Ryan Putra Wijaya dan Kiara Putri Wibowo dipertemukan dengan tidak sengaja.
Ryan Seorang Dokter yang sudah menikah, tapi pernikahan nya tidak bahagia, sang dokter mempunyai seorang istri yang tidak perduli dengan nya, dan selalu menghamburkan uang suaminya. Ryan yang merasa terabaikan dan dibuat emosi terhadap istrinya, dipertemukan dengan seorang gadis cantik bernama Kiara.
Apakah cinta mereka akan bersatu ??
ikuti kisah nya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poetri YaNiie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
"AAAKKKKHHHHH.....SAKIT!!" Kiara menjerit kuat kesakitan. Ryan segera membalikan badannya dan melihat Kiara tengah berjongkok sambil memegangi perutnya. Tangan satunya memegangi tiang infus.
Ingin rasanya Ryan mengabaikan itu tapi ia tak bisa. Ia tak bisa memungkiri rasa cintanya kepada Kiara. Ia segera berlari ke arah Kiara.
Direngkuhnya tubuh Kiara yang mengadu kesakitan dan Ryan segera membawa istrinya ke rawat inapnya. Dokter Alfian berlari ke kamar Kiara untuk memeriksa kondisi Kiara dan bayinya.
Kiara menggenggam kuat tangan Ryan seolah ia takut akan pergi lagi. Tante Dewi dan Mita tiba di depan kamar rawat Kiara tak diijinkan masuk oleh dokter karena sedang memeriksa Kiara. Hanya berdoa yang mereka lakukan untuk kesembuhan Kiara.
Sementara itu, Ryan tak henti hentinya menangis dan membisikan kata maaf ditelingan Kiara. Tak lupa ia meminta maaf kepada bayinya yang sedang berkembang dirahim Kiara. Dokter Alfian yang melihat itu ikut terharu. Ryan yang rapuh mencoba berusaha menguatkan Kiara padahal ia juga butuh dikuatkan. Maka dari itu hanya dengan tepukan dipundak, Dokter Alfian merasa membantu Ryan menguatkan dirinya. Ryan tersenyum melihat hal itu.
...*************...
Kiara yang sudah siuman beberapa saat lalu hanya bisa merintih karena nyeri di rahimnya tak kunjung reda. Ia tak bisa terus menerus mengkomsumsi obat pereda nyeri. Kini yang ia lakukan adalah meremas apa pun yang ada di dekatnya. Dokter Alfian terus memantau kondisi Kiara setiap saat. Ia berpesan jika rasa nyeri kembali terjadi sebisa mungkin Kiara mencoba untuk tidak mengejan.
Karena bisa jadi Kiara akan mengalami keguguran. Kiara tak ingin itu terjadi, sebisa mungkin ia bertahan. Berbagai cara ia mencoba untuk meminta janinnya yang baru berusia sepuluh minggu itu untuk berdamai dengan sang mama.
Tangannya yang bebas tak henti hentinya mengusap perutnya. Sementara tangan yang satunya ia pakai untuk meremas bantal dengan kuat.
Kiara sangat kecewa dengan Ryan
yang sengaja menghindari dirinya. Ryan tak pernah beranjak dari sisi tempat tidurnya. Ia mencoba memberikan tangannya untuk diremas oleh Kiara, tapi wanita cantik itu lebih memilih meremas bantal dengan kuat.
Ia tak ingin disentuh apalagi melihat ayah dari bayinya itu. Ryan sangat menyadari kesalahannya saat ini. Ryan hanya bisa melihat punggung Kiara yang begetar menahan rasa nyeri. Ia juga mendengar suarah rintihan dan isak tangis Kiara yang masih tidur membelakangi dirinya.
Tok....tokk....
"Bisa kita bicara sebentar?" ucap Yuda yang melongokan kepalanya ke dalam kamar Kiara. Ia miris melihat hubungan Ryan dan Kiara yang tak kunjung membaik. Apalagi kini ia melihat Kiara tak ingin melihat Ayah dari bayinya.
Mita yang kesal melihat Ryan yang beberapa hari ini menghindar dari Kiara sahabatnya itu sangat muak. Ia menghubungi Dokter Yuda.
"Kenapa baru datang! Cepat bawa teman Lo dari sini yang berguna itu! Gue muak liat wajahnya yang sok perhatian itu !" Mita langsung meluapkan amarahnya.
Sebenarnya ia ingin mengusir Ryan dari kamar rawat Kiara. Tapi tak berhasil, sehingg dia menelpon dokter Yuda. Mita semakin kesal karena Yuda baru saja nongol padahal dua jam lalu ia meminta Yuda menyeret Ryan pergi dari Kamar sahabatnya Kiara.
"Maaf, tadi aku kena macet dijalan."
"ALASAN !! uda gak usah banyak bacot Lo. Bawa pergi Temen dokter Lo ini dari kamar sahabat gue!!."
Ryan yang melihat pergerakan Kiara. "Yank..."
"Bisa saya tinggalkan sendiri?!! Saya dan bayi saya ingin istirahat. Saya mohon dokter Ryan segera keluar dari sini" ucap Kiara ketus tanpa melihat suaminya.
Ryan tak percaya mengusirnya. Bahkan Kiara tak lagi memanggilnya dengan sebutan Mas tapi Ryan dengan embel embel dokter. Kiara kembali membalikkan tubuhnya memunggungi Ryan.
"Dokter Ryan dengarkan? Jadi sebaiknya dokter pergi dari sini" Mita bangkit dan menarik jas dokter Ryan kuat kuat.
"Sayang mas minta maaf. Mas gak mau jauh jauh lagi dari kamu. Mas mau nemani kamu disini" mohon Ryan sambil memeluk tubuh Kiara dari belakang. Dengan sekuat tenaga Kiara menghempaskan Ryan hingga pelukkannya terlepas.
"Kumohon pergilah. Jangan membuatku semakin membencimu" tolak Kiara. Mita kembali menarik tubuh Ryan di bantu oleh Yuda. Dengan terpaksa Ryan melangkahkan kakinya keluar dari kamar rawat inap Kiara.
bersambung.......
Hayo...dokter Ryan di benci sama Kiara. Gimana menurut kalian semuanya....???
Siang ini aku up lagi. Lagi ada ide. Dan untuk Cerita CINTA SEORANG SINGLE DADDY aku masih ngetiknya, masih tersendat - sendat dengan jalan ceritanya mau di buat gmana, hahahah. Entah kenapa fokus ke cerita ini. Semoga kalian suka ya. Jangan lupa kasih vote kalian, komen, like dan hadiahnya yang banyak ya? Kalau hari ini aku nerima banyak vote aku bakalan lanjut lagi. Terimakasih.
sedangkan suka janji sama Amira ditepati sebenarnya
perasaan seperti apa itu ?
awas saja lho daf jika menyakiti Rara lagi tak jitak otak mu agar waras 😀
lama ya Thor up nya