NovelToon NovelToon
Remarried

Remarried

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Aliansi Pernikahan / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:9.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: mommy tree

Dulu Tiara berbohong pada mantan suaminya jika bayi yang dilahirkannya telah meninggal dunia. Itu semua dilakukannya karena kecewa pada pria tersebut yang mengabaikannya saat akan melahirkan.

Namun kini dia harus kembali berurusan dengan mantan suaminya tersebut, karena putra mereka membutuhkan bantuan donor sumsum tulang belakang.

Lalu bagaimana dengan reaksi Tom saat mengetahui jika anaknya yang lain masih hidup, dan dalam keadaan sekarat karena penyakit yang yang dideritanya?


"Menikahlah denganku lagi, Tiara." Tom.


"Baiklah tapi setelah aku hamil dan melahirkan, kita berpisah." Tiara.


Follow Ig : mom_tree_17
Tik Tok : Mommytree17

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy tree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

"Kau benar-benar keras kepala!" ucap Asti dengan menyerah, karena sepupunya itu tetap pada pendirian dan kegilaannya.

Sebenarnya ia dapat memaklumi kenapa Julia sampai berbuat nekat seperti itu hanya untuk mendapatkan Tom. Karena sepupunya tersebut begitu mencintai pria itu, dan sudah lama menunggu untuk kejelasan hubungan mereka. Namun sangat disayangkan, keduanya tidak berjodoh hingga hubungan dua tahun itu kandas begitu saja meninggalkan luka dan kekecewaan di hati Julia.

"Aku harap kau tidak akan menyesal nantinya," ucap Asti kembali dengan beranjak dari ruangan tersebut, meninggalkan Julia yang kini seorang diri duduk di atas sofa.

"Aku tidak akan menyesalinya..." lirih Julia sembari mengusap perutnya yang tampak menonjol.

Ya, tekadnya untuk merusak hubungan Tom dan Tiara kini menjadi tujuan dalam hidupnya.

*

*

Sementara itu Tom yang kini sudah berada di dalam mobil, hanya bisa terdiam dengan menahan amarahnya.

"Tuan, kau baik-baik saja?" tanya Zack dengan memberanikan diri setelah cukup lama mereka terdiam.

Sungguh baru kali ini Zack melihat tuannya begitu marah dan hampir membunuh seseorang, jika saja tadi tidak dipisahkan olehnya. Kini ia baru menyadari alasan tuan Tom membawanya ikut serta, karena tuannya itu ingin ada yang menahan emosi pria itu yang tengah meninggi.

"Tidak, aku tidak baik-baik saja," jawab Tom dengan menghela napasnya.

Bagaimana mungkin ia baik-baik saja, jika usaha yang selama ini dilakukannya untuk memperbaiki hubungannya dengan Tiara kini hancur berantakan karena kedatangan Julia. Saat ini pasti tidak akan ada lagi kata maaf untuknya, terlebih yang sudah tersakiti kini bukan hanya Tiara tapi juga putra mereka.

"Aku harus bagaimana Zack, Tiara pasti tidak akan memaafkan aku lagi," lirih Tom sambil mengusap wajahnya dengan kasar.

Zack yang juga bingung bagaimana mencari jalan keluar bagi masalah tuannya, memilih diam dari pada salah memberikan saran.

"Tuan jangan berputus asa, walaupun Nona Tiara saat ini marah tapi seiring berjalannya waktu pasti rasa amarah itu akan menghilang."

"Tidak, kau salah Zack. Waktu tidak bisa memadamkan amarah di hati Tiara hingga saat ini, dan sekarang aku kembali menuangkan kemarahan itu di hatinya."

Tom sadar betul saat ini pintu hati Tiara pasti sudah tertutup rapat untuknya, bahkan kata maaf tidak akan ada gunanya lagi.

Dan benar saja dugaannya itu. Saat ia pulang ke rumah, Tiara tampak diam seribu bahasa. Bahkan untuk menatapnya pun, wanita itu seolah enggan dan memilih mengurung diri di dalam kamar Gio.

"Hai jagoan! Belum tidur?" sapa Tom pada putranya yang tengah duduk di atas ranjang bersama Tiara.

Ya, dia sengaja menyusul Tiara ke dalam kamar putra mereka karena ingin merayu istrinya itu untuk kembali ke kamar mereka, agar ia bisa meminta maaf pada wanitanya itu. Walaupun kata maaf tidak akan bisa meredam kemarahan di hati Tiara, tapi setidaknya ia mencoba dan berusaha untuk mendapatkan maaf dari istrinya

Gio yang ditanya menggelengkan kepalanya. "Daddy ingin tidur di kamarku juga seperti Mommy?" tanyanya.

Tom menatap Tiara yang enggan menatapnya, lalu menghela napas dengan panjang saat tahu istrinya memilih tidur di kamar anak mereka demi menjauhinya.

"Boleh?"

"Tentu saja Dad, ayo kita tidur bersama!" Gio menarik tangan Dad Tom untuk berbaring di sini kanannya, sedangkan di sisi kirinya ada Mom Tiara. "Peluk aku!" pintanya pada kedua orang tuanya.

Tom pun segera memeluk putranya. Sedangkan Tiara yang tampak enggan bersentuhan dengan Tom, terpaksa melakukan hal itu setelah Gio menarik tangannya.

"Gio senang Daddy dan Mommy sudah tidak lagi bertengkar," ucap Gio dengan menatap kedua orang tuannya, karena memang setelah pulang dari rumah sakit ia melihat Mom Tiara dan Dad Tom bersama-sama mengurusnya tanpa ada perdebatan lagi. "Gio tahu Mommy dan Daddy terpaksa bersama karena penyakit Gio."

"Gio..." lirih Tiara dan Tom dengan terkejut.

Karena mereka tidak menyangka anak sekecil Gio bisa berkata seperti itu. Terlebih mengetahui alasan utama dibalik kebersamaan mereka. Dan ini semua karena kedatangan Julia tadi siang, sehingga putranya bisa berbicara seperti itu.

"Gio tidak keberatan jika harus sakit, agar Mom dan Daddy tetap bersama Gio."

Tiara menggelengkan kepalanya dengan menangis. "Tidak sayang, Gio harus sembuh."

"Ya, sayang Gio harus sembuh." Tom ikut berkata dengan menahan kesedihannya.

Keduanya kini menyadari sudah membuat kesalahan karena selama ini terus ribut, dan berkutat dengan masa lalu serta ego pribadi masing-masing. Tanpa memikirkan bagaimana perasaan Gio, yang ternyata melihat perdebatan mereka.

"Gio ingin Mom dan Daddy terus bersama meskipun nanti Gio tidak ada lagi. Kasihan Adik bayi kalau harus seperti Gio," ucap Gio dengan sendu karena ia tahu penyakitnya bukan penyakit biasa, karena harus bolak-balik ke rumah sakit dan kini tubuhnya semakin lemah sejak menjalani pengobatan.

"Tidak sayang, jangan bicara seperti itu." Tiara menangis dengan memeluk putranya. "Gio harus sembuh, Mommy janji akan terus bersama Gio dan adik bayi."

"Daddy juga janji akan terus bersama Gio, Mommy, dan Adik bayi asalkan Gio sembuh."

Gio menatap kedua orang tuanya yang kini memeluknya dengan erat. "Kalian berjanji?"

Tiara dan Tom saling menatap satu dan lainnya lalu menganggukkan kepalanya bersamaan.

"Terima kasih Mom, Dad. Gio sayang kalian."

Walaupun Gio tidak tahu apakah janji kedua orang tuanya akan ditepati atau tidak, tapi setidaknya mereka tidak akan lagi bertengkar setelah kedatangan seorang tante-tante yang tadi memarahinya dengan mengatakan ia anak pembawa sial yang seharusnya mati.

"Kami juga menyayangi Gio," ucap Tom dengan mengusap kepala putranya lembut.

Sementara Tiara memilih untuk terus memeluk putranya, karena begitu takut kehilangan Gio. Ia berdoa agar putranya bisa bertahan sampai janin yang ada di dalam kandungannya lahir ke Dunia, untuk menyembuhkan penyakit leukemia myeloid yang di derita Gio.

*

*

"Sayang," panggil Tom setelah mereka keluar dari kamar Gio.

Ya, semalam mereka tidur bertiga dan kini hari sudah menjelang pagi di mana waktunya bagi Tiara menyiapkan sarapan dan Tom bersiap untuk berangkat kerja.

"Tom pergilah! aku tidak ingin berdebat hanya untuk membahas masalah pribadi kita. Aku tidak ingin membuat Gio bersedih melihat kita bertengkar," pinta Tiara dengan memohon.

"Aku tidak mengajakmu untuk berdebat, aku hanya ingin meminta maaf dan menjelaskan kalau Julia—"

"Kau tidak perlu meminta maaf dan menjelaskan apa pun," sela Tiara. "Dengar Tom, urusan pribadimu dengan Julia atau wanita manapun aku tidak peduli. Tapi aku mohon, jangan sampai wanita itu datang ke rumah ini dengan memaki Gio bahkan sampai mendoakan putra kita cepat mati," ucapnya dengan menahan emosi saat teringat perkataan Julia kemarin.

"Apa? Jadi Julia—"

"Sekarang yang aku inginkan hanyalah kita bersama-sama sampai Gio sembuh, jadi sampai waktu itu tiba jangan membuat keributan dan masalah di depan putra kita."

Tom menggelengkan kepalanya. "Kita akan bersama untuk selamanya, kau sudah berjanji pada putra kita."

"Tidak, aku hanya berjanji akan bersama Gio dan adiknya kelak."

Setelah mengucapkan hal tersebut Tiara pun memilih pergi untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang Ibu rumah tangga. Sementara Tom hanya bisa terdiam dengan lesu, melihat punggung Tiara yang menghilang di balik dinding.

1
wiwin winarti
pasti itu si wanita ular
wiwin winarti
makanya jadi laki tu yang bener
wiwin winarti
kadang ayah juga tidak cocok
wiwin winarti
Tom gak sadar dulu dia yg abai
wiwin winarti
laki laki emang egois
wiwin winarti
demi anak harus menyingkirkan ego
wiwin winarti
tidak usah sampai berlutut klo tom punya hati tidak akan berbuat seperti yg di perkirakan
wiwin winarti
tisu mana tisu
wiwin winarti
kasihan Gio
wiwin winarti
tuh kan bener anaknya kembar
wiwin winarti
kayanya kembar anaknya
wiwin winarti
aku mampir mom
Khanza Safira
Momy gina aku balik lagi nih baca baca karyamu soalnya kangeen bangeet ❤️
ᵈᵉᵉ🌸🍒⃞⃟🦅
begoooo ga punya pendirian amat
Efa Ernawati
thank you author....
Siti Sumarni
selalu suka dg ceritamu momy..
Nur Anna
bagus 2x baca
Gabriel Orlando
sesak dadaku 😭😭😭😭😭😭😭😭
Gabriel Orlando
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Gabriel Orlando
😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!