dirinya sendiri.
Mhiu dan Ta Buy pun mengangguk bersama, sedang ia malah tersenyum kecil, " Doakan saja, tapi belum ada pembicaraan masalah anak sama Aga," jawab Deeva.
"Wah, gawat! jangan jangan si BayIbun mau ngikutin jejaknya bapak Miong!"
.
.
Deeva yang sudah masuk ke dalam kamarnya setelah di antar oleh Embun, masih duduk di kursi meja rias setelah mandi, ia masih menatap wajahnya yang tanpa make up sama sekali, tangan yang sedari tadi di atas meja usai menyisir kini pindah ke bagian perut ratanya. Entah kenapa perkataan Mhiu Biru terus berputar di otaknya sampai sekarang.
Cek lek
Tak perlu menoleh, Deeva sudah tahu siapa yang masuk ke dalam kamar dengan hanya melihat dari pantulan kaca rias nya.
Senyum Aga yang begitu manis sungguh menambah ketampanan pria tersebut.
"Kok udah mandi sih?" bisik Aga yang memeluk dari belakang lalu menciumi pipi hingga leher Deeva dengan sangat lembut hingga wanita itu sadar memejamkan matanya.
"Bingung mau ngapain, jadi milih mandi," jawab Deeva yang langsung membuat ekspresi wajah suaminya berubah.
"Kan Aga udah bilang mau berendem bareng!"
"Hehe, lupa, Sayang. Kamunya kelamaan tadi," jawab Deeva mencari alasan.
Aga yang terlanjur kesal langsung menarik tangan Deeva untuk di bawa sofa, Aga yang duduk lebih dulu kemudian meminta wanita halalnya itu naik ke atas pangkuannya.
"Tadi ngobrol apa sama Mhiu juga Ta Buy?" tanya Aga sambil membuka tali Bathrobe yang di kenakan istrinya.
"Hem, banyak. Termasuk--, Ibun yang katanya nanti pulang bawa adek buat kamu," jawab Deeva jujur sambil tertawa namun berbeda dengan Aga yang langsung menghentikan aktifitas tangan nakalnya di dada Deeva dengan tak lupa kedua mata yang membulat sempurna juga.
"Siapa punya adek?"
"Kamu sama Kak Ara, lucu ya kalau kalian punya adek segede gini." Deeva yang tergelak, berhenti saat sadar jika bayi gantengnya tak terima dengan yang di ucapkan.
"Kenapa?"
Aga yang menggelengkan kepalanya nampak terlihat sedih, jika sejak kecil saja ia tak mau punya adik, lalu bagaimana jika sudah sebesar ini?
.
.
.
Ini gak bisa di biarin! Aga bakal bikin PanDa TUA secepatnya.