NovelToon NovelToon
Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Identitas Tersembunyi / Konglomerat berpura-pura miskin / Bullying dan Balas Dendam / Teen School/College / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Suci Ans

PERHATIAN! Ini Karya pertama saya yang banyak banget kekurangannya, jika cerita ini tidak sesuai selera kalian silahkan kalian tinggalkan. Oke!
.. ..

.. ..

.. ..


Tania adalah wanita cantik yang penuh dengan misteri hidup, mulai dari pengalaman masa kecilnya, masa lalu yang kelam, hingga ke kehidupannya yang sekarang pun Tania tidak pernah membongkar siapa dirinya yang sebenarnya.

Tania tidak suka di pandang sebagai orang kaya yang sombong akan harta, Tania juga tidak suka jika ada yang berteman dengannya karena penampilan dan juga derajat kekayaan.

Wajah cantik Tania yang blaster itu, ia ubah menjadi jelek dan kumuh di mata umum.

Pada dasarnya Tania hanya ingin bersenang-senang sekaligus mengawasi sekolahan papanya itu namun siapa sangka Tania malah di hadapkan dengan masalah-masalah pembullyan, pertengkaran dan percintaan yang mengganggu kehidupannya sampai di mulailah pilihan Tania yang membuat dirinya di permainankan oleh takdir.

Bagaimana pilihan hidup dan takdir hidup seorang Tania?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suci Ans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part . 27

Ketika bel jam istirahat berbunyi Tania tidak ikut dengan Aldy serta ketiga sahabat kakaknya itu ke kantin karena wanita itu ingin menyendiri di rooftop sekolah.

Di bawah trik matahari siang, wanita itu meneguk air mineralnya kemudian ia melepas kaca matanya hingga mata birunya menatap tajam ke arah depan.

"Dasar pembohong," sengit Tania.

Langkah Faza berhenti ketika telinganya tidak sengaja mendengar suara Tania, di pandangnya Tania dari kejauhan, raut muka wanita itu terlihat seperti memiliki beban derita, perlahan namun pasti Faza berjalan mendekati wanita itu.

"Tania," panggil Faza pelan hingga Tania tidak tersentak seperti biasanya, dengan malas wanita itu menoleh ke samping kanan sekilas lalu ia kembali menatap ke depan hingga seketika ia melebarkan matanya dan menatap ke samping kanan lagi, dirinya terkejut saat sadar orang yang memanggilnya adalah Faza.

"Ngapain lo di sini?" tanya Tania dengan nada tinggi kemudian buru-buru memakai kaca matanya.

"Gue mau ngomong sesuatu sama lo," ucap Faza masih di tempatnya berdiri.

"Gue lagi enggak mood," ucapan Tania jujur.

"Ini penting," ucap Faza.

"Serius banget, apaan emang?" tanya Tania sehingga Faza semakin mendekati Tania yang tengah duduk.

"Gue langsung ke poin pentingnya aja." ucap Faza menjeda perkataannya lalu menatap wajah Tania yang masih menatap lurus ke depan.

"Apa?" tanya Tania menatap Faza dan Faza pun menatap lekat netra Tania hingga sudah cukup lama, Faza mengucapkan apa yang ingin ia katakan pada Tania.

"Jauhin Aldy sama Leo!" ucap Faza.

"Maksud lo?" tanya Tania mengerutkan dahinya, Faza mengedipkan matanya sekali lalu ia kembali menatap netra Tania sangat dalam.

"Gue cuma mau bilang sa ...."

"Tania," tiba-tiba seseorang menghentikan perkataan Faza, sontak keduanya menoleh ke sumber suara tersebut.

"Leo?!" keduanya memanggil dengan serentak.

"Lo mau bilang apa sama pacar gue?" tanya Leo menatap tajam Faza sehingga Faza di buat terkejut kala mendengar pengakuan Leo.

"Pacar? Sejak kapan lo pacaran sama Tania?" tanya Faza.

"Lo nggak perlu tahu kapan gue jadian sama Tania yang jelas sekarang Tania pacar gue, dia kekasih gue," pekik Leo menekan kata kekasih pada Faza dan Tania tidak suka itu, dirinya ingin membantah kata-kata Leo.

"Gue udah ...."

"Dan lo jangan pernah dekatin pacar gue lagi, kalo enggak gue bakal habisin lo sekarang," ancam Leo memotong perkatan Tania.

"Gue nggak perduli sama apa yang lo omongin karena gue punya urusan sama Tania bukan sama lo, jadi lo jangan ikut campur sama urusan kita." sahut Faza tidak menghiraukan ancaman Leo dan sekarang Faza menarik tangan Tania hingga Tania berdiri dari tempat duduknya.

"Lepasin tangan lo, Brengs*k!" ucap Leo memisahkan genggaman tangan keduanya.

"Gue peringatin lo, SALF BADRAD udah enggak ada lagi, SALF BADRAD udah hancur jadi lo enggak usah ikut campur urusan orang lain," pekik Leo membuat tangan Faza mengepal kuat.

"Ya, SALF BADRAD emang udah hancur itu karena ulah kalian," sengit Faza.

"Mereka lagi pada ngomongin apaan sih, SALF BADRAD? Apa itu? Kok kayak familiar banget ya di telinga gue, apa nama orang ya? Atau nama perguruan karate? Atau malah yang lainnya?" batin Tania bertanya-tanya

"Lo fikir siapa yang salah," sengit Leo dengan tatapan tajamnya hingga Brukk! Faza memukul pipi Leo hingga pria itu jatuh ke lantai.

"Jangan ngerasa paling bener lo, Bajin*an," pekik Faza kemudian pria itu pergi meninggalkan Leo dan Tania, Tania mengerutkan dahinya merasa bingung dengan pertengkaran yang entah apa maksud dari setiap ucapan mereka tadi.

"Sial," umpat Leo mengangkat tangannya dan mendapati tangannya tertusuk batu.

"Hah! Gue per ..." ucap Tania terhenti ketika menoleh ke arah Leo yang tampaj ke kesakitan karena tangannya tertusuk batu.

"Astaga! Tangan lo berdarah," ucap Tania berjongkok menyentuh tangan kanan Leo.

"Ak! Aku nggak apa-apa," ucap Leo namun pria itu meringis sedikit.

"Gak apa-apa, apanya coba? Tangan lo di tusuk batu be*o," sentak Tania membuat Leo terdiam.

Tania menarik pelan batu lancip itu dari talapak tangan Leo kemudian ia membersihkan tangan Leo dengan aqua gelas yang ia bawa tadi, setelah itu ia melepaskan dasinya dan di balutnya tangan Leo dengan sangat telaten.

Leo sampai tersenyum ketika melihat raut wajah kekhawatiran Tania yang terpancar jelas dari kerutan dahi dan juga tekukkan wajahnya.

"Makasih sayang," ucap Leo tersenyum penuh arti dengan Tania, wanita itu mendongakkan kepalanya lalu menepis tangan Leo.

"Ck!" Tania berdecih dan berdiri lalu pergi meninggalkan Leo yang masih terduduk di lantai.

"Pacar gitu banget sih, main tinggal aja," dengus Leo menyentuh tangannya yang terbalut oleh dasi milik Tania.

"Dia masih perhatian," desis Leo tersenyum tipis sembari meraba balutan luka di tangannya.

.........

Setelah pulang sekolah, di dalam mobil, Tania terus bercerita tentang harinya yang bertemu dengan Faza dan Leo di rooftop sekolah hingga dirinya dan Kenan sempat di bully lagi oleh Clara bahkan ada kakak kelas juga yang ikutan membullynya, semua Tania ceritakan pada Aldy membuat Aldy tersenyum senang karena setelah adiknya itu putus dari Leo, adiknya kembali terbuka seperti dahulu kala.

"Kak, SALF BADRAD itu nama orang ya?" tanya Tania tiba-tiba hingga mata Aldy membulat.

"What? SALF BADRAD?" pekik Aldy.

"Biasa aja kalik, nggak usah teriak keras kayak di perko*a gitu, gue nanya pelan loh." pekik Tania membuat Aldy melirik tajam adiknya itu karena berbicara tidak sopan.

"Lagian lo nanya nama apaan sama gue, SALF BADRAD apaan coba, aneh banget." ucap Aldy.

"Ya mungkin aja lo tahu," ucap Tania.

"Enggak tahu," sahut Aldy mengakhiri obrolan mereka berdua.

Sesampainya di rumah, Tania di buat heran karena ada beberapa mobil BMW terparkir di depan rumahnya, dan lebih herannya lagi mobil-mobil itu di kelilingi oleh orang berbadan besar, lebih tepatnya seperti seorang bodyguard.

"Buset," gumam Tania.

"Apa?" tanya Aldy.

"Tumben ada banyak mobil di depan rumah, kolega Mama sama Papa?" tanya Tania.

"Mana gue tahu," sahut Aldy membuat Tania mendengus karena kakaknya itu serba tidak tahu.

Ketika Aldy sudah memasukkan mobil Tania di garasi bawah Tania, kedua saudara kandung itu tidak masuk rumah lewat pintu utama karena mereka tidak mau mengganggu pertemuan antar bisnis mama atau papanya, jadi mereka masuk lewat halaman belakang rumah.

Di dalam kamar Tania menghempaskan tubuhnya di atas kasur, matanya terpajam hingga terlelap tidur, dua jam kemudian Tania bangun dan bangkit dari tidurnya lalu ia bersiap untuk mandi tapi tiba-tiba seseorang mengetuk pintu.

Tokk tok tok ...

"Mama boleh masuk," tanya mama Sofia.

"Oh ayolah jangan kayak itu, Mah," dengus Tania tidak suka dengan ucapan sang mama yang selalu meminta izin jika ingin masuk ke dalam kamarnya.

Ceklek! Sofia membuka pintu kamar Tania dan berjalan mendekati anak gadisnya yang duduk di atas kasur dengan di pundak sebelah kanan wanita itu ada handuk putih.

"Adek udah gede sekarang, punya privacy sendiri, Mama nggak mau asal nyelonong aja kayak nggak punya sopan santun," ucap mama Sofia dan Tanua hanya mengangguk saja.

"Mama mau bilang sesuatu sama adek," ucap mama Sofia tampak serius membuat Tania mengerutkan dahinya.

"Apa?" tanya Tania.

"Grandma ...."

"Kenapa Grandma, mau ke Indo?" potong Tania dengan raut wajah ceria.

"Adek janji jangan panik ya," ucap mama Sofia.

"Eemangnya kenapa?" tanya Tania berubah menjadi was-was karena mamanya itu menyebut kata 'jangan panik'

"Asisten pribadi Grandpa Berro dateng ke rumah buat kasih kabar secara langsung ke kita, kalo Grandma Bert jatuh dari tangga dan udah tiga hari ini Grandma koma," ucap mama Sofia pelan. Degg! Tania menbulatkan matanya kaget.

"Apa? Grandma baru aja sembuh dari penyakit paru-parunya Mah, dan sekarang Grandma ... huft! Oh my gosh! Kenapa Grandpa baru kasih tahu kita sekarang?" tanya Tania mengepal erat kedua tangannya.

"Kak Aldy gimana?" tanya Tania menatap sang mama dengan raut wajah sedih.

"Mama udah kasih tahu kakak dan kakak setuju malam ini ikut mama sama papa ke LA, adek juga siap-siap ya," ucap mama Sofia dan Tania mengangguk lemah.

"Grandma," lirih Tania membuat mama Sofia memeluk Tania yang terlihat sangat sedih.

...✨...

...✨...

...✨...

...⭐⭐ Bersambung ⭐⭐...

1
ayu nuraini maulina
jgn sampai HT Ara udah d obati si Leo malah balik lg
ayu nuraini maulina
g ngerti am jalan pikiran si Leo,terlalu memberi harepan karamel, giliran udah d kasih kesempstan k dua malah ninggalin tanpa kbr,g punya pendirian si Leo jd laki2
ayu nuraini maulina
😁😁😁😁
ayu nuraini maulina
🤣🤣🤣
ayu nuraini maulina
happy famiily🤗🤗
ayu nuraini maulina
udah tau d dpn pintu knp g langsung pencet bel
ayu nuraini maulina
tidak menjamin itu semua yg ada makin d tindas iya
ayu nuraini maulina
cantik aj d bui aplg d buat jelek yg ada makin menjadi d bui nya
Gw Fira
Luar biasa
Oky Cerry
astaga ketipu w Ama jalan ceritanya
Oky Cerry
telat u leo
Oky Cerry
ACH bener kan salaha paham
Sigit Wtnpsr
qu menunggu cerita greydon
El
Huwaa Thor jahat amatt lanhut aja please lahhh
Alit Safitri
lanjut thor
Melisa Nisrina
lucu yaaa
393n🥂
thornya baik banget membuat qta semua penasaran...
😍😍😍😍
🍀ʀaʀa
emng sp sebenarnya cahya thor?? kan jd penasaran.. next thor...
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN & FIRST LOVE " dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
Nayla Putri
Cahaya km dimana??
Yorina
cahya, ada apa denganmu..?
dimana kamu?
kasihan greeydon.. cepatlah 15 tahun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!