Vivian Adison adalah seorang agen yang diutus ke Amerika untuk mencari seorang penjahat paling berbahaya dari Amerika. Selama penyelidikan, targetnya tertuju pada seorang Mafia yang ada di Amerika dan tanpa sengaja, dia bertemu dengan orang yang dia curigai.
Pertemuan pertama mereka begitu tak terduga apalagi pertemuan kedua mereka, semakin membuat Matthew tergoda tapi Vivian tidak tertarik dengannya karena Vivian memiliki masa lalu yang kelam.
Demi membuktikan diri jika dia bukan target yang dicari Vivian, Matthew membantu Vivian dalam misinya dan tanpa mereka sadari mereka punya musuh yang sama.
Seorang penghianat yang ada di organisasi selalu menggagalkan misinya dan pil pahit harus Vivian telan saat mengetahui siapa sebenarnya target yang sedang dia cari. Cinta yang dia pertahankan, hancur berantakan.
Akankah Matthew memenangkan hati Vivian? Bagaimana kisahnya? Jangan lupa dengan Michael, dia selalu membantu kakaknya dari belakang. Apa dia juga akan mengalami kesulitan dalam percintaan seperti kakaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecurigaan
Seorang petugas melihat tanda pengenalnya saat Vivian hendak masuk kedalam, setelah petugas itu melihat jika Vivian adalah seorang petugas pemerintahan yang ingin bertemu dengan bosnya jadi dia segera meminta bagian resepsionis untuk menghubungi bos mereka.
Sementara itu di dalam ruangannya, Matthew masih mencari cara untuk mengelabui Vivian, sedangkan Michael melihat tingkah kakaknya dengan heran.
"Kak, ada apa?" tanya Michael penasaran.
"Gadis itu ingin bertemu denganku, jangan sampai dia tahu bahwa akulah orang yang dia cari dan jangan sampai dia melihat kita di sini!"
"Wow, dia benar-benar datang kemari untuk bertemu denganmu kak?"
"Yes," jawab Matthew dan pada saat itu telephone yang ada di atas meja berbunyi.
Matthew segera menyambar benda itu dan berkata, "Bawa petugas itu keruang tunggu, aku akan menemuinya nanti!" perintahnya tanpa mendengar apa yang akan dikatakan oleh pegawainya.
"Kak Matt akan menemuinya?" tanya Michael.
"Tentu tidak," jawab kakaknya dan dia segera menghubungi asisten pribadinya.
"James, panggil pak Ricky bagian pemasaran untuk keruanganku!" perintahnya.
"Siap master," jawab asisten pribadinya.
"Memangnya kak Matt mau meminta pak Ricky berpura-pura menjadi kakak untuk menghadapi gadis itu?"
"Yes," jawab Matthew sedangkan Michael menggeleng.
Pada saat itu, seorang pria masuk kedalam. Matthew memerintahkan pegawainya berpura-pura menjadi dirinya untuk menemui Vivian.
Dia bahkan memerintahkan karyawannya memakai sebuah headseat supaya mereka bisa berkomunikasi dan dia akan melihat mereka dari layar komputer.
Matthew bahkan memerintahkan James mengikuti Ricky dan dia juga memerintahkan James untuk melihat tanda pengenal Vivian, siapa tahu dia mendapatkan sesuatu di sana.
Setelah mendapat perintah, pegawainya langsung turun ke bawah untuk menemui Vivian yang sudah menunggu di ruang tunggu.
Vivian melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya, dia khawatir akan menunggu lama karena dia tidak punya banyak waktu.
Setelah beberapa saat menunggu, pintu ruangan terbuka, seorang pria paruh baya dengan badan gemuk dan berkepala botak masuk kedalam ruangan itu bersama dengan pria yang lebih muda dan yang lebih muda itu adalah James.
Vivian bangkit berdiri dan tercengang, itukah Matthew Smith? Sungguh di luar perkiraannya. Dia kira Matthew Smith masih muda tapi ternyata?
Jika seperti ini bagaimana mungkin dia bisa menendang bokong pria itu?
"Apa anda yang ingin bertemu dengan saya?" tanya Ricky dan dia terlihat berwibawa sesuai dengan aktingnya.
"Maaf mengganggu waktu anda tuan Smith, saya agen yang sedang bertugas mengusut sebuah kasus dan ingin menanyakan beberapa hal pada anda," jawab Vivian dengan sopan seraya memberikan tanda pengenalnya.
James mengambil tanda pengenal Vivian dan melihatnya. Disana ada foto Vivian dengan sebuah lambang FBi dan nama Angel tertera di sana. Itu adalah tanda pengenal sementara yang diberikan oleh pemerintahan Amerika untuk Vivian selama Vivian bertugas di sana.
Setelah selesai melihatnya, James mengembalikan tanda pengenal Vivian dan memberi tanda kepada Ricky untuk melanjutkan sandiwara mereka.
"Silahkan duduk," ucap Ricky setelah mendapat tanda dari James.
"Terima kasih," jawab Vivian dan dia segera duduk di depan kedua pria itu.
"Nah nona apa yang ingin kau tanyakan padaku?" tanya Ricky.
Matthew melihat mereka di depan komputer bersama dengan Michael, mereka juga penasaran apa yang akan ditanyakan agen cantik itu.
"Hm, sebelumnya aku minta maaf jika pertanyaanku menyinggung anda," ucap Vivian.
"Tidak apa-apa, aku maklum karena ini adalah pekerjaan anda!" jawab Ricky.
"Jika begitu tuan Smith, bolehkah aku tahu bisnis apa yang anda jalani belakangan ini? Apa anda terlibat dengan bisnis ilegal seperti penyeludupan senjata dan obat-obatan?"
Saat mendengar pertanyaan dari Vivian, Matthew sangat kaget. Apa maksudnya? Apa gadis itu mencurigainya melakukan bisnis ilegal?
"Nona, apa anda punya bukti sehingga mencurigaiku?" tanya Ricky pula.
"Anda termasuk salah satu daftar orang yang paling berbahaya di Amerika, apa aku tidak boleh mencurigaimu?" tanya Vivian sedangkan Ricky tidak tahu harus menjawab apa karena dia takut salah bicara.
Pada saat itu Matthew berbicara dengan Ricky karena pria itu diam saja, jangan sampai Vivian curiga.
"Aku tidak pernah mengatakan pada siapapun jika aku adalah orang paling berbahaya tapi media yang menulis seperti itu jadi sebaiknya nona pergi tanyakan pada media kenapa menulis demikian!" ucap Ricky mengikuti ucapan bosnya.
"Lagi pula lihat kantorku, apa aku memproduksi senjata dan obat-obatan di sini?"
Vivian diam saja dan menatap pria tua itu dengan penuh selidik, apakah benar pria tua itu Matthew Smith? Jujur saja dia tidak percaya apalagi melihat gelagatnya. Sepertinya Matthew Smith tidak mau menemuinya sehingga meminta seseorang menggantikannya, seharusnya dia datang dengan Patrik tadi, mungkin Patrik tahu bagaimana rupa Matthew Smith yang asli.
Entah kenapa dia semakin curiga jika memang Matthew Smith lah buronan yang dia cari.
"Baiklah, maafkan aku sudah mencurigai anda," Vivian bangkit berdiri dan membungkukkan badannya.
Didepan komputer Matthew diam saja melihat kepergian Vivian, kenapa tiba-tiba Vivian mencurigainya menjual senjata ilegal dan obat-obatan?
Mereka memang membuat senjata dan menjualnya tapi obat-obatan? Apa keluarganya begitu kekurangan uang sampai dia harus melibatkan diri dengan benda haram dan penyeludupan?
Dia yakin Vivian bukan agen biasa yang di utus ke Amerika tapi kenapa dia yang menjadi targetnya, apa ada yang dia lewatkan? Sepertinya dia harus mencari informasi ini dari mulut Vivian sendiri.
"Kau lihat itu kak, sesuai dengan dugaanku sebelumnya, dia mencarimu karena dia mencurigaimu terlibat dengan kasus yang sedang dia tangani," ucap Michael yang sedari tadi berada disamping kakaknya dan mendengar semua pembicaraan Vivian dengan Ricky.
"Kau benar, tapi kenapa dia mencurigaiku? Dia bahkan tidak tahu siapa aku tapi kenapa aku yang jadi target utamanya? Apa seseorang sedang menggunakan namaku sehingga dia mencurigaiku?"
"Kak, itu bisa saja terjadi apalagi kau banyak musuh dan banyak yang tidak suka denganmu. Kemungkinan seseorang memang menggunakan namamu untuk melakukan kejahatan."
Matthew tampak berpikir, apa yang dikatakan oleh adiknya masuk akal. Selama ini yang selalu menghabisi musuh selalu dia dan memang banyak yang membencinya bahkan ingin membunuhnya.
"Baiklah aku akan mencari tahu, apakah memang ada orang yang menggunakan namaku sehingga Angel mencurigaiku?"
"Aku akan membantumu kak," ucap Michael.
"Mich, wajah kita sama jadi jagalah dirimu baik-baik. Jangan sampai terjadi sesuatu padamu jika tidak mommy bisa gila!"
"Jangan menghawatirkan aku, Kakak juga harus menjaga diri kakak baik-baik!" ucap Michael.
Matthew bangkit berdiri untuk mengambil ponselnya yang berbunyi karena Vivian mengirimkan sebuah pesan untuknya.
Setelah membaca pesan dari Vivian, sebuah senyuman menghiasi wajahnya. Itu ajakan makan siang dari Vivian dan gadis itu sudah menunggunya disebuah restoran.
"Mich, aku harus pergi."
"Kakak mau menemuinya?"
"Ya, kami sudah berjanji akan makan siang bersama."
"Berhati-hatilah kak, saat dia tahu siapa kakak sebenarnya, sebaiknya kak Matthew mempersiapkan diri dan menganjal bokong kakak dengan bantal yang tebal!"
"Hahahahahaha!" Matthew tertawa terbahak-bahak.
"Percayalah, saat itu situasinya sudah berbeda!" jawabnya dan dia segera melangkah keluar.
Di luar sana Matthew bertemu dengan asisten pribadi dan juga pegawainya, mereka berbicara sejenak dan setelah itu Matthew pergi untuk menemui Vivian.
Dia pasti akan mencari tahu siapa sebenarnya Vivian karena baru saja James memberitahunya jika nama gadis itu memang Angel. Dia juga akan mencari tahu kasus apa yang sedang ditangani oleh Vivian sehingga mencurigainya dan dia juga akan mencari tahu, apakah kecurigaan mereka benar, jika ada yang menggunakan namanya untuk melakukan kejahatan dan jika memang ada yang melakukannya maka tidak akan dia biarkan.
As far as
Pecundang