NovelToon NovelToon
Sekeping Asa Dalam Sebuah Rasa

Sekeping Asa Dalam Sebuah Rasa

Status: tamat
Genre:Contest / Cintamanis / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:318.6k
Nilai: 5
Nama Author: Gresya Salsabila

Salsabylla Dela Vinci, wanita keturunan Indo-Prancis, memutuskan untuk melabuhkan hatinya pada Ghani Alghibrani, lelaki bijak yang hidup dalam kesederhanaan.
Lelaki itu datang di saat Bylla sedang rapuh. Sikapnya yang tulus berhasil meluluhkan hati Bylla.

Namun, belum sempat mereka menjalin cinta, keadaan memaksa Ghani untuk pergi. Ia meninggalkan Bylla demi merintis karier.
Seiring waktu yang terus berjalan, Ghani berhasil menjadi bintang, banyak yang mengagumi dan bahkan mengidolakan.

Jurang terjal mulai terbentang di antara mereka, kedudukan yang setara malah membuat keduanya berada di titik terjauh. Ketika tak ada lagi jalan untuk bersama, sedangkan hati masih menyimpan rasa yang senada, keduanya hanya menggantungkan asa pada takdir dan kuasa Tuhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gresya Salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maukah Kamu Menjadi Imamku?

Tanpa menghiraukan seberapa dekat hubungan di antara keduanya, Ghani beranjak dari kursinya, dan berjongkok tepat di depan Bylla. Ia ulurkan kedua tangannya, dan mengusap lengan Bylla dengan jemari kasarnya.

Ghani menatap Bylla lekat-lekat, ada perasaan sakit yang teramat menyiksa, kala melihatnya terpuruk dalam luka.

"Jika ujian sebesar kapal, yakinlah, bahwa nikmat Allah itu sebesar lautan. Allah tahu batas kemampuan setiap hamba-Nya. Allah mengujimu dengan cara seperti ini, karena Allah tahu, kau mampu menghadapinya.

Aku tahu kehilangan itu sakit Bylla, tapi percayalah, ini adalah yang terbaik untuk kamu, dan juga adikmu. Takdir tidak pernah salah, Bylla!" kata Ghani seraya mengusap buliran bening yang mengalir di pipi Bylla.

"Menangislah, jika itu bisa meringankan bebanmu! Tapi jangan terlalu terpuruk dalam kesedihan, pandangalah ke depan, jalanmu masih panjang, masih banyak hal yang bisa kau lakukan untuk hidupmu. Ingatlah orang-orang yang menyayangimu, mereka akan sedih jika melihatmu seperti ini!" sambung Ghani sembari menyibak rambut Bylla yang berantakan di wajahnya.

Bylla sedikit mengangkat wajahnya, menatap bayangannya yang berada dalam bola mata Ghani. Lelaki sederhana seperti dia, yang jalan hidupnya juga tidaklah mudah, bisa memiliki prinsip yang begitu bijaksana. Kerasnya hidup, tak menggoyahkan iman dan kepribadian yang telah tertanam dalam jiwanya.

"Kenapa kau masih peduli padaku?" tanya Bylla dengan pelan, nyaris seperti bisikan.

Kekecewaannya terhadap Reymond dan Sania, membuatnya lebih waspada dalam memilih teman, terlebih lagi teman lawan jenis.

"Aku tidak punya alasan untuk tidak peduli padamu." Jawab Ghani dengan cepat.

Bylla menilik wajah Ghani, menatap bayangannya yang masih ada dalam bola matanya.

Bukan gambaran yang rupawan, dia hanya lelaki sederhana yang kulitnya tidak semulus lelaki lain yang dikenalnya. Namun juga cukup manis, dan sedap dipandang mata. Dia bukan lelaki yang tampak berwibawa dalam balutan setelan formal, dia hanya lelaki rendah hati dalam balutan pakaian kusam. Namun kehadirannya cukup membuat Bylla merasa nyaman.

"Maaf Non, ini minumannya!" ucap Bik Sari sedikit salah tingkah. Menatap Bylla dan Ghani saling berhadapan dalam jarak yang cukup dekat, Bik Sari merasa tidak enak hati untuk mengusiknya.

Ghani tersentak kaget, spontan ia langsung beranjak, dan kembali duduk di kursinya. Lain halnya dengan Bylla, ia tampak tenang, tak gugup sama sekali, meskipun ada pelayan yang menghampirinya.

"Aku tidak lapar, Bik!" kata Bylla sambil melirik nampan besar yang penuh dengan makanan.

Bik Sari tersenyum, "kata Nyonya, ini untuk temannya Non Bylla. Tapi beliau juga berpesan, alangkah lebih baik jika Non Bylla mau menemaninya makan, menghargai tamu."

Bylla menghela napas panjang, ia tahu semua ini hanya trik neneknya agar ia mau makan, karena dari terbitnya matahari, sampai kini matahari hampir terbenam, belum ada sesuap nasipun yang masuk ke dalam perutnya.

"Baiklah, terima kasih Bik!" Ucap Bylla dengan mengulas senyuman kaku.

"Siapa ya lelaki ini, sederhana, sangat jauh jika dibandingkan dengan Tuan Reymond. Tapi sepertinya dia istimewa, buktinya berhasil membuat Non Bylla tersenyum, rasanya aku sudah lama tidak melihat senyuman Non Bylla." Batin Bik Sari dalam hatinya.

"Kenapa, Bik? Ada yang salah denganku?" tanya Bylla sambil mengernyitkan keningnya. Sedikit heran saat ditatap begitu intens oleh pelayannya.

"Eh, ehm tidak apa-apa Non. Ya sudah kalau begitu saya tinggal dulu ya!" jawab Bik Sari sambil melangkah pergi, meninggalkan Bylla dan Ghani.

"Ayo makan!" ajak Bylla sambil menatap Ghani sekilas.

Lalu ia memutar kursi rodanya, dan menghadap ke arah meja kayu yang dihiasi ukiran unik. Di atas nampan, ada dua piring nasi putih, satu mangkok besar sup jamur, dan sepiring ayam goreng, juga ada segelas matcha latte, dan white coffe.

"Makanlah!" kata Bylla untuk yang kedua kalinya.

Namun, Ghani masih tetap bergeming. Ia menatap nanar ke arah makanan lezat yang tersaji di hadapannya. Anak-anak belum makan, pikirnya kala itu. Tadi ia tidak membelikan makanan untuk mereka, karena rencananya akan pergi ke acara pernikahan. Tapi acara itu gagal, mereka pasti belum makan. Ghani tidak mungkin tega mengisi perutnya sendiri, sementara anak-anak asuhnya masih menahan lapar di rumah.

"Hei, kenapa diam saja, apa yang kau pikirkan?" tanya Bylla.

"Mmmm___"

"Kalau kamu tidak makan, aku juga tidak makan!" kata Bylla dengan tegas.

"Jangan! Jangan!" teriak Ghani.

"Kalau begitu ayo makan!"

"Baiklah!"

Tidak ada pilihan lain, akhirnya Ghani menyantap makanan yang dihidangkan untuknya, meskipun rasanya sangat hambar. Ghani kesulitan menelan makanan yang ia suap ke mulutnya, pikirannya terus membayangkan anak-anak yang sedang ada di rumah.

"Maafkan Abang," batin Ghani sambil menyendok nasi dan sup dengan sangat berat.

Sekitar setengah jam kemudian, Bylla dan Ghani sudah menghabiskan makanannya. Kini yang tersisa hanya dua gelas minuman yang tinggal setengah, sementara piring kotornya, sudah dibawa ke dapur oleh Bik Sari.

"Kau kenapa tiba-tiba mengunjungiku? Mmmm maaf maksudku, mmm___" Bylla kesulitan meneruskan kalimatnya. Ia takut kata-katanya menyinggung perasaan Ghani.

Dilihat dari pakaiannya, tidak mungkin Ghani datang untuk menghadiri pernikahannya. Lalu apa yang membawanya ke sini, mungkinkah dia tahu, apa yang terjadi padanya.

"Aku tadi sedang mencari recehan, dan tidak sengaja melihat Reymond bersama___" Ghani menatap Bylla, ingin tahu bagaimana tanggapan wanita itu.

"Bersama wanita, kan? Iya, tiga hari lagi mereka menikah." Sahut Bylla sambil tersenyum pahit.

"Kenapa Bylla?" tanya Ghani dengan pelan.

"Sudah kubilang, dia tidak bisa menerima keadaanku. Aku sekarang lumpuh, tidak ada lagi yang bisa diharapkan dariku. Itu sebabnya dia memilih wanita lain, yang kau lihat adalah Sania, calon istrinya, sahabat dekatku!" Jawab Bylla, ia menekan setiap suku kata yang keluar dari mulutnya.

"Apa! Sa...sahabat?"

"Iya, dia adalah sahabat terdekatku. Aku hancur mendapati kenyataan ini Ghan, terlalu pahit untuk kutelan. Pesta yang seharusnya merayakan hari bahagiaku, malah menjadi hari yang penuh derita. Lelaki yang kucintai, sahabat dekatku, mereka mengkhianatiku. Dan belum sempat aku menyembuhkan lukaku, selumbari Mama telfon. Dia mengabari Papa, jika Mika dalam keadaan sangat kritis. Aku tidak bisa ikut ke Paris, karena keadaanku yang seperti ini. Lalu kemarin, Mika menghembuskan nafas terakhirnya." Ucap Bylla dengan tatapan datar.

Pikirannya seolah menerawang entah kemana, dan Ghani, ia masih terdiam, memberi kesempatan bagi Bylla untuk meneruskan ceritanya. Dalam hati, ada secercah cahaya yang mulai berpendar. Wanita yang menjelma dalam rindunya, kini mau berbagi kisah bersamanya.

"Kau tahu, alasanku tinggal di sini adalah Mika. Mama dan Papa selalu menyayanginya dan mengabaikan aku. Perbedaan kasih sayang di antara kami sangatlah kontras, aku sangat kecewa akan hal itu. Dan selain itu, saat aku kuliah di sini, lelaki yang sangat aku kagumi, menjalin hubungan dengan Mika, padahal Mika tahu jika aku sangat mengaguminya. Dan Mama-Papa, mereka merestui hubungan itu. Itu sebabnya aku sangat membenci Mika, dia telah merampas semua yang kupunya. Tapi belakangan aku tahu, Mama dan Papa melakukan itu, karena Mika mengidap penyakit lupus." Sambung Bylla, semakin kesini nada suaranya semakin bergetar.

"Aku sangat menyesal, kenapa aku tidak menyadari semua ini dari awal. Aku belum sempat menyayanginya, aku belum sempat berperan sebagai kakak yang sesungguhnya, semuanya sudah terlambat. Aku sangat kecewa, kenapa tidak ada yang memberitahuku. Sekarang aku terkubur dalam penyesalan ini, Ghan. Belum lagi luka yang Reymond tinggalkan, rasanya aku tidak kuat." Kali ini Bylla tak sanggup lagi membendung air matanya, buliran bening itu jatuh begitu saja membasahi kedua pipinya.

"Kamu pasti kuat! Ada hikmah dibalik setiap kejadian. Reymond meninggalkan kamu, bersyukurlah, karena Allah menjauhkan kamu dari lelaki yang kurang baik. Untuk adikmu, jadikan ini sebagai pelajaran, kedepannya jangan dangkal dalam menarik kesimpulan. Bylla, tidak ada kasih sayang yang terlambat. Jika dia sudah tiada, kau masih bisa mendoakannya, semoga dia mendapatkan tempat yang indah di sisi-Nya." Kata Ghani dengan lembut.

"Sekarang, ataupun nanti, kehilangan itu pasti. Karena setiap kehidupan pasti ada kematian, setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Tidak ada yang abadi, semua akan pergi jika tiba batas masanya. Jadikan kehilangan ini sebagai ajang, untuk lebih mendekatkan diri kepada Rabbmu, karena hanya Dia yang memegang kendali atas isi dunia. Kita hanyalah unsur kecil dari ciptaan-Nya, jadi gantungkan harapanmu pada-Nya. Mengadulah, berkeluh kesahlah, pasrahkan hidup dan takdirmu. Allah tahu, apa yang terbaik untuk kita." Sambung Ghani dengan sungguh-sungguh.

"Maaf, jika aku terlalu menggurui. Aku juga bukan ahli agama, bahkan ilmuku masih jauh dibawah rata-rata, hanya saja aku percaya, jika takdir itu selalu indah. Aku masih banyak salah, banyak kekhilafan, tapi aku selalu berusaha untuk menyukuri apa yang terjadi dalam hidupku." Imbuh Ghani.

Bylla menatap Ghani lekat-lekat, mendengar setiap kalimat yang yang dilontarkannya, perlahan-lahan kegelisahan dalam hatinya memudar.

Bylla tersenyum, ia menatap sinar surya yang telah padam. Namun bintang pula belum sempurna menampakkan cahayanya, masih samar-samar.

"Ghani!" panggil Bylla.

"Iya."

"Maukah kamu menjadi imamku?" tanya Bylla sambil tersenyum.

Bersambung....

1
S IE YU
bagai mana dengan kbr andra?
gaby
Halah Melani omong doang, nyatain cinta tapi Ghani beli soto mbayar, kasih gratis dong kalo emang cinta. Lagian kan itung2 amal sm anak2 terlantar di panti. Melani pelit, pantesnya pny jodoh org pelit jg.
MFay
ayo berakhir bahagia semua Thor
Lulu Nais
thor,,semua karyamu sudah aku baca..ad brp yg ku baca membuatku menangis..
karya mu thor lain dari yg lain.keren n bgus😘😘😘😘
IG👉Salsabilagresya: Terima kasih banyak kakak🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Dewi Sariyanti
sebenernya reymond itu baik, dasarnya aja kena pengaruh orang tua yg jahat
Dewi Sariyanti
Kamu kan nyarinya yg fisiknya sempurna rey, udah dapet kan plus dapet bonus anaknya 😁
Dewi Sariyanti
pasti cuplikan yg awal itu pas ghani hilang kabar, bylla mau nikah sama ruben
Dewi Sariyanti
Aq gemes bgt pengen nonjok reymond. Dr awal waktu muncul sania pas jemput bylla yg mau pesta ulang tahun, aq kyak udah ada firasat, sania ini sahabat yg bakal menghianati bylla, ternyata benar kan.
Dewi Sariyanti
Si mika ini egois dan bermuka dua, di depan orang tua bilang takut kakaknya khawatir, tp dlm hati sebenarnya gk mau kalo kakaknya ada kasih sayang orang tua di bagi, ya namanya sama2 anaknya ya harusnya adil, bylla anaknya mama papa mu jg kok mika.
Dewi Sariyanti
Aku rasa si mika ini punya penyakit parah, trus ngelarang orang tua nya buat kasih tau bylla.
Jong Nyuk Tjen
terimakasih thor , bnyk kalimat2 yg sangat bermakna d bab ini .
Jong Nyuk Tjen
ceritanya bagus thor , beda am cerita yang lain. Biasanya yg tajir itu s cowok tp kali ini yg tajir s cewekny .
Jong Nyuk Tjen
tlng tny thor , buku2 ny ad d NT ga ya ?
IG👉Salsabilagresya: nggak ada kak, hanya ada buku cetaknya aja. Kapan hari ada beberapa sampel bab di sini, tapi sekarang udah kuhapus
total 1 replies
Rini Haryati
keren dan mantap
Bundanya Robby
mampir ya Thor semangat 💪💪💪
IG👉Salsabilagresya: mkasih banyak kakak
total 1 replies
Mega
haisss,,, maaf thor aku jd ngk suka sm tokoh utama perempuannya,kesannya kayak perempuan gampangan,gampang bgt pindah2 ke hati laki2,apa segitu ngk lakunya atau gimana ya,perempuan itu HARUS punya rasa gensi dan egois walau pun dikit,tp di sini ngk ada sama se x,yg ada mlh kayak ngk laku jd mau sm laki ini sm laki itu,,, haisssss,,,,
Mega
mika org yg tdk mau bersyukur,begitu banyak yg menyayangi dia,tp dia berfikir picik,pengen semua di ambil tp ngk sadar diri,maaf bukan mendoa kan tp kl udh tau dia punya penyakit buat apa di bikin kacau semua,,,, pdhl mereka pd sayang sm mika tp kelakuannya tdk sadar,,, dgn berbuat bgni yg ada malah bencu karna sengaja memisah kan kasih sayang org2 terdekat dia,,,,
🌻Ruby Kejora
Sukses ya buat kk😍... Ga nambah karya baru, kk...
IG👉Salsabilagresya: Terima kasih banyak, Kak. Insha Allah bulan depan, Kak, sekarang masih namatin yg noda
total 1 replies
Siti Fatimah Fatimah
sweet banget 😊😊😊😊
Siti Fatimah Fatimah
bayi impor nih🤭🤭🤭
IG👉Salsabilagresya: hehehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!