NovelToon NovelToon
Ranjang Panas Milik Suami Dan Ibuku

Ranjang Panas Milik Suami Dan Ibuku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Susi Nya Sigit

Follow medsos author 👇
FB Susinyasigit
IG Susin59

Biar tau jadwal updatenya

Pengkhianatan yang dilakukan Raka padanya. Menjadi berkah tersendiri untuk Aira. Dari situlah, ia benar-benar menemukan cinta sejatinya. Suraj, yang selama ini dia anggap perusuh, ternyata pria itulah yang mampu memberikan kebahagiaan untuknya.

Raka mengkhianatinya dengan ibu yang selama ini, ia anggap sebagai pahlawan. Ternyata mereka berdua adalah sepasang kekasih yang memanfaatkan dirinya sebagai tameng belaka.

Ungkapan cinta yang keluar dari mulut Raka. Ternyata hanya palsu, sebuah akting untuk menutupi perbuatan busuknya bersama Citra. Wanita yang merawatnya sejak kecil.

Setelah tahu, perselingkuhan mereka. Aira masih berbesar hati untuk bisa menerima Raka dengan syarat. Pria itu harus meninggalkan Citra. Dan pergi bersamanya dari rumah itu. Alih-alih mau menyelamatkan rumah tangganya. Aira justru dipermalukan di depan mereka berdua. Di saat itulah Suraj datang menawarkan kebahagiaan. Yang langsung disambut hangat oleh Aira.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susi Nya Sigit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan

Dinding ruangan berwana cream, menjadi pusat perhatian Aira. Tubuhnya kelu, saat berada tepat di depan ruangan itu. Sunyi, karena memang hari masih terlalu pagi. Perlahan Aira mengangkat tangannya, siap untuk mengetuk pintu. Rasanya berat untuk melakukan itu. Dia hanya belum siap, mengetahui kenyataan.

Rasa penasaran yang kian menyiksa hati dan pikirannya. Mampu, melawan semuanya.

Tok tok tok

Aira mulai mengetuk. Belum ada sahutan ataupun tanggapan dari dalam. Gadis itu mengulanginya. Ketikan terakhir, membuatnya terperangah kaget. Saat Raka membukanya dari dalam.

"Aira!" seru pria itu terkejut dengan kedatangannya. "Kamu ke sini kok gak bilang," ucap Raka sedikit terkejut.

Aira memandang pria itu dengan tatapan kosong. Seolah tak percaya, pria yang ada dihadapannya ini adalah seorang pengkhianat. Tujuannya, menyadarkan gadis itu untuk segera masuk.

"Kenapa, kamu terkejut Mas?" Tanpa basa-basi, pandangan Aira mengelilingi ruangan itu. Sesaat kemudian, berhenti di ranjang. Segera Aira mendekat. Mengambil benda yang berserakan di sana.

"Baju cewek," gumamnya, langsung meminta jawaban dari Raka. "Baju siapa ini?" Dengan sorot mata yang merah, panas dalam dadanya kembali bergemuruh. Membayangkan hal buruk sekalipun, yang akan terjadi nanti.

"Baju siapa, ini?" bentak Aira menggebu. Tak sabar ingin mendengar jawaban dari pria itu.

"Em, sebenarnya itu." Raka menunduk, tidak berani menatap wajahnya. "Aku sengaja menyembunyikan ini dari kamu. Maafin aku."

*************

Di tempat lain, Citra tampak sibuk menghubungi seseorang di saat dirinya mengecek kamar Aira sudah kosong. Nasibnya di ujung tanduk, sekarang. Merutuki orang yang mengirim video itu ke hp Aira.

"Sial!!! Kalau sampai Aira gak percaya, tamatlah sudah rencanaku." Dengan amarahnya, ia membuang apa saja yang nampak mata. "Aku belum siap jauh dari Raka. Sehari saja tidak bercinta dengan pria itu. Kepalaku rasanya sakit." Citra menggerutu panik. "Aku harus cari cara, agar Aira tidak curiga dan percaya sama aku."

Ponsel yang ada di genggamannya, kembali ia mainkan. "Hallo, kamu di mana?" Dengan suara tegas, Citra bertanya dengan seseorang dari ponselnya. "Gue butuh bantuan elo. Secepatnya Lo datang ke rumah gue!" sambung wanita itu lagi. "Ok, gue tunggu sekarang."

Setitik harapan bisa ia gantungkan pada orang itu. Sekarang yang perlu ia lakukan adalah mencari pelakunya. Orang yang mengirim video itu. Citra baru ingat, kalau aktivitasnya saat itu dipergoki oleh Bellian. "Gak salah lagi, Bellian!" gumamnya kesal.

Bagi Citra, Raka adalah segalanya. Selain teman di ranjang, pria itu sangat mengerti dirinya. Meski usianya terpaut jauh, untuk urusan menyenangkan hatinya. Raka nomor satu. Apapun, akan ia lakukan. Agar bisa selalu bersamanya.

Mentari yang mulai menggantung di langit. Menjadi saksi bisu kegelisahan Citra saat ini. Beberapa rumah petak menjadi pusat perhatian wanita itu. Apalagi kalau bukan mencari tempat tinggal Bellian. Citra akan membuat perhitungan dengan gadis itu.

"Yang mana ini rumahnya," gumam wanita itu menebak-nebak. "Oh mungkin yang tengah, dulu dia pernah ngomong ke gue kok." Baru akan melangkahkan kaki ke sana, Bellian keluar dari salah satu rumah itu. Buru-buru Citra menemuinya.

"Bellian!!!" teriak wanita itu, menarik kasar hadis berusia sembilan belas tahun itu.

"Ma--mi," jawab gadis itu gugup. "Ngapain Mami ke sini." Tubuhnya gemetar. Melihat wajah wanita itu yang murka.

"Ikut, mami!!!"

****************

Pukul sepuluh pagi, cafe yang biasanya sudah mentereng siap menjajakan dagangannya terlihat sepi. Pintunya juga masih tertutup rapat, mengundang pertanyaan bagi seorang dosen dari kampus seberang.

"Kok sepi, masih tutup. Apa yang terjadi sama Aira," gumam Suraj memikirkan gadis pujaannya.

"Apa mungkin, mami Citra menyiksanya. Ya Tuhan, aku harus pastikan itu tidak akan pernah terjadi."

Sebelum masuk ke kelas mengajarnya, Suraj mendekati seseorang yang juga terlihat bingung karena cafe itu tutup.

"Kamu yang kerja di sini, 'kan?" tanya Suraj pada gadis itu.

"Iya, Pak. Eh, Mas." Gadis itu menjawabnya sedikit takut.

"Kamu tahu alasannya, kenapa cafe tutup?" Suraj bertanya lagi.

"Nggak, Mas. Mbak Aira, maupun mami gak kasih tahu aku," jawab gadis itu sedikit lebih tenang.

"Coba kamu hubungi nomor Aira. Tanyakan kenapa cafe tutup." Kali ini Suraj meminta gadis itu untuk melakukan sesuatu. Berharap, bisa menjawab kegundahan hatinya.

Winda berkali-kali menghubungi nomor Aira. Tidak di jawab oleh wanita itu. Pun dengan Citra maupun Bellian. Tidak ada yang menjawabnya.

"Ada apa ini sebenarnya?" gumam Suraj, menggigit bibir bawahnya. "Ya sudah, terimakasih udah bantu saya. Saya permisi dulu."

Setelah berpamitan dengan Winda, Suraj bergegas naik ke mobilnya. Dia mengambil cuti hari ini ke kampus. Khawatir terjadi sesuatu pada Aira. Suraj memutuskan untuk datang ke kediaman Citra.

Tak butuh lama, untuk sampai ke tempat itu. Sedikit menjadi pertanyaan terlintas di benak pemuda itu. Saat mendapati rumah itu terlihat ramai. Beberapa kendaraan roda empat berjejer di halaman rumah tersebut.

1
Aina Kamila
👍👍👍👍👍👍👍
Pudji Lestari
Luar biasa
Ani Baru
bosen baca ny pn...
ngk ad ending ny
Ani Baru
mampus lo citra...
jd gelandangn kn kamu
Ani Baru
bnyk x pn musuh ny..
nth kpn sh surasd jmp ma Aira...
Ani Baru
sama2 bodoh ne peran laki2 n prempuan ny
Ani Baru
awas Aira itu jebakan, agar kamu mw tnda tngan surat warisan...
Ani Baru
mampus lo nenek peyot...
dteng kn mama ny sh aira
Ani Baru
udh krahuan suami ny selingkuh, mnta cerai ja.. orag tua ap sh citra itu...
macem ngk ad brondong laen ja..
Ani Baru
bodoh x sh Aira ini lh...
Ani Baru
suras ttanggaaan x ma si raka
Siti Malika
Thor dong sadarin Aira gedek aku sama kelakuan si raka SM ibu tolong gawangnya Aira jangan di jebol cuma buat Suraj
Re Han
akhirnya terbongkar semua perbuatann laknat citra dan Raka
Re Han
semoga Aira nggak kabulin permintaan nadien
Re Han
itu pasti perbuatan nadien
Re Han
dasar ya si nadien itu licik banget
Re Han
kemana Aira nya ya..
Re Han
emang bodoh Aira nya....
Re Han
bodoh banget ya Aira nya ....
Re Han
itu pasti aset aset penting... sudah jdi rencana citra dan Raka itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!