NovelToon NovelToon
HIJAIYAH CINTA

HIJAIYAH CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Nikahmuda / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Vicaldo

.Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh...... Hallo kakak readers semua kali ini saya VicaChu alias VICALDO kembali hadir membawa cerita baru yang akan menemani Kaka selama bulan Ramadhan, dengan kisah percintaan yang seru, semoga kita semua selalu dilimpahkan keberkahan oleh Allah SWT Aamiin Allahhumma Aamiiin 👏👏😊

Cerita kali ini mengisahkan tentang seorang Gadis cantik yang super jutek judes dan keras kepala bernama Annisa Rhamadania berumur 23 tahun.

Suatu hari karena sikap nya yang cuek dan terkesan dingin ke semua cowok di kampusnya, membuat Rangga Putra Dijaya Kaka kelas Senior Annisa merasa terusik harga dirinya sebagai cowok super uwwu di kampus, ternyata malah di abaikan dan di cuekin oleh seorang Annisa mahasiswi baru yang terkenal jutek.

Perdebatan pun sering terjadi diantara keduanya hingga membuat Rangga, berniat jahat dengan menyuruh teman teman tongkrongan nya untuk menculik dan mengerjai Annisa dengan berpura pura hendak memperkosanya.

Petaka tersebut mempertemukan Annisa pada seorang pria tampan yang bernama Azzam, seorang dosen sekaligus ustadz di pesantren.

Akankah Azzam mampu merubah Annisa menjadi seorang muslimah yang baik????

Yuk simak cerita kami ya kakak readers.


Happy reading 🤗😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vicaldo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perdebatan Azzam dan Rangga Kedua kalinya

" Sayang Nisa nggak kuliah nak?" teriak Devi, mengira sang putri masih belum terjaga.

Sang mama pun naik ke atas melihat putri semata wayangnya, Devi mengetuk pintu kamar Annisa yang tidak dikunci, namun tak ada jawaban.

" Annisa nak, nggak kuliah kah?" panggil Devi.

Ceklek....Devi membuka pintu kamar Annisa dan rupanya gadis itu tengah menunaikan sholat Dhuha.

" Subhanallah.... terimakasih Yaa Allah." gumam Devi takjub dan haru melihat ketaatan Annisa saat ini.

Devi pun duduk di ranjang Annisa menunggu putrinya usai sholat Dhuha.

" Iya ma, ada apa?" tanya Annisa membuka mukena yang dikenakan seusai berdo'a.

" Nisa nggak kuliah nak?" tanya Devi kembali

" Kuliah kok ma, Nisa berangkat jam sebelas, hanya ada satu mata kuliah." jawab Annisa beranjak berdiri dan mencium tangan sang mama.

" Sarapan dulu yuk sayang, papa berangkat duluan tadi, ada meeting diluar kantor." ujar Devi

" Iya ma, ayo ." Nisa menuruni anak tangga dan menuju ruang tamu.

Sementara Devi masih dikamar putri semata wayangnya. " Biasanya setiap pagi kamar ini selalu berantakan saat ia bangun tidur. Tapi kini Subhanallah semua telah berubah, semua tertata rapi." ucap wanita paruh baya tersebut, tanpa terasa butiran kristal bening menggenang di pelupuk bola matanya.

Puas melihat kondisi kamar Annisa satu persatu, Devi pun kembali turun kebawah.

Seusai sarapan, Nisa pergi ke taman depan menyiram bunga bunga yang selama ini dilakukan oleh Devi tugas, merawat dan menyiram tanaman tersebut.

Dert...dert... ponsel Annisa yang tergeletak dimeja makan berdering, Devi meraih ponsel tersebut, dan rupanya nama yang tertera adalah nama Azzam.

" Nisa nak Azzam menelfon." teriak Devi memanggil Annisa yang sibuk bermain air, menyirami tanaman.

" Angkat saja ma, bilang Annisa sibuk, atau tinggalkan pesan saja." sahut Annisa.

" Maaf nak Azzam, Nisa sedang menyiram tanaman, ada perlu apa ya nak? kata Nisa bisa tinggalkan pesan nanti pasti Nisa balas." ujar Devi menjawab panggilan telepon Azzam.

" Iya ma terimakasih, Azzam cuma mau bilang mau mampir sebentar lagi sebelum berangkat ke kampus. Umi menitipkan sesuatu buat Nisa."

sahut Azzam dari balik layar ponsel.

" Baiklah nak, nanti mama sampaikan." balas Devi, kemudian mengakhiri panggilan suara dari Azzam.

*******

Semua tanaman sudah tersiram dan kembali segar, beberapa tanaman yang memanjang dan tidak beraturan daunnya pun telah terlihat rapi, Annisa memotong dan merapikannya.

" Apa kata si kutub ma?" tanya Annisa duduk di teras depan, pertanyaan Annisa membuat Devi kaget.

" Hussst.... Nisa gak boleh manggil calon suami begitu. Kata nak Azzam sebentar lagi mampir , ada titipan dari mertua kamu." timpal Devi.

" Kan memang mas Azzam dijuluki kutub Utara ma. Adiknya saja manggil dia Ice cool, terus semua murid muridnya memanggil dia dosen kutub. Salah dia sendiri lah ma, jadi orang dingin banget, kulkas dua pintu aja kalah dinginnya sama mas Azzam." celetuk Annisa menjawab sekenanya.

Devi menggelengkan kepalanya, " Itu kan mereka, Nisa nggak boleh ikutan memanggil kutub juga dong." tukas Devi.

Keduanya kembali bercengkerama dan bercanda ria. Sesekali Devi juga menasehati Annisa agar tidak terlalu judes kepada calon suaminya.

" Ya tergantung mas Azzam juga lah ma, kalau dia dingin masa iya Nisa kalem, dan lembut. " protes Annisa.

" Harus bisa sayang, buang semua sifat keras kepala, judes dan jutek kamu itu. Kasihan nak Azzam nanti, kalau terus dicuekin dan di gass terus sama kamu dengan ocehan dan ucapan pedes kamu itu." sela Devi.

" Mama nggak fair deh, apa apa sekarang yang dibela menantunya, mama sudah nggak sayang lagi sama Nisa." Nisa berpura pura merajuk pada Devi.

" Bukan begitu sayang, maksud mama itu, supaya hubungan kalian nantinya itu langgeng sampai maut memisahkan." ucap Devi mencubit hidung mancung Annisa.

Tak lama sebuah mobil yang sudah tidak asing lagi dilihatnya, sedang memasuki pelataran rumah Amir Syah Alam.

Pria yang sudah rapi dengan kemeja panjang warna navy itu tengah turun dari dalam mobil, membawa sebuah paper bag berisikan kue buatan umi Fatimah.

Nisa dan Devi yang tengah duduk di teras, berdiri menyambut kedatangan Azzam.

" Assalamu'alaikum ma , Nisa." ucap Azzam mencium punggung tangan calon ibu mertuanya.

" Wa'alaikumussalam warahmatullaahi wabarakaatuh, pagi nak Azzam, ayo masuk nak !!" seru Devi mempersilahkan masuk.

" Tidak usah ma, Azzam cuma mampir sebentar anterin titipan umi kok, ini mau berangkat ke kampus." tolak Azzam.

Annisa hanya berdiri mematung, menerima paper bag dari Azzam, tak banyak berucap.

" Nisa berangkat jam berapa ? atau kita sekalian berangakt bersama." ujar Azzam.

" Nggak usah, Nisa bisa berangkat sendiri kok mas." timpal Annisa menolak.

" Baiklah, aku berangkat duluan. Mari ma, Azzam berangkat dulu." pamit Azzam lalu kembali menuju mobil miliknya dan berlalu pergi meninggalkan halaman rumah Amir.

Selepas kepergian Azzam, Nisa bersiap untuk berangkat ke kampus. Dan siang itu ia mengenakan gamis syar'i warna Salem.

" Ma Nisa berangkat . Assalamu'alaikum."

Nisa pun segera menghidupkan mesin mobilnya. Dengan kecepatan sedang, gadis berhijab syar'i warna Salem itu melintasi jalanan kota M, menuju kampus.

Siang yang sangat terik, ditambah jalanan yang sedikit memadat, membuat Nisa terpaksa harus berjejer antri memecah kemacetan, agar segera sampai ke kampus.

******

Mobil sport warna merah menyala memasuki halaman parkir kampus, setelah hampir satu jam memecah jalanan menembus kemacetan.

Nisa turun dari mobil, dan bergegas berjalan menuju kelas, karena kelas akan segera dimulai.

Sepasang mata yang baru saja keluar dari kelas , sedang memperhatikan langkah Annisa.

Dari kejauhan mata itu tak henti, bahkan tak berkedip sama sekali. Sepasang mata indah ini tak lain adalah milik dosen Azzam Muwaffiqi.

Masih dipenuhi rasa penyesalan dan ingin mendapat maaf langsung dari Annisa, gadis yang pernah dilukainya, Rangga mencegat kembali Annisa.

" Assalamu'alaikum, Nisa plis tolong berhenti, dan dengarkan gue kali ini saja." pinta Rangga menghiba.

" Wa'alaikumussalam." jawab Annisa tanpa menghentikan langkah besarnya.

Gadis berhijab warna Salem itu terus saja berjalan, begitu juga dengan Rangga tak mau kalah, terus saja mengikuti langkah Nisa.

" Rupanya ancaman saya, tidak membuat kamu jera ya Rangga. Oke kalau itu mau kamu." gumam Azzam mengepalkan kedua tangannya.

Dosen kutub ini pun menghampiri Rangga yang sedang membuntuti Annisa.

Sedang gadis yang di ekorinya itu tak sadar jika calon suaminya tengah terbakar cemburu, mengikuti Rangga dari belakang.

" Hentikan Rangga, kamu ikut saya ke kantor sekarang juga !!" seru Azzam meninggikan intonasi nya.

Nisa otomatis kaget, tiba tiba sebuah suara besar berteriak dibelakangnya.

Rangga tak mau kalah, anak muda ini pun membantah perintah sang dosen.

" Tolong bapak jangan ikut campur urusan saya, saya tidak akan pergi sebelum Annisa mengucapkan, telah memaafkan saya. Jika Nisa mengucapkan itu secara langsung dari mulutnya, maka saya janji tidak akan mengganggu calon istri bapak." jawab Rangga mulai terbawa emosi.

Azzam merasa terpancing jiwa kelakuan nya saat mendengar ucapan Rangga, seolah mengabaikan ancamannya.

Annisa sendiri merasa kesal, karena lagi lagi Rangga terus mengganggunya. Tak membiarkannya bebas barang sejenak.

Gadis berbaju warna Salem itu menghela nafas panjang " Dengar ya tuan Rangga Adijaya, saya Annisa Rahmadhania, telah memaafkan semua yang pernah anda lakukan terhadap saya, jadi tolong mulai saat ini jangan pernah ganggu kehidupan saya lagi, karena bertemu dengan anda adalah sebuah petaka. " ucap Annisa penuh kemarahan.

Dan gadis itu berlalu pergi menuju kelas, tak menghiraukan kehadiran Azzam, meninggalkan Rangga yang mematung disana.

Mendengar semua ucapan wanita yang tak lama lagi akan dihalalkannya, maka Azzam pun merasa bangga, dan ia kembali ke kantor dengan perasaan lega, bahkan sesampainya didalam kantor, Azzam senyum senyum sendiri. Merasa puas dengan jawaban dari seorang Annisa Rahmadhania.

Antara lega dan sakit, yang dirasakan oleh Rangga saat itu, di satu sisi, ia merasa lega, Annisa telah memaafkan semuanya. Namun disisi lain ia seolah kehilangan sesuatu yang tak tahu apa itu. Dan membuat hatinya sesak dan sakit.

******

**BERSAMBUNG....

JANGAN LUPA KLIK VOTE RATE LIKE DAN GIFT YA KAKA READERS SEMUA AGAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT BERKARYA

JANGAN LUPA PULA TINGGAL KAN JEJAK KOMENTAR KAKA READERS SEMUA DI KOLOM KOMENTAR YANG ADA

JAZZAQUMULLAAH KHAIRAN KATSIR 🙏😘😘**

1
Nafisatun Najah
Waiyyaki
bunda syifa
ko' ijab sama qobul nya beda Thor, masak wali nya pakai BHS Indonesia tapi mempelai pria nya pakai BHS arab, harus nya kn sama biasanya
bunda syifa
bukan nya pas d episode Azzam nolong Anissa itu profesi Azzam dokter y Thor
bunda syifa
👍👍👍
bunda syifa
ko' bisa parkir kampus gc d pasang cctv, padahal kejadian atau kejahatan apapun bisa terjadi d tempat parkir
Maulana ya_Rohman
ringgal nunggu jodoh nya Rangga nih🤔🤔🤔
Maulana ya_Rohman
mulai b3rhijrah yg sebener nya....
Maulana ya_Rohman
,......
Maulana ya_Rohman
mulai ada perubahan nih🤔🤔🤔
Maulana ya_Rohman
blm ada rasa ketertarikan....🤔🤔
Maulana ya_Rohman
ending nya bucin juga kau🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Maulana ya_Rohman
mulai ostiqomah nih🤔🤔🤔🤔
Maulana ya_Rohman
waduh😱😱😱😱😱😱😱
Maulana ya_Rohman
mampir thor
Ilham Dani
bagus
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
Sholihah Maratus
siip
Herawaty Tira
mantap👍👍
Putri Sukma
alhamdulilllaaaahhhh....
Putri Sukma
salut drku ma anisa....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!