Apa jadinya jika seorang bos tampan yang galak bertemu dengan asisten pribadi culun yang ekstra sabar?
Bagaimana kekocakan yang terjadi diantara mereka?
Rama dan Sila akan menjawabnya disini.
Happy Reading
Karya lain yang bisa kamu baca :
-Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
-Menikahi Tuan Muda Yang Kejam 2
-Istri Pengganti
-Tak Pernah Berhenti Mencintaimu
Follow IG @yenitawati24
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penjelasan
sila menatap rama tajam
"aku nggak ngerti jalan pikiran mas. aku terlalu lelah untuk menjelaskannya. mas pikir aja sendiri. lihat statusmu sekarang siapa !!!" sila langsung pergi ke taman belakang rumah
rama tidak terima dibentak seperti itu tetapi dia juga harus tau jawabannya sendiri.
rama terdiam duduk di sofa kamarnya.
ditatapnya langit kamar mencoba mengingat sesuatu.
dia mengingat sejak kapan sila bersikap seperti itu.
"Status? aku? aku suaminya dan,.......MEIRA?"
rama baru menyadari sejak kehadiran meira sila selalu badmood padanya
"ah bodohnya aku kenapa aku tidak sadar kalau dia sedang cemburu" rama tersenyum senang.
"kenapa aku malah senang, ah sudah lah aku harus menjelaskan kepadanya" rama segera turun dan menemui sila yang sedang duduk ditaman belakang dengan mata sembab
rama duduk disampingnya dan berkata
"Meira adalah mantan tunanganku"
sila kaget mendengarnya
"aku gak yakin" kata sila
"dulu kami dijodohkan oleh alm mamaku, namun setelah mamaku meninggal, perjodohan kami dibatalkan oleh oma. aku tidak tau sebabnya apa. tapi meira tidak terima dan masih menganggap aku tunangannya" kata rama
sila terdiam
"mas pasti sangat mencintainya sehingga mau dipeluk dia" kata sila sinis
rama tersenyum melihat kecemburuan sila yang jelas terlihat
sepertinya kamu tidak pandai menutupi apapun gadis polos
"entah lah bagaimana perasaanku sekarang aku tidak tau apakah aku masih mencintainya atau tidak" kata rama berbohong.
dia ingin melihat ekspresi sila
sila terlihat sangat geram
"yaudah mas silahkan bermesraan dimana pun asal jangan didepanku karena aku aja bisa menghargai pernikahan ini kenapa mas enggak?"
rama terdiam lalu dia menghapus air mata sila dengan ibu jarinya.
lalu memeluk sila.
sila sangat kaget dengan apa yang dilakukan rama. dia mencoba melepasnya namun rama sangat kuat sehingga sila hanya pasrah.
"sudah lah, kamu istriku. kamu yang paling berhak atas diriku bukan dia" kata sambil mengusap kepala sila
"lepaskan mas, aku kesulitan bernafas" kata sila. rama melepaskannya
"apa sudah tenang?" tanya rama
sila menggangguk
"kenapa kamu cemburu buta seperti itu?" tanya rama
sila langsung gugup
"a..aku tidak cemburu. aku hanya mau mas memghormati pernikahan kita"
"aku bahkan tidak bilang kalau aku akan menjauhinya" kata rama
"sudah lah mas, aku capek" sila sangat malu akan tingkahnya sendiri lalu masuk kedalam rumah.
ah bodoh banget aku sih, cemburu kok keliatan banget. ya mau gimana lagi, aku suka sama kamu maaaaaas.
rama masih tersenyum melihat tingkah sila.
dia lucu sekali saat sedang cemburu seperti itu
malam pun tiba dan kini rama dan sila tengah makan malam diruang makan
masak memasak memang jadi urusan sila.
namun bersih bersih sudah ada petugasnya.
setiap pagi Bu Siti belakang kompleks akan datang untuk bersih bersih.
lalu setelah beres maka dia bisa pulang.
rama sengaja tidak memilih pembantu karena akan sulit mempunyai majikan galak seperti dia.
rama makan dengan lahap.
sila tersenyum melihatnya. sepertinya moodnya sudah kembali.
"sila, apa kamu senang bekerja denganku?" tanya rama tiba tiba
"kenapa mas baru tanya sekarang?" tanya sila balik
"jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan juga" kata rama tegas
"aku senang mas" jawab sila
"kenapa?" tanya rama
"semua karyawan mas baik sama aku" kata sila
"tentu saja, kamu adalah asisten terlamaku. itu artinya aku sangat menyukai......kerjamu" kata rama
sila mengangguk tersenyum lalu melanjutkan makannya.
hancurkan wes...