NovelToon NovelToon
Menikahi Wanita Ternoda

Menikahi Wanita Ternoda

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Dosen / Romansa / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: ntaamelia

Di suatu malam yang kelam, pria bernama Fierce De Lance Tanson mendapati dosennya diperkosa. Wanita muda itu meringkuk sambil menangis, sementara pelaku telah kabur.

Karena perasaan cinta yang sudah cukup lama terpendam, Fierce membawa sang dosen ke rumah sakit dan berjanji akan bertanggung jawab.

Akan tetapi niat baik tak selalu membuahkan hasil. Tawaran Fierce ditolak mentah-mentah oleh wanita bernama Yuna, karena merasa tak pantas bersanding dengan muridnya itu. Terlebih Fierce masih sangat muda, masa depannya masih sangat panjang.

Namun, siapa sangka? Yuna harus menerima kenyataan pahit ketika dirinya dinyatakan hamil. Hingga akhirnya dia bersedia menerima lamaran Fierce.

Bagaimana kehidupan pernikahan mereka? Akankah berjalan mulus, sementara di hati Yuna hanya ada perasaan bersalah? Dan apa yang akan terjadi ketika identitas si bayi terkuak?

Jangan lupa follow Ig @nitamelia05

Salam anu👑

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Persalinan

Satu minggu kemudian.

Hari itu Fierce tidak bersiap-siap untuk pergi bekerja, karena sang istri yang sudah mengeluh sakit perut sejak pagi buta.

Sebagai suami siaga, sudah tentu Fierce langsung mengkhawatirkan keadaan istrinya. Dia menebak bahwa apa yang dirasakan Yuna adalah kontraksi, jadi dia segera mengajak istrinya untuk pergi ke rumah sakit.

"Sebentar aku ambil tas dulu," ucap Fierce seraya melangkah ke arah lemari pakaian, dia mengambil tas besar yang sudah mereka siapkan dari dua hari yang lalu.

Yuna hanya mengangguk sebagai jawaban, karena rasa yang menghujam perutnya semakin nyata. Dia mencengkram sprei sambil menarik nafas dalam-dalam.

Setelah semuanya telah siap, Fierce baru menggendong Yuna untuk masuk ke dalam mobil, karena dia tidak tega membiarkan Yuna berjalan walaupun hanya sekedar ke depan.

"Fierce," panggil Yuna dengan terengah, dan hal tersebut membuat gurat kecemasan di dahi Fierce semakin banyak.

"Sabar ya, kita ke rumah sakit sekarang, sebentar lagi Kakak mendapat penanganan," balas Fierce, lalu melangkah cepat ke arah mobil, dia mendudukkan Yuna pelan-pelan karena wanita itu terus meringis kesakitan.

Tanpa menunggu lama, Fierce langsung menancap gas untuk sampai di rumah sakit Puri Medika.

Di pertengahan jalan Fierce teringat tentang keluarganya, tetapi dia tidak ingin menghubungi mereka saat berkendara, karena dia takut terjadi apa-apa.

"Apa rasanya sakit sekali?" tanya Fierce sambil menoleh ke arah Yuna, kini wanita itu sedikit tenang, karena rasa sakit di perutnya perlahan menghilang.

"Masih jarang, Fierce. Kadang sakit, kadang tidak, mungkin karena masih pembukaan awal," balas Yuna, dia mengatur pernafasan sambil membayangkan saat dirinya melahirkan. Dia tidak tahu akan seperti apa sakitnya, karena seperti ini saja cukup membuatnya tersiksa.

"Kakak pasti bisa melewati ini semua, karena aku akan selalu ada di samping Kakak."

Fierce mengatakan itu dengan wajah yang begitu meyakinkan, hingga membuat hati Yuna tak begitu tegang. "Iya, Sayang."

Untuk pertama kalinya wanita itu memanggil Fierce dengan mesra, dan hal tersebut tentu membuat Fierce sangat bahagia. Rasa cemas di dada Fierce seolah luruh, meski tidak sepenuhnya.

Hingga tak berapa lama kemudian, kedua orang itu tiba di tempat tujuan. Yuna langsung mendapat penanganan dan ternyata wanita itu sudah masuk pembukaan empat.

Selama Yuna menjalani pemeriksaan, Fierce sudah menghubungi Zoya serta ayah Yuna, hingga kini Zoya pun ikut pergi ke rumah sakit untuk menemani menantunya. Sementara Bram harus meminta izin untuk tidak bekerja, karena statusnya sebagai karyawan biasa, membuat dia tak bisa libur seenaknya.

Fierce masuk ke dalam ruangan Yuna, dan melihat wanita itu sedang berbaring sambil mengelus perutnya.

Fierce mendekat hingga dia berdiri di sisi istrinya, dia memperhatikan Yuna yang sedang berjuang melawan rasa sakit. Meskipun tak tega, tetapi ada rasa senang juga, karena sebentar lagi, anak mereka akan lahir ke dunia.

"Aku sudah menghubungi Mommy dan Ayah, Kak. Jadi, Kakak jangan merasa sendiri yah, yakinlah bahwa Baby pun sedang berjuang untuk bertemu kita," ucap Fierce memberi semangat, dan hal tersebut justru membuat Yuna ingin menangis.

Pikirannya langsung melayang, mengingat semua kebaikan Fierce, bagaimana pemuda itu menyayangi anak yang bukan darah dagingnya, dan juga cara Fierce memperlakukannya.

Sumpah demi apapun, jika dia disuruh membalas, dia tidak tahu harus dengan apa.

"Terima kasih ya, Fierce. Aku akan kuat untuk kalian," balas Yuna dengan air mata yang berurai, dan hal tersebut membuat Fierce mengerutkan kening, dia segera menghapus cairan bening itu dari mata Yuna.

"Kenapa malah menangis, Sayang? Sebentar lagi kita akan bertemu Baby, jadi Kakak harus bahagia."

Yuna mengangguk cepat, lalu tiba-tiba dia membuka tangan ingin memeluk Fierce sebentar saja. Dengan senang hati Fierce melakukan apa yang Yuna mau, hingga setelah beberapa jam terlewat, pembukaan Yuna tampak sudah sempurna.

Wanita itu langsung dipindah ke ruang persalinan dengan Fierce selalu berada di sisi istrinya.

Saat itu Zoya pun ikut masuk, sementara yang lain menunggu di luar. Dia melihat wajah Fierce yang nampak gelisah karena terus-menerus melihat Yuna yang kesakitan.

"Fierce, terus beri semangat pada istrimu," ucap Zoya yang saat itu mendekati putranya, Fierce langsung mengangkat wajah, dia ingin sekali memeluk Zoya karena takut, tetapi cengkraman tangan Yuna terasa semakin kuat.

"Do'akan istriku, Mom," balas Fierce, hanya kalimat itu yang bisa keluar dari mulutnya. Hingga tak berapa lama kemudian terdengar erangan Yuna yang menggema, karena dia sedang berjuang untuk melahirkan buah hatinya.

Fierce berada di sisi kiri, sementara Zoya ada sisi kanan. Suaminya itu terus membisikkan kalimat cinta, membuatnya semangat untuk terus mengejan.

"Dorong lagi, satu, dua, tiga ...." Dokter Erika memberi instruksi, dan Yuna berusaha lebih keras lagi untuk membantu si kecil yang sudah hampir keluar.

"Kamu bisa, Sayang, kamu hebat," bisik Fierce dengan derai air mata. Karena dia tidak tahan melihat perjuangan Yuna untuk mengeluarkan anak mereka. Hingga tak berapa lama kemudian, terdengar suara tangis bayi yang begitu menggema.

Tepat pada saat itu, Fierce langsung memeluk Yuna dengan perasaan lega dan juga campur aduk. "Yunaku hebat. Aku mencintaimu, Sayang." Ungkap Fierce dengan sesenggukan. Sementara Zoya yang melihat itu hanya mampu tersenyum tipis.

Namun, ada satu kejanggalan saat Fierce memperhatikan wajah anak mereka yang diberi nama Junior Ivander Tan. Dia langsung teringat dengan wajah seseorang, tetapi hanya sekilas.

1
Deistya Nur
keren, semangat ka 👍💪
Gia Nasgia
otw kepoin
Gia Nasgia
Terimakasih kak Othor untuk karyanya yg menghibur 👍🙏
Gia Nasgia
Fierce Junior hati2 ada gempa lokal😂
Gia Nasgia
🤣🤣🤣🤣🤦‍♀️
Gia Nasgia
Seharusnya sdh sejak dulu
Gia Nasgia
Akhirnya ibu tirinya Yuna tahu bagaimana sifat anaknya 😡semoga keluarga kecil Fierce dan Yuna selalu bahagia 😍
Gia Nasgia
Pakai bocil tokcer juga 🤭
Gia Nasgia
Hahaha meleyot inimah 😂😂
Gia Nasgia
Akhirnya 😍😍
Gia Nasgia
Si Adam nggak tahu sdh berurusan dgn siapa 😡
Gia Nasgia
Aku mendukung An
Gia Nasgia
Yuna umurnya aja yg tua
Gia Nasgia
Yuna jangan cpt mengambil kesimpulan kasihan perjuangan Fierce untuk mendapat restu dari keluarga nya
Gia Nasgia
very sad
Gia Nasgia
Semoga Mom.Soya dan Dad Ken sepemikiran dgn An yg mau menerima masa lalu Yuna 🥺
Gia Nasgia
Tapi kurasa An akan bangga mendengar alasan Fierce menikahi Yuna yg hanya korban dari perbuatan kakak tirinya
Gia Nasgia
Semoga An tdk langsung menghakimi Yuna dan mau mendengarkan penjelasan Fierce
Gia Nasgia
Waduh bakalan ketah klau Junior bukan anaknya Fierce 🥺
Gia Nasgia
Jaka tarub versi modern
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!