NovelToon NovelToon
Telat Nikah?

Telat Nikah?

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Lin_iin

Aku tidak peduli meski kini usiaku sudah menginjak angka 27 tahun. Yang katanya jika perempuan sudah berumur 27 tahun artinya Tuhan sudah angkat tangan dalam mengurusi jodohku. Aku juga tidak terlalu pusing dengan cibiran tetangga maupun Ibuku sendiri yang mengatakan diriku sudah terlalu tua, hanya untuk menjalani hubungan layaknya anak SMA yang masih saja pacaran.

Ibu bilang, alasanku tidak segera menikah karena aku yang tidak serius menjalin hubungan dengan Kenzo, pacarku. Padahal itu tidak benar. Aku serius, sangat serius malah menjalin hubungan dengannya.

Aku hanya belum siap. Ya, hanya belum siap, kami hanya butuh waktu untuk membuat kami yakin untuk naik ke pelaminan.

Menikah itu tentang kesiapan mental. Aku jelas tidak ingin menikah di saat mentalku belum siap. Aku tidak ingin ketidaksiapan mentalku mempengaruhi keluarga kecilku kelak. Tidak perduli jika usiaku sudah masuk kategori telat menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lin_iin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari Kepastian

###

"Ris, Kakak kamu itu arsitek kan?" tanyaku pada Arisha.

Saat ini aku sedang berada di toko kuenya. Selain untuk membelikan camilan untuk anak-anak di butik, aku memiliki maksud lain datang ke tokonya. Ya, kalian benar sekali. Aku memang sedang mengorek informasi dari Arisha. Bukan tanpa sebab sih, kenapa aku melakukan ini. Karena semenjak pertemuan kita di rumah sakit seminggu yang lalu, Reynand belum menghubungiku sama sekali dan jelas itu membuatku sangat penasaran. Apakah pria itu masih hidup di kota ini atau sudah pindah ke planet lain.

Arisha sedikit mengerutkan dahinya bingung, sebelum akhirnya mengangguk, membenarkan.

"Dia ngerjain proyek apa aja sih?"

"Mas Rey sih, apa aja diambil selagi ngasilin duit. Tapi proyek yang diambil sih kebanyakan hunian rumah, Mbak. Kenapa, Mbak Qilla pengen gunain jasanya Mas Rey, buat rumah?"

Aku meringis canggung. "Tanya-tanya aja dulu, Ris, kali aja kalau udah ada rejeki bisa kesampean."

Arisha mangguk-mangguk setuju. "Masalah harga nanti aku bantu ngomong sama Mas Rey, Mbak. Santai."

Aku tersenyum sambil mengangguk. "Dia lagi banyak proyek nggak sih?"

"Duh, aku kurang tahu kalau masalah itu. Cuma akhir-akhir ini sering pulang telat, semenjak Bunda udah keluar RS."

Oh, jadi dia sibuk. Pantas saja dia tidak menghubungiku. Astaga, untuk apa juga dia menghubungiku. Kayak aku penting saja baginya.

Aku mangguk-mangguk sambil ber'oh'ria. "Mungkin lagi banyak proyek kali, ya?"

"Bisa jadi iya, bisa jadi enggak juga sih, Mbak. Soalnya Mas Rey sering pulang lebih awal sih."

Aku tertegun. Mungkinkah?

"Lagi pedekate sama cewek mungkin kali ya," guman Arisha tak yakin.

Aku membisu. Aku seperti orang linglung. Apa tadi katanya? Pedekate sama cewek? Lalu bagaimana denganku?

"Mbak," panggil Arisha yang berhasil membuyarkan lamunanku.

Aku menoleh ke arahnya dengan pandangan bingung.

"Ya?"

"Kok malah ngelamun. Itu ada Mas Rey. Kali aja mau nanya langsung sama orangnya."

Arisha langsung memanggil Reynand tanpa menunggu jawabanku. Tak lama setelahnya Reynand sudah berdiri di sampingku. Menatapku dan juga Arisha dengan tatapan bingungnya secara bergantian.

"Kenapa?"

"Ini, Mas, Mbak Qilla mau tanya sama kamu."

Reynand mengerutkan dahinya sebelum menoleh ke arahku.

"Mau tanya apa memangnya?" tanya Reynand, lebih kepada Arisha. Karena saat ia sedang menanyakan pertanyaan itu, kedua matanya menatap Arisha. Bukan ke arahku.

Fix. Emang udah dapet gebetan baru sepertinya.

"Lah, kenapa tanyanya ke aku? Tanya orangnya langsung dong," decak Arisha sewot.

"Lah, ini aku juga tanya ke orangnya langsung. Kamu aja yang kepedean," gerutu Reynand ikut sewot.

Arisha kembali berdecak jengkel. "Mbak Qilla pengen gunain jasa kamu, Mas," ucapnya jengah. Aku kurang paham juga sih, kenapa dia jengah.

"Kan kamu juga yang jawab," gerutu Reynand sebelum menoleh ke arahku. "Kamu mau bangun apa memang?"

Bangun cinta atau bangun rumah tangga bareng kamu......

Serius. Itu bukan aku yang bilang. Tapi si Author kalian yang emang keganjenan. Oke. Balik ke Reynand. Eh, ke story.

Mampus. Aku panik. Harus aku jawab apa ini?

Aku mengigit bibir bawahku karena panik. Astaga!!!

"Bangun rumah dong, Mas, pastinya," celetuk Arisha gemas.

Sementara aku hanya menunduk. Meski menunduk, aku bisa merasakan tatapan tak mengenakkan dari Reynand. Membuatku kesulitan menelan ludahku.

"Udah sama-sama sukses. Pasti yang disiapin ya, rumah dong. Ya, kan, Mbak?"

Karena panik, aku pun mengangguk spontan. Yang langsung aku sesali di detik berikutnya. Bagaimana kalau Reynand berpikir jika aku masih menjalin hubungan dengan Kenzo. Meski pada kenyataannya memang benar sih, walau hubungan kami hanya sebatas teman sekarang ini. Astaga. Kau memang bodoh Aqilla.

Reynand mangguk-mangguk sambil ber'oh'ria panjang.

"Oke. Kapan-kapan kita bisa bahas.  Untuk sekarang saya tidak bisa. Lain kali kita bisa atur waktunya, sekalian dengan calon suami kamu. Maaf, sepertinya saya harus pergi sekarang karena sudah ada janji dengan salah satu klien saya. Kalau begitu saya permisi," pamitnya kemudian langsung meninggalkan kami begitu saja.

"Saya?" guman Arisha merasa aneh.

Aku mematung sesaat. Calon suami?

Astaghfirullah! Reynand salah paham. Dengan gerakan cepat aku pun berlari menunsulnya.

"Reynand! Tunggu!"

Secara otomatis Reynand menghentikan langkah kakinya dan berbalik.

"Ada apa?" tanyanya bingung.

Nafasku ngos-ngosan. Aku mengangkat sebelah tanganku, memintanya menunggu sebentar selagi aku menormalkan nafasku. Setelah nafasku kembali normal, baru aku berbicara.

"Sepertinya ada kesalah pahaman."

"Tentang?"

Sumpah. Kok ini cowok nyebelin parah ya. Aku bela-belain lari-lari demi ngejar doi, eh, malah gitu responnya.

"Tidak jadi," sanggahku cepat.

Males banget rasanya mau jelasin.

Reynand menatapku sebentar, seolah sedang berbicara 'apa-kamu-yakin?'. Tapi aku tidak perduli, toh setelahnya dia langsung mengangkat bahunya acuh dan masuk mobil. Mengabaikanku begitu saja.

Loh, kok gitu sih?

"Kamu tidak ingin masuk?" tanya Reynand setelah menurunkan kaca mobilnya.

Aku terbengong. "Hah?"

"Masuklah! Saya rasa kita memang perlu bicara."

"Sekarang?" tanyaku heran.

"Tidak. Tunggu kubu satu dan kubu dua akur dulu."

"Apa?!" pekikku spontan.

Kelamaan dong kalau begitu. "Tidak bisa sekarang saja?" tanyaku seperti orang bego.

"Tidak."

"Kenapa?"

"Karena kamu terlalu banyak berpikir, Aqilla. Kalau kamu ingin bicara, ya silahkan, masuk mobil. Tapi kalau tidak, lebih baik kamu pulang."

Pulang?

Hoho, apa aku baru saja diusir? Enak saja. Dengan tak tahu malu, aku pun masuk ke dalam mobilnya begitu saja.

"Good girl," puji Reynand sambil tersenyum.

Aku mendadak lemas melihat senyumnya. Astaga. Aku sudah tidak waras sepertinya.

"Kita akan ke mana?" tanyaku sambil memasang sabuk pengaman. Aku menoleh ke arahnya yang kini tengah tersenyum.

"Ketemu klien."

"Hah?"

"Saya. Saya yang ketemu klien, dan kita ngobrol di jalan. Kamu tidak masalah bukan?"

Aku memandang Reynand tak percaya. "Lalu kamu ingin saya menungguimu saat kamu bertemu klien?" tanyaku tak percaya.

Reynand mengangguk dengan santai. "Kalau kamu mau menemai saya juga tidak masalah."

Oke. Sepertinya aku menyesal karena ikut masuk ke dalam mobilnya. Kalau dipikir-pikir kenapa aku tadi mau-maunya sih masuk ke mobilnya.

"Gampang banget jawabnya," gerutuku pelan, berharap tidak didengar olehnya. Tapi dilihat dari tatapan matanya, sepertinya ia mendengarnya.

Reynand tiba-tiba meminggirkan mobilnya, menghela nafas sejenak lalu mengeluarkan ponselnya dari saku celana. Mengutak-atik ponselnya sejenak lalu menghubungi seseorang.

"Hallo, bro. Ini gue Rey."

"....."

"Gue kayaknya datang lumayan telat deh, ada urusan mendadak. Bisa kita undurin jadwal ketemuan kita aja gimana? Gue soalnya nggak tahu apa bakal lama atau cepet urusannya."

"....."

"Sorry, bro. Serius. Ini penting. Antara hidup dan mati gue nih."

"...."

Reynand menoleh ke arah gue.

"Penting banget. Menyangkut masa depan gue nih."

"...."

"Oke, siap. Nanti gue ke tempat lo. Thanks ya, bro. Ntar gue kasih potongan harga spesial."

"..."

"Iya. Ya udah, gue tutup."

Klik.

Reynand mematikan sambungan telefonnya dan menoleh ke arahku sekali lagi.

"Jadi mau bicara di mana?"

Tbc,

1
Sheety Saqdiyah
gaya bahasa & penulisannya ok, jd nyaman bacanya..
sayangnya baru nemu di penghujung tahun ini..
Ulil Baba
kalau gk gitu nikah udah lama tapi belum hamil pasti banyak yang tanya gitu udah bati durung /udah isi belum,, gimana perasaan mu
Jessica
Luar biasa
Lia Kiftia Usman
itu bedanya rey dan kenzo...
Lia Kiftia Usman
gpp kali...harga menunjukkan kwalitas Alhamdulillah uang hilang gantinya ruko daripada uang hilang ikutan 'judol'..ups🤭
Lia Kiftia Usman
sip... harus itu..memahami rasa menjadi pihak ibu...
Lia Kiftia Usman
aq baca ulang thor karyamu...
Lia Kiftia Usman: siap..
total 2 replies
Quinn Cahyatishine
Luar biasa
Quinn Cahyatishine
aku baca ulang udah agak lupa jalan ceritanya,krn udah lama banget, 🤭
Vie ardila
Luar biasa
Afnina Helmi
udh gk keitung berapa kali aq mampir kesini, krn seseru ini cerita ny
yani djamil
bagus banget, bacanya enak, mengalir tdk ribet, kosa katanya jg bagus, syg terlambat nemunya, semangat Thor /Drool//Good/
yani djamil
bagus banget..enak bacanya, serasa denger org ngobrol...syng baru Nemu..uwun teh ShaNti udh d tunjukin novel yg bagus.. semangat Thor /Good//Pray/
Lina Herlina Hardjati
cuusss
Lilis Rosmayati
ga sk sm qilla. kasian sm kenzo yg bgitu baik. kesha bener nikah ato tinggalin . ngegantung ank orng si qila. nyebelin
Rozzy Haris
ko aku kaya ga ikhlas ya kalo ga sama Kenzo Aqila nya
Alea
ya udah deh Kenzo nya buat aku aja.
gemes banget sama Qila.cowok sebaik sesabar itu kok ditolak nikah.
Kenzo juga,kayak nggak ada cewek lain aja yg mau dinikahin
Alea
baca novel ini karna liat di...di profil mom Shanti.
Di profil ya namanya?
atau apalah namanya🤔pokoknya intinya tau novel ini karena liat mom Shanti yg promosiin.
maciw mom Shanti
Arha🥰: sma kak 😁
iseng buka profilny kak shanti niat cari rekomendasi novel yg bagus, eh nemu ini😁
total 1 replies
Alea
kalau aku diajak nikah sama laki laki kayak Kenzo langsung mau aja dong jangan sampai dia capek nunggu aku siap,terus malah kecantol cewek lain
Oetaribardaini
Masha Allah baru novel yg seru di Noveltoon kyk gni bagus banget ...
Arha🥰: bener kak, alurny spt nyata g terlalu d buat2 kyak novel laennya..
mgkin ad judul novel yg bsa d rekomendasikan kak😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!