NovelToon NovelToon
Bad Boy

Bad Boy

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Rohmatul karimah

Kehidupan Satya Avero Angkasa sangat jauh dari kata baik. Setiap malamnya ia habiskan untuk bersenang-senang dengan para wanita bayaran.

Kehidupan Satya berubah saat seorang murid pindahan dari luar negeri yang kini sudah menetap di negara tercinta.

Rindi Wijaya, adalah perempuan yang menganut tata krama dan tahu bagaimana bersikap kepada orang lain. Setelah puasa sekolah grammar, kini Rindi bisa bernafas lega bisa merasakan sekolah biasa.

Namun semuanya tidak sesuai dengan apa yang ia bayangkan ketika dirinya bertemu dengan seorang pria mesum yang punya berbagai cara untuk mendekatinya..

Ikuti terus kisah mereka!


Fllw ig : @rohmatulkarimah_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohmatul karimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Setres atau Bodoh

Satya membuka matanya karena suara dering ponsel miliknya membuat tidurnya terganggu, Satya melihat wajah lelap Rindi begitu sangat dekat dengan wajahnya, bahkan saat ini Rindi tertidur menggunakan lengannya sebagai bantalan

Cup.

Satya mengecup singkat bibir alami itu, sebelum ia menyambar ponsel yang terletak diatas meja nakas. Rasanya ingin sekali Satya menghajar seseorang yang membuat ponselnya itu berbunyi

"El, selalu saja mengganggu." gumam Satya dengan suara serak khas orang baru bangun tidur

"Ngapain lo nelpon gue pagi buta begini?" tanya Satya

"Lo bawa ke mana anak orang Satya? Parah lo ya, bawa anak orang enggak dipulangin lagi. Gue semalem ke apartemen enggak dibukain pintu, apa yang lo sembunyiin hah?!" Satya menjauhkan ponselnya, ia melirik Rindi yang sedikit terganggu oleh suara keras Samuel seolah ia berbicara menggunakan mikrofon

"Gue enggak budek, jadi jangan teriak-teriak. Mandi sana, pasti lo belum mandi kan?"

"Jangan alihin pembicaraan Sat, gue tanya dimana lo nyembuny... Satya!" teriak Samuel, yang dimana Satya harus menjauhkan lagi benda pipih itu dari telinganya

"Brengsek.. Lo mau gue hajar hah?" tanya Satya yang sudah tersulut emosi karena kelakuan Samuel di pagi hari

"Lo yang mau gue hajar? Bisa-bisanya lo biarin Rindi tidur disana, jangan bilang kalau dia udah lo tidurin juga seperti wanita-wanita sialan di club!"

"Kalau memang ya kenapa? Apa masalahnya buat lo?" Satya tersenyum smirk

"Sampai itu terjadi lihat aja lo, gue aduin Bunda."

"Aduin saja, lagian dengan lo ngaduin gue enggak akan merubah segalanya. Lagi pula bagus dong kalau udah gue tidurin," ucap Satya dengan sesekali melihat wajah Rindi

"Bagus dari mana astaga, Satya itu anak gadis orang! Dengan santai nya lo ngomong begini seperti tidak ada dosa." Samuel memegang kepalanya yang tiba-tiba saja terasa sakit

"Berisik lo, sudah gue mau lanjut tidur lagi."

"Bawa pulang Rindi, gue enggak mau tahu."

"Dia cewek gue, kenapa lo yang sibuk?"

"Sat, lo kalau dibila..."

Tut.

"Mengganggu orang saja." Satya meletakkan kembali ponselnya keatas meja. Ia berniat untuk melanjutkan tidurnya yang telah di ganggu oleh Samuel, namun niatnya urung saat menoleh wajah Rindi lah yang ia lihat

"Bahkan disaat tertidur seperti ini saja lo terlihat begitu cantik, apalagi jika mata ini terbuka!" Satya mengusap kedua mata Rindi yang terpejam, Satya tersenyum melihat tidur Rindi yang terganggu. Pandangan Satya kini tertuju pada leher putih Rindi yang terdapat tiga bercak merah

"Ini adalah bukti kalau lo memang milik gue, tidak ada yang boleh milikin lo selain gue." Satya berucap dengan penuh keyakinan, ini adalah pertama kali bagi Satya memulai hubungan dengan wanita. Jika dulu ia menganggap semua wanita sama, tidak dengan sekarang. Satya yang awalnya juga ingin mempermainkan Rindi malah terjebak dari perasaan yang tidak bisa ia jelaskan, dari rasa yang tak pernah ia rasakan pada wanita lain

Satya mengecup kening Rindi cukup lama, setelah itu ia memilih untuk bangun, dan melupakan tidurnya. Satya membenarkan selimut yang membungkus tubuh Rindi

"Tidur yang nyenyak putri tidur." ucap Satya, setelah itu ia melangkah meraih baju yang tergeletak dilantai dan berjalan keluar

****

Samuel menggenggam erat ponselnya setelah dengan sepihak Satya memutuskan panggilan telpon tersebut. Ia menatap awan pagi yang yang terlihat begitu indah dimata

"Dia sudah terlalu jauh dengan anak baru itu," gumam Samuel yang dimana kalimat itu tertuju untuk Satya

Drett.. Drett...

Samuel melirik layar ponselnya, Samuel menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat melihat siapa seseorang yang menelpon dirinya.

"Angkat tidak ya?" gumam Samuel menimbang mengangkatnya atau tidak. Jika ia mengangkat ia tidak tahu harus mengatakan apa, dan jika ia tidak mengangkat Eli akan terus menghubunginya seperti tadi malam, ia terus diganggu oleh Eli karena menanyakan dimana keberadaan Rindi

"Aishhh... Satya, lo selalu membuat masalah. Dan lo juga selalu melibatkan orang lain dalam permasalahan lo." Samuel begitu amat kesal dibuat Satya, selalu dirinya terus yang diserang jika Satya membuat masalah

"Apalagi sih El..."

"Cepat katakan dimana sahabat kamu itu membawa Rindi? Kenapa nomornya sejak tadi malam tidak aktif?" Samuel dibuat melongo oleh kelakuan Eli yang asal menyela kalimatnya dan memarahinya

"Hei, apakah kamu sudah mandi dan sarapan?"

"Hah? Apakah itu penting sekarang?" tanya Eli dari sebrang

"Ya, kamu mengganggu aku di pagi buta begini dan berteriak dari sebrang sana membuat gendang telinga ku hampir pecah olehnya." jawab Samuel

"Hahh... Aku tidak tahu kalau kamu selebay ini." Samuel tahu kalau Eli tengah tersenyum meremehkan nya dari sebrang sana

"Aku tidak tahu dimana keberadaan mereka, sejak tadi aku sudah menghubungi Satya, tapi nomornya tidak aktif. Jika kamu ingin berbicara dengan anak baru itu, silahkan kamu datangi rumahnya saja jangan mengganggu aku." ucap Samuel yang memang sudah kesal terus dimarahi oleh Eli, padahal dirinya tidak tahu apa-apa tentang persoalan Satya dan Rindi

"Kamu sama saja dengan sahabat mu itu, menyebalkan!"

Tut.

Samuel mengerutkan dahinya saat mendengar kalimat terakhir Eli, ia menggelengkan kepalanya yang sudah sangat pusing karena permasalahan orang lain

"Membosankan sekali hidup seperti ini, kenapa juga gue harus memikirkan masalah orang lain, dia saja yang berbuat salah memilih santai." ucap Samuel, ia menyaksikan sekelompok burung berwarna putih melintas di hadapannya

"Sangat cantik, seperti wanita yang baru saja memutuskan sambungan telponnya." ucap Samuel dan tersenyum. Namun detik berikutnya ia tersadar dan terdiam sebentar

"Ngapain gue jadi mikirin dia? Tidak-tidak, jangan bilang kalau gue jatuh cinta dengan wanita cerewet itu?" Samuel menggelengkan kepalanya

"Astaga, apa-apaan sih ini?" Samuel memegang dadanya yang berdetak kencang itu, iapun memutuskan untuk masuk kembali ke dalam kamar

****

Satya menoleh ketika mendengar derap kaki melangkah, ia tersenyum kecil kala melihat wajah bantal wanita yang tengah melangkah menuju dirinya itu

"Kamu bisa memasak?" tanya Rindi dengan suara seraknya.

"Sedikit." jawab singkat Satya, ia menoleh kala lengannya tersenggol

"Masak apa?" tanya Rindi

"Tumis ayam suwir dan roti bakar."

"Pagi-pagi begini kamu suka makan yang berat-berat?" tanya Rindi tidak percaya itu, Satya mengangguk pelan.

"Tidak takut gemuk?"

"Tidak usah banyak bertanya, cukup lihat saja sudah." Rindi mencebikkan bibirnya

Satya tersenyum setelah menata hasil makanannya di piring, ia mengambil dua piring yang berisikan lauk dan roti bakar yang ia buat. Saat Satya berbalik badan untuk ke meja makan, lagi-lagi ia tidak sengaja melihat kearah leher Rindi.

Rindi yang melihat arah pandang Satya itupun segera menutupi lehernya yang terdapat bercak merah dengan telapak tangannya. Satya tersenyum sekilas

"Tidak perlu ditutupi, aku suka melihatnya." ucap Satya, setelah itu ia melanjutkan langkahnya menuju meja

"Setres atau bodoh?" batin Rindi menatap punggung Satya

_

_

_

_

Bersambung...

1
Lina Herlina
Alhamdulillah.. makasih kka
Dea Amanda
udah lama nunggu, akhirnya up juga 😭
Lina Herlina
KKA blm up lagi
Aurora
Luar biasa
Lina Herlina
Alhamdulillah up juga lanjut kka 🥰
Neneng Dwi Nurhayati
kapan rindi tau Satya berhubungan badan sama cewek suruh di inggris kak
Depiyanti Oktaviansyah
Luar biasa
Lina Herlina
lanjut Thor
Lina Herlina
lanjut kka
Neneng Dwi Nurhayati
semangat kak..
kak buat rindi tau kelakuan Satya di luar dong yang berhubungan dengan cewek lain, biar jera satya
Di@N@😊: up cer nya sis
total 1 replies
Lina Herlina
KKA lanjut donk🥰🥰
Eli Sugiarti
ooh ternyata ada 2 murid baru,yg satu namanya mirip aku/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Eli Sugiarti
ko namanya jd Eli bukan rindi,kata ku cm aku aja yg salah baca
Eiko
hi
chaaa
ternyata ceweknya lemah, gampang baper dan bkn perempuan tangguh..
chaaa
keturunan kerajaan inggris, bokap pengusaha tajir, punya power, tp terlalu penakut dan gak bernyali si Rindi.
Winsulistyowati
Lanjut Thor.Sehat Slalu Ya.Up yg Byk.5 Episode gtu..aku Tungguin ni🖐️😊😍
Neneng Dwi Nurhayati
semoga rindi ninggalin Satya dulu biar kapok satya
Winsulistyowati
Aku Tungguin Crita Selanjutnya up yg byk ya Thor.Sehat Slalu..🖐️😍
Neneng Dwi Nurhayati
kak, Satya masih aja suka main wanita malam, gak di negara nya gak di luar, kasian rindi kak..
semoga Satya dapat pelajar dari kelakuannya, di tinggal rindi,biar gak gitu lagi kelakuannya
Zainab Fitriaa: Benci aku ama satya kalo masih main cewek gitu, udah tinggalin aja rindi kasih pelajaran si satya itu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!