Apa jadinya ketika kamu mengambar karakter komik. Lalu karakter itu muncul dalam dunia nyata?
Hal ini terjadi kepada Kinara Angelica seorang penulis cerita komik yang suatu hari menemukan sesosok lelaki didalam kamarnya. Tak disangka lelaki itu mirip dengan wajah karakter komik yang digambarnya.
Yuk ikuti kisah seru Kinara yang harus mengurusi lelaki manja nan polos yang keluar dari komik buatannya bernama Ken.
Ditambah ia harus bersaing melawan karakter utama wanita dalam komik yang dibuatnya sendiri.
Dapatkah Ken berhasil menjalankan sebuah misi agar ia menjadi manusia seutuhnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neng Euis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25. Sebuah Rahasia
"Jadi, Dokter Mira suka sama Kak Dika?" tanya Kinara.
"Iya, dari kuliah. Dia senior yang hebat, tapi aku masih belum tahu seperti apa tipe wanita idealnya. Pasti harus wanita yang sepadan dengan Dokter Dika." jawab Dokter Mira lemas merasa tak percaya diri.
"Dokter Mira, wanita dengan karir luar biasa, dan juga cantik. Mereka berdua keliatannya cocok dan sepadan. Pasti Kak Dika juga suka sama Dokter Mira." batin Kinara kian ciut nyali. Rasanya, ia tak pantas menyukai Dokter hebat yang luar biasa sedangkan ia bukan wanita dengan karir yang sukses seperti Dokter Mira.
"Menurutmu, wanita seperti apa yang jadi tipe idealnya? Kak Dika pernah gak cerita sama kamu?" sambung Dokter Mira yang sekaligus membuyarkan lamunan Kinara.
"Kak Dika gak pernah cerita soal masalah cewek sih ke aku. Katanya untuk sekarang dia gak mau pacaran dan masih sibuk dengan Rumah sakit." jawab Kinara.
"Masa iya sih cowok setampan dan sekeren dia masih single atau gak punya cewek yang dia suka." gerutu Dokter Mira.
"Tapi memang Kak Dika gak pernah terbuka dan selalu misterius sama urusan cewek."
"Nara, mulai sekarang kamu panggil aku Mbak aja ya. Karna kan Dokter Dika udah menganggap kamu adiknya, jadi aku juga pengen ngangep kamu adikku." ucap Dokter Mira sambil menyunggingkan seulas senyum.
"Iya, Mbak." ucap Kinara canggung.
"Aku minta nomer WA kamu ya, nanti kita bisa saling curhat. Kalau kamu punya masalah atau apapun jangan pernah ragu, cerita sama aku. Oke." Dokter Mira menyerahkan ponselnya ke Kinara
"Oke, Mbak." Kinara mengambil ponsel Dokter Mira dan mulai mengetikan nomernya. Setelah itu ia memberikan ponsel Dokter Mira kembali.
"Aku namain calon Adik ipar ya?" tanya Dokter Mira sembari tertawa kecil.
"Terserah, Mbak."
"Ohya, aku udah baca loh cerita-cerita komik Nara, Dokter Dika yang kasih tahu. Semua gambar dan ceritanya bagus deh. Apalagi yang judulnya Ohh My Bodyguard itu."
"Wah, aku jadi malu Mbak." ucap Kinara sambil mengaruk belakang kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.
"Untung saja dia tak membaca komik Love For You. Jangan sampai Kak Dika, Kak Kiano dan Dokter Mira membacanya, aku malu karna memasukan diriku dalam cerita. Bisa di bully aku sama mereka! apalagi sekarang aku jadi pemeran antagonis disana gara-gara si penyusup sial itu!" batin Kinara merasa lega karna Dokter Mira hanya membaca komik yang ia terbitkan di situs lain.
Kinara dan Dokter Mira kemudian melanjutkan obrolan hangat mereka. Entah kenapa wanita yang awalnya terlihat menyebalkan itu berubah menjadi teman ngobrol yang menyenangkan.
Kinara juga terlihat mulai menerima kehadiran Dokter Mira. Ia merasa Dokter Mira seperti sosok kakak perempuan dan teman dekat yang yang tak pernah Kinara punyai di dunia ini.
Bahkan Kinara sampai melupakan Ken. Dokter Dika pasti sekarang sudah mengetahui semuanya tentang Ken. Kinara sudah pasrah kalau harus diomeli atau diintrogasi jilid ke 3 setelah ini.
•
•
•
Ken dan Dokter Dika kembali menemui Kinara dan Dokter Mira. Kinara menatap Dokter Dika lekat-lekat mencoba menerka-nerka respon Doker Dika setelah mengintrogasi Ken.
"Dokter Mira, aku dapat telpon dari Rumah sakit. Sepertinya ada yang ingin Prof. Daniel tanyakan tentang operasi pasien VIP yang akan kita lakukan minggu depan." ucap Dokter Dika sambil menatap ke arah Dokter Mira.
"Apa benar Prof. Daniel mempercayakan aku masuk ke timmu? gimana kalau aku mengacaukan operasinya? apalagi ini pasien VIP."
"Masih ada waktu seminggu. Aku akan membantu dan mengajarimu."
Dokter Dika kemudian melemparkan pandangan menatap Kinara, "Nara, kak Dika pergi dulu ya. Tadi Dokter Mira bawa makanan, nanti kamu ambil aja di apartemenku."
"Iya, kak."
Dokter Dika dan Dokter Mira kemudian bergegas pergi dengan buru-buru meninggalkan Kinara dan Ken.
Kinara kemudian menatap Ken "Ken, tadi kamu ngobrol apa aja sama Kak Dika?"
"Rahasia cowok." jawab Ken singkat.
"Apa sih, jadi kamu maennya rahasia-rahasian sekarang?"
"Dia bilang kalau penasaran suruh tanya dia langsung."
"Oh, jadi sekarang kamu lebih nurut sama Dokter Dika daripada aku?" Kinara ngambek dan berjalan pergi.
"Bukan itu maksudnya." teriak Ken kemudian berjalan di belakang Kinara.
Kinara tak menjawab dan hanya mempercepat langkahnya. Sepanjang perjalanan menuju Apartemennya Kinara hanya diam berharap Ken melakukan sesuatu untuk menghibur dirinya tapi nyatanya Ken juga ikut diam. Kinara jadi merasa semakin sebal.
Pintu lift terbuka, mereka sudah sampai ke lantai 8. mereka melanjutkan perjalanan ke apartemennya, tapi langkahnya tiba-tiba terhenti di depan Apartemen nomer 104. Walau ragu, Kinara mencoba mengetuk pintu dan tak menunggu waktu lama pintu terbuka.
"Eh Nara, akhirnya kamu datang. Kita udah nunggu kalian berdua loh." sambut Rama begitu membuka pintu. Ia kemudian mempersilahkan Kinara dan Ken masuk.
Kinara mulai masuk ke apartemen 104, ia bedecak kagum melihat interior mewah dalam apartemen 104. Dulu terakhir kali ia masuk ke sini desainnya tidak semewah ini ketika ditempati penghuni yang sebelumnya. Tapi, kini isi dalam Apartemennya telah berubah total.
Kinara berjalan ke ruang tamu dan ia melihat Shinta sudah duduk di sofa seperti sedang menunggu kedatangan mereka.
"Akhirnya, waktu yang dinantikan datang juga." ucap Shinta sambil tersenyum memandang sebuah kotak kecil di tangannya.
"Ken ikut aku ke balkon yuk. Istriku ingin bicara berdua dengan Nara." ucap Rama sambil menatap Ken seperti memberi isyarat menyuruh mengikutinya dan Ken langsung berjalan mengikuti Rama.
"Mas Rama kok tahu namanya Ken? Perasaan aku belum pernah memperkenalkan Ken kepada mereka? Kenapa Ken juga langsung nurut begitu diajak Mas Rama? Biasanya Ken apa-apa selalu minta ijin aku dulu?" batin Kinara sambil menatap kepergian Ken.
"Silahkan duduk, Nara." ucap Shinta kemudian mengambil teko yang sudah ada di meja dan menuangkan sebuah minuman yang beraroma seperti teh.
"Ini teh terbaik dari jepang. Kamu harus mencobanya." Shinta memberikan gelas berisi teh yang sudah diraciknya kepada Kinara.
Walau sempat ragu, Kinara mencoba menyuput teh itu untuk menghormati tuan rumah. "Sebenarnya kedatangan aku kesini ingin ...."
Shinta langsung menyodorkan kotak hadiah di depan Kinara. "Ini hadiah untukmu Kinara."
Kinara mengeryitkan dahinya, ia masih tak mengerti kenapa tiba-tiba saja Shinta memberinya hadiah.
"Untukku?" tanya Kinara memastikan.
Shinta mengangguk, "Bukalah."
Kinara akhirnya mengambil kotak itu dan mencoba membukanya. Ia menemukan sebuah kalung emas yang berbandul bintang dengan angka tiga di tengahnya, ia membalikkan bandul itu dan menemukan sebuah tulisan MangaX. Kinara langsung melemparkan pandangannya menatap Shinta. "Apa ini?"
"Selamat, karna kamu menjadi orang ketiga yang dipercaya memegang tablet ajaib. Sebenarnya hadiah itu diberikan ketika kamu berulang tahun. Tapi karna suatu hal, aku telat memberitahumu."
Kinara terdiam, masih belum memahami apa yang sedang dibicarakan wanita di depannya.
"Apa maksudnya?" tanya Kinara masih belum paham.
"Tablet ajaib itu diberikan khusus kepada orang yang terpilih. Kamu pasti sudah merasakan keajaibannya 'kan?" jawab Shinta sambil memandang kearah balkon, tempat dimana suaminya dan Ken sedang mengobrol.
"Apa ini ada kaitannya sama Ken dan dunia komik?" tanya Kinara
Shinta mengangguk.
•
•
•
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa Like 👍 dan Vote 💝 ya ....
Masukan ke Favorit ❤ dan jangan lupa beri Bintang 5 🌟
Happy Reading 🤗
Salam hangat dari author
"Neng Euis"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bintang 5 untuk karyanya...
salam manis dari KENANGAN dan FOREST GIRL 🤗🤗