Berawal dari kesedihan yang merubah andin memilih menjadi dingin dan jahat..
tidak ada yang tau jika saat ini andin memiliki sakit, sakit yang dideritanya sejak kecil. sehingga dirinya nekat berbuat apapun demi menyembuhkan penyakit dan mendapatkan kepuasannya. semua dilakukan andin tidak hanya sendiri melainkan ada seseorang yang berada dibelakangnya, demi membalaskan dendam itu andin rela bermain hati dengan roy kakaknya, namun entah bagaimana kelanjutannya. kalian bisa langsung membacanya dan menikmati ceritanya..
jangan skip setiap chapter, kasih autor semangat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vilovers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 26
Sepanjang perjalanan andin merasa sangat sedih sehingga dalam menyetir dia meminta fely untuk mengambil alih, fely melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul lima sore saat ini. Dirinya sudah tidak perduli untuk janjinya mengantar andin tepat waktu, fely lebih memilih mengajak andin untuk menenangkan diri dulu sebelum dirinya sampai rumah
Sampailah mereka ditebing pantai masih dibagian puncak tempat terdekat dengan makam ibunda andin, andin yang tidak bergerak sama sekali membuat fely lebih memilih untuk dirinya yang turun memberikan waktu pada andin
Sudah banyak fely memahami andin, dirinya samapai mempelajari psikolog lebih dini hanya untuk undin
Dirinya sungguh-sungguh ingin menjaga andin, seperti dulu ibunda andin yang pernah sempat menjaganya
Dari kejauhan fely merekam semua yang dilakukan andin, dirinya hanya ingin melihat setiap reaksi yang diberikan oleh andin, fely juga sudah tidak tau lagi sudah berapa vidio maupun foto yang dia ambil. Karena sangat jarang andin mengeluarkan reaksi bahkan dulu sebelum dirinya memili tekat balas dendam andin masih andin yang memiliki raut wajah yang dingin
Benar saja perkiraan fely jika dirinya mengantarkan andin tepat pukul sembilan malam, entah berapa kali dirinya mendapatkan panggilan masuk dan pertama kali melihat jam dirinya sudah tau jika tidak akan ada waktu untuk membawa pulang andin saat makan malam
Sampai didepan rumah.. andin yang berada disampingnya terlihat pulas dalam tidurnya, namun sebelum tidur andin sempat meminum obat tidur. Obat tidur memang obat yang biasa andin konsumsi jika dirinya sebelum atau sesudah dirinya melakukan hal gila, dirinya sangat tidak ingin melihat semua orang dan yang pasti andin menghindari semua pertanyaan yang membuatnya malah untuk menjawab
Didalam rumah semua keluarga sedang menunggu kepulangan andin dan juga fely, terlihat dari raut wajah lina yang sangat khawatir jika terjadi hal yang tidak diinginkan kepada kedua anaknya saat ini. Namun mendengar suara klakson mobil yang berada di halaman rumahnya mereka yang berada diruang tamu langsung bergegas keluar dari rumah
Roy yang melihat andin memejamkan matanya dirinya mulai bingung terlihat juga kantung mata meskipun tipis namun ternyata semua yang disana juga melihat itu
Lina: “andin kenapa?” tanya lina yang sudah mendekatkan punggung tangannya pada kening andin
Fely: “tidak papa tan, andin hanya kelelahan..
Lina: “roy ayo bawa adikmu masuk kamar..
Roy yang diberikan perintah hanya menganggukkan kepalanya, dirinya mulai membuka pintu mobil dan menggendong andin masuk kedalam kamar
Wira: “fely, sebenarnya kalian habis dari mana?
“kita hanya pergi kepantai, itulah cara menenangkan andin saat ini” fely yang asal bicara, ternyata dirinya juga tidak suka ditanya, ‘kenapa bukan gue yang minum obat tidur tadi’
Dirumah utama saat ini karena fely yang baru pertama menginap disituasi yang lumayan banyak penduduk saat ini karena sebenarnya fely menggunakan kamar tamu untuk tempatnya tidur namun johan sudah lebih dulu memberi kabar lina agar fely dapat tidur dikamarnya
Seperti saat ini benar saja fely berada di kamar atas yang biasa digunakan johan, sama seperti ibunda andin johan juga sebenarnya sangat suka ketenangan san juga ketinggian namun tidak ada yang tau hal itu
Pagi harinya fely yang sedang tidur terus dibangunkan oleh boy melihat jam yang sudah menunjukkan pukul enam
Boy: “fel ayoo bangun..
Fely: “ gue ga mau berangkat dulu, gue masih ngantuk
Boy: “ga ada fel lo masih anak baru yang masih basah belum baku itu otak lo
Fely: “gue masih hidup gue bukan makam baru, gue udah pinter” jawab fely yang masih memejamkan matanya
Tidak ada pergerakan saat ini dari tubuh juga mata yang bangun, boy pun terus mencoba membangunkan fely, ‘seru juga ya ada fely dirumah, gue jadi punya kerjaan’ bati boy
“argh.. oke gue mandi, keluar lo..” setelah menggiring boy untuk keluar, fely pun mulai menjatuhkan tubuhnya lagi dikasur yang empuk
Memang sebenarnya fely sudah memasang alarm pada jam nya untuk membangunkan fely dipukul enam tiga dua puluh, untuk mandi sepuluh menit dan untuk berangkat pukul enam empat puluh itu sudah menjadi jadwal keseharian fely
novel "Coming Between CEO and Mafia" edisi lanjutan dari Mencintai Sang Adik sudah hadir nih, pliss jangan sampai ketinggalan ya..
dijamin lebih seru!!
dukung autor yes.. komen next disetiap episode!!
keren ceritanya, Semangat
semangat autor😊
Ini aku berkunjung kedalam novel kakak yang keren banget...bangettt...dan bagus....bangettt bangettt
..
JUGA tidak lupa aku membawa Hadiah Terindah buat kakak,Adalah Like banyak....Rate.....banyak...banget... dan fav fav..
Yuk..yukk kakak berkunjung ke Novelaku juga "Story Cinta Starla" yaaa...yukk saling memberi semangatt...
Sekali lagi ku Ucapkan sebanyak...banyak...
MAKASIH...MAKASIH...
MAKASIH....BANYAK.....
.KAKAKKKKKKK
lanjut tor