NovelToon NovelToon
Bad Girl Vs Ice Boy

Bad Girl Vs Ice Boy

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Komedi / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:9.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: blue rose

Ig: @nabilakim28

"Bukan mau gua jadi brandalan kayak begini!" -Hera-

Hera adalah seorang siswi SMA yang dikenal sebagai badgirl, langganan pindah sekolah dan hobi berantem sama cowok.

Bukan karena brokenhome, bukan karena dihianati, bukan karena dendam .... Terus kenapa dia jadi bad girl? Apa alasannya?

"Gue gak bisa janji untuk bahagiain lo selamanya, ataupun bersama lo untuk selamanya. Tapi gue janji cinta gue cuma milik elo" -Sean-

Sean cowok dingin yang paling ganteng, irit ekspresi dan bicara, ngomong lebih dari lima kata aja adalah satu kejadian yang langka!

Terus ngimana jadinya kalo bad gril kayak Hera ketemu sama ice kayak Sean?

Note: ini bukan cerita dimana cewek berusaha untuk mencairkan si pria es ..., tapi si pria es yang berusaha untuk membuat si bad girl tobat!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

keduapuluhenam

I still can see you when i close my eyes

-Sean-

S E L A M A T  M E M B A C A

 

Hera membuka matanya perlahan, entah kenapa kelopak matanya terasa begitu berat ... dia merasakan pusing yang hebat. Dahi Hera mengeriyit ketika mencium aroma pahit khas obat\-obatan. Ini bukan rumahnya! Hera mencoba memperjelas penglihatannya, dia mendapati dirinya berada di rungan yang minim cahaya dan berbau seperti apotek tua.

Hera menjadi syok ketika dia merasa ada yang janggal dengan tangannya, tapi sepertinya dia langsung dapat mengendalikan rasa terkejutnya ketika mengingat apa yang terjadi sebelumnya ... X! Hera menoleh ke belakang, dan dia melihat tangannya diikat di belakang punggungnya. Hera menghela napas kasar, sialan! Kenapa ikatannya terlalu kuat, jika meninggalkan bekas luka bagaimana? Nanti kalau Sean gak suka sama dia lagi bagaimana?! \*bucin banget kamu Hera\_\-

"Keluar! Gue tau lo ada di sini!" teriak Hera.

Hening sesaat,

ya sebelum suara langkah  kaki memecah keheningan itu. Banyangan seorang laki\-laki terlihat berjalan mendekat, Hera tidak dapat melihat  dengan jelas di pencahayaan minim seperti ini ... tapi dia tahu bahwa itu adalah orang yang menculiknya, X.

Hera mempertajam penglihatannya, dan selanjutnya dia hanya mengerutkan dahinya, dan tersenyum miring. Benar\-benar tidak terduga, "jadi lo itu X?" tanya Hera dengan senyum sinis. Laki\-laki yang berjalan itu tidak menjawab apapun, dan tetap berjalan mendekati Hera. Satu langkah, dua langkah sampai dia berhenti tepat di depan Hera. Laki\-laki itu berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan gadis itu yang sedang terduduk lemas di lantai dengan tangan terikat. Ok, sekarang Hera dapat melihat dengan jelas wajah orang yang selalu memberikan teror selama ini.

"Mengejutkan sekali X, oh tidak ... nama lo kan bukan X, bener gak Daffa Vandrian Querta? Oh bukan, lo kan punya banyak nama ... ya kan

Reza?"

Reza tersenyum manis. Jika dulu mungkin Hera akan tersipu malu karena senyuman manis itu, tapi sekarang yang bisa membuatnya seperti itu hanya laki\-laki dingin yang bernama Sean.

"Iya Hera sayang?" panggil Reza, Hera langsung memasang ekspresi mual. "Pacar gue tu Sean! Enak aja lo manggil gue sayang!" cetus Hera. Reza  tertawa terbahak\-bahak setelah mendengar celotehan gadis itu.

"Lepasin gue!" teriak Hera.

Hera menatap penuh emosi, tapi Reza hanya membalasnya dengan senyuman jahil seperti biasa. "Nggak mau! Nanti kalau gue lepasin yang ada lo malah nonjok gue." Reza berhenti tersenyum lalu dia berjalan mendekati Hera yang sedang terduduk dengan tangan yang terikat kuat ke belakang  badannya, Reza mencengkram wajah gadis itu yang membuat Hera sedikit meringis karena kuku Reza menggores kulit wajahnya. "Lo harus tanggung jawab atas apa yang telah kalian buat untuk keluarga gue!" serunya dengan nada yang penuh akan tekanan dan kemarahan.

                            😟😟😟

Mungkin ini adalah kesekian kalinya Sean dibuat menjadi orang berantakan karena Hera. Dia sangat\-sangat khawatir saat ini. Dia terus mencari keberadaan Hera dengan teman\-temannya yang lain, bahkan dia sampai menyebarkan berita penculikan Hera di perusahaannya sehingga jika ada pegawai perusahaan yang mengetahui kabar tentang Hera dapat segera menghubunginya. Bahkan berita penculikan gadis itu telah disebarkan melalui siaran televisi dan melalui sosial media. Gadis itu benar\-benar membuat banyak orang khawatir karena penculikannya.

"Udah ada kabar?" tanya kakek Hera khawatir, namun yang ditanya hanya menjawabnya dengan menggelengkan kepalanya lemah. Bukannya cuma kakek yang khawatir,  beliau dapat melihat kekhawatiran yang mendalam di mata Sean. Kakek menepuk bahu Sean pelan, mencoba menguatkan pacar dari cucunya itu.

Baru saja Sean ditenangkan sebentar, mereka langsung dikejutkan oleh pintu yang dibuka secara frontal, ingin rasanya Sean menabok orang yang membuka pintu itu, jika tidak tau yang buka pintu adalah Tristan. Tristan muncul dengan napasnya yang tidak teratur, keringat mengalir dari dahinya, tapi anehnya ada segurat senyuman terukir di wajah tampannya itu. "Ketemu," ujarnya sambil mengangkat labtop biru kesayangannya yang konon katanya mahal itu.

Raut wajah yang lain langsung berubah sumringah. Ini adalah jalan yang terbuka untuk mereka dalam mencari Hera. Tristan langsung membuka labtopnya dan menunjukkan koordinat tempat yang ditunjukkan di layar labtop kepada Sean dan yang lainnya.

"Ayo bergerak sekarang!" seru Sean yang dan dibalas dengan anggukan.

                            😢😢😢

Peringatan!

Suara itu terus terulang dari komputer milik Reza, dia menghela napas kasar ... seharusnya dia tau akan hal ini. Sial! Dia langsung mematikan semua peralatan elektroniknya dengan menarik paksa setiap kabel yang terhubung dengan peralatan elektroniknya. "Kenapa?" tanya Hera bingun. Reza menatapnya sekilas, "pacarmu akan menemukanmu." Reza terus mengemas semua barangnya.

Sean? Dia menemukan tempat ini?

"Ok, gue akan lepasin lo ... lagian incaran gue tuh bukan lo tapi pacar lo yang sok kecakepan itu."

"Enak aja lo! Sean  itu emang ganteng ya! Gak kayak lo, pantat panci, huh!"

"Lain kali gue gak bakal bebasin lo ..., ingat itu." Reza kembali mencengkram rahang Hera hingga membuat pipinya yang sudah tergores sekarang mulai mengeluarkan darah segar.

"Lo pikir gue takut?" balas Hera.

Reza hanya tersenyum dingin lalu berlalu pergi dengan membawa sebuah ransel. Namun sebelum itu dia mengambil tongkat besi dan menghantamkan tongkat besi itu ke arah komputer. Suara benturan terdengar saat tongkat besi itu

membentur layar komputer, setelah memastikan komputer rusak, dia mengambil chip dan memori card yang ada di dalam CPU dan memasukkannya ke dalam ransel.

"Lo gak takut gue beberin  identitas lo?" tanya Hera.

"Tanpa lo kasih tahu pun pacar lo dan temannya yang merepotkan itu pasti udah tau ..., jadi lepasin lo atau gak sama sekali gak merugikan untuk gue." Reza langsung memakai ranselnya dan membuka pintu ruangan yang mirip gudang itu menggunakan kunci. Setelah dia keluar, Reza mengunci kembali pintunya menggunakan kunci lalu membuangnya sembarang ke arah rerumputan yang ada di luar jendela. Fiks dia benar\-benar tidak melepaskan Hera segampang itu. Bagaimana jika Sean tidak menemukan tempat dia terkunci saat ini? Akan kah dia mati begitu saja? Mati kelaparan karena terkurung dengan tangan dan kaki terikat begitu? Arghh kenapa dia sial sekali kalau bertemu dengan Reza. Sekarang Hera yakin bahwa dia dan Reza adalah musuh besar di kehidupan lampau. Sekarang dia hanya bisa berharap Sean dan yang lain dapat menemukannya di tempat terpencil seperti ini.

                             😘😘😘

"Benar di sini tempatnya? Ini mah gudang kosong," ujar Brian ragu. Dia merasa bangunan yang di depannya tidak cocok digunakan untuk menyekap seseorang.

"Bodoh, tempat kayak gini yang cocok tau!" balas Henry. Bener\-bener ya, mereka itu berantemnya gak tau tempat.

Sean hanya menggelengkan kepala lalu mulai masuk ke dalam bagunan tua itu. Sean menjelajahi bagunan tua yang tak layak huni itu, dia akhirnya sampai di ujung lorong yang terdapat di tempat paling dalam bagunan itu ... tempat yang cocok menyekap untuk seseorang kan? Sean melangkah mendekati pintu yang sudah tercoret\-coret dengan bahasa\-bahasa kasar.

"Terkunci?" Sean mencoba menbuka knop pintu itu, namun nihil.

"Sean?" panggil sebuah suara dari dalam ruangan itu. Suara yang memang sangat kecil, namun itu adalah suara yang sangat dirindukan oleh Sean saat ini.

Sean mendobrak pintu itu, butuh dua kali dobrakan agar pintu itu dapat terbuka. Sean langsung masuk, banyak debu yang berterbangan di ruangan itu. "Sean?" panggil Hera dengan pelan. Mungkin efek kelelahan dan kelamaan terkurung makanya membuat energinya terkuras. Bahkan sekarang untuk memanggil nama Sean pun susah.

Sean mengikuti arah suara dan akhirnya menemukan Hera yang terduduk dengan tangan dan kaki terikat di balik meja komputer yang telah rusak.

"Hera?! Kamu nggak apa\-apa?" tanya Sean panik sambil melepaskan ikatan pada lengan dan kaki Hera. Hera tersenyum melihat ekspresi khawatir Sean. Mungkin cuma dia yang dapat membuat Sean berekspresi segperti ini. Perlahan penglihatannya mengabur akibat bulir air mata yang  menutupinya.

"Sakit gak?" tanya Sean khawatir melihat lengan Hera yang memiliki bekas merah karena ikatan yang terlalu kuat. Hera hanya menggeleng, "tadi aku kehilangan indra perasa ku hehe ...," ucapnya sambil tersenyum polos.

Sean duduk di depan Hera, mengusap wajahnya lembut sambil menatap netra coklat itu. "Ini kerasa gak?" tanya Sean jail. Hera terkekeh pelan, "enggak." Sean kemudian mengecup pipi kanan Hera sesaat, "kalau ini?" tanya nya dengan senyum polos. Muka Hera langsung berubah menjadi merah padam, Hera memukul bahu Sean dengan sisa tenaga nya dan membuat Sean meringis sedikit ... "sakit tau!" ujar Sean. "Kamu sih gak tau tempat! Huh!" Here mamalingkan wajahnya sambil menggembungkan pipinya.

Imut banget ....

Sungguh Sean merasa sangat beruntung bisa melihat sisi Hera yang seperti ini. Mungkin hanya dia yang pernah melihatnya. Siapa yang sangka badgirl yang hobi pindah sekolah, ternyata bisa tersipu malu ketiga berhadapan dengan Sean.

"Ekhem! Dua anak Adam yang lagi pacaran, nanti aja pacarannya pas udah sampai rumah." Brian tiba\-tiba muncul dari balik pintu dan mengagetkan mereka berdua.

"Sirik aja lu!" sinis Hera, yang sekarang berada di gendongan Sean. Sean mengendong Hera di punggungnya karena kaki Hera masih sakit setelah diikat seharian. "Eh eh, jangan membully jomblo ya!" balas Brian. Sean hanya menggelengkan kepalanya menghadapi dua orang yang sedang bertengkar seperti anak kecil saat ini.

"Udah bertengkarnya sekarang kita pulang."

                             😰😰😰

Sekarang semuanya sedang berkumpul di ruang keluarga yang terletak di lantai dua rumah Hera. Semua berkumpul untuk membicarakan kejadian penculikan Hera\-\-\-niatnya sih. Kenyataannya mereka sedang sibuk dengan kegiatan masing\-masing, ada yang ngemil, main game, dan lain\-lain. Hanya Gina yang sangat khawatir dengan kondisi Hera.

"Beneran nggak apa\-apa?" tanya Gina khawatir sambil memengang tangan Hera. Matanya yang berkaca\-kaca menatap luka di pergelangan tangan Hera yang disebabkan oleh ikatan tali.

Hera menatap sahabatnya lembut, lalu berkata, "udah gak usah khawatir ... tadi mama udah periksa kok, katanya gak parah ..., dan lagi kamu gak usah terlalu banyak mikir dulu, kan kamu mau tunangan."

"Acara tunangannya kami undur dulu," ucap Chandra santai sambil terus terfokus pada layar handphone\-nya. Hera terkejut dan langsung melihat ke arah Gina untuk minta penjelasan lebih lanjut. Dan Gina langsung mengangguk mengiyakan hal itu.

"Ta\- tapi kenapa? Kan persiapan nya udah siap," tanya Hera.

"Lo pikir kita bisa dengan tenang buat acara pertunangan sementara lo dalam bahaya kayak gini?" balas Chandra dan langsung diangguki oleh Gina dengan semangat. Gina tersenyum ke arah Hera, "itu cuma acara, lagian yang pentingkan perasaan kami. Dan menurutku kamu lebih penting dari acara itu, acara pertunangannya bisa di undur ... tapi keselamatanmu enggak bisa di undur." Chandra tersenyum mendengar penuturan tunangannya itu, dia tidak salah mencari pasangan ternyata. Tunangannya baik banget.

Mata Hera berkaca\-kaca, dia memeluk Gina erat. Dia tidak pernah memiliki teman seperti ini, dia beruntung memiliki teman yang sangat peduli padanya seperti Gina.

"Udah\-udah. Sekarang Hera cerita gimana kronologi penculikanmu," seru kak Rendy. Kak Rendy yang semula lagi mengadakan konser di luar negeri, langsung pulang ketika mendengar adik kesayangannya diculik.

"Aku sekarang tau siapa sebenarnya X ini." Sontak penuturan Hera barusan langsung membuat mereka kaget, tidak mungkin x yang selama ini menyembunyikan dirinya rapat\-

rapat ... sekarang malah membongkar jati dirinya kepada Hera.

"Lo serius?" tanya Tristan kaget.

Hera menganggukkan kepalanya lalu menyambung kalimatnya, "dia Reza." Henry membolakan  matanya kaget. Jangan bilang ... itu Reza yang dikenalnya kan? Kalau begitu itu adalah alasan mengapa dia membuka identitasnya di depan Hera. Tapi bukankah itu terlalu ceroboh? Dan lagi dia melepaskan Hera begitu saja\-\-\-jadi untuk apa dia repot\-repot menculik Hera?

"Kenapa dia lepasin kamu setelah kamu tau identitas dia?" tanya Rendy.

"Bukannya udah jelas?" jawab Juna yang sekarang sedang berjalan mendekat sambil mengunyah keripik kentang milik kak Riana. Semua mata tertuju kepada Juna saat itu juga, mereka seperti menyuruh Juna untuk melengkapi penuturannya.

"Yang dia incar bukan Hera dan itulah kenapa dia lepasin Hera begitu aja, ya kan Sean?" tanya Juna kepada Sean yang sedang duduk di pojokan sambil membaca komiknya. Menyadari sekarang semua perhatian tertuju padanya, dia menutup komik yang sedang di bacanya dan menghembuskan napas berat. "Benar, yang di incar oleh X adalah aku ...," sambung Sean.

Tak lama setelah mengatakan itu telpon Sean berdering, dia melihat nama X muncul di layar handphonenya ..., tolong ingatkan dia untuk mengganti nama X menjadi Reza. Dia pergi dari tempat itu dan berjalan ke arah balkon yang terletak di samping kamar Hera. Dia harus bersembunyi supaya tidak ada yang tahu bahwa Reza meneleponnya.

"Ada apa?" tanya Sean datar.

"Gue cuma  mau ingatin lo tentang janji itu," ujar suara di seberang sana.

"Gak perlu lo ingatin."

"Haha ... sesayang itu lo sama Hera sampai berani taruhan sama gue? Tapi gak apa\-apa, gue udah tepatin janji gue untuk lepasin Hera dan lo juga harus tepatin janji lo ... oh ya sekarang lo seneng\-seneng aja dulu sama pacar lo itu, siapa tau besok hari terakhir lo panggil dia sayang kan?" Sean yang tidak mau mendengar bacotan Reza lebih lama lagi, akhirnya menutup telponnya begitu saja

Sean memasukkan handphonenya ke saku celananya, dia menatap jauh ke arah halaman rumah Hera sambil menikmati semilir angin yang menyapa rambutnya.

"Kenapa di luar?" tanya Hera membuka pintu balkon. Hera terlihat sangat lucu dengan kaos biru ke besarannya. Dia menggosokkan kedua telapak tangannya guna mencari kehangatan. Sean mengusak rambut Hera sambil terkekeh pelan, "dingin?" tanya Sean lembut, Hera langsung mengangguk lucu untuk menjawabnya. "Sini," ujar Sean sambil merentangkan tangannya. Hera langsung memeluk Sean erat dia seperti tidak ingin melepaskan pelukan ini.

"Kalau dingin kenapa keluar, hm?" Sean mengeratkan pelukannya, benar kata Reza ..., mungkin besok adalah hari terakhirnya bersama Hera.

"Aku cariin kamu," jawab Hera spontan. Sean terkekeh mendengar jawaban jujur Hera.

"Sayang, besok kencan yuk. Ganti kencan kemarin yang gak jadi karena kamu di culik," ajak Sean.

\-TBC\-

 klo kalian ada yang suka genre fantasy romance jangan lupa mampir ya😆

1
...
sama andrew aja sis..
...
knp ya aku ngerasa kalau si X ini ada berada di sekitar mereka..
Queen Sha
ahhhciyeeee.... aauthorrr keseringan lihat drakor kayak aq juga
Jennifer Jatam
Luar biasa
Jennifer Jatam
Biasa
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🍾⃝ͩʟᷞɪͧʟᷡʏͣˢᵗᵃʳ💫ℛᵉˣ
ntahlah, agak lain memang.

tapi aku ingin mereka berdua putus aja dulu.
Novia Ayu Apriani
🥰🥰🥰
Qaisaa Nazarudin
Oh si cntik Gina menyamar jadi cewek cupu ternyata...ckck..😅😅
Alvinda68
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Yang anehnya, Kenapa Gina harus baca buku ditempat itu? malam2 lagi..🤫🤫
Qaisaa Nazarudin
Kamu akan di jodohkan dgn Sean deh Hera 😂😜
Qaisaa Nazarudin
Cowok ini Sean kan temennya Henry??
Qaisaa Nazarudin
Whaat Hera baru kelas X? ku pikir kelas X1.. Tapi cerdas nih anak bisa masuk kelas IPA ..
Qaisaa Nazarudin
Asem🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Sekolah lama kak Rendy kan itu 🤣🤣
Yuki azura
kk boleh masukin aku ke grup chat
Riska Auliaa
Y
f1q.x3a
aaa gemes😭
f1q.x3a
adik ipar😂✨
Uma Hidayah
cocok...sesuai imajinasi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!