Anelia maharani adalah gadis cantik dan juga tangguh,mempunyai sahabat yng bernama cinta amelia,mereka berasahabat sejak kecil karna rumah mereka saling berdekatan,mereka tumbuh besar bersama sampai di bangku kuliah yang sama,dan jurusan yang sama,sampai suatu hari amel mendapkan cinta dari seorang CEO muda bernama Jonathan sanjaya.bagai mana ya jika Amel menyerahkan cintanya ke pada Anel.apa yang terjadi dengan Amel🤔
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laksmi 93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 27
Nathan benar-benar bingung dengan semua ini, dia tidak mengerti apa yang harus dia lakukan saat ini.Setelah kejadian siang tadi, Nathan lebih banyak diam.
Sore itu seluruh karyawan Sanjaya group sudah pulang ke rumah mereka masing-masing. Begitupun dengan Anel, dia sudah beranjak dari meja kerjanya berjalan menuju lif khusus karyawan bersama yang lainnya.
Mereka berpisah setelah sampai di loby kantor.
"Nel kita duluan ya". ucap Mela cepat
"Ehemmm, lo pasti nunggu pak Nathan kan." ucal Gio cengengesan
"Udah jangan di dengerin nih mbah jambrong Nel,kita duluan ya. bayyyy Anel". ucap mela cepat lalu menyeret Gio untuk segera pergi dari sana.
Anel menunggu Nathan di loby kantor, biasanya Nathan akan datang lima menit setelah ia turun. Tapi kali ini tidak, sudah hampir 1 jam Anel menunggu Nathan, tapi Nathan tidak muncul-muncul juga.
Hari sudah mulai petang, langit pun terlihat mendung, tetesan hujan mulai turun sedikit demi sedikit. Anel memutuskan untuk pulang sendiri, ia sudah menghubungi Nathan tapi tidak ada jawaban.Anel berjalan di bawah tetesan hujan yang mulai deras menuju arah halte dekat kantor. Tubuh Anel menggigil karna hawa dingin mulai menusuk ke tulang. Pakaiannya yang basah tidak bisa menghalau hawa dingin karna hembusan angin yang datang bersama hujan.
Flashback Nathan
Siang itu setelah Amel menemui Nathan. Nathan memutuskan untuk pulang ke rumah lebih dulu tanpa mengabari Anel. Karna sejak Amel datang Nathan tidak sama sekali tidak fokus dengan pekerjaannya. Nathan bahkan menyuruh Aldo untuk mengantarkannya pulang.
Di rumah, Nathan merebahkan tubuhnya di tempat tidur, fikirannya melayang jauh. Sampai ia mendengar notip pesan dari ponselnya.
Ting....!
✉ Amel: "Nat bisa kita ketemu di cafe tempat biasa,aku tunggu jm 6 sore nanti".
✉nathan: "Baiklah.......".
✉Amel: Thanks you honey😘
"flashback off"
Anel duduk di halte pemberhentian bus, berharap ada taksi lewat di depan halte itu. Tapi sayangnya sudah hampir setengah jam Anel menunggu, tidak ada satupun kendaraan yang lewat. Anel melihat jam tangannya, dan jam itu sudah menunjukan pukul 08.30 malm. Anel menyerah, daya handponenya pun sudah habis, ia hanya bisa berdoa agar ada orang yang ia kenal untuk membantunya.
Tak berselang lama, Anel melihat sebuah mobil berhenti di depan halte, sesosok yang sangat ia kenal turun dari mobil itu.
"Beni." gumam Anel
Beni sedikit berlari mendekati Anel, karna hujan yang masih turun sedikit deras."Anel, kamu sedang apa di sini?" tanya Beni yang baru keluar dari dalam mobilnya.
"Aku sedang menunggu taksi." jawab Anel sambil menahan rasa dingin di tubuhnya.
"Kenapa kamu tidak pulang dengan pak Nathan, ini sudah sangat malam nel." ucap Beni menatap Anel heran
"Aku sudah menghubunginya, tapi tidak ada jawaban dan batrai handpone ku lowbet." ucap Anel lagi.
"Ya sudah ayo aku antar pulang, ini sudah malam,tidak akan ada taksi lewat sini." ucap Beni
Tanpa pikir panjang Anel pun ikut mobil Beni, karna tidak ada pilihan lain, Anel juga sangat takut jika sampai malam harus berdiri di halte sensiri.
Di dalam perjalanan pulang, Beni sesekali melihat ke arah Anel, wajah pucat Anel dan juga tubuhnya yang menggigil membuat Beni kasihan. Dia menepikan mobilnya lalu memberikan jaketnya kepada Anel.
"Pakai ini, kau pasti sangat kedinginan." ucap Beni menyodorkan jaketnya.
"Trimakasi, maaf merepotkanmu." balas Anel
"Tidak masalah, bukankah itu gunanya teman." ucap Beni tersenyum tulus.
Beni melajukan mobilnya menuju kediaman Sanjaya. Setengah jam kemudian mobil Beni tiba di kediaman Sanjaya. dia mengajak Anel untuk turun dari mobil. Tapi baru saja Anel keluar dari mobil Beni, tiba-tiba tubuh Anel tumbang. Beni yang melihat itu dengan sigap menangkap tubuh Anel dan langsung menggendongnya masuk ke dalam rumah itu.
Bik yem yang sedang berada di meja makan melihat majikannya tidak sadarkan diri pun langsung mendekati Anel dan Beni.
"Oalah, non anel kenpa ini?" tanya Bik yem panik
"Kamar pak Nathan di mana bik?" tanya Beni tanpa menjawab pertanyaan Bik yem
"Disana den, ayo den ikut bibik ke atas." ucap bik yem sambil berjalan mendahului Beni
Beni menggendong Anel masuk ke dalam kamarnya.
"Bik, lebih baik bibik hubungi pak Nathan, tapi sebelum itu bibik panggilkan dokter, agar Anel bisa di periksa."
"Baik den, saya akan panggilkan dokter segera.."
"Kalau begitu saya pamit bik, dan tolong gantikan pakaian Anel. Dia tadi sepertinya kehujanan." ucap Beni sebelum meninggalkan kediaman itu.
"Baik den, trimakasih sekali lagi."
Setelah Beni pergi, Bik yem langsung mengganti baju Anel yang basah. Bik yem mengusapkan minyak hangat di bagian kaki Anel. Tapo sayangnya badan Anel semakin panas.
"Aduhhhh kenapa badan non Anel tambah panas,den nathan kemana ya, di hubungi juga tidak bisa." ucap bik yem sedikit panik.
Bik yem pun akhirnya menghubungi dokter Vani,karna majikannya tidak kunjung sadar.
Beberapa menit kemudian Vani datang, dan lengkap membawa perlengkapan medisnya.
"Kenapa dengan Anel bik?" tanya Vani saat melihat kondisi Anel.
"Tidak tau Non, tadi ada teman non Anel yang datang membawa non Anel yang sudah dalam kondisi pingsan. Katanya tadi non Anel kehujanan." jawab Bik yem cepat.
Vani mengangguk, dia memeriksa keadaan Anel dengan teliti. Demam Anel cukup tinggi, sehingga Vani harus memberikan suntikan untuk Anel.
"Bik apakah Nathan belum pulang?" tanya Vani
"Ohhhh tadi den Nathan sudah pulang non, tapi sorenya dia pergi lagi." jawab Bik yem
"Lalu kenapa Anel bisa sampai kehujanan bik?" tanya Vani lagi.
"Saya tidak tau non, teman non Anel tidak mengatakan apa-apa lagi." jawab Bik yem
"Bagaiaman kedaan non Anel, non. Apa terjadi sesuatu?" tanya Bik yem khawatir.
"Anel tidak apa-apa bik, Bibik tidak usah khawatir. Dan tolong buatkan bubur untuk Anel ya bik. Setelah dia sadar supaya langsung makan." ucap Vani lagi.
"Iya non, saya permisi ke dapur dulu." pamit bik yam
Tak berap lama Anel membuka matanya, ia merasakan tubuhnya sangat lemah, kepalanya pun terasa sangat berat.
"Syukurlah, kau sudah sadar Anel." ucap Vani.
"Kau disini, memang aku kenapa ?" tanya Anel lemah
"Kata bik yem tadi kamu pingsan, dan di bawa oleh laki laki. Bik yem langsung menghubungi saya." jawab Vani cepat
"Maaf ya, aku merepotkan lagi." ucap Anel
"Tidak masalah, bukankah itu memang tugasku, memeriksa orang yang sedang sakit." ucap Vani sedikit bercanda.
Saat Anel ingin beranjak dari tempat tidur, tiba-tiba Anel merasa mual, Anel pun mencoba bangkit dari tidurnya, tapi karna tubuhnya yang lemah ia sedikit tertatih. Vani yang melihat itu pun membantu Anel pergi ke kamar mandi. Anel memuntahkan cairan putih, karna memang dia belum makan malam hari ini.
huekkkkkk,huekkkkkkkk
Anel merasa sangat lemah setelah muntah. Vani pun kembali membantu Anel kembali ke tempat tidurnya.
"Kenapa perut saya sangat mual, kepala saya pun sangat pusing." ucap Anel lemah
vani tersenyum mendengar pertanyaan dari Anel.
"Itu wajar Nel, karna saat ini kamu sedang hamil, usia kandungan kamu sudah memasuki minggu ke 8." ucap Vani dengan senyum mengembang. Dia ikut bahagia dengan berita itu.
Anel terdiam, dia tidak percaya dengan apa yanh dia dengar. Apa benar dirinya sedang hamil." Kau tidak bercanda kan?" tanya Anel masih tidak percaya dengan kenyataan itu.
"Aku tidak bercanda, kau benar benar hamil Anel,apa kamu tidak senang?" tanya Vani
"Aku, aku sangat senang Van, tapi apakah Nathan akan menerima anak ini." ucap Anel lirih
Vani menggenggam tangan Anel, dia tau perasaan Anel saat ini. Dan itu sangat wajar."Serahkan semua kepada tuhan Nel, ini semua suda di atur olehnya. Dan Anak ini adalah karunia tuhan yang paling indah. Jangan fikirkan apapun, semua pasti akan baik-baik saja." ucap Vani memberi semangat.
Anel mengangguk, yang di katakan Vani benar. Karna jika Natham tidak bisa menerima ini, bukankah masih ada dia, ibunya yang akan menjaga buah hatinya.
"Trimaksih Van, dan tolong jangan beritahu Nathan tentang ini dulu." pesan Anel.
Vani mengangguk, dia berpamitan untuk pulang, karna malam sudah semakin larut.
Setelah kepergian Vani, Anel menatap bayangnya di cermin, meraba perutnya yang masih rata. Anel tidak menyangka jika di dalam rahimnya sekarang tengah tumbuh kehidupaj baru.
"Nak, mama sangat senang kamu hadir di dalam perut mama, tapi mama khawatir jika papa mu tidak menerima kamu nak." ucap Anel lirih.
"Tapi Mama janji, mama tidak akan membiarkan kamu kekurangan kasih sayang." janji Anel.
Anel merebahkan tubuhnya,mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lemah. Melupakan kejadian yang sudah lewat.
.
.
[Bersambung]
dari pada panjang dan nunggu"
tp msh pnasaran
Jangan lupa mampir di cerita baru Author yang berjudul BATAS RASA, disana tidak menghadirkan satu permeran saja tetapi ada dua pemerean yang pastinya bakalan bikin Baper kalian😊
tapi yang marah" si Anel
,baru siamel datang nengok keadaaanya si Amel?
maksudnya apasih , bingung,yang ketabrak Amel atau Anel nih?