NovelToon NovelToon
Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Astirai

Langkah yang ku tempuh sudah terlalu jauh, tetapi sepertinya tidak berujung...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astirai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

Kemudian Bram mengarahkan

mobilnya ke sebuah mall yang memang menyediakan kuliner cukup komplit. Setelah

memarkirkan mobilnya, berdua berjalan ke arah pintu masuk.

“Kamu gak trauma kan

masuk ke mall..??” Tiba-tiba Bram bertanya.

“Maksudnya...???” Tanya

Renata heran

“Yaaaa.... siapa tahu

kamu trauma keseleo lagi kayak dulu.. haa....” Bram tertawa

“Ihhh....” Renata

mencubit lengan Bram. Renata merasa malu, karena itulah pertama kali Bram

memeluk dirinya gara-gara kakinya sakit keseleo.

“Auuu.... sakit!!! Mesra

dikit dong kalau nyubit!!!” Bram mengelus lengannya yang dicubit Renata.

“Biarin...!!!” Jawab

Renata cemberut.

“Ehhh... tapi

ngomong-ngomong kalau kamu keseleo lagi aku gak keberatan lho... kan bisa meluk

kamu lagi.... haaaaa...”

“Mas.... nyebelin

sih...!!!” Renata kembali akan mencubit Bram dan mukanya memerah karena malu.

Tapi sebelum kesampaian, tangan Bram lebih dulu menangkap tangan Renata dan

menggenggamnya erat.

“Naaahhhh.... kan kalau

gini aman...” Bram mengedipkan sebelah matanya. Renata masih tetap cemberut.

Mereka tetap berjalan dan tangan Renata masih di genggaman Bram. Renata

sebenarnya merasa risih dengan perlakuan Bram, tapi untuk menarik tangannya,

dia takut Bram tersinggung.

Mereka berdua berjalan

pelan-pelan menyusuri mall sambil sesekali Bram bercanda.

Bram

terlihat sangat bahagia bisa berjalan di malam minggu dengan Renata. Saat

keduanya asyik berjalan, tiba-tiba...

Bram terlihat sangat

bahagia bisa berjalan di malam minggu dengan Renata. Saat keduanya asyik

berjalan, tiba-tiba...

“Mas Braaammmm......!!!” Ada

suara cewek yang sedikit berteriak memanggil Bram. Bram dan Renata menoleh ke

arah suara cempreng itu. Terlihat seorang cewek berlari kecil ke arah Bram dan

Renata.

“Kamu..... sama siapa di

sini???” Bram mengerutkan dahinya.

“Sasa janjian sama teman-teman,

tapi sampai sekarang gak nongol-nongol. Sasa males nungguin. Kali saja mereka

gak jadi datang..” Jawab Sasa cemberut. Renata diam saja, dia tidak tahu siapa

cewek cantik yang ada di depannya ini.

“Mas.....” Kata Sasa

sambil melirik ke arah Renata. Bram tahu maksud adiknya.

“Eh.... kenalin Ren, ini

adik bontotku yang paling cerewet”

Renata tersenyum sambil

mengulurkan tangannya.

“Renata... boleh panggil

Rena saja...” Renata masih tersenyum

“Sasa mbak... Adik mas

Bram yang paling cantik   hee....” Bram

menoyor kepala adiknya, yang dibalas cubitan di lengannya oleh adiknya.

“Kamu sama siapa tadi

Sa..?” Tanya Bram

“Dianter pak Supri, tapi

pak Supri langsung pulang..”

“Terus sekarang....?”

“He.... Boleh gak ikut mas

Bram sama mbak Rena...?” Tanya Sasa dengan muka yang dibuat sedih, sambil

menggoyang-goyangkan tangan kakaknya dengan kolokan. Renata sangat gemas

melihat wajah imut Sasa dan ingin mencubit pipinya.

“Boleh aja... yuk gabung

biar rame....” Jawab Renata tiba-tiba.

“Bener mbak...? gak gangguin...???”

Tanya Sasa dengan wajah girang sambil memegang kedua tangan Renata

“Ya enggak donk, emang gangguin

kenapa... Kapan lagi kita bisa jalan bareng..?” Renata masih tersenyum, dia

tertarik dengan Sasa yang cantik, sepertinya anaknya asyik dan kocak.

“Mas Bram...????” Tanya

Sasa melihat kakaknya dengan berharap kakaknya mengijinkan untuk ikut.

“Ayuuukkk.... tapi jangan

bawel ya... Awas kalau bawel, mas buang ke selokan..!!!”

“Siap bos... tapi kalau

minta sesuatu boleh donk....” Jawab Sasa dengan sikap hormat sambil nyengir

kegirangan.

“Diiihhhh.... maunya..” Kata

Bram sambil menarik hidung adiknya. Sasa teriak kesakitan.

“Heh.... anak cewek

teriak-teriak... Malu... Kayak di hutan aja!!!”

“Abis.... mas Bram jahil

terus sih....” Jawab Sasa cemberut.

Mereka bertiga meneruskan

jalannya menuju tempat makan.

“Kita mau makan dulu, Sasa

mau makan apa..?” Tanya Renata.

“Apa aja dech mbak..,

Sasa ngikut..” Jawab Sasa pasrah.

“Gimana kalau steak mau,

Sasa mau gak...?” Tanya Renata.

“Dia sih jangan ditanya

kalau steak Ren, hobbynya makan itu..?” Bram menjawab sebelun Sasa bicara.

“Ya udah... kita makan

steak dulu ya...” Kata Renata lagi.

Setelah menemukan restauran

yang dituju dan mendapatkan tempat duduk, sambil menunggu pesanan, mereka

ngobrol. Terlihat Sasa mendominasi obrolan dan Renata lebih banyak tersenyum

mendengar omongan Sasa. Tak jarang Bram dan Sasa saling melempar ledekan yang

membuat Renata tertawa.

“Eee.... Sa tadi kamu

nunggu teman-teman atau temannn...?” Tanya Bram menyelidik.

“Teman mas... suer...” Jawab

Sasa sambil mengacungkan dua jari. Sasa tahu, kakaknya pasti cerewet kalau dia

pergi dengan cowok. Bram sangat posesif terhadap adiknya, dan kadang membuat

Sasa kesal. Tapi dia tahu, kalau kakaknya memang sangat sayang pada dirinya.

“Teman cowok..???” Desak

Bram lagi

“Cewek mas.... ishh... mas

Bram malah yang bawel... Gak percayaan sama Sasa...” Sasa cemberut. Renata

tersenyum melihat kakak adik di depannya. Lucu juga muka Sasa yang ngambek.

“Kenapa senyum-senyum

Ren..?” Tanya Bram

“Gaaakkk... liat kalian

berdua lucu, ribut dari tadi..”

“Mas Bram nih mbak... orang

paling bawel sekampung. Mbak Rena kok mau sih jalan sama mas Bram.. Gak pernah

dibawelin mas Bram gitu mbak??” Tanya Sasa tanpa dosa.

“Eeeiittsss.... jangan

salah. Siapa coba yang gak mau sama orang ganteng begini...”

Kata Bram dengan PD nya.

“Diiihhhh.... GR. Mbak Rena

belum pernah ya dibawelin sama mas Bram... duuhhh... pening mbak dengerinnya. Mami

sama mbak Erina aja gak bawel.... ini cowok malahan bawelll...” jawab Sasa. Renata

tertawa kecil sambil mencubit pipi Sasa gemas. Dia suka sama Sasa, serasa kenal

sudah lama, padahal baru saja ketemu.

“Kamu kalau gak

dibawelin, bisa-bisa gak karuan...” Jawab Bram cuek. Pesanan steak pun datang.

“Udah stop dulu ributnya.

Ayuk makan dulu..” Renata menghentikan perdebatan keduanya.

Mereka bertiga menikmati

makanannya dengan diam. Sesekali Sasa melirik ke arah Renata. Dia mengagumi

kecantikan Renata. Gak salah juga mas Bram milih pacar. Udah cantik, baik lagi.

Orangnya juga kayaknya asyik. Kata Sasa dalam hati. Rupanya Bram tahu kalau

Sasa sering melirik Renata.

“Kenapa Sa ngelirik-lirik

terus..???” Tiba-tiba Bram bertanya yang mengagetkan Sasa.

“Eeeehhh.... mbak Rena

cantik banget mas...” Jawab Sasa spontan, membuat Renata menghentikan makannya

dan tersenyum.

“Sasa juga cantik.... mbak

suka...” Jawab Renata tetap tersenyum sambil mengelus pipi Sasa.

Bram pun senang melihat

Sasa dan Renata bisa cocok, padahal baru pertama ketemu. Kembali mereka

melanjutkan makan sampai selesai.

“Mas.... kemarin mas Bram

dah janji sama Sasa kan..??” Tiba-tiba Sasa nyeletuk setelah menyelesaikan

makannya

“Janji....???” Bram

mengerutkan dahinya.

“Ihhh.... sebel... pura-pura

lupa...!” Kata Sasa sambil cemberut

“Apaan....? Mas lupa....!”

“Janji malem minggu jalan....”Sasa

mencoba mengingatkan

“Oooo... kan kamu yang minta,

bukan mas yang janji. Dan sekarang... kan kita sudah jalan juga.”

“Iyaaa... ini karena

kebetulan... dan mas Bram janji mau beliin sesuatu...”

“Nooo.. nooo... mas gak

pernah janji. Kamu jangan ngarang....” Bram menggeleng-gelengkan kepalanya,

membuat Sasa tambah kesal dengan kakaknya.

1
Amarantha Chitoz
makasihhhh
Amarantha Chitoz
lanjutin....
Amarantha Chitoz
sasa bisa aza....
Amarantha Chitoz
selamat
Amarantha Chitoz
smoga lancar
Amarantha Chitoz
lanjuttt
Amarantha Chitoz
hati2
next
Amarantha Chitoz
siippp next
Amarantha Chitoz
positif
Amarantha Chitoz
hamil....????
Amarantha Chitoz
jangan2 hamil ya, mudah2an
Amarantha Chitoz
sedih kannnn
Amarantha Chitoz
next yaaaaaa
Amarantha Chitoz
up.....
Amarantha Chitoz
ribet
Amarantha Chitoz
sembuh ya...
Amarantha Chitoz
stop lebay
Amarantha Chitoz
siiiipppp.. lanjut
Amarantha Chitoz
next lah
Amarantha Chitoz
ayo mulai pelan2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!