NovelToon NovelToon
Ryeana

Ryeana

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:105.5k
Nilai: 5
Nama Author: Hertati

Sebelum membaca jangan lupa di Favoritin ❤️ dulu ya kakak.

"Maaf aku hanya mampu menjadi pengagum rahasia mu dan seseorang yang senantiasa melangitkan namamu" Ryeana.

Ryeana Allura Clarabelle adalah remaja SMA yang sangat mencintai sahabat laki-lakinya sejak SMP. Ryeana adalah tipe gadis yang sangat sulit dimengerti, dia akan terlihat dingin dan cuek didepan orang baru. Dan akan terlihat hangat di depan orang terdekatnya.

Ryeana bukanlah tipe gadis yang mau menunjukkan perasaannya secara frontal, gadis itu lebih memilih memendam dan menyalurkan rasa cinta dan sukanya lewat cara rahasia dia sendiri.

Jadi, mungkinkah bagi seorang gadis remaja seperti Ryeana berhasil mendapatkan cinta yang sangat diinginkannya dari sahabat laki-lakinya itu ?

Ikuti dan baca terus novel "Cinta Ryeana" dan jangan lupa kasih komentar mu di setiap Bab.

Happy Reading 🌻

Follow Instagram : @nona_rie

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hertati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ryeana-26

Setelah dua hari dirawat di rumah sakit. Ryeana baru diperbolehkan pulang, itu pun karena permintaan gadis itu yang beralasan sudah sembuh padahal kenyataannya ia merasa bosan dan hal yang paling penting ia begitu merindukan sosok seseorang yang paling di cintai setelah Papa Gading.

Sepulangnya dari rumah sakit, Mama Anya sempat melarang Ryeana ke sekolah tapi gadis itu tetap bersikukuh ingin ke sekolah. Mau tidak mau, Mama Anya mengalah dengan catatan Ryeana membawa bekal dan menjaga pola makanan di sekolah termasuk pantangan yang sudah ditetapkan oleh dokter kemarin.

Dengan wajah yang sedikit pucat Ryeana diantar oleh Papa Gading ke sekolah, pria paruh baya itu masih melarang putrinya untuk naik bus. Ryeana mengalah, daripada tidak jadi ke sekolah kan.

Ryeana memasuki ruangannya disambut dengan pandangan yang sulit diartikan oleh teman sekelasnya. Shaka, cowok cantik yang sudah terlebih dulu tiba disekolah langsung menarik Ryeana agar segera duduk. Shaka begitu merindukan teman sebangkunya itu.

"Rikkkkk, ahhhh Lo dari mana aja sihhh gue kangen tahu" ucap Shaka dengan nada menye-menye nya yang diakhiri dengan bibir mengerucut. Bukannya jijik, Ryeana justru terkekeh. Aneh memang.

"Sama kok gue kangen sama mulut Lo yang bawel itu" ujar Ryeana sambil menurunkan tas ransel yang dipunggungnya.

"Ryeana boleh ngobrol bentar gak?" Tina datang menghampiri tempat duduk Ryeana. Ryeana mengangguk sambil tersenyum tipis.

"Kita ngobrol disini aja bisa?" ucap Ryeana, karena jujur ia belum kuat kalau jalan sana sini. Tina mengangguk, gadis itu menarik salah satu kursi yang kosong disebelah Ryeana. Sebelum gadis itu membuka obrolan kepalanya terlihat celingak-celinguk. Ryeana sedikit bingung namun ia tahan sampai Tina bercerita.

"Ryeana, Lo harus lihat ini" ucapnya sambil menyodorkan ponselnya.

Mata Ryeana terbelalak. Ia begitu kaget melihat status Monika yang mengatai dirinya Pelacur, Wanita malam, *****, bayangkan saja 2 hari gadis itu dirawat di rumah sakit tanpa mau tahu apa yang terjadi yang bukan urusannya. Tapi lihatlah diam-diam seseorang telah memfitnah dirinya. Sungguh menyebalkan, kalau saja dirinya tidak sedang lemah, mungkin sudah ia labrak sekarang juga ke kelas gadis itu.

"Sudah lah Tin. Gak usah ditanggapi, mungkin yang dia maksud Ryeana yang lain. Gue gak merasa sama sekali kok. " ucapnya sambil tersenyum tipis.

"Mana bisa gitu dong Ri. Itu udah jelas-jelas nama Lo yang tertulis ada kelasnya juga. Di kelas kita cuman Lo yang namanya RYEANA. " ucap Shaka yang tidak sengaja ikut membaca status Monika yang di screenshot oleh Tina. Tina mengangguk setuju dengan ucapan Shaka.

"Iya Ri. Ini Uda kelewatan batas. Lo harus balas, pencemaran nama baik ini namanya." ucap Tina tak terima.

Ryeana hanya menggeleng. Ia tidak mau semakin memperkeruh keadaan. Terserahlah orang lain ingin mengatai dirinya seperti apa. Yang penting orang yang disayanginya tahu dirinya seperti apa.

"Kalau kita lawan orang yang tidak waras sama saja dong kita juga tidak waras" ujar Ryeana sambil mengembalikan ponsel Tina. Ryeana menyuruh Tina kembali ketempat duduknya, karena jam pelajaran akan dimulai sebentar lagi.

🐸🐸🐸

Masih sama seperti kemarin-kemarin Ryeana belum berniat untuk makan di kantin. Gadis itu hanya menyuruh Shaka membelikan roti cokelat dan sebotol air mineral. Ryeana akan menghabiskan jam istirahat hanya di dalam kelas saja.

Setelah kepergian Shaka, ruangan kelas X-1 tidak terlalu ramai. Hanya beberapa saja, Ryeana mengabaikan sekitarnya dan ia merebahkan kepalanya di atas tas yang dinaikkan ke atas meja. Rasa ngantuk menggerayangi matanya.

Di jalan menuju kantin, Shaka lagi dan lagi di interogasi oleh Nicholas, Rio dan Alex.

"Mau apaan lagi si Lo pada" gerutu Shaka merasa bosan melihat wajah manusia yang dihadapannya itu.

"Ryeana udah masuk kelas belum?" tanya Nicholas dengan nada menuntut.

"Ud,,, eh belum" Shaka mengatupkan bibirnya yang hampir keceplosan.

"Lo gak bohong kan ?" tuding Nicholas sambil memicingkan matanya.

Shaka mengangguk kaku, kemudian berlari meninggalkan Nicholas dan yang lainnya.

"Nich, gue gak percaya sama tuh lenong, gimana kalo kita ke kelas Ryeana aja. " usul Alex.

"Shaka gak mungkin bohong Lex" ucapnya.

"Tapi kan,,,"

"Udah kantin aja yukk, gue lapar nanti aja kita singgahi." potong Rio yang memang sudah kelaparan sangat.

🐸🐸🐸

"Arghhh" Ryeana tersentak dari tidurnya, rambutnya tiba-tiba perih seperti ditarik oleh seseorang. Ryeana membuka matanya dan memperhatikan sekitarnya. Wajah-wajah asing dan itu,, Monika lagi. Sialan batin Ryeana.

"Lo mau apa!" ucap Ryeana tenang sambil menahan rasa sakit di kepalanya.

"Heiii *****, kemana aja Lo gak masuk sekolah, mangkal ya di kamar remang-remang" tuding Monika tertawa remeh diikuti yang lainnya.

"Gue salah apa sama Lo?" tanya Ryeana polos, ia mulai memejamkan matanya, merasa perih di kepala bagian belakang, sepertinya beberapa helai rambutnya sudah lepas.

"Gak usah so bego Lo ya! Dasar lo*te Lo!" hina seseorang begitu pedas di telinga Ryeana.

Ryeana memperhatikan wajah yang baru saja menghinanya, bintang dua tertempel di seragam gadis itu, artinya dia anak kelas XI, namanya Kara.

"Terserah Lo semua mau hina gue gimana pun gue gak bakalan terpancing. Gue gak kenal Lo semua, gue gak punya masalah sama kalian. Jadi stop ngusik ketenangan hidup gue" Ryeana masih berusaha menahan emosinya. Ia tidak mungkin melawan orang yang mengepungnya saat itu juga. Mereka ada 6 orang sedangkan Ryeana hanya sendiri.

Kelas yang terakhir kali ia lihat masih ada orang sekarang sudah tinggal dia sendiri. Ryeana berdoa dalam diam, semoga teman sekelasnya cepat-cepat masuk.

"LO YANG SEHARUSNYA STOP GANGGUIN KEHIDUPAN GUE! GARA-GARA LO DEVAN JAUHIN GUE! GARA-GARA LO GUE KEHILANGAN DEVAN. DAN GARA-GARA LO JUGA GUE DI BLOKIR DEVAN DARI SEMUA AKUN SOSMED NYA!!!" teriak Monika begitu lantang tepat di telinga Ryeana. Ryeana memejamkan matanya, Ia merutuki dirinya yang lemah di waktu yang tidak tepat. Telinga Ryeana berdengung akibat suara Monika yang jelek itu.

"Jujur gue gak tahu nama Lo siapa dan siapa Devan. Gue gak tahu sama sekali. Kalau Devan jauhin Lo karena nama Ryeana. Lo harus pastiin baik-baik Ryeana mana yang dia maksud. Lo gak tahu siapa gue. Gue bisa aja laporin Lo dengan tindakan pencemaran nama baik dan juga bullying. Lihat Lo melakukan kekerasan sama gue. Gue bisa visum karena gue punya bukti" ancam Ryeana dingin, ia menatap tajam satu persatu orang yang mengelilinginya itu.

Monika terdiam, perlahan ia melepaskan jambakannnya pada Ryeana dengan kasar. Ancaman Ryeana cukup menakutkan, kalau Guru BK sampai tahu, Ia bisa di keluarkan dari sekolah itu. Baru duduk di tingkat Sepuluh Monika sudah memiliki buku dosa yang banyak di catatan hitam Guru BK.

"Lo ingat urusan kita belum selesai. " tunjuknya tepat didepan wajah Ryeana penuh amarah sebelum pergi meninggalkan kelas X-1.

Ryeana meringis di bagian kepala belakang, tenaga Monika begitu kuat menarik rambutnya.

"Dasar cewek gila" umpat Ryeana sambil mengusap rambutnya.

Gadis itu bangkit dari duduknya, berniat ingin pergi ke toilet merapikan rambutnya yang berantakan karena ulah Monika si bar-bar.

Namun belum sempat masuk ke dalam toilet, ia bertemu dengan Lala dan Nora. Jika dulu Ryeana begitu senang melihat wajah Lala, sekarang sudah berbeda, berniat ingin melirik saja tidak ada. Ryeana mengabaikan Lala dan Nora, ia langsung masuk ke dalam salah satu toilet.

Setelah selesai Ryeana keluar, awalnya ia pikir kekasih Nicholas itu sudah pergi, namun nyatanya tidak. Mereka masih berada di dalam toilet bersandar di dinding tembok sebelah cermin.

"Ehemmm" salah satu diantara mereka berdehem.

"Lo yang namanya Ryeana?"

Ryeana menghentikan langkahnya yang ingin membuka pintu. Ia membalikkan tubuhnya menatap keduanya dengan datar.

"Cih, wajah pas-pasan aja belagu" ejek Lala berdecih dengan wajah garang namun masih terlihat imutnya. Sedangkan Nora tertawa kecil.

Ryeana masih terdiam, ia menatap Lala dengan raut bingung, ini pertama kalinya Lala berbicara padanya.

Lala mendekati Ryeana. Jari telunjuknya terangkat menunjuk wajah Ryeana. Pandangannya yang begitu garang tadi tiba-tiba berubah menjadi gadis polos yang tidak tahu apa-apa.

"Ryeana, gue boleh minta tolong gak sama Lo? Please,,, jangan jadi peran antagonis dalam cerita gue. " lirih Lala.

Ryeana mengernyitkan dahinya bingung. Jadi peran antagonis? Memangnya apa yang sudah ia lakukan dalam cerita Lala?

"Maksud Lo apa?" tanya Ryeana polos.

"Gak usah sok polos, gue tahu Lo berniat ambil Nicholas kan dari Lala" sambar Nora menatap tajam Ryeana.

Ryeana terkekeh lucu dalam hati. Tadi dituduh rebut Devan, sekarang Nicholas juga. Sekalipun Gue cinta mati sama Nicholas, gue gak akan sejahat itu merusak hubungan orang yang gue cintai. batin Ryeana

"Gue gak ada rebut Nicholas Lo itu dan gak akan pernah. Jadi Lo gak usah takut" ucap Ryeana lalu berbalik ingin keluar namun ditahan sebentar.

"Dan juga Lo gak usah takut kalo ada perempuan yang goda Nicholas, karena kalo Lo cinta sejatinya Nicholas, dia akan tetap jadi milik Lo. Cinta sejati itu tahu jalan pulang" ucap Ryeana sambil tersenyum pada Lala. Ryeana segera membawa langkahnya jauh dari hadapan Lala.

Bulshit. Ryeana sangat menginginkan Nicholas. Ryeana sangat berharap dia lah Cinta sejati Nicholas. Sakit, perih, dan sesak yang dirasakan gadis itu saat ini. Tapi apa daya, tidak ada yang bisa ia lakukan selain memendam sendirian.

Di dalam toilet Lala terdiam, ucapan Ryeana itu benar semua. Untuk apa dia takut, jika Nicholas benar-benar cinta sejatinya, pasti gak akan kemana-mana. Tapi masalahnya Lala belum yakin sepenuhnya, karena masih ada hati yang lain yang harus ia jaga. Nicholas? Entah pelarian atau memang sudah cinta beneran, Lala belum tahu.

1
ajiu jiu
hadehhhh.....kemana lg author ny 😤😤
Koes Tiyah
nyaris lupa thor kalo dlu sllu nungguin up, sudah lama sekali....
IG: Saya_Muchu
Salam hangat dari novel Jangan Salahkan Takdir, mari kita saking support karya satu sama lain, dengan kasih rate 5, like, komen, dan tekan favorit, semoga sukses bersama.
JW🦅MA
nexk
JW🦅MA
semangat
JW🦅MA
HADIR YA
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Lanjut thor
M⃠
like dl yg mampir zie, bacanya ngantri ya, folback balik ke karyaku jg 🤗
♕FiiStory_
hadir lagi, Jangan lupa untuk mampir di karyaku juga
ajiu jiu
koq gitu Thor , setdk ny ceritain mrka berbaikan lah, cerita andira/Alex jga smkin seru 😌😌😌
Koes Tiyah
iya thor, alex andira buat selingan aja..
fokusnya ttep ryeana & nicho
ajiu jiu
Andira/Alex lg Thor , TQ sdh up .....
Koes Tiyah
seneng deh thor kalo tiap hari up 😊
☣️✨️私 ジーチャン✨️
up up up
Koes Tiyah
lanjut thor..
Koes Tiyah
knpa ryeana g ingat alex?
trs kok alex nyalahin ryeana?
emosi sih emosi tpi g mesti nyalahin orang lain kan..
ajiu jiu
dsr kamu Thor , maen gantung aj 😑😑😑
♕FiiStory_
mampir jangan lupa mampir juga
Koes Tiyah
pertemukan alex dan andira thor,.
Luthfia Ardhana Farhan
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!