NovelToon NovelToon
Arini, I Love You!

Arini, I Love You!

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: iLmaa_

Arini Aryani Putri
Lulusan tahun lalu dari Universitas Nusa Bangsa. Sudah melamar pekerjaan ke berbagai tempat namun selalu ditolak dengan alasan kualifikasinya yang tidak memenuhi standar. Sehingga mereka menjadi ragu untuk menerimanya bekerja.

Namun suatu hari, ia berhasil diterima bekerja di perusahaan Diamond Grup. Tetapi ini beda jauh dari jurusannya waktu masih kuliah dulu.

Akankah Arini mampu beradaptasi dan mengemban tanggung jawab itu? Bagaimana ia bisa menghadapi bosnya yang dingin dan selalu marah-marah padanya?
.
.
.
Simak ceritanya❤
Selamat membaca❤💋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iLmaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

"Ke mana lagi aku harus mencari pekerjaan lagi ya. Sekarang susah sekali sih mencari pekerjaan baru. Kalau menganggur lagi kan gak mungkin. Nanti bagaimana hidupku selanjutnya." Gumam Arini sambil berjalan. Dirinya melamun sambil membawa kardus dikedua tangannya.

Arini berjalan menyusuri setiap jalanan kota. Ia sengaja tidak memesan taksi atau menaiki bus. Hatinya sangat kacau hari ini. Ia pernah menganggur satu tahun, baru mendapatkan pekerjaan tetapi dipecat tepat satu minggu ia bekerja.

Tiiiinnn..

Arini terkejut dan tersadar dari lamunannya. Namun untuk menghindar, ia sudah tidak sempat. Sampai akhirnya sebuah mobil menyerempetnya dan Arini terjatuh.

Brukk

"Auuw.." Eluh Arini. Arini mengusap lengannya. Memeriksa apakah terdapat luka di sana. Arini bernapas lega, ternyata hanya luka ringan saja.

"Kenapa kamu ceroboh sekali Arini?" Gumam Arini menyalahkan dirinya sendiri. Arini menyembunyikan wajahnya diantara kedua lututnya dan kini air matanya tumpah lagi. Betapa menyedihkannya ia saat ini.

Seseorang yang ada di dalam mobil langsung keluar begitu melihat Arini terjatuh. Dengan panik, orang itu menghampiri Arini.

"Maaf, apa kamu tidak apa-apa?" Tanya seseorang itu. Dia masih muda, tampan dan lembut. Arini mendongak dan ia sedikit terpana dengan orang yang ada di depannya saat ini.

"Haloo..?" Sapa laki-laki itu sambil melambaikan tangannya di depan wajah Arini.

"Iya, saya tidak apa-apa. Maaf, tadi saya tidak perhatikan jalan." Ujar Arini sambil mengusap air matanya dan langsung membereskan barangnya yang terurai di depannya. Laki-laki itu membantu Arini. Laki-laki itu juga membantu Arini berdiri.

"Memangnya habis dari mana kamu?" Tanya laki-laki itu.

"Saya.." Arini menggantungkan kalimatnya. Ia ragu untuk bercerita apa yang sudah terjadi kepadanya.

"Habis belanja pak. Maaf sekali lagi, saya tadi sedikit bengong waktu di jalan." Balas Arini berdusta.

"Oh iya, gak apa-apa kok. Saya Alvian. Kamu bisa panggil saya Vian. Kalau boleh tahu, nama kamu siapa?" Ucap Vian sambil mengulurkan tangannya. Arini membalas uluran tangan Vian.

"Saya Arini." Jawabnya dengan tersenyum kecil.

Vian menawarkan diri kepada Arini untuk mengantarnya pulang sebagai permintaan maaf. Walaupun sebenarnya bukan salah Vian, ia juga merasa bersalah.

Awalnya Arini menolak. Namun karena Vian terus memaksa akhirnya Arini menyetujui permintaannya walaupun dengan terpaksa. Kini mereka sudah berada di dalam mobil. Vian melajukan mobilnya dengan pelan. Mereka menyusuri jalanan kota menuju apartemen Arini.

"Terima kasih pak sudah mau mengantar saya. Sebenarnya tidak perlu repot-repot seperti ini." Ucap Arini dan lagi-lagi tersenyum kecil. Kini mereka sudah sampai di parkiran.

"Saya juga senang bisa mengantarmu pulang." Balas Vian santai.

Arini segera turun dan sedikit menjauh dari mobil Vian. Vian membunyikan klakson dan melambai kearah Arini. Arini juga membalas lambaian tangan Vian.

Arini mulai melangkah menuju apartemennya. Sesampainya di sana, ia segera meletakkan kardusnya diatas meja dengan asal dan berjalan menuju dapur. Arini membuka kulkasnya dan mengambil satu botol air mineral dingin dan ia segera meneguknya. Setelah itu, Arini meletakkan kembali botol air minum tersebut.

Arini kembali termenung. Dari tadi pikirannya melayang memikirkan pekerjaan apa yang akan ia tuju setelah ini. Tidak ada pengalaman. Pengalaman hanya satu, di perusahaan Reyhan. Namun dilihat dari prosesnya, itu sama sekali bukan keahlian Arini.

1
Enung Samsiah
clara+Novi mau dinikahi rey 11 12
Enung Samsiah
ki sjarini nngk mikir dulu anak d tinggl gitu aja,,, ceroboh
Enung Samsiah
aduuhh sirehan main nyosor wae panas dingin aja awasss jngn smpi kebablasan
Enung Samsiah
ayo siapa yg gercep dia yg dapat,, taapiii kynya hti aini ke Reyhan ya, itu klu d cium lngsung nyaut, klu sm vian blm tentu,,
Enung Samsiah
bukn tipe tapi main cium-cium aja kaauuuu,,,,
Enung Samsiah
rugi arini dong Reyhan seenak jidat Sebellll
Enung Samsiah
jreng jreng jreng,,,
Enung Samsiah
tpi ntar rebutan arini kaka,adik nih kacauuu
Enung Samsiah
waah asyiiik tuh jdi sklian jdi mmhnya,,,, 🥰
Mugiya
mampir
Lena Sari
Novi kek nya cemburu sama Arini,,,memendam rasa ya nov??
lovely
cape2 baca dari awal endingnya gantung
lovely
dasarrr dunia haluuu gak mungkin cewek ma cowok palgi saling cinta satu kamarrr gak ngapa2in 😛🥴
lovely
swetttnya reyhan nah itu donk gentle jangan biasanya nyosor2 😂😂😡
lovely
duda lebih agresif nyosor2 karena dah pengalaman 😂
lovely
klo ada visuonya pasti lebih seruuu
lovely
yg tersakiti disini vian reyhan munafik bilang g suka masih cium2😜
lovely
harusnya Arini ma Vian thour baik ga sombong bukan maa Reyhan duda lagi mimpi apa tuh dapat perawan 🤔
lovely
jangan galak2 tar bucin lo
lovely
dulu dah pernah baca cm blm kelar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!