NovelToon NovelToon
Dunia Kerja Penuh Warna

Dunia Kerja Penuh Warna

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:51.4k
Nilai: 5
Nama Author: hasmag

Ray merupakan fresh graduate yang akan memasuki dunia kerja. Dunia yang belum pernah ia hadapi sebelumnya. Ternyata dunia kerja berbeda jauh sekali dari yang ia bayangkan. Tidak indah seperti dongeng ataupun mudah seperti membalikkan telapak tangan.

Bersama dengan keluarga yang selalu mendukung dirinya, Ray berusaha sebaik mungkin untuk menghadapi dunianya yang baru ini. Tidak hanya dari keluarga, beberapa teman dari tempat kerja serta teman sekolahnya selalu hadir ketika ia membutuhkan bantuan.

Bagaimana kisah Ray ini akan berakhir? apakah ia akan berhasil menghadapi dunia kerja dengan baik, atau....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hasmag, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 26 Guru Pengawas

Sebelum akhir semester, aku sempat mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Hal ini belum pernah aku ketahui sebelumnya. Ketika aku sekolah dulu tidak pernah melihat yang seperti ini. Atau memang hal ini baru ada di dunia pendidikan?

Hal itu adalah diadakannya pengawasan oleh badan pengawas sekolah. Badan ini dibentuk untuk memastikan bahwa guru mengajar sudah sesuai standar yang berlaku. Pemerintah merupakan organisasi yang mengurus pengawasan ini.

Aku tidak menyangka bahwa belum satu semester aku mengajar, kelasku sudah didatangi oleh pengawas. Awalnya aku sudah berharap tidak menjadi guru yang terpilih untuk diawasi.

"Pak Ray, tolong persiapkan berkas lengkap ya untuk mengajar, termasuk RPL dan yang lainnya karena pengawas akan datang. " Salah satu guru memberikan kabar ini kelasku.

"Pengawas? Apa itu? Aku baru mendengarnya" Tanyaku sambil memasang muka heran.

Guru tersebut memberikan penjelasan mengenai pengawas sekolah. Serentak aku langsung panik dan berusaha membuat dokumen sebaik mungkin.

Karena kalau aku melakukan kesalahan, tidak hanya diriku yang akan menanggung akibatnya. Namun sekolah tempatku berada juga akan mendapatkannya. Apakah kalau hasil penilaian jelek akan mendapatkan potongan gaji?

Berbeda dengan biasanya, mengajar kali ini aku harus menyiapkan dokumen dengan lengkap. Pakaian yang aku gunakan juga lebih bagus dari biasanya. Lebih rapi dan harus terlihat  lebih wibawa sebagai guru.

Aku juga sudah menanyakan beberapa tips untuk menghadapi pengawas dari guru-guru lain. Terutama apa yang tidak boleh dilakukan saat diawasi. Semua tips tersebut sudah aku catat dan aku simulasi kan dalam pikiran ku berkali-kali. Agar kemungkinan kesalahan yang terjadi minimal.

Setelah semua persiapan beres, aku masuk duluan ke kelas lebih awal. Semua murid di sana aku berikan briefing mengenai apa saja yang akan terjadi nanti.

"Anak-anak, nanti mau ada pengawas sekolah datang. Mohon bantuannya untuk tidak ribut sendiri dan perhatikan pelajaran dengan seksama, mengerti? "

"Mengerti" Semua anak menjawab dengan respon positif, namun entah saat waktunya tiba nanti. Akan sama atau tidak hasilnya.

Karena sempat kudengar kalau salah satu momen saat guru pengawas datang. Murid yang diajar malah enak-enak tidur. Kemudian guru yang mengajar tidak mengurusnya dan hanya membiarkan sang murid berkelana ke dunia mimpi. Aku sampai sekarang masih heran mengapa hal itu bisa terjadi.

Meskipun semua anak sempat bingung dengan kegiatan ini, mereka semua kooperatif untuk masalah ini.

Beberapa menit setelah menunggu, pengawas yang ditunggu akhirnya datang.

"Bapak guru dan anak-anak. Tidak perlu memperhatikan saya. Anggap saya ini tidak ada. Silahkan lakukan kelas seperti biasa."

Setelah berkata seperti itu, ia mengambil duduk di tempat paling belakang.

"Hu.. Haah" Aku memantapkan diriku dengan menarik nafas panjang.

"Baiklah anak-anak. Kita mulai kelas kali ini dengan membaca basmalah".

" Bismillah hirrahman nirrahim"

Kemudian aku meminta kepada para murid untuk mengaji dan menyanyikan lagu wajib nasional.

Aku meminta salah satu murid untuk menjadi dirigen untuk memimpin. Seperti biasa, beberapa siswa banyak yang malu-malu. Setelah dipaksa baru mereka mau bergerak.

Kemudian aku memulai mengajar seperti biasa. Berusaha sebaik mungkin tidak melakukan kesalahan. Aku juga berusaha memastikan semua murid memperhatikan materi yang aku berikan.

Berbeda dari biasanya, kehadiran pengawas sekolah membuatku lebih gugup dari biasanya. Padahal mengajar biasa saja aku belum terlalu lancar, apalagi kalau ada guru pengawas.

*teet teet*

Bel berbunyi menandakan kelasku akhirnya selesai. Aku harap telah berhasil menyelesaikan Kegiatan Belajar Mengajar (***) dengan baik.

"Bapak Ray, ayo ikut saya untuk evaluasi. "

"Siap pak." Aku mengikuti sang guru sambil memasang muka serius.

Dengan berat hati aku mengikuti pengawas. Kami pergi ke sebuah ruangan kosong milik guru Bimbingan Konseling (BK). Bersama denganku, terdapat satu guru lagi yang sudah berada di dalam ruangan.

Seperti nya kami akan mendapatkan evaluasi secara bersamaan.

"Bapak Ray, tadi mengajarnya sudah cukup baik, namun di awal tidak perlu ngaji dan nyanyi lagu nasional. Karena harusnya itu dilakukan di jam pertama. "

"Baik Pak"

Setelah itu sang guru kembali memberikan banyak kritik dan saran kepadaku. Nada bicara dan nasihat yang ia berikan disampaikan dengan baik dan mudah dipahami.

Aku merasa bahwa kemampuan belajarku meningkat hanya dengan mendengarkan saran ini.

Tidak hanya diriku, guru di samping juga mendapatkan kritik yang sama. Setelah beberapa menit mendapatkan komentar, kami juga diberikan kesempatan untuk mengemukakan opini kami.

Barulah sesi kami tutup dan aku langsung kembali ke ruang guru. Bersama dengan guru yang juga dikritik. Kami segera mencari makan karena sudah waktu makan siang.

"Gimana pak ray? Rasanya diawasi. Enak gak? " Salah satu guru datang menggoda diriku.

"Hahaha, lumayan lah tegang. Untungnya secara garis besar cukup lancar."

Aku hanya bisa menjawab dengan tertawa kecil. Pastinya aku tegang mendapatkan pengawas, namun ini kesempatan bagus untuk mendapatkan saran ketika mengajar. Kalau kita tidak diingatkan, mungkin saja kita tidak akan menyadari apa yang kurang dari kita, benar kan?

Karena selama ini jarang sekali ada yang melihat dan memberikan saran mengenai cara mengajarkan kepada murid. Namun sayangnya, karena aku belum mantap untuk menjadi guru tetap. Entah seberapa besar peluang saran ini akan terpakai.

Pengawas kali ini dilakukan oleh badan luar sekolah. Mereka termasuk ke dalam PNS sehingga merupakan orang dari pemerintahan. Meskipun kami adalah sekolah swasta, namun pengawas masih kami dapatkan dari mereka. Pemerintah juga tetap memperhatikan pendidikan dari badan non pemerintahan.

Selain dari luar, seharusnya juga ada pengawasan dari dalam sekolah. Namun sayangnya, saya tidak pernah melihat kepala sekolah melakukan itu. Semakin heran apa sih kerjaan kepala sekolah sehari-hari. Karena setahu saya pengawasan itu juga akan dilakukan oleh kepala sekolah dan guru kepala prodi.

Untung dokumen mengajar yang aku buat cukup untuk lulus ujian dari pengawasan. Ternyata buat dokumen tersebut sampai larut malam tidak sia-sia. Meskipun memang ada beberapa bagian yang harus mendapatkan perbaikan.

Dokumen seperti inilah yang membuatku malas menjadi guru. Pembuatannya memakan waktu diluar jam mengajar. Sehingga waktu istirahat ku berkurang. Saya salut kepada guru yang sempat untuk membuat dokumen-dokumen ini. Karena ada juga guru-guru yang rajin membuat dokumen-dokumen ini.

Selesai mengajar, aku berhasil pulang ke rumah dengan perasaan lega. Aku bisa tidur nyenyak untuk malam ini.

Karena beberapa hari ini aku ditakutkan dengan kedatangan pengawas sekolah, aku tidak bisa menikmati tidur seperti biasanya. Apakah aku akan tidur nyenyak malam ini?

Selain guru pengawas, aku juga sempat pergi ke suatu tempat untuk melakukan tes lamaran kerja. Kali ini aku berkesempatan untuk melakukan tes di kota pelajar.

Lowongan kali ini lebih cocok dengan ijazah yang aku punya. Karena aku mempunyai sarjana komputer dan lowongan kali ini adalah mengenai komputer. Aku berharap dapat masuk ke tempat ini.

Aku juga berharap untuk mendapatkan komisi yang lebih banyak. Namun aku tidak terlalu banyak berharap, karena UMK Jogja lebih kecil dari tempat ku kerja sekarang.

Tidak perlu berpikir terlalu jauh. Keterima saja belum tentu, malah sudah mikirin gaji. Janganlah bersikap seperti orang sombong yang merasa pekerjaan adalah hak mereka dan sembarangan menanyakan gaji di awal sesi wawancara. Hal itu merupakan salah satu faktor fatal gagalnya seseorang dalam sesi tanya jawab.

Ada banyak sekali serangkaian tes yang harus aku lakukan. Dari awal pengumpulan dokumen, tes tulis, tes praktek dan wawancara, barulah aku masuk ke tempat itu.

Entah sampai tahap mana aku bisa menjalankan test ini. Semoga saja aku bisa melakukan test dengan baik. Karena banyak sekali hal yang aku persiapkan.

Mulai dari kesehatan fisik dan mental harus dijaga agar tetap fit. Karena lucu aja kalau gagal cuma karena kondisi badan yang kurang sehat.

Aku juga harus mempersiapkan transportasi untuk pergi ke sana. Karena pada momen ini belum terjadi pandemi, aku masih bisa dengan bebas keluar masuk provinsi lain.

Akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan pesawat terbang menuju Jogja. Karena harga tiketnya ada yang murah dan jauh lebih cepat daripada bus. Meskipun memang harga tiket bus lebih murah, namun perbedaanya tidak terlalu besar.

Apakah aku akan mendapatkan pekerjaan baru ini? Saksikan di chapter selanjutnya hanya di novel "dunia kerja penuh warna."

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Pak Ray pelit ih..... tapi memang seharusnya begitu sih
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Semangat.... semangat... lomba tingkat provinsi.... harus lebih semangat
ₐᵤgᵤ𝘴𝚝
Doa ibu akan selalu mengantarkan anaknya pada kesuksesan. Sukses tidak selalu diukur dari berapa banyak uang yang anak punya atau jabatan apa yang anak raih, saat anak bisa mandiri, bisa menjadi orang yang berguna minimal untuk dirinya sendiri itu juga bisa jadi tolak ukur sukses seorang anak, menurut aku lho 😁
『⃟𝐉jasmine
Lulus kuliah, satu tahap berhasil dilewati, perjuangan blm berakhir, tahap berikutnya menanti..... semangat
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Betul Pak Ray, buat tambahan penghasilan.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Betul Pak Ray, kita harus selalu syukur nikmat
Dewi
Ray mandiri serta rendah hati
Dewi
Mampir kak
Arya Hafiz Saputra: Terima kasih sudah mampir
total 1 replies
SoVay
semangaaat
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Betul banget, kalau ingin tahu teman yang benar-benar teman lihat saja saat kita susah siapa teman yang ada di samping kita, siapa teman yang terus menyemangati kita.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Mungkin dia sudah berniat mau bantu pasang terus malamnya pas tidur kebawa mimpi kalau dia ikut pasang, jadi waktu pagi dia merasa kalau dia yang pasang....🤦🏻‍♀️
꧁𝙉Ⓐノ𝙎ム꧂💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
semangat yak
꧁𝙉Ⓐノ𝙎ム꧂💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Hai kak aku mampir
༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙
pikachu mampir nih kak sukses selalu ya
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Rajinnya Pak Ray ini....
sasip
ini mc ga susah ya gonta-ganti cewe buat di-pdkt-in, semudah ganti sepatu pas lagi milih² mau beli sepatu baru di toserba.. ✌🏻 padahal yg namanya jodoh itu seperti hadiah dari Tuhan, yg hanya akan kita dapet setelah meminta sama Dia.. 😇
Arya Hafiz Saputra: berarti ketinggalan. wkwkw
total 3 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Jadi ingat, temanku pernah dapet fotocopy soal ujian di tempat FC sekitar kampus. Jadilah hari itu hari paling siap hadapi ujian 😂
HIATUS
semangat
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Nabi shallallahu ' alaihi wa sallam melarang dari minum sambil berdiri. ” (HR.Muslim no. 2024).
🫧Alinna 🫧
Mantap thor, keren 👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!