Zaskia harus menelan pil pahit, menjelang pernikahannya yang tinggal menghitung hari, dia dihadapkan kalau Adnan calon suaminya itu selingkuh dengan temannya sendiri bahkan sampai hamil.
Sedih, hancur, marah, bahkan trauma harus dirasakan oleh Zaskia. Butuh waktu bertahun-tahun untuk menyembuhkan luka dalam hatinya.
Tapi bagaimana jika sudah sekian lama bisa melupakannya, tiba-tiba saja dipertemukan kembali dalam situasi dan kondisi yang berbeda.
Akankah Zaskia memaafkan dan kembali kepada sang mantan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal Kebahagiaan Zaskia
Setelah pernikahan dilaksanakan, Arya mengajak Zaskia untuk tinggal di rumahnya. Zaskia duduk di ujung ranjang milik Arya dengan menundukkan kepala, sungguh saat ini jantungnya berdetak tak karuan.
Arya pun keluar dari dalam kamar mandi dengan rambut yang masih basah membuat seketika Zaskia meremas kedua tangannya.
"Sayang, apa kamu mau mandi?" tanya Arya.
"Ah, i-iya Mas, Kia mandi dulu."
Zaskia pun dengan cepat menyambar handuk dan tidak lupa membawa baju ganti juga, lalu Zaskia masuk ke dalam kamar mandi dan itu membuat Arya menyunggingkan senyumannya.
"Ya ampun aku gugup sekali ini," gumam Zaskia.
Sudah setengah jam berlalu, dan Zaskia sudah selesai mandi tapi Zaskia tidak berani keluar. Zaskia benar-benar gugup dan merasa takut, sedangkan Arya merasa khawatir dengan Zaskia karena belum keluar juga dari dalam kamar mandi.
Tok..tok..tok..
"Sayang, kamu baik-baik saja kan? kok, mandinya lama?" seru Arya.
"I-iya Mas, Kia sudah selesai kok, sebentar lagi keluar."
Arya pun kembali duduk di atas tempat tidurnya menunggu Zaskia, perlahan pintu kamar mandi terbuka, Zaskia berjalan dengan menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap Arya.
Zaskia masih berdiri dengan meremas ujung baju tidurnya. Arya tahu kalau saat ini istrinya itu sedang gugup, Arya pun menghampiri Zaskia dan menarik tangan Zaskia untuk naik ke atas tempat tidur.
Arya mengangkat dagu Zaskia supaya Zaskia menatap ke arahnya.
"Kamu kenapa? apa kamu tahut sama aku?" tanya Arya.
Zaskia menganggukkan kepalanya lemah...
"Kenapa kamu takut, aku sekarang sudah menjadi suamimu jadi kalau kamu butuh apa pun atau ada masalah apa pun, tolong bilang sama aku."
"Iya, Mas."
Arya menarik tubuh Zaskia ke dalam pelukannya.
"Aku tidak akan meminta hak ku malam ini, aku akan membuat kamu nyaman dulu sama aku, dan setelah kamu merasa nyaman dan tidak takut lagi baru aku akan meminta hak ku, jadi kamu tidak usah khawatir," seru Arya dengan mengusap lembut kepala Zaskia.
Zaskia melepaskan pelukannya dan menatap Arya dengan sangat dalam, perlahan tangan Zaskia terulur dan memegang pipi Arya.
"Mas, sekarang aku sudah menjadi istrimu, maaf kalau tadi aku masih merasa gugup dan takut. Tapi untuk saat ini, lakukanlah apa yang kamu mau Mas karena aku sudah tidak merasa takut lagi. Aku harus menaklukan rasa takut aku, dan aku yakin Mas bisa menghilangkan rasa takut itu."
Arya tersenyum senang. "Aku akan menghilangkan semua rasa trauma mu sayang, kita akan hidup bahagia dan aku pastikan aku akan buat kamu bahagia selamanya."
"Aku pegang janji, Mas."
Perlahan Arya mendekatkan wajahnya ke wajah Zaskia, Zaskia memejamkan matanya dan akhirnya kedua bibir itu menempel juga.
Awalnya masih terasa biasa-biasa saja, tapi lama-kelamaan ciuman mereka berubah menjadi panas bahkan tangan Arya sudah berkeliaran ke mana-mana.
Keduanya sudah lupa diri, bahkan mereka tidak sadar kalau keduanya sudah tidak memakai sehelai benang pun yang menempel di tubuh mereka.
Zaskia mulai mengeluarkan de**hannya membuat Arya semakin bersemangat dan hasratnya meningkat.
"Sayang, aku akan mulai mungkin ini akan sedikit sakit tapi aku janji akan pelan-pelan," lirih Arya.
"Iya Mas."
Arya mulai mengarahkan tongkat saktinya, perlahan Arya menekannya dan itu membuat Zaskia meringis.
"Maaf sayang, apa sakit?"
Zaskia menganggukkan kepalanya, Arya kembali mencium bibir Zaskia setelah Zaskia terbuai dengan ciumannya, Arya mulai menekan kembali tongkat saktinya dan kali ini sedikit keras membuat Zaskia kaget dan menggigit bibir Arya sampai bibir Arya berdarah.
"Tahan sedikit, sayang."
Pegangan Zaskia semakin erat, bahkan kuku Zaskia sudah menancap di punggung Arya. Arya semakin menekan, sehingga sebuah cairan terasa keluar dari dalam kepunyaan Zaskia. Perlahan tapi pasti, Arya mulai menggoyangkan pinggulnya sedikit demi sedikit.
"Sa-kit Mas."
"Tahan sebentar sayang, ini hanya sementara kok, nanti lama-kelamaan juga akan enak."
Zaskia menjambak rambut Arya saking sakit dan perih jadi satu di area bawahnya, Arya sampai berkeringat karena susah sekali dia menjebol gawang Zaskia.
Hingga beberapa menit kemudian, rintihan kesakitan dari Zaskia berubah menjadi de**han penuh kenikmatan. Arya semakin bersemangat menggagahi Zaskia, tubuh putih dan mulus milik Zaskia sudah penuh tanda cinta dari Arya, sampai-sampai tidak ada satu celah pun yang luput dari serangan Arya.
"Mas, bisakah kita istirahat sebentar?" lirih Zaskia.
"Sebentar sayang, tanggung."
Tidak lama kemudian, erangan panjang keluar dari bibir tipis milik Arya. Entah yang ke berapa kalinya, cairan kebahagiaan Arya menyembur ke rahim Zaskia.
Arya pun menjatuhkan tubuhnya ke samping Zaskia, napas keduanya terlihat ngos-ngosan. Arya menyeka keringat yang membasahi wajah cantik Zaskia, sedangkan Zaskia sudah sangat lemas dan tidak bisa berkata apa-apa lagi bahkan matanya terpejam dan sangat sulit untuk terbuka.
Arya memperhatikan tubuh indah Zaskia yang saat ini sudah terukir maha karyanya sendiri, Zaskia tahu kalau Arya sedang memperhatikan tubuhnya tapi Zaskia sudah tidak peduli lagi.
Zaskia mengusap wajah Arya dengan gemasnya. "Jangan dilihatin terus, kita tidur aku sudah sangat capek," seru Zaskia.
Arya tersenyum, dia pun menutup tubuhnya dan juga Zaskia lalu Arya memeluk Zaskia dari belakang sembari tangannya tidak mau diam terus saja memainkan gunung kembar Zaskia.
Plaaaakkk..
Zaskia memukul tangan Arya yang tidak tahu diri itu.
"Bisa diam tidak tangannya."
"Maaf sayang, soalnya aku gemas."
"Kita tidur, aku capek."
"Baiklah."
Akhirnya keduanya pun mulai memejamkan matanya dan tidak membutuhkan waktu lama, mereka pun sudah masuk ke alam mimpi mereka.
.
.